Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Menuju ke serikat dagang


__ADS_3

Nien Chu keluar dari dalam alam reruntuhan, tujuannya kali ini adalah istana Akademi bulan suci yang berada di kekaisaran mutiara hidup, guna menemui Annchi disana.


Sebelumnya Nien Chu pergi menuju ke pusat serikat dagang, yang bertempat di kekaisaran cahaya naga, untuk melihat perkembangan serikat dagang sekarang.


"Serikat dagang telah menjelma sebagai suatu wadah tempat berkumpulnya semua pedagang yang ada di seluruh wilayah kekaisaran cahaya naga, dan tempat penyimpanan barang barang berkualitas tinggi," batin Nien Chu saat melihat keramaian di dalam serikat dagang.


Nien Chu memasuki bangunan serikat dagang yang merupakan bangunan termegah kedua setelah istana cahaya naga.


"Adakah yang bisa kami bantu tuan muda?" tanya seorang pelayan wanita muda yang tiba tiba saja telah berada di hadapan Nien Chu.


"Aku ingin melihat-lihat barang-barang yang ada di dalam serikat dagang ini," jawab Nien Chu.


"Silahkan tuan, disini terdapat berbagai macam barang-barang berkualitas tinggi, yang tak diragukan lagi kualitasnya.


Tuan tinggal melihat plang nama di setiap ruangan, untuk menyesuaikan barang kebutuhan yang tuan cari," jawab sang pelayan wanita.


"Dapatkah anda menemaniku melihat-lihat barang di tempat ini?" tanya Nien Chu.


"Tentu saja tuan, aku akan menemani tuan muda untuk melihat lihat barang barang berkualitas yang ada di serikat dagang," ucap pelayan wanita itu dengan membawa Nien Chu kesalah satu ruangan.


Tuan muda, papan nama itu menunjukkan jika di dalam ruangan ini terdapat senjata-senjata berkualitas, yang di dapatkan dari harta karun peninggalan para leluhur peradaban manusia zaman dulu, yang telah dibersihkan sehingga menjadi senjata senjata berkualitas tinggi, yang telah teruji keasliannya," ucap wanita itu.


Nien Chu mengangguk anggukkan kepalanya, mengerti akan perkataan sang pelayan.


Nien Chu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan senjata-senjata berkualitas, yang ada di dalam ruangan itu.


Nien Chu begitu sangat tercengang melihat banyaknya senjata berkualitas di dalam ruangan tersebut, mulai dari pisau, pedang, golok, tombak dan lain sebagainya, termasuk berbagai macam atribut perang juga terdapat di dalam ruangan besar itu, yang tersusun rapi sehingga menimbulkan kesan mewah.


"Apakah serikat dagang menjual artefak langit?" tanya Nien Chu tiba tiba.

__ADS_1


"Ada beberapa artefak langit yang dijual, namun harganya begitu sangat mahal karena semua barang barang itu sangat langka," jawab pelayan wanita.


"Aku ingin melihatnya," ucap Nien Chu.


Sesaat pelayan itu terdiam, semua itu karena ruangan tempat artefak langit dan berbagai macam batu inti binatang roh tingkat tinggi, di jaga oleh para kultivator kuat dan hanya menejer Lao yang mempunyai kuncinya.


"Mengapa kau terdiam?" tanya Nien Chu.


"Aku tak mempunyai kunci ruangan itu tuan muda, karena yang mempunyai kunci ruangan tempat benda-benda berharga itu hanyalah Menejer Lao," jawab sang pelayan.


Sesaat Nien Chu terdiam dan berpikir sejenak karena selama ini dia mengetahui jika manajer di dalam serikat dagang pusat adalah Yuan Hua, tapi kali ini nama yang disebutkan sang pelayan sangat berbeda dengan nama manajer serikat dagang yang diketahuinya.


"Apa kau mengenal putri Yuan Hua dan putri Zeng Yi?" tanya Nien Chu.


"Kenal tuan muda, putri Yuan Hua adalah direktur di tempat ini, dan putri Zeng Yi wakilnya," jawab pelayan wanita itu.


"Berarti pemimpin utama di serikat dagang ini adalah pangeran Zeng Wu bukan?" tanya Nien Chu.


Dari jauh terlihat Menejer Lao melihat perbincangan yang terjadi antara Nien Chu dan seorang pelayannya, dan dia pun merasa tak suka jika pelayannya menemani seorang tamu yang tak membeli apa-apapun di tempat itu.


