Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Memiliki teratai Nirwana


__ADS_3

Putri penyihir yang tengah bertarung dengan Zaiya, dikejutkan dengan adanya sesuatu yang kini berada di tempat kediamannya.


"Kurang ajar sepertinya ada orang yang telah masuk ke dalam tempat kediamanku, aku harus segera ke sana sebelum orang itu melakukan hal buruk disana," batin putri penyihir.


Sang penyihir tak mengkhawatirkan akan bunga teratai Nirwana yang ada di kediamannya, karena bunga itu tak ada yang sanggup untuk memetiknya walaupun dirinya sendiri.


Yang menjadi kekhawatirannya adalah pemuda yang berada di sisi bunga teratai, yang membuatnya masih tetap bertahan hidup karena mendapatkan energi murni yang keluar dari dalam kelopak bunga teratai.


Zaiya melihat ada kegelisahan di wajah Putri penyihir, sehingga Zaiya mencerna keadaan yang ada, dan menerka-nerka apa yang ada di dalam pikiran Putri penyihir saat ini.


Zaiya sangat yakin jika telah terjadi sesuatu yang membuat Putri penyihir begitu sangat gelisah, dia pun lalu menatap jauh ke belakang tempat keberadaan Nien Chu berada.


"Nien Chu tak ada di tempatnya saat ini, dan kurasa dia telah pergi untuk mencari teratai Nirwana ke tempat putri penyihir itu," batinnya.


Mengetahui jika Nien Chu tengah mencari keberadaan bunga teratai Nirwana yang menjadi tujuannya datang ke pulau ini, dengan cepat Zaiya meningkatkan serangannya kepada putri penyihir, agar dapat membuat Putri penyihir tak bisa pergi untuk mencegah Nien Chu dalam mendapatkan bunga teratai Nirwana.


Putri penyihir yang mengetahui jika lawan tarungnya kali ini telah mengetahui apa yang ada di dalam pikirannya saat ini, dengan cepat putri penyihir membentuk segel di langit dengan segenap kekuatannya untuk membuat portal gelap di sana.


Dan tak lama kemudian dari dalam portal segel tersebut keluar seekor ular naga salju, yang langsung menyerang ke arah Zaiya.


Mengetahui jika ular naga itu mempunyai kekuatan besar, Zaiya segera menghindar dan menuju ke arah Zhurui dan Anchen yang kini tengah terluka parah akibat bertarung dengan kera salju.


"Aku tak mungkin menghadapi Naga es itu sekaligus menghadapi ular raksasa berkepala 7 fan kera salju sekaligus, dengan kondisi Wucian serta Anchen yang kini terluka parah."

__ADS_1


"Lebih baik aku membawa keduanya pergi dari sini sebelum terjadi apa apa kepada mereka berdua, karena Nien Chu pasti akan menyalahkanku jika kedua sahabatnya ini sampai tak dapat diselamatkan," batin Zaiya.


Melihat semburan bola-bola es dari mulut naga salju yang menuju ke arahnya, membuat Zaiya langsung melakukan teleportasi dengan membawa kedua sahabat Nien Chu itu bersamanya.


Zaiya membawa keduanya keluar dari dalam pulau ujung tak bertepi, untuk menjaga keselamatan mereka berdua dari para binatang roh kuat yang berada di pulau ujung tak bertepi.


Sementara itu Nien Chu dengan perlahan-lahan mendekati bunga teratai Nirwana, karena tak ada penolakan yang membuatnya akan susah mendekati bunga teratai Nirwana, Nien Chu pun lalu menggigit telunjuk jari kanannya, dan darah segar langsung menetes ke atas permukaan teratai Nirwana.


Nien Chu tersenyum karena dirinya telah berhasil melakukan kontrak darah dengan bunga teratai emas yang ada di hadapannya, hingga Nien Chu dapat memetik bunga tersebut dan menyimpannya di dalam alam batinnya.


Nien Chu segera memalingkan wajahnya ke belakang saat mendengar suara teriakan keras dari belakangnya.


