
Pagi hari begitu sangat cerah di alam cahaya rembulan, menara bulan mulai melakukan pembenahan diri mulai dari mengangkat para petinggi menara baru dan juga penasehat yang akan menjadi teman ketua menara bulan Han Huang.
Han Huang telah mendapatkan haknya kembali sebagai ketua menara bulan, dan kepala desa yang akan menjadi penasehat baru menggantikan penasehat lama.
Pagi itu Nien Chu dan rombongannya diantar oleh ketua Han Huang beserta seluruh pejabat tinggi di menara bulan sampai ke depan pintu gerbang menara, karena hari itu merupakan hari kepergian Nien Chu dan rombongannya kembali ke istana matahari.
"Trimakasih atas semua yang telah tuan berikan kepada kami, kami semua akan mengenang mu sebagai pahlawan yang telah berjasa dalam kehidupan kami semua, dan untuk itu jika kau memerlukan bantuan dari menara bulandi masa depan, maka kami semua akan datang untuk membantu mu," ucap Han Huang.
"Suatu hari nanti aku pasti akan memerlukan bantuan mu, dan saat itu kita akan bertemu lagi," jawab Nien Chu.
"Baik tuan..," ucap Han Huang dengan menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.
Leluhur Yeiyi melangkah ke arah Han Huang, tak lama kemudian dia pun mengibaskan tangannya maka muncullah sebuah kitab kuno dan sebuah pedang di genggaman tangannya, kedua benda itu langsung diserahkan kepada ketua Han Huang.
"Aku akan mengikuti tuan mudaku maka kau yang akan bertanggung jawab atas kejayaan dan kemakmuran alam cahaya rembulan".
"Pelajarilah semua isi kitab kuno ini agar kelak kau menjadi orang nomor satu dan tak terkalahkan di alam cahaya rembulan," ucap Yeiyi.
Han Huang menerima pemberian Yeiyi sambil berkata. "Terimakasih atas pemberian leluhur Yeiyi kepadaku, Aku berjanji tak akan mengecewakan leluhur Yeiyi," jawab Han Huang sambil memberi hormat.
Setelah sedikit berbasa-basi dalam perpisahan itu, pada akhirnya Nien Chu kembali ke alam cahaya mentari menggunakan kekuatan menembus dimensi yang dimilikinya.
Pada akhirnya Nien Chu dan rombongannya tiba di istana matahari, dan disambut dengan hangat oleh sang kaisar disana.
Di saat berdua dengan putri Xiang'er di peraduannya, Nien Chu mengutarakan keinginannya akan kembali ke istana Phoenix, karena apa yang di carinya di alam cahaya mentari dan alam cahaya rembulan sudah didapatkannya.
__ADS_1
"Aku pasti sangat kesepian setelah kau tak ada di sisiku, kak Nien Chu dapatkah aku ikut bersamamu?" pinta putri Xiang'er.
"Untuk saat ini kau belum bisa pergi bersamaku, Setelah semua masalah terselesaikan maka kau akan berada di sisiku untuk selamanya," jawab Nien Chu.
Tak berselang lama mereka pun saling diam, larut dalam pikiran mereka masing masing.
Sebenarnya Nien Chu begitu sangat kehilangan jika harus meninggalkan putri Xiang'er yang begitu sangat di cintainya, namun permasalahan peperangan besar yang akan terjadi, mengharuskan putri Xiang'er tetap berada di istana matahari semua itu demi keselamatannya.
Selain itu jika putri Xiang'er ikut bersamanya, maka untuk selalu dekat di sisinya pun akan sulit, karena Nien Chu harus fokus membentuk kekuatan pasukannya dalam pertempuran besar-besaran dengan para iblis yang bisa saja dan kapanpun dapat terjadi.
Tiba tiba suara putri Xiang'er memecahkan kesunyian di dalam ruangan itu.
"Aku akan menunggumu kembali di sisiku sayang, yang aku inginkan setelah kau pergi meninggalkanku kau tak akan pernah melupakanku," ucap putri Xiang'er dengan senyuman kegetiran hatinya.