"Aku rasa pemuda itu tak akan membeli apapun di tempat ini, karena dia hanya berbincang saja dengan pelayanku. Aku harus segera menyuruh pelayanku itu untuk pergi biar pemuda itu merasa jika seorang tamu yang tak membeli barang, tak akan dilayani," batin Menejer Lao.


"Kau kemari!!" ucap Menejer Lao memanggil pelayannya.


Pelayan itu lantas berlari menuju kearah Menejer Lao, dan tiba tiba saja Menejer Lao membentak-bentak pelayan tersebut hingga pelayan itu menangis tersedu sedu.


"Apa kau tak melihat jika masih banyak tamu lain yang akan membeli barang-barang di tempat ini, kau malah asik ngobrol dengan pemuda yang terlihat miskin dari penampilannya itu.


Untuk apa kau melayani pemuda itu jika dia tak berminat dengan salah satu barang di tempat ini," bentak Menejer Lao.

__ADS_1


"Menejer, dia juga tamu di dalam serikat dagang, walaupun dia tidak membeli barang dan hanya melihat-lihatnya saja, mungkin suatu hari nanti dia akan kembali ke tempat ini dan membeli barang yang di inginkannya.


Menejer sebelumnya direktur Yuan Hua pernah berkata jika tamu adalah raja, perlakukanlah tamu sebagai raja selama tamu itu sopan dan tak berlaku kurang ajar," jawab pelayan wanita itu dengan masih berlinang air mata.


"Kau malah mengajariku, ingat aku adalah Menejer di sini dan aku mempunyai wewenang di dalam serikat dagang ini.


Mulai hari ini kau ku pecat, cepat bereskan barang barang mu dari sini!!" bentak Menejer Lao.


"Jangan pecat saya Menejer, saya akan memperbaiki kesalahan yang telah saya buat, jika menejer memecat saya bagai mana dengan nasib keluargaku, karena selama ini hanya saya lah tulang punggung di keluargaku," ucap pelayan wanita itu dengan berlutut sambil memegang kedua kaki Menejer Lao, agar sang menejer berubah pikiran untuk tak memecatnya.


Akan tetapi pemikiran pelayan wanita itu salah, karena sang menejer malah menendangnya hingga diapun terpelanting dengan keras ke lantai ruangan.


Melihat hal itu Nien Chu merasa geram, dia tak menyangka jika menejer di dalam serikat dagang begitu sangat arogan.


Nien Chu segera menolong wanita pelayan itu dengan membantunya berdiri, setelah itu Nien Chu berjalan kearah Menejer Lao sambil berkata.


"Tidak seharusnya Menejer sepertimu memperlakukan bawahanmu seperti ini, jika kau mau menyalahkan seseorang maka salahkanlah aku," ucap Nien Chu.


Mendengar adanya keributan, para tamu yang ada di dalam ruangan itu segera berkumpul untuk menyaksikan perdebatan yang terjadi.


"Kau bukan siapa siapa disini, kau hanya tamu miskin yang hanya bisa berhayal memiliki barang barang berkualitas di serikat dagang.


Untuk hari ini dan seterusnya kau tak di perbolehkan lagi menginjakkan kaki di serikat dagang, walaupun itu di cabang cabang serikat dagang yang ada," ucap Menejer Lao dengan penuh amarah.


"Menejer aku memang miskin tapi aku masih punya hati dan tak akan mungkin menindas bawahan ku yang tentunya tak akan pernah melawan, ingat Menejer, tak akan ada satupun yang bisa mengusir ku dari serikat dagang walau pun dia merupakan pemimpin dari serikat dagang," tantang Nien Chu.


Kesabaran menejer Lao telah habis, karena pemuda yang ada di hadapannya berani menantang nya secara terang-terangan, diapun segera meniup peluit sehingga 5 kultivator ranah suci yang di gaji untuk menjaga keamanan serikat dagang, segera datang ketempat itu.


Melihat adanya 5 kultivator kuat serikat dagang yang datang keruangan itu, membuat semua tamu yang tak ingin terlibat dengan masalah yang ada, segera keluar dari ruangan itu tanpa tersisa sama sekali.

__ADS_1


"Ringkus pemuda itu, dan buang mayatnya ke jurang!!" ucap Menejer Lao dengan senyum sinis di bibirnya.


Bersambung.


__ADS_2