Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertarungan 2


__ADS_3

Pertarungan semakin lama semakin terlihat jika Nien Chu mampu memberikan perlawanan, yang membuat Fang Lang mulai terdesak dengan kecepatan langkah Nien Chu yang seperti ada di mana-mana.


"Kurang ajar, kecepatan Nien Chu sangat luar biasa sehingga aku tak dapat memastikan keberadaannya, jika terus seperti ini aku bisa kalah dalam pertarungan melawan dia," batin Fang Lang yang terus berusaha mencoba mengantisipasi serangan dari Nien Chu.


Nien Chu yang mengetahui jika Fang Lang tak mampu untuk mengantisipasi kecepatan langkah bayangan yang dilakukannya saat ini, membuat Nien Chu berkali-kali mengarahkan tendangannya kearah tubuh Fang Lang.


"Ada baiknya inti api surgawi ini kusimpan terlebih dahulu, karena jika aku menggunakan inti api surgawi untuk menghantam tubuhnya, hal itu bisa membuat keselamatan Fang Lang terancam, karena inti api surgawi bisa membakar tubuhnya tanpa tersisa.


Dengan kecepatan langkah bayangan ini, aku sudah mampu untuk menjatuhkannya," batin Nien Chu.


Dan benar saja, saat Fang Lang terlihat kebingungan untuk mencari keberadaan Nien Chu seperti menghilang dan bergerak tanpa ada suara, kesempatan itu langsung di pergunakan oleh Nien Chu untuk memberikan tendangan keatas yang langsung menghantam dagu Fang Lang, hingga pemuda itu terhempas kearena pertarungan dan tak bangkit lagi.


Teriakan sorak sorai penonton mewarnai kemenangan Nien Chu, yang berhasil membuat Fang Lang mencium lantai arena pertarungan dan tak bisa bangkit lagi.


Tiba tiba saja seorang kultivator dari arah podium utama, langsung memberikan serangan mematikan kearah Nien Chu dengan tinju yang mengeluarkan aura berwarna biru.


"Nien Chu gunakan inti api surgawi untuk menghalau serangan yang tertuju padamu itu," ucap inti api Surgawi dari dalam Dantian Nien Chu.


Nien Chu dengan cepat mengarahkan binti api surgawi ke tinju tangan kanannya, hingga api putih menyelimuti tangan kanan Nien Chu, dan dengan cepat Nien Chu menyambut serangan yang datang ke arahnya, hingga kedua tinju beradu di udara yang menimbulkan gelombang kejut di tempat itu.


Pelindung yang di buat oleh kultivator kuat sang walikota pun hancur, hingga bias gelombang kejut itu menghempaskan para penonton yang di sekitar arena pertarungan.


Sementara itu ledakan energi yang terjadi menghempaskan Nien Chu ke lantai arena, yang membuat lantai arena retak akibat tertimpa tubuh Nien Chu,


dan seketika itu Nien Chu tak sadarkan diri di tempat itu.

__ADS_1


Lain halnya dengan orang yang menyerang Nien Chu, walaupun dia masih bisa berdiri akan tetapi tubuhnya mengalami luka dalam yang cukup, dengan terlihat sekujur tubuhnya melepuh.


"Siapa sebenarnya pemuda itu, walaupun aku menang tingkat kekuatan dalam menghadapinya, akan tetapi dia mampu melukai tubuhku dengan api putih miliknya, pantas saja muridku Fang Lang bisa dikalahkan olehnya.


Aku tak bisa membayangkan jika pemuda itu telah dapat menebus ranah tingkatan lebih kuat lagi, dengan api putih yang ada padanya dia pasti bisa menjadi kultivator pilih tanding di masa depan.


Aku tak mungkin terus berada di tempat ini, karena anak buah walikota pasti akan memburuku," batin laki laki paruh baya itu, kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Saat anak buah sang walikota ingin mengejar laki laki paruh baya itu, tiba tiba saja penatua Nien wa berteriak lantang.