"Kau merupakan wanita yang telah memberi warna di hati ku, sampai kapanpun aku tak akan pernah melupakanmu," jawab Nien Chu sambil memeluk erat tubuh putri Xiang'er.
*****
Setelah berpamitan dengan seluruh penghuni istana matahari, Nien Chu pada akhirnya kembali ke istana Pheonix.
Seluruh penghuni istana menyambut suka cita kedatangan sang kaisar, begitupun dengan seluruh rakyat di kekaisaran pheonix.
Walaupun Nien Chu telah pergi beberapa waktu lamanya, kehidupan rakyat di kekaisaran pheonix semakin sejahtera, semua itu berkat kepiawaian penasehat Biyao memimpin kekaisaran selama Nien Chu tak ada di tempat.
Selama kepergian Nien Chu, Anchen dan Zhurui telah menjadi komandan prajurit yang memimpin prajurit keamanan kota, Penasehat Biyao yang mengangkat kedua sahabat Nien Chu itu.
__ADS_1
Nien Chu kemudian mengundang kedua sahabatnya itu, dalam perjamuan kecil yang di adakannya. Di saat itu Nien Chu mengatakan kepada kedua sahabatnya jika dirinya tak ingin di panggil kaisar jika mereka tengah bertiga.
Mereka bertiga kini berada di dalam 1 ruangan dengan makan dan minuman tersaji di atas meja.
Mereka meluapkan kesenangan karena lama tak berjumpa, dengan meminum anggur dari guci guci kecil yang tersusun di atas meja, sambil bercerita yang di selingi candaan, layaknya teman lama yang baru bertemu.
Saat tengah bertiga seperti itu, Nien Chu sama sekali tak menganggap dirinya sebagai seorang Kaisar di hadapan kedua sahabatnya itu, sehingga diantara mereka tak terjadi kecanggungan mengingat saat ini Nien Chu merupakan seorang kaisar.
Setelah puas bercerita panjang lebar, pada akhirnya Anchen menyampaikan berita mengenai keberadaan iblis di kota kekaisaran.
"Nien Chu, kurasa pergerakan iblis telah ada di kota kaisaran, sewaktu aku melakukan pengajaran dengan pasukanku, beberapa iblis melarikan diri menuju ke istana awan, kita harus menyelidiki kembali jangan sampai istana awan di penuhi oleh para pengikut iblis," ucap Anchen.
''Sepertinya harus ada yang menyelidiki masalah ini, walaupun Kaisar Istana Awan berada di pihak kita akan tetapi jika ada dari para petingginya yang telah menjadi pengikut iblis, maka lambat laut kekuasaan para iblis di istana awan akan semakin luas dan tentunya akan membahayakan istana Awan di masa depan," ucap Nien Chu.
"Jika diperkenankan biarkanlah kami berdua yang akan menyelidiki masalah ini, sebenarnya jauh-jauh hari kami sudah berkeinginan untuk mengetahui dari mana asal iblis yang berada di kekaisaran pheonix, namun mengingat tak ada titah darimu untuk memasuki kota Awan, membuat kami berdua mengurungkan niat untuk melakukan penyelidikan sampai ke sana," timpal Zhurui.
"Memang ada baiknya kalian berdua yang menyelidiki masalah ini, agar kita bisa tau dari mana asal iblis itu, dan ingat..., berhati-hatilah dalam menjalankan misi ini, hindari kontak fisik karena iblis mempunyai kekuatan yang sangat besar".
"Jika kalian dalam masalah besar selama di kota awan, gunakanlah simbol dewa di tubuh kalian itu agar aku dapat mengetahui keberadaan kalian," ucap Nien Chu.
"Baiklah..., jika begitu kami berdua akan berangkat besok pagi," jawab Zhurui.
Setelah mendapatkan perintah langsung dari kaisar Nien Chu, pagi-pagi sekali Anchen dan Zhurui telah berangkat menuju ke wilayah kekaisaran Awan, guna menyelidiki para iblis di sana.
Bersambung
__ADS_1