Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Perdebatan


__ADS_3

Sang Kaisar negeri Glory tetap tenang menghadapi situasi yang ada, tak lama dia pun berkata.


"Untuk apa kau semarah itu ratu, aku hanya berkata sesuai dengan perjanjian yang ada, dan jika dalam perkataanku membuatmu tersinggung maka aku akan meminta maaf kepadamu," ucap kaisar Huang Xu dengan senyum yang seperti mengejek kepada sang ratu.


Ratu Yan Ling menarik kembali aura yang telah dilepaskannya hingga kedua petinggi istana yang ada di belakangnya dapat bernapas dengan lega.


"Perkataanya sudah sangat menyinggung ku, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa karena memang kesepakatan itu Thien Yu dan Huang Qin yang membuatnya.


Aku semakin mengkhawatirkan keselamatan putraku saat pertarungan yang akan digelar nanti, biar bagaimanapun Thien Yu merupakan pewaris tunggal kekaisaran pheonix, jika terjadi sesuatu padanya maka tak akan ada lagi yang dapat menggantikan posisi Kaisar pheonix di masa depan," batin ratu Yan Ling.


Perlahan sang ratu menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya, karena pertarungan yang akan diadakan merupakan pertarungan hidup dan mati, yang tentunya salah satu dari dua pangeran itu akan berakhir di atas arena pertarungan.


Setelah menimbang-nimbang dengan pikiran yang jernih ratu Yan ling pun berkata.


"Bagai mana jika pertarungan yang akan diadakan antara kedua pangeran, menjadikan lambang persaudaraan antara kekaisaran Glory dan kekaisaran pheonix, yang berarti pertarungan yang akan diadakan tak sampai membuat salah satu Pangeran itu mati," ucap ratu Yan Ling.


"Ha..ha..ha..., Aku tak menyangka kau akan mengingkari kesepakatan antara kedua pangeran, ingat ratu perjanjian itu telah berlangsung 3 tahun yang lalu, cukup lama bagi kedua Pangeran untuk membuktikan diri sebagai yang terkuat dalam ilmu bela diri, jika memang kau menginginkan pertarungan itu tak sampai membuat salah satu pangeran mati, maka aku ingin pertarungan ini sama sekali tak pernah terjadi karena itu sudah di luar dari kesepakatan kedua pangeran.


Aku cukup mengetahui jika seorang pangeran dari negeri pheonix yang agung, tak bisa menepati kesepakatan yang ada, biar aku sendiri yang akan mengumumkan jika pertarungan itu tak pernah terjadi, karena Pangeran negeri pheonix merupakan seorang pengecut," jawab kaisar Huang Xu.


Ratu Yan Ling meremas tinjunya menahan amarah di dada, dia tak menyangka jika Kaisar Huang Xu dapat berpikiran sedangkal itu.


Di kala sang ratu dilanda kebimbangan antara melanjutkan pertarungan 3 tahun yang akan diselenggarakan, dengan menghentikan pertarungan yang akan terjadi, tiba-tiba saja seorang pemuda masuk ke ruangan utama itu dengan wajah yang penuh dengan amarah.


"Aku tak akan mengingkari kesepakatan yang sudah terjadi, pantang bagi kekaisaran pheonix dipandang sebelah mata oleh kekaisaran Glory, tunggulah saat pertarungan yang akan terjadi nanti aku akan membuat putramu tak dapat melihat matahari esok pagi," ucap Thien Yu.


"O...o, rupanya kau pangeran pheonix itu, bagus!! aku senang dengan sikap kesatria yang kau miliki, baiklah jika kau memang menyanggupi pertarungan yang akan terjadi maka hari ini pertarungan itu pun akan dilaksanakan.

__ADS_1


Ratu, tak ada lagi yang akan kita bahas, persiapanlah putramu karena beberapa jam lagi pertarungan akan diselenggarakan," jawab kaisar Huang Xu dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Ratu Yun 'er yang sedari tadi diam, seakan tak percaya Jika dia dapat melihat sosok Yan Lan di diri Thien Yu.


"Mengapa pemuda ini sangat persis dengan kak Yan Lan, tak ada perbedaan yang terlihat, semuanya yang ada pada dirinya semua sama persis dengan tubuh dan wajah dari bekas suamiku Yan Lan," batin ratu Yun'er.


Apa yang dilihatnya dari sosok Thien Yu, membuat ratu Yun' er mengenang kembali saat kebersamaannya dengan Yan Lan di waktu muda.


"Ratu Yun'er, kamu dahulu merupakan istri dari ayahku yang telah berkhianat dari ayahku untuk menggulingkan kekaisaran giok dari keluarga ibuku, maka hari ini persiapkanlah pemakaman bagi putramu karena dalam pertarungan ini aku tak akan berbaik hati dengannya.


