Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kekalahan Siansan


__ADS_3

Kemenangan kelompok dari pesisir pantai membuat para ketua yang ada di podium merasa heran, karena selama turnamen dari turun temurun berlangsung, tak pernah sekalipun terjadi kejadian yang sangat memalukan bagi kelompok gurun pasir, yaitu kalah di awal pertarungan dari kelompok pesisir pantai yang merupakan ras terendah karena selalu mendapat posisi terakhir dalam turnamen, kecuali saat ketua Tang yi masih menjadi murid, kelompoknya saat itu berhasil menduduki posisi ke-3 setelah ras bola mata putih dari lembah salju yang berada di posisi kedua, sementara itu ras dengan bola mata biru selalu mendominasi juara pertama, sehingga sampai saat ini mereka selalu menjadi ras tertinggi dari seluruh ras elf di wilayah dataran langit.


Turnamen bergengsi yang diadakan istana Orgy merupakan turnamen yang menunjukkan kasta dari ras elf berbeda, jika kemenangan bisa diraih maka kasta dari ras tersebut akan terangkat dan jika kekalahan yang didapatkan di awal-awal turnamen yang terjadi, maka dengan sendirinya kastanya akan jatuh menjadi yang terendah, dan tentunya ras elf tersebut siap-siap menjadi ras sampah yang akan menanggung hinaan dan cacian dari ras elf yang lainnya.


Siansan naik ke atas arena pertarungan, menantikan kehadiran dari salah seorang pemuda kelompok gurun pasir yang akan bertarung dengannya.


"Li Yu She kita sudah kalah di awal pertarungan yang terjadi, jika kali ini kita sampai kalah lagi maka tim kita sudah dipastikan akan gugur, dan saat ini aku ingin kau segera naik ke atas arena pertarungan untuk menghadapi pemuda dari pesisir pantai itu," ucap Li Sheng Dong dengan penekanan di perkataannya.


"Sudah kukatakan aku menginginkan pemuda itu untuk menjadi lawan petarung ku, dan aku tak ingin diatur-atur olehmu," jawab Li Yu She tak kalah sengitnya.


"Aku tak ingin berdebat denganmu di saat-saat genting seperti ini, aku akan menghadapi pemuda di atas arena itu dan pastinya aku akan mengalahkannya.


Aku ingin di pertarungan yang ketiga nanti siapapun yang naik ke atas arena kau harus menghadapinya, karena aku tak ingin tim kita harus gugur melawan para elf pesisir pantai hanya karena keegoisanmu," ucap Li Sheng Dong kemudian melesat naik ke atas arena pertarungan.


Tak lama kemudian lonceng 7 kali pun berbunyi yang menandakan pertarungan telah dimulai.


Kedua kultivator muda itu bertarung dengan menggunakan tangan kosong, Li Shen Dong yang menginginkan kemenangan langsung menyerang Siansan dengan serangan-serangan yang sangat mematikan.


Tehnik pasir hidup yang tadinya digunakan oleh Luo Luo kini digunakannya kembali dalam pertarungannya melawan Siansan, semua itu untuk menghambat gerakan dari lawan tarungnya.


Siansan yang telah mengetahui dari awal kekuatan teknik itu, langsung menapakkan telapak tangan kanannya atas permukaan pasir, sehingga pasir-pasir yang berada di atas arena menjadi basah karena tergenang air yang tiba-tiba saja mencuat keluar dari beberapa tempat di dalam arena pertarungan.

__ADS_1


Tehnik yang digunakan Siansan dalam meredam isapan pasir hidup, sangat efektif karena sampai saat ini pasir-pasir hidup itu tak bisa menghisap tubuhnya.


Siansan yang juga menginginkan kemenangan agar timnya bisa dapat lolos ke fase yang kedua, langsung menggunakan teknik terkuat yang dimilikinya yaitu badai ombak lautan.


Ombak besar seketika itu muncul dengan angin kencang di atas arena pertarungan, ombak besar itu langsung menuju ke arah Li Shen Dong dengan cepat, dan ketika sedikit lagi ombak itu mendekati Li Shen Dong, maka tiba-tiba dari dalam ombak tersebut muncul tangan raksasa dari air yang dengan sangat cepat menuju ke arah Li Shen Dong.


