
An ji Ang melesat cepat menuju ke bawah tanah, tempat di mana ruang latihan yang biasa dipakainya untuk berlatih dengan Ketua desa, sambil memapah tubuh An Yue di pundaknya.
Setibanya di tempat latihan, yang kesemua area tempat itu diselimuti oleh pasir, An ji Ang lantas merebahkan tubuh An Yue di sana.
"Mengapa kau membawa ku ketempat ini An ji Ang?" tanya An Yue yang diliputi rasa kekuatiran.
"Kau akan tahu sendiri nanti, apa yang akan kita lakukan berdua di dalam ruangan sesepi ini," jawab An ji Ang sambil melangkah pergi dengan siulan siulan kecil yang keluar dari mulutnya.
Tak beberapa lama kemudian An ji Ang datang kembali dengan membawa beberapa kain di tangannya, kain kain yang di bawahnya itu langsung dihamparkan di permukaan pasir, kemudian mengangkat tubuh An Yue dan meletakkannya di sana.
"Apakah tau sayang, aku sengaja membawa kain kain ini agar pasir pasir ini tak akan mengganggu kegiatan yang akan kita lakukan nanti, sebagai alas untuk melindungi tubuh kita saat mendaki puncak kenikmatan bersama," ucap An ji Ang dengan tatapan penuh napsu kepada An Yue.
Tubuh An Yue bergetar hebat, mendengar perkataan An ji Ang, dia tau apa yang di inginkan An ji Ang pada dirinya, sehingga kekuatirannya semakin menjadi jadi saat tangan An ji Ang mulai melucuti pakaiannya satu persatu.
"Hentikan An ji Ang...!!, kau harus ingat aku adalah teman berlatih mu sedari kecil hingga dewasa, aku minta padamu agar tidak menodai ku," mohon An Yue.
An ji Ang menghentikan kegiatannya sejenak, kemudian menatap kearah An Yue dan berkata. "Kau adalah wanita yang sangat aku cintai, dengan mendapatkan ke sucianmu hari ini maka kau akan menjadi milik ku selamanya," jawab An ji Ang.
An Yue tak bisa berkata apa apa lagi, yang ada di pikirannya saat ini adalah ketua You You yang telah melatih dan membesarkannya selama ini, serta Nien Chu pemuda yang telah memberi warna di hatinya.
"Maafkan aku guru, Nien Chu..." bisik An Yue lirih.
An Yue yang tak ingin kesuciannya di hancurkan oleh An ji Ang, terpaksa diapun merapalkan mantra kuno yang akan membuatnya menjadi patung es.
Benar saja, setelah An Yue merapalkan mantra sihir, tak lama kemudian angin dingin entah dari mana datangnya masuk ke dalam ruangan itu, yang membuat suhu di dalam ruangan itu tiba-tiba sedingin es.
__ADS_1
An ji Ang begitu sangat terkejut melihat perubahan suhu di dalam ruangan itu, akhirnya menghentikan kegiatannya untuk melucuti pakaian An Yue sampai habis, diapun lalu melompat kesamping saat melihat angin dingin tiba tiba saja menyelimuti tubuh An Yue yang kini perlahan lahan telah membeku.
"Jangan jangan An Yue telah membaca mantra larangan yang hanya di miliki oleh ras elf lembah salju, yang akan membuatnya berubah menjadi patung es..., Celaka, bagai mana aku mencegahnya sementara jika aku menyentuh tubuhnya maka aku juga akan berubah menjadi patung es," batin An ji Ang yang begitu sangat kesal melihat wanita yang di cintainya lebih memilih menjadikan dirinya patung es, daripada hidup bersamanya.
*****
Sementara itu benturan energi yang dilepaskan oleh Nien Chu dan ketua desa, telah memporak porandakan beberapa bangunan besar, sehingga membuat bangunan tersebut rata dengan tanah, semua itu akibat gelombang kejut yang tercipta.
Akibat benturan energi besar yang terjadi, membuat Nien Chu terseret 1 langkah kebelakang, sementara ketua desa harus menerima kekalahan dengan hangus terbakar menjadi debu, yang meninggalkan wadah kecil yang tergeletak di tanah, yang di ketahui oleh Nien Chu merupakan tempat penyimpanan pasir hidup yang di miliki kepala desa.