"Berani sekali kau mengambil bunga teratai Nirwana dari ku!!, dan untuk itu kau harus mati agar bunga Teratai Nirwana dapat kembali ke tempatnya berada," ucap putri penyihir dengan mengeluarkan kekuatan besar dari dalam tubuhnya.


"Aku datang ke pulau ini hanya untuk mengambil hak ku sebagai pemilik sah teratai Nirwana, dan kau tak bisa menghalang-halangiku untuk mendapatkan hak ku atas kepemilikan bunga teratai Nirwana," jawab Nien Chu.


Sesaat putri penyihir terdiam, apa yang dikatakan Nien Chu benar adanya, karena selama ini dia memang menunggu seseorang yang mampu untuk menaklukkan bunga teratai Nirwana yang selama ini dijaganya.


"Jika memang pemuda ini merupakan pemilik sah teratai Nirwana, maka masih ada harapan bagi suamiku untuk dapat hidup kembali," batin putri penyihir.


"Aku akan memperbolehkanmu membawa teratai nirwana dengan satu syarat, aku ingin kau memberikan kehidupan bagi suamiku yang tengah terbaring tak berdaya itu, dan aku akan melakukan apapun juga asalkan kau dapat menghidupkannya kembali, karena dengan hidupnya pangeran Xi Xio, maka dengan sendirinya negeri sihir di pulau ini akan hidup kembali," ucap putri penyihir kemudian menghilangkan seluruh aura mematikan dari dalam tubuhnya.


Nien Chu berpikir sejenak untuk menjawab perkataan Putri penyihir, karena dia belum mampu untuk melakukan apa yang dipinta oleh Putri penyihir yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


Hingga inti api surgawi yang ada di dalam alam batinnya berbicara.


"Nien Chu kau dapat membangkitkan kembali roh dari pemuda yang terbaring itu dengan menggunakan kekuatan teratai Nirwana."


"Saat ini roh pemuda itu telah terjebak di dalam kelopak bunga teratai Nirwana, karena ambisinya untuk menguasai teratai Nirwana di masa lalu, sehingga membuat rohnya terserap dan terperangkap oleh bunga teratai Nirwana yang tak mampu untuk ditaklukannya."


"Kedua penyihir itu merupakan dua kekuatan besar yang mampu membantumu di masa depan, dalam memerangi para iblis yang kini mulai menunjukkan keberadaannya di alam dunia," ucap inti api surgawi.


Mendengar penjelasan Sang guru, Nien Chu Akhirnya bisa menjawab perkataan Putri penyihir yang ada di hadapannya.


"Aku akan menghidupkan kembali pangeran Xi Xio, asalkan kau dan suamimu mau membantuku di masa depan jika suatu hari aku memerlukan bantuan kalian."


"Aku menginginkan adanya kontrak darah di antara kita, agar aku yakin jika kau tak berkhianat jika aku benar-benar telah menghidupkan suamimu itu."


"Dan jika kau tak ingin melakukan syarat yang ku inginkan untuk menghidupkan suamimu kembali, maka aku akan bertarung denganmu sampai ada salah satu diantara kita yang masih berdiri tegak di pulau ini, jika kau masih ingin menghalang-halangiku untuk keluar dari dalam pulau ujung tak bertepi ini." jawab Nien Chu.


Sesaat putri penyihir mempertimbangkan kembali perkataan pemuda yang ada di hadapannya, karena dengan kemampuan yang dimiliki pemuda itu saat ini ditambah lagi dengan kekuatan teratai Nirwana yang ada padanya, maka akan sulit baginya untuk dapat mengalahkan pemuda itu.


"Baik .., aku dan suamiku akan menjadi pengikutmu asalkan kau mampu untuk menghidupkan suamiku kembali," ucap putri penyihir.


Nien Chu tersenyum dengan perkataan Putri penyihir yang ada di hadapannya.


"Kesepakatan telah kita buat, aku akan menghidupkan suamimu kembali, asalkan saat ini kau melakukan kontrak darah dengan ku, karena hanya akulah satu-satunya yang mampu untuk menghidupkan suamimu kembali," jawab Nien Chu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2