Li Shen Dong begitu terkejut melihat teknik aneh yang dikeluarkan lawan tarungnya, dengan cepat dia pun menampakkan tangannya ke depan, hingga membuat pasir-pasir yang berada di atas arena pertarungan berterbangan ke udara dan membentuk perisai bagi dirinya.


Benturan kedua energi pun terjadi antara serangan dari Siansan dan perisai pasir dari Li Shen Dong, hingga menimbulkan ledakan besar yang menggetarkan tempat itu.


Para penonton yang menyaksikan pertarungan begitu takjub, dengan kedua pemuda yang telah memberikan pertunjukan pertarungan yang sangat memukau hati.


Berkali kali ombak menerpa perisai pelindung pasir yang dibuat oleh Li Shen Dong, dan pada akhirnya perisai pasir itu pun retak.


Siansan langsung menghantamkan tinju tangan kanannya ke depan, sehingga dari dalam ombak besar itu keluar tinju raksasa dari air, dan menghantam ke arah perisai yang melindungi tubuh Li Shen Dong saat ini.


Perisai pelindung pasir yang terbentuk akhirnya hancur dan berjatuhan ke lantai arena, akan tetapi Siansan tak melihat keberadaan lawan tarungnya di balik perisai itu, dan tiba-tiba saja keanehan terjadi yaitu tubuh Siansan yang tak bisa digerakkan sehingga membuat nafasnya terasa sesak, semua itu akibat adanya pasir hitam yang berada di sekitar tubuhnya yang membuatnya menjadi seperti itu.


"Sejak kapan dia menyerangku dengan pasir-pasir yang saat ini tengah menggerogoti energi tubuh ku," batin Siansan.


Flash Back

__ADS_1


Li Shen Dong dengan kecerdasannya sengaja membuat pertahanan perisai pasir yang dimilikinya retak, agar lawan tarungnya semakin berambisi untuk menghancurkannya, dan membuat konsentrasinya hanya berpusat pada penyerangan dan bukan pertahanan.


Dengan adanya kelengahan dari Siansan tersebut, membuat Li Shen Dong dengan mudah menyebarkan pasir beracun hitam yang dimilikinya ke udara, tanpa sepengetahuan dari Siansan pasir pasir halus itu dapat melekat di tubuh Siansan dengan mudah.


Siansan baru menyadari kecerobohannya itu, dan sudah terlambat bagi dirinya untuk dapat mengantisipasi apa yang telah terjadi, karena saat ini dirinya sudah tak berdaya.


*****


Siansan yang tak melihat lawan tarungnya di balik perisai pasir yang terbentuk, begitu sangat terkejut ketika merasakan sebuah kekuatan besar telah menghantam tubuhnya dari belakang.


Siansan terpental kedepan dan mencium lantai arena dengan keras, tak lama kemudian dia pun tak sadarkan diri akibat tekanan besar yang menimpa tubuhnya saat ini.


Penasehat istana segera melesat dari atas podium utama, dan dengan segera melakukan tindakan pertolongan pertama pada tubuh Siansan yang tengah terluka parah.


"Berikan penawar racun nya karena kau telah memenangkan pertarungan yang terjadi," ucap penasehat istana.


Li Shen Dong memberikan sebuah pil berwarna jingga kepada penasehat istana, dan dengan cepat penasehat istana memasukkan pil tersebut ke dalam mulut Siansan, kemudian menyalurkan hawa murni ke tubuhnya agar pil tersebut dapat terserap langsung oleh tubuh Siansan.


Tak lama kemudian wajah siansan yang tadinya menghitam, perlahan-lahan mulai cerah yang menandakan jika pil yang diberikan oleh Li Shen Dong telah bekerja dengan baik.


Siansan pun tersadar, dan para alkemis dari balai pengobatan istana segera menggotong tubuh Siansan keluar dari dalam arena pertarungan, dan Landung menuju ke tempat di mana balai pengobatan istana berada, agar segera mendapatkan pertolongan lanjutan.

__ADS_1


Saat berpapasan dengan anggota kelompok pesisir pantai, Siansan memohon maaf karena kecerobohannya di saat pertarungan terjadi yang telah membuat dirinya kalah dalam pertarungan itu.


"Beristirahatlah, kami akan melanjutkan perjuanganmu dengan memenangkan pertarungan selanjutnya," ucap Nien Chu.


__ADS_2