
Di dalam tenda, Thien Yu merasakan adanya sesuatu yang melesat kesana dan kesini dari luar tenda, yang membuat Thien Yu memasang kewaspadaan tingkat tinggi.
"Tuan muda, sepertinya kita kedatangan tamu dan tamu itu bukanlah kultivator biasa," ucap Gonggo.
"Kau benar Gonggo, sepertinya memang kita kedatangan tamu, dan tamu itu ingin kita menemuinya di suatu tempat," jawab Thien Yu.
"Tuan muda, Jagan khwatir, jika dia mencoba melakukan hal buruk padamu maka aku akan menjadi yang terdepan untuk menghadapinya," ucap Gonggo.
Setelah terjadinya percakapan sesaat di dalam tenda, maka keduanya bersepakat untuk menemui tamu itu, dengan pergi meninggalkan tenda menuju ke sebuah hutan yang tak jauh dari tempat itu.
Di sana tampak seorang laki laki yang tengah membelakangi mereka berdua, laki laki itu memang bertujuan untuk bertemu dengan Thien Yu.
Gonggo yang berada di bahu kanan Thien Yu, membisikkan sesuatu di telinga nya.
"Tuan muda sepertinya kita akan dalam masalah jika kita berdua sampai bertarung dengan orang itu, sebaiknya kita lebih baik mengalah tapi bukan kalah karena yang kita hadapi merupakan binatang surgawi yang telah berubah bentuk menjadi manusia," ucap Gonggo.
"Trimaksih atas saran mu Gonggo, aku akan berupaya agar tidak terjadi gesekan dengannya," jawab Thien Yu.
Setelah berbisik-bisik sesaat dengan Gonggo, Thien Yu berjalan mendekati seorang pemuda yang tengah membelakanginya.
"Aku rasa kita berdua tak pernah ada masalah, sekiranya anda dapat menerangkan kepadaku mengapa anda sampai mengajakku ke tempat ini, aku Thien Yu yang berasal dari sekte pasir es memberi hormat kepada anda," ucap Thien Yu memperkenalkan diri.
Kultivator itu membalikkan badannya, dan tampak oleh Thien Yu seorang pemuda dengan wajah tampan yang penuh wibawa dan berkarisma.
"Aku ingin menanyakan satu hal kepadamu, dan aku tak ingin jika binatang roh yang berwujud monyet emas yang ada di bahumu itu ikut campur dengan pertanyaan yang akan aku berikan nanti kepadamu," jawab pemuda itu.
__ADS_1
Thien Yu dan Gonggo sangat terkejut, dia tak menyangka jika pemuda yang ada di hadapannya mampu mengetahui jati diri Gonggo, yang saat ini tak pernah ada yang dapat menembus penyamarannya walaupun itu ketua Zheng long yang telah berada pada ranah tingkat emperor puncak tertinggi.
"Namaku Jatayu, aku ingin menanyakan satu hal pada mu dan aku ingin kau menjawabnya dengan jujur dan tak di tutup tutupi," ucap Jatayu kembali.
"Apa yang ingin anda tanyakan?" tanya Thien Yu.
"Jika kau putra Yan Lan, maka aku ingin melihat satu tanda yang ada padamu, tunjukkanlah mata langit sehingga aku dapat mengakuimu sebagai putra Yan Lan," ucap Jatayu yang begitu sangat serius dengan perkataannya.
Terlihat Thien Yu memejamkan matanya dan mencerna perkataan Jatayu, dengan pertimbangan beberapa hal tak lama kemudian Thien Yu memperlihatkan mata langitnya.
Jatayu tersenyum kemudian dia menggenggam tinju memberi hormat pada Thien Yu.
"Pangeran, aku Jatayu memberi hormat pada anda," ucapnya.
"Apa yang anda lakukan? aku bukanlah seorang pangeran seperti yang kau katakan," ucap Thien Yu.
Dia pernah berpesan padaku jika suatu hari nanti jika bertemu dengan putra suaminya dari putri Xing Xia Lin ibunya, yang merupakan adik kandung kaisar giok, maka tahta kekaisaran pheonix akan jatuh padanya.
