
Di podium utama, terlihat putra mahkota kekaisaran glory tak menyangka jika lawan tarungnya dari perjanjian 3 tahun begitu kuat, karena dia mampu untuk imbang melawan raja kerajaan cahaya Nirwana, hal itu membuat pangeran Huang Qin semakin termotivasi untuk menjadi kuat beberapa bulan kedepan, agar dapat bertarung dan mengalahkan Thien Yu di ke kaisaran phoenix, tempat akan diadakannya pertarungan 3 tahun.
"Aku harus menemui Ayah secepatnya, untuk dapat berlatih lebih giat lagi bersamanya. Aku juga akan mengabari berita penting mengenai generasi terakhir keluarga kekaisaran giok terdahulu, yang bernama Thien Yu kini menampakkan diri dan telah berada di benua semesta biru mengikuti pertandingan antar maulid terpilih dari tiap kerajaan, dan kurasa ayah akan senang dengan berita ini," batin pangeran Huang Qin.
Atas dasar pemikirannya itu, pangeran Huang Qin mendatangi ketua Akademi Jiang Nan yang ikut bersamanya dari ke kaisaran Glory dalam mengawal murid terpilih, dengan maksud untuk mengabarkan jika dirinya akan pulang terlebih dahulu ke istana Glory, agar ayahnya dapat mengetahui berita munculnya putra Yan lan, yang notabene merupakan penerus terakhir kaisaran Giok.
Semua itu di lakukan sang pangeran agar Ayahnya dapat mengantisipasi keadaan di kekaisaan Glory, karena kehadiran penerus kekaisaran giok terdahulu tentunya akan membahayakan kedaulatan di kaisaran Glory, jika para penduduk tahu penerus terakhir keluarga kaisar di kekaisaran giok terdahulu masih hidup.
Ketua Huangshan mengiyakan perkataan pangeran Huang Qin, karena perkataannya itu benar adanya.
"Pangeran Huang Qin, berhati-hatilah di perjalanan mu karena jalan yang kau tempuh untuk pulang sangatlah jauh, aku akan menyertakan beberapa pengawal yang merupakan kultivator kuat dari kerajaan kita untuk mengawalmu," ucap ketua Huang Qin.
"Terimakasih paman dan tak usah khawatir, aku pasti akan sampai di ke kaisaran giok dengan selamat. Paman aku titip Syin Yin, aku tak ingin dia dekat dengan seorang laki-laki selama dia berada di sini, karena aku mencintainya paman," jawab ketua Huangshan.
"Jangan khawatir pangeran, aku pasti akan menjaga wanita yang akan menjadi ratu masa depan di kaisaran Glory, tak akan ada satupun laki-laki yang akan mendekatinya selama aku berada disini," ucap ketua Huangshan.
"Sekali lagi terima kasih paman, di masa depan jasamu ini pasti tak kan kulupakan, jika tak ada lagi yang ingin paman katakan maka aku pamit mohon dirimu," ucap pangeran Huang Qin.
Setelah perbincangan sesaat dengan Ketua Huangshan, akhirnya pangeran Huang Qin pergi meninggalkan kerajaan cahaya nirwana dengan beberapa orang kultivator kuat yang ikut bersamanya.
__ADS_1
Sementara itu Thien Yu yang sejenak lupa dengan kehadiran Feng Yu akibat konsentrasinya yang terfokus pada Gonggo, segera datang menghampiri sang kakak yang telah berada di bawah arena pertarungan, karena arena pertarungan kembali dilanjutkan dengan para petarung petarung muda dari kerajaan-kerajaan yang telah tercantum namanya di papan pengumuman.
"Adik sekarang ini kau terlihat sangat dewasa, tampan dan mempunyai kekuatan yang juga sangat luar biasa. Aku sampai-sampai tak dapat mengenalimu dengan banyaknya perubahan yang ada padamu," ucap Feng Yu.
"Kakak, Kau masih sama seperti yang dulu tak ada perubahannya sama sekali, apakah kau hanya diam berdiri situ dan tak ingin memeluk adik mu ini?" tanya Thien Yu.
Tanpa pikir panjang Feng Yu langsung memeluk Thien Yu, keharuan seketika itu terlihat di antara mereka, kerinduan akan masa-masa kebersamaan di saat berada di Desa batu, kini mencair karena pertemuan keduanya di tempat itu.
