Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Berbohong


__ADS_3

Ratu Yan Ling berjalan menuju ke ruang latihan pangeran Thien Yu, guna membuktikan sendiri jika putranya tak ada di sana.


Ratu Yan Ling begitu sangat terkejut mengetahui jika putranya memang tak ada di tempat itu, dan apa yang di katakan Zaiya memang benar adanya.


"kemanakah pangeran sekarang?, tak seperti biasanya dia membohongiku seperti ini," batin ratu Yan Ling.


"Apa saya bilang nek Ayah tak ada di dalam ruang latihan itu," ucap Zaiya.


"Mungkin ayahmu hanya pergi sesaat pastinya dia akan kembali lagi dalam waktu singkat," jawab ratu Yan Ling.


*****


"Mengapa Ayah tak memberitahukan kepergiannya kepadaku, dan kurasa ayah saat ini mempunyai hal penting yang harus dilakukannya, dan aku harus segera mencarinya," gumam Zaiya.


Zaiya masuk kedalam ruang pribadi Thien Yu, dan mendapati pakaian yang sering digunakannya.


"Dengan pakaian ini aku dapat mengetahui keberadaan Ayahku," gumam Zaiya.


Tak lama kemudian dari dalam tubuh Zaiya terpancar cahaya panca warna, dan tiba-tiba saja Zaiya menghilang dari tempat itu.

__ADS_1


Sementara itu di dalam pagoda 9, Thien Yu menyuruh ke-25 murid utama pagoda 9 untuk naik ke atas batu bara giok, yang di ikuti putri Yan Chi yang juga naik ke atas nya.


Sementara itu Thien Yu memeluk Mahaguru Hyo jin sambil berkata. "Trimakasih ketua karena telah menyambutku dengan baik dan mengajarkan ilmu kepada saudariku Putri Yan Chi. Semoga di masa depan kita akan berjumpa lagi dan di saat itu aku akan mengajakmu untuk minum teh bersama," ucap Thien Yu.


"Berhati hatilah dalam perjalananmu pangeran, aku tak berharap jika suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi, akan tetapi jika kita masih di beri umur panjang dan dapat berjumpa kembali, aku tak akan pernah menolak ajakan mu untuk minum teh bersama," jawab ketua Hyo jin dengan senyum yang merekah di bibirnya.


Setelah itu Thien Yu berangkat menaiki batu bara giok bersama ke 25 murid jenius serta Putri Yan Chi yang seperti berat hati meninggalkan mahaguru Hyo jin dan pagoda 9.


Diatas batu bara giok kembali Thien Yu menciptakan pelindung yang menyelimuti batubara giok miliknya, agar mereka semua tak terlihat oleh para pasukan istana kekaisaran Glory yang semakin ketat menjaga kotanya.


Thien Yu merasa sangat heran dengan apa yang dilihatnya, penjagaan di dalam kota kekaisaran Glory saat ini begitu sangat ketat dan hampir dibilang para perajurit begitu memasang awaspadaan tingkat tinggi di tempat itu.


Karena rasa gelisah di hatinya, membuat Thien yu langsung mengaktifkan mata langit yang ada padanya, dan betapa terkejut nya thien Yu saat melihat burung merak langit panca warna tengah di kepung oleh pasukan iblis, dan di tubuh burung merak langit itu telah terdapat luka di berbagai tempat.


Amarah Thien yu seketika memuncak saat melihat putranya tengah dalam bahaya oleh para pasukan iblis kekaisaran glory yang terus menyerangnya.


Thien Yu melangkah ke arah Putri Yan Chi dan para jenius dari pagoda 9 sambil berkata.


"Kalian semua akan tiba di istana pheonix tanpa kehadiranku, karena ada yang harus kulakukan di sini," ucap Thien Yu.

__ADS_1


"Apa yang akan anda lakukan pangeran!!" ucap seorang anak muda yang merupakan murid utama pagoda 9.


"Aku akan membuat perhitungan bagi mereka yang telah melukai putraku!!, Yan Chi katakan pada ibuku untuk mempersiapkan seluruh armada tempur kekaisaran pheonix, karena perang besar akan segera dimulai," ucap Thien Yu.


"Pangeran kau jangan bertindak bodoh dengan menyerahkan dirimu di sini, ingat pangeran area ini merupakan daerah kekuasaan kekaisaran Glory, takkan mungkin kau bisa lolos jika sampai kau nekat untuk melakukan kebodohan menyerang pasukan kekaisaran Glory di dalam wilayahnya sendiri," ucap putri Yan Chi.


"Aku tak akan membiarkan putra ku mati di sini sementara aku melihatnya, kalian tetap berada di batubara giok ini sampai kalian tiba di istana pheonix," perintah Thien Yu.


"Tidak, kau tidak boleh melakukan kebodohan ini, karena nasib kekaisaran pheonix berada di tanganmu yang merupakan Kaisar pheonix di masa depan, jika kau tetap nekat maka tak ada pilihan bagiku selain menghalangi mu," ucap putri Yan Chi dan langsung mengeluarkan pedangnya.


Melihat putri Yan Chi akan menghalang halanginya, membuat Thien Yu langsung menapakkan tangannya ke permukaan batu bara giok, hingga pelindung yang dibuat Thien semakin tebal, kuat dan kokoh.


"Kau harus mempunyai kekuatan yang kuat jika ingin menghalangiku," ucap Thien Yu kemudian melompat keluar dari dalam pelindung yang menyelimuti batu bara giok.


"Pangeran apa yang kau lakukan!!" teriak putri Yan Chi yang berusaha menghancurkan pelindung yang dibuat oleh Thien Yu, akan tetapi pelindung itu terlalu kuat baginya sehingga tak ada retakan sedikitpun yang terjadi di sana.


Setelah melompat nya Thien Yu dari atas batu bara giok, maka kecepatan terbang batu bara giok semakin tinggi, hingga secepat angin.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2