
Hyun Zi yang seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, segera mencubit pipinya sendiri.
"Ackh ..!" pekiknya.
"Ternyata ini nyata, Nien Chu ada di sini," batin Hyun Zi dengan rasa senang yang tiada terkira.
Hyun Chi segera melesat ke kearah Nien Chu yang tengah melakukan penyembuhan diri akibat luka dalam yang di deritanya, lantas diapun berkata.
"Nien Chu aku Hyun Zi, aku ingin kau segera menghentikan pertarungan antara binatang roh itu dengan guruku, karena aku tak ingin guruku terluka akibat pertarungan itu," ucapnya.
Nien Chu segera membuka matanya mendengar suara wanita yang selama ini dicarinya, dan saat ini tengah berdiri di hadapannya.
"Syukurlah kau masih hidup," ucap Nien Chu dengan senyuman di bibirnya.
"Nien Chu nanti kita berbincang, sekarang ini cepat kau hentikan pertarungan itu karena jika tidak, maka guruku pasti akan mati di tangan binatang roh rubah putih itu," ucap Hyun Zi.
Nien Chu dengan perlahan memejamkan matanya untuk menyuruh Yi eng menghentikan pertarungannya, dan tak lama kemudian rubah putih berekor 3 kini menghilang dan tahu-tahu sudah berada di hadapan Nien Chu, dalam wujud rubah putih kecil yang imut dan lucu.
Hyun Zi segera melesat ke arah Sang guru, untuk memastikan jika gurunya itu baik-baik saja.
"Apakah guru terluka?" tanya Hyun Zi.
"Aku baik-baik saja, tak kusangka binatang roh yang bersama anak muda itu begitu sangat kuat dan mematikan, Jika saja petarung ini tak di hentikan maka aku pasti akan dalam bahaya," jawab Nan Yi An.
"Guru, anak muda yang bertarung denganmu Itu adalah teman dekatku, kuharap guru tak marah kepadanya karena dia telah menyinggung mu," pinta Hyun Zi yang mengetahui karakter gurunya yang bisa saja berubah ubah menjadi sangat jahat.
Tiba tiba saja Nien Chu datang dan menggenggam tinju memberi hormat.
"Maafkan ketidaktahuan ku tetua, sehingga pertarungan ini sampai terjadi, dan atas ketidaktahuan ku itu maka terimalah permintaan maafku" ucap Nien Chu.
Nan Yi An yang masih marah karena hampir saja dia mati karena bertarung dengan binatang roh kuat yang kini berada di gendongan Nien chu, tak menggubris permintaan maaf Nien Chu, malahan dia melesat pergi meninggalkan Hyun Zi dan Nien Chu di tempat itu dengan kekesalan di hatinya.
Dari kejauhan terdengar suara Nan Yi An yang berkata. "Hyun Zi, aku tak ingin kau membawa pemuda itu ketempat ku karena aku tak suka dengannya, lebih baik kau suruh dia pergi atau mencari tempat lain di gurun pasir ini," ucapnya.
__ADS_1
Hyun Zi mengembuskan nafasnya dengan keras, dia tak menyangka jika Sang guru akan berkata seperti itu terhadap Nien Chu.
"Maafkan guruku Nien Chu, Aku akan segera membujuknya agar kau juga bisa tinggal di dalam lubang," ucap Hyun Zi sambil duduk di hamparan pasir.
"Aku tinggal di mana pun tak masalah bagiku, melihatmu masih hidup sudah cukup membuatku senang. Aku telah bersalah sehingga kau mendapatkan hukuman seperti ini, diasingkan di tempat yang tak berpenghuni selain gurumu itu, dan tanpa adanya air serta makhluk hidup untuk dikonsumsi.
Kau sudah berbulan-bulan di tempat ini, apakah yang kau konsumsi hingga kau dapat bertahan hidup di tempat tandus seperti ini?" tanya Nien Chu sambil duduk di sisi Hyun Zi.
"Sebelum aku diasingkan ke tempat ini, aku telah dibekali kakekku penatua Hyun Joong ribuan kacang Dewa, sehingga aku tak akan takut kelaparan di tempat ini.
Mengenai hukuman yang diberikan kepadaku tak ada sangkut pautnya dengan mu, karena akulah yang telah mengajakmu masuk ke dalam sekte surgawi.
Nien Chu mengapa kau datang ke tempat ini?" jawab Hyun Zi kemudian balik bertanya.
"Aku akan membawamu pergi dari sini, aku takkan membiarkanmu berada di tempat ini karena memang tak pantas di sini," jawab Nien Chu.
Hyun Zi begitu sangat senang mendengar perkataan Nien Chu, karena pemuda itu sekarang ini tengah mengawatirkan nya.