"Adik, jika ibu melihatmu tumbuh dengan tubuh sehat dan perkasa seperti ini, dia pasti akan senang apalagi sampai ibu mengetahui jika kau telah mampu membuktikan dirimu menjadi salah seorang pemuda, yang mempunyai bakat dan talenta kuat di bidang seni bela diri dia pasti akan bangga dan mengagungkanmu sebagai putra kandungnya walaupun kau tak terlahir dari rahim ibu.
Adik walaupun aku mendengar jika kau merupakan putra Yan Lan dan tak terikat tali silsilah dengan keluargaku, aku akan tetap menganggapmu sebagai saudara kandung serahim denganku, dan aku takkan membiarkan ada orang yang ingin melukai keluargaku terlebih lagi dia adik yang kusayangi, jika di masa depan ada yang ingin menyakitimu maka dia harus melangkahi mayatku lebih dahulu," ucap Feng Yu.
Terlihat Feng Yu menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan dari Thien Yu.
Tiba tiba percakapan mereka berdua terhenti setelah melihat seorang wanita bercadar, dengan berjalan kaki datang menghampiri mereka berdua.
Melihat Syin Yin buru buru Feng Yu membisikkan sesuatu di telinga Thien Yu. "Adik, Kau sangat pintar memilih wanita, Syin Yin merupakan wanita tercantik di ke kaisaran Glory, sampai-sampai pangeran Huang Qin begitu mabuk kepayang kepalanya. Adik aku heran kepadamu, entah apa yang kau berikan kepada Syin Yin sehingga dia lebih memilihmu daripada pangeran Huang Qin, yang merupakan putra mahkota di ke kaisaran Glory.
Jika aku jadi dia, lebih baik aku memilih pangeran huang Qin dari pada kamu yang tentunya lebih tampan, kaya, dan juga merupakan seorang calon Kaisar di wilayah kekaisaran Glory di masa depan. Jika sampai Syin Yin menikah dengan sang pangeran maka dia pasti akan menjadi seorang ratu di istana Glory," ucap Feng Yu.
__ADS_1
"Kakak kau jangan ragukan adikmu ini, jika sekali wanita melihat senyumku maka dia pasti akan tergila-gila padaku, dan tentunya akan sangat sulit baginya untuk melupakan senyumku itu," jawab Thien Yu dengan candanya.
Bisik bisik mereka berdua terhenti saat Syin Yin telah berhenti di hadapan mereka berdua.
"Nona gemuk, lama kita tak berjumpa ternyata sekarang kau telah semakin dewasa tapi kau masih terlihat sedikit gemuk, apakah karena itu kau selalu menutupi wajah bulat mu dengan cadar yang kau pakai?" tanya Thien Yu.
"Thien Yu, kau masih saja seperti yang dulu selalu saja mengatakan ku gemuk," pekik Syin Yin dan langsung menyerang Thien Yu bertubi tubi, hingga membuat Thien Yu meringis kesakitan.(Pukulan Syin Yin pada Thien Yu tak memakai tenaga dalam).
Melihat tingkah kedua pasangan itu bagaikan kucing dan tikus saat bertemu, membuat Feng Yu berinisiatif untuk pergi meninggalkan tempat itu, agar mereka berdua lebih leluasa untuk dapat melepaskan rindu.
Setelah kepergian Feng Yu, Thien Yu segera menangkap kedua tangan Syin Yin yang masih saja ingin memukulnya, kemudian menarik wanita muda itu ke dalam dekapannya, dan membisikkan sepatah kata di telinga Syin Yin.
"Walaupun kau sedikit gemuk, tapi kau merupakan wanita tercantik yang pernah kutemui walaupun kau memakai cadar," ucap Thien Yu.
Perkataan Thien Yu membuat Syin Yin berbunga bunga, akan tetapi kesadaran Syin Yin seketika kembali, dia sangat malau dengan keadaannya yang masih dalam dekapan Thien Yu, dengan cepat Syin berontak untuk bisa melarikan diri dari Thien Yu.
Dari kejauhan sesosok wanita muda menatap tajam keduanya tanpa berkedip, dia adalah Xiozi, wanita yang dulu pernah menolak cinta Thien Yu sewaktu di dalam goa kerajaan lumut.
Bersambung.
__ADS_1