Nien Chu mengibaskan pasir yang menempel di bajunya, kemudian melangkah kearah wadah berbentuk botol dengan ukiran antik di permukaannya, kemudian Nien Chu pun meraih wadah tersebut.
Tak lama kemudian Nien Chu melihat adanya pergerakan di tanah yang di pijaknya, dan diapun mengetahui jika pergerakan itu merupakan pasir hidup.
"Nien Chu, dekatkan wadah itu kearah pasir hidup, karena dimasa depan pasir pasir itu dapat berguna bagimu," ucap inti api surgawi dari dalam alam batinnya.
Nien Chu lalu meletakkan wadah tersebut di tanah, maka seluruh pasir hidup yang ada langsung masuk kedalam wadah tersebut.
Melihat hal itu, Nien Chu langsung meraih kembali wadah tersebut dan menyimpannya di dalam cincin penyimpanannya.
Tiba tiba Nien Chu sadar jika ada sesuatu yang mengganjal hatinya, lantas Nien Chu teringat akan An Yue yang sedari tadi tak di lihatnya.
"Di mana An Yue, bukannya tadi dia tengah bertarung dengan An ji Ang..., jangan jangan saat ini An Yue telah di kalahkan dan An ji Ang telah membawanya pergi dari sini," batin Nien Chu.
Nien Chu segera ingin mencari An Yue di area sekitar pertarungannya tadi, baru saja Nien Chu melangkahkan, tiba tiba suara wanita menegurnya.
__ADS_1
"Tuan muda, jika anda ingin mencari nona An Yue, dia tidak berada di sini karena aku merasakan aura tubuhnya berada sangat jauh dari tempat ini," ucap suara wanita tersebut.
Nien Chu memalingkan kepalanya, dan alangkah terkejutnya dia saat mendengar suara wanita itu berasal dari rubah putih ekor tiga yang selalu bersamanya
"Yi eng....?, sekarang kau bisa berbicara!?" ucap Nien Chu yang begitu sangat senang jika rubah putih ekor 3 nya bisa berbicara layaknya seorang manusia.
Hanya itu yang keluar dari mulut Nien Chu, saat mendengar binatang roh berubah putih ekor 3 dapat berbicara.
"Tuan muda lebih baik anda mengurus nona An Yue terlebih dahulu, karena aku merasakan jika aura hidup ditubuh nona muda sudah mulai tak stabil dan cenderung melemah," timpal raja serigala iblis kuno.
Mendengar perkataan raja serigala iblis kuno, membuat Nien Chu mulai mengkhwatirkan An Yue, diapun langsung menyuruh ke dua binatang roh kuat di hadapannya, untuk membawanya menuju ke tempat keberadaan An Yue.
Setelah Nien Chu menaiki punggung Yi eng, kedua binatang roh tersebut seketika itu juga melesat menuju ke tempat di mana ke beradaan An Yue berada.
Kekuatiran Nien Chu kepada An Yue semakin menjadi jadi, saat ke dua binatang roh itu mulai masuk melalui terowongan bawah tanah.
Raja serigala yang melihat adanya segel pelindung yang melindungi jalan yang akan di laluinya, segera menembakkan bola magma untuk menghancurkannya.
Segel pelindung yang berada di hadapannya pun hancur, karena tak sanggup menerima tembakan bola magma dari mulut raja serigala iblis kuno, hingga perjalan menuju ketempat keberadaan An Yue dapat berjalan dengan mulus.
Bersambung.
Author ingin bertanya kepada sahabat semua, kira kira nama yang pantas bagi rubah putih ekor 3 dan raja serigala iblis kuno yang cocok bagi mereka apa ya?, karena kedua binatang roh itu akan menjadi teman di dalam perjalanan Nien Chu selanjutnya.
Minta bantuannya ya untuk memberi nama pada mereka dengan menuliskan di kolom komentar.
__ADS_1
Karena untuk Yi eng pada rubah putih, sepertinya tak cocok, trimakasih.