"Dengan kristal langit ini, jika Kau menghancurkan salah satu kristal ini maka kau akan kembali tiba di sekte surgawi," jawab Nien Chu sambil memperlihatkan dua buah kristal langit di telapak tangan nya.
Sesaat Hyun Zi menatap ke arah Nien Chu tanpa berkedip sama sekali, hal itu membuat Nien Chu risih dan menanyakan mengapa Hyun Zi menatapnya dengan sedemikian rupa.
"Mengapa kau memandangku seperti itu?" tanya Nien Chu.
"Apakah kau menyukaiku Nien Chu?" jawab Hyun Zi balik bertanya
Nien Chu sangat terkejut dengan pertanyaan Hyun Zi padanya, hingga membuat Nien Chu tersedak oleh ludahnya sendiri.
Nien Chu terdiam untuk beberapa saat lamanya, kemudian dia pun menjawab pertanyaan Hyun Zi.
"Aku menyukaimu sebagai seorang sahabat, Karena untuk saat ini aku belum memikirkan pasangan hidupku di masa depan.
Hyun Zi aku ingin menjadi kuat terlebih dahulu, baru aku memikirkan pasangan hidupku di masa depan." jawab Nien Chu.
__ADS_1
"Hyun Zi tersenyum walau dengan keterpaksaan, dia merasa jika Nien Chu tak mencintainya, dan apa yang dilakukan Nien Chu dengan berani datang ke pengasingan, dianggap Hyun Zi sebagai rasa kasihan Nien Chu kepadanya.
Harapan Hyun Zi jika Nien Chu mencintainya pupus sudah, yang di rasakan kini cintanya bertepuk sebelah tangan. Dengan rasa kecewa Hyun Zi pun berdiri dan pergi dari tempat itu tanpa berpamitan dengan Nien Chu.
Nien Chu sangat heran dengan apa yang di lakukan Hyun Zi padanya, dan diapun berpikiran jika dirinya telah melakukan kesalahan besar sehingga Hyun Zi marah dan meninggalkan nya.
Inti api surgawi keluar dari dalam Dantian Nien Chu dan berdiri di sampingnya.
"Seharusnya kau peka dengan hati wanita Nien Chu, mereka sangat sensitif jika telah berhubungan dengan perasaan.
Kau ke tempat ini merupakan suatu pengorbanan antara kehidupan dan kematian. Saat ini Hyun Zi berfikir jika kau mencintainya hingga kau nekat mendatanginya ke alam pengasingan ini, dan apa yang menjadi jawabanmu dari pertanyaan nya, telah membuat hatinya terluka dan pastinya saat ini dia sangat bersedih dan kecewa," ucap inti api surgawi.
"Lantas apa yang harus aku lakukan guru, sementara aku tak berkeinginan untuk mempunyai seorang kekasih sebelum aku menjadi kuat, dan mampu melindungi orang-orang yang kusayangi," jawab Nien Chu.
"Semua itu hanya kau sendiri yang mampu menjawabnya, jika kau memang tak menginginkan hal itu terjadi maka jangan beri harapan kepada para wanita yang ingin dekat denganmu, bersifat dinginlah kepada mereka sehingga dengan sendirinya mereka akan menjauh darimu," jawab inti api surgawi.
Jawaban dari inti api Surgawi membuat Nien Chu terdiam, karena Nien Chu tak bisa melakukan apa yang menjadi jawaban dari inti api surgawi, dengan bersifat dingin kepada para wanita yang telah dianggap sebagai temannya sendiri.
Tiba tiba inti api berkata. "Nien Chu, Lebih baik kau tak usah memikirkan masalah ini, karena ada hal penting yang harus kau lakukan di tempat ini," ucapnya.
"Apa itu guru?" tanya Nien Chu.
"Aku merasakan jika di tempat ini terdapat inti api hidup, yang merupakan kekuatan inti api yang berasal dari naga giok semasa hidup. Aku ingin kau menaklukkannya dengan tanpa bantuan Yi eng, agar dia mau mengikutimu sama halnya dengan ku.
Nien Chu jika kau mendapatkannya maka kekuatanmu akan bertambah, dan jika kau sudah berada di ranah tingkat dewa, maka akan sulit bagi kultivator di level yang sama untuk mengalahkan mu," ucap inti api surgawi.
"Baik guru, ayo kita cari inti api hidup itu," ucap Nien Chu bersemangat.
Maka berangkatlah Nien Chu untuk mencari inti api hidup yang di maksud oleh gurunya.
Bersambung.
Maaf hanya bisa nulis 1 episode, masih sibuk dalam pengurusan maulid nabi🙏
__ADS_1