"Kalian tak usah mengejarnya karena dia merupakan tetua Ci Feng yang merupakan kultivator kuat dari kekaisaran cahaya naga, tak mungkin kalian semu mampu untuk menangkapnya," teriak sang penatua, hingga membuat anak buah dari walikota Wutang menghentikan langkahnya.


Sementara itu Fang yie begitu sangat bingung dengan keadaan yang ada, jika dia menolong Nien Chu maka anggota keluarganya akan mengira jika dirinya mendukung Nien Chu, sementara jika dia menolong Fang Lang maka Fang yie akan sangat merasa bersalah sekali terhadap Nien Chu, yang baginya sosok pemuda itu telah memberikan arti tersendiri pada hatinya.


Tiba tiba kegelisahan di hati Fang yie meluap saat melihat Nien Chu tengah di bawa pergi oleh Tang Yin, dan beberapa anak buahnya pergi meninggalkan arena pertandingan. Ada rasa yang sangat sulit di jelaskan yang kini menyelimuti hati dan pikiran Fang yie.


Fang yie begitu sangat sulit menjelaskan perasaan hatinya saat ini, dia begitu galau melihat Nien Chu kini bersama Tang Yin.


Sementara itu tang Yin yang membawa pergi Nien Chu keatas kereta kuda, kini harus berhadapan dengan Tao sio yang telah menghadang jalannya.


"Yin'er bisakah kau sejenak menemaniku di sini karena hari ini adalah hari ulang tahun?" tanya Tao sio.


Terlihat Tang Yin menggelengkan kepalanya lantas dia pun berkata.


"Aku tak bisa membiarkan Nien Chu terluka semakin parah karena tak segera membawanya pulang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah," ucapnya.

__ADS_1


"Mengapa kau lebih mementingkan dia dan bukan aku!, Yin'er aku masih membutuhkanmu disini untuk menemaniku!" ucap Tang Yin dengan penekanan di perkataannya.


"Dahulu kau merupakan pemuda yang ku kagumi, tapi saat ini aku mengetahui jika rasa kagumku kepadamu itu adalah salah, kau lebih mementingkan dirimu sendiri daripada orang lain yang membutuhkan mu.


Di saat aku membutuhkanmu, kau malah tak memperdulikan ku, hingga kau membuat aku mengejar ngejar dirimu sampai sekarang ini.


Saat ini aku telah mengetahui pemuda yang layak dan pantas untukku, dan pastinya kau telah tahu siapa pemuda itu," jawab Tang Yin.


Mendengar perkataan Tang Yin membuat Tao sio tersulut emosinya, dan langsung meraih tangan Tang Yin dengan keras dan menyeretnya pergi dari tempat itu.


Tang Yin begitu murka melihat Tao sio berlaku kasar kepadanya, dengan kuat dia pun menghempaskan tangannya hingga cengkraman tangan Tao sio pun terlepas, dan menyisakan tanda merah di tangannya.


Melihat nona mudanya di sakiti oleh Tao sio, para pengawal inti yang dimiliki saudagar Tang segera membentuk formasi dalam menyerang pemuda dari keluarga Tao itu.


"Hentikan serangan kalian, biarkan saja dia ..!!


Tao sio, mulai hari ini kita tak ada hubungan apa-apa lagi dan aku pun kini sudah tak mempunyai perasaan lagi terhadapmu," ucap Tang Yin sambil berjalan masuk kedalam kereta kuda.


Tao sio yang ingin mengejar Tang Yin terbentur oleh para pengawal yang tak memperbolehkannya menuju ke arah kereta kuda, hingga kereta kuda itu pun berangkat pergi menuju kediaman saudagar Tang, tanpa bisa di kejar oleh Tao sio.


Tao sio memandangi kereta kuda yang terus melaju hingga makin lama semakin mengecil, dan hilang diantara bangunan besar yang berada disana.


"Nien Chu Kau telah membuat Tang Yin pergi dariku, maka di masa depan aku pasti akan membuat perhitungan dengan mu," ucap Tao sio dengan meremas tinjunya sendiri.


Bersambung

__ADS_1


.


__ADS_2