Dengan sendirinya kau nantinya akan menjadi kaisar pheonix di masa depan, dan kau tak bisa lari dari itu, karena seluruh rakyat di kawasan kekaisaran pheonix sangat menanti nantikan kehadiran putra Yan Lan yang hilang, untuk memimpin kekaisaran pheonix di masa depan.
Setelah pertandingan antar murid terpilih dua benua selesai, aku ingin kau menemui ibumu karena dia sangat merindukanmu Thien Yu, sewaktu kau masih di dalam kandungan ibu kandungmu, ratu Yan Ling selalu menjagamu di setiap waktu hingga terjadi pemberontakan yang menewaskan seluruh keluarga kekaisaran Giok.
Saat itu kami tak dapat berbuat apa apa untuk membantu, karena keadaan armada tempur kekaisaran pheonix dalam kerisis, akibat perang dengan bangsa iblis dari alam bawah yang berbulan bulan lamanya, hingga kami semua bersepakat untuk tetap diam sambil menunggumu kembali pewaris syah kekaisaran pheonix yaitu dirimu untuk memimpin armada tempur kekaisaran pheonix yang maha dasyat, dalam menghancurkan kekaisaran Glory yang di pimpin oleh kaisar Huang Xu," ucap Jatayu.
"Jatayu, aku pasti akan menghancurkan kekaisaran glory di masa depan, tapi aku tak ingin rakyat ikut menderita dengan terjadinya perang besar.
__ADS_1
Aku ingin menjadi kuat terlebih dahulu untuk menantang kaisar Huang Xu sendiri, dan jika tak ada pilihan lain lagi maka dengan terpaksa perang besar akan terjadi.
Aku juga telah mempersiapkan Armada tempur yang sangat besar yang tak pernah dipikirkan oleh siapapun, sekarang Armada tempurku tengah berbenah diri dan siap ikut bertempur bersama ku di medan perang kapanpun juga.
"Aku ingin kau merahasiakan identitas ku sebagai putra Yan Lan, agar aku dapat tenang dalam meningkatkan kekuatan selama di benua semesta biru ini," ucap Thien Yu.
"Terlambat pangeran, semua orang sekarang telah mengetahui jika kau merupakan putra Yan Lan, karena diatas arena saat raja Zheng Bil Ang berbicara denganmu, semua itu di saksikan oleh orang orang yang berada di tempat itu.
Yang pastinya kau sekarang sudah tak aman lagi berada disini, apalagi di benua permata hijau. Pangeran Huang Qin telah kembali pulang untuk mengabarkan kepada ayahnya tentang kemunculan mu di benua semesta biru ini.
Sedari itu, ijinkan aku untuk menjagamu, aku tak ingin terjadi apa apa denganmu sebelum kau berada istana pheonix," ucap Jatayu.
"Trimakasih Jatayu, aku rasa kehadiran Gonggo di dekatku sudah cukup untuk melindungi ku, aku ingin kau melindungi kultivator muda terpilih dari kekaisaran pheonix selama berada disini," jawab Thien Yu.
"Baiklah pangeran jika itu sudah merupakan keputusanmu, maka jagalah dirimu baik baik mulai sekarang," ucap Jatayu.
Tak lama kemudian Jatayu mengarahkan pandangannya ke arah Gonggo dan berkata.
"Aku ingin kau menjaga keselamatan pangeran Thien Yu dengan nyawamu, jangan biarkan ada satu orangpun yang melukainya walaupun itu seujung kuku, dan mulai hari ini aku menyerahkan tanggung jawab keselamatan pangeran Thien Yu kepadamu," ucap Jatayu.
"Kau tak usah khwatir Jatayu, aku pasti akan menjaga keselamatan pangeran Thien Yu dengan nyawaku sendiri, hingga dia kembali pulang ke istana pheonix dengan selamat," jawab Gonggo.
"Trimakasih Gonggo, dengan perkataanmu ini aku bisa merasa lega. Pangeran aku mohon diri," ucap Jatayu.
Terlihat Thien Yu menganggukkan kepalanya mengiyakan, dan tak lama kemudian Jatayu pun menghilang dari hadapan Thien Yu.
__ADS_1
Bersambung.