Semua kewibawaan kekaisaran Glory akan ku hancurkan lewat putra mu, dan setelah itu bersiaplah untuk menerima kehancuran kekaisaran Glory sebagaimana kau dan suamimu telah menghancurkan kekaisaran giok di masa lampau," ucap Thien Yu tiba tiba.


Mendengar perkataan pemuda yang ada di hadapannya, membuat sang ratu naik pitam.


"Kau jangan besar kepala dulu anak muda, kau belum tentu dapat mengalahkan putraku Huang Xu, kita lihat saja nanti siapakah yang akan berduka dalam pertarungan ini, kekaisaran glory atau kekaisaran pheonix," jawab ratu Yun'er kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


"Putra ku apakah kau telah memikirkan matang-matang dengan pertarungan yang akan terjadi hari ini?, Apa kau tidak ingin untuk membatalkan pertarungan yang akan terjadi nanti, karena peraturan yang akan terjadi yaitu pertarungan antara hidup dan mati," ucap ratu Yan Ling.


Thien Yu memeluk pinggang sang ratu dengan tangan kanannya, kemudian dia pun merebahkan kepalanya di bahu kiri sang ratu.


"Ibu, kau tak usah mengkuatirkan aku, pertarungan hari ini telah lama kutunggu untuk menghancurkan mental kekaisaran Glory dengan melenyapkan putra mahkotanya di atas arena pertarungan, aku pasti dapat memenangkan pertarungan yang akan terjadi, dan aku berjanji akan tetap berada di sini untuk menjadi Kaisar pheonix di masa depan," jawab Thien Yu.


Setelah berkata seperti itu, Thien Yu berpamitan kepada ketiga orang yang ada di hadapan nya, untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pertarungannya melawan pangeran Huang Qin yang akan di gelar hari ini.


Sebelum pertarungan Thien Yu menemui kedua orang wanita yang sangat dicintainya, dia pun memohon izin untuk melakukan pertarungan hidup dan mati hari ini.


"Hari ini adalah hari pertarunganku, aku berharap kalian berdua selalu mendukung ku hingga aku berhasil memenangkan pertarungan," ucap Thien Yu.

__ADS_1


"Kami pasti akan selalu mendukung mu kak Thien, dan kami yakin jika pertarungan hari ini akan dimenangkan oleh kak Thien," jawab putri Syin Yin.


"Kak Thien tak usah memikirkan hal lain yang akan mengganggu pikiran kak Thien dalam pertarungan nanti, kami berdua telah berbicara dari hati ke hati tentang putri Sorari, putri Langyun dan juga putri dari kerajaan gerbang naga, kami berdua dapat menerima mereka sebagai saudara dalam mendampingi kak Thien, sekarang ini fokuslah dulu dalam pertarungan kak Thien, karena kami ingin kak Thien tetap berada di sisi kami untuk selamanya," timpal putri Syin Yin.


"Trimakasih atas semua kesempatan yang kalian berikan pada ku untuk menjaga kalian berdua, aku berjanji akan menyayangi kalian semua dengan adil," ucap Thien Yu kemudian memeluk kedua wanita yang ada di hadapannya itu.


*****


Pertarungan telah di mulai, semua tribun penonton penuh sesak dengan para penonton yang ingin melihat pertarungan yang sebentar lagi akan terjadi.


Podium khusus para petinggi kekaisaran dari benua permata hijau yaitu kekaisaran Glory, juga telah dipenuhi dengan para pendukung dari pangeran Huang Qin.


Disisi lainnya podium juga telah di isi oleh para petinggi kekaisaran phoenix, mereka semua antusias jika pangeran negri phoenix dapat memenangkan pertarungan yang segera akan di mulai.


Bagi para petinggi kerajaan di benua semesta biru, mereka semua telah di sediakan podium khusus oleh para petinggi kerajaan tersebut.


Tak lama kemudian Mahaguru dari pagoda 9 yang menjadi wasit dalam pertarungan itu, turun dari atas podium.


Sengaja ketua kekaisaran memilih Ketua dari pagoda 9 yang menjadi wasit, agar tak terlihat adanya kecurangan karena ketua Hyo jin sendiri merupakan orang yang netral, yang tak memihak salah satu kubu yang akan melakukan pertarungan.


Tak lama berselang, pangeran Huang Qin turun dari podium kekaisaran Glory dengan berjalan di udara, melihat hal itu semua petinggi dari seluruh kerajaan dapat menilai tingkat kekuatan yang dimiliki pangeran Huang Qin, telah mencapai tingkat alam Emperor puncak tertinggi.


Thien Yu hanya tersenyum melihat sikap pamer yang dilakukan oleh pangeran Huang Qin, yang ingin memperlihatkan kepada semua orang jika dia merupakan pangeran glory yang memiliki kemampuan luar biasa.


"Aku tak akan pamer sepertimu, biarkan orang yang melihat di dalam pertarungan nanti siapa yang sebenarnya terbaik di antara kita berdua," batin Thien Yu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2