Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kegelisahan Thien Yu


__ADS_3

Pagi hari yang cerah Thien Yu, Putri Yan Chi, dan Dewi Zhao Quin berangkat menuju ke pagoda 9, tujuan Thien Yu kesana yaitu untuk menyembuhkan Mahaguru Hyo jin dan menjadikan putri Yan Chi sebagai murid sang Mahaguru.


Kali ini Thien Yu agak kesulitan untuk masuk ke wilayah kekaisaran glory, karena sang pangeran membawa putri Yan Chi ikut bersamanya.


Demi untuk menjaga keselamatan putri Yan Chi, Thien Yu memilih jalan laut dimana keberadaan raja Zhedon yang merupakan sahabatnya berada.


Raja Zhedon menyambut hangat Thien Yu di istana bawah lautnya yang megah, pangeran atlas begitu sangat senang karena Thien Yu mau mampir ke istananya.


Sementara itu putri Yan Chi yang baru pertama kali berada di istana bawah laut, terheran-heran kepada Thien Yu yang mampu membuat raja Zhedon dan putranya, begitu menghormati dan meninggikan derajat pangeran dari negeri Pheonix itu.


Di sisi lain, saat melihat putri Yan Chi yang diperkenalkan Thien Yu sebagai kakak perempuannya, pangeran atlas diam diam mengagumi kecantikan dan tutur kata yang sopan dari sang putri.


Sang pangeran lautan itu mencoba berbagai cara untuk dapat perhatian dari Sang Putri, agar sang putri mau berbincang-bincang dengannya, akan tetapi usaha sang pangeran selalu gagal dan tak membuahkan hasil, dan sang putri cendrung tak menanggapi sinyal-sinyal yang diberikan olehnya, semua itu karena sang putri masih menyimpan rasa cinta dan harapan besar pada Feng Yu pemuda yang sangat dicintai.


Melihat gelagat pangeran atlas, membuat Dewi Zhao Quin ingin secepatnya pergi dari istana bawah laut, karena dia melihat adanya gelagat dari pangeran atlas yang mencoba untuk mendekati keponakannya.


Sang Dewi tak menginginkan hal itu, karena Sang Dewi mempunyai niat untuk menjadikan putri Yan Chi Alkemis muda berbakat di masa depan dengan berlatih di pagoda 9 dan menyatukan hubungannya kembali dengan Feng Yu pemuda yang selama ini dekat dengannya.


Dengan kekhwatiran jika pangeran atlas akan terpesona dengan putri Yan Chi, dan akan mengejar ngejar sang putri kelak hingga pelatihannya terganggu, hal itu membuat Dewi Zhao Quin meminta pada Thien Yu agar segera berangkat ke pagoda 9 untuk menghindari pangeran atlas, maka hari itu juga dengan diantar raja Zhedon dan putranya, Thien Yu bersama dua orang wanita yang bersamanya akhirnya berangkat menuju ke pagoda 9.


Setelah melewati perbatasan yang dijaga ketat oleh para prajurit kekaisaran Glory lewat jalan air, Thien Yu pada akhirnya tiba di gerbang kota.


Pengalaman Thien Yu sebelumnya yang susah untuk memasuki gerbang kota kekaisaran, membuat Thien Yu telah mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari sewaktu berada di dalam pagoda 9, yaitu dengan meminta beberapa lencana murid pagoda 9 lewat Mahaguru Hyo jin.

__ADS_1


Ketiganya melakukan penyamaran dan membawa lencana murid dari pagoda 9, hingga membuat ketiganya dapat mudah memasuki kota kekaisaran dengan tanpa adanya kecurigaan berarti dari para prajurit penjaga gerbang.


Setelah melewati penjagaan ketat gerbang kota, Thien Yu dan rombongan kecilnya segera menuju ke pagoda 9.


Negri diatas awan yang berjuluk daratan Surgawi, begitu indah terbentang dengan pepohonan serta udara yang segar dan alami, membuat putri Yan Chi sangat senang berada di daratan surgawi itu.


Mereka bertiga menuju ke guild Alkemis tempat keberadaan Mahaguru Hyo jin berada.


Melihat Thien Yu bersama seorang wanita yang begitu sangat di kenal dan di rindukannya, membuat Mahaguru hyo jin tak percaya jika yang dilihatnya saat ini merupakan murid sekaligus satu-satunya wanita yang menguasai teknik pengobatan dari pagoda 9.


"Guru..." ucap Dewi Zhao Quin sambil menggenggam tinju dan membungkukan badan memberi hormat kepada Mahaguru Hyo jin.


"Akhirnya kau kembali ke sini quin'er, aku telah lama menunggumu kembali ke pagoda 9 walau pun itu hanya sejenak. Aku sangat senang melihat kau sehat dan bugar seperti saat baru pertama kali kau datang ke pagoda 9 dua puluh tahun yang lalu," jawab mahaguru Hyo jin.


"Terimakasih muridku karena kau mau membantu gurumu ini, terbebas dari luka roh jiwa yang selama ini kuderita," jawab mahaguru Hyo jin.


"Guru, aku akan menyembuhkanmu agar roh jiwamu dapat pulih kembai. Setelah kau pulih, aku ingin meminta 1 permintaan darimu guru, aku ingin guru mengangkat putri Yan Chi keponakanku ini sebagai murid pribadi guru, yang akan belajar teknik pengobatan dan bela diri seperti apa yang pernah guru ajarkan kepadaku sewaktu aku masih berada di pagoda 9.


Saat ini aku tak bisa berlama-lama di pagoda 9, karena aku akan secepatnya kembali ke Nirwana," ucap Dewi Zhao Quin.


"Sebenarnya aku sudah tak inggin mempunyai murid pribadi yang kulatih khusus, tapi permintaan mu merupakan pengecualian, aku akan menerima Putri Yan Chi sebagai muridku, dan akan ku ajarkan semua teknik beladiri dan pengobatan yang dahulunya pernah kuajarkan padamu dulu," jawab mahaguru Hyo jin.


"Trimakasih guru, atas semua kebaikanmu," ucap Dewi Zhao Quin.

__ADS_1


Setelah tak ada lagi yang dibicarakan maka hari itu juga pengobatan kepada Mahaguru Hyo jin akan di lakukan.


Dewi Zhao Quin dan Mahaguru Hyo jin memasuki pagoda 9 di tingkat ke 9, untuk melakukan proses penyembuhan.


Sementara itu, Thien Yu tengah bercakap cakap dengan Biyao menyangkut perselisihan yang terjadi di antara dua kekaisaran, dan disaat tengah melakukan percakapan, Thien Yu merasakan adanya suara Dewa suci yang memanggilnya untuk kembali ke nirwana, entah apa yang ingin Dewa suci katakan karena suara dari Dewa suci tak begitu jelas di telinganya.


"Mengapa dewa suci mencoba menghubungiku dan mengapa suaranya begitu samar?" batin Thien Yu.


Entah mengapa hati Thien Yu begitu sangat gelisah setelah mendengar suara panggilan dari Dewa suci yang begitu samar di telinganya. Setelah berbagai pertimbangan, Thien Yu lantas memutuskan untuk pergi seorang diri ke nirwana.


"Paman Biyao, aku ingin kau pulang ke istana pheonix, dan katakan pada ibu ratu jika ada hal penting yang akan kulakukan, sehingga aku tak bisa pulang bersamamu ke istana pheonix," ucap Thien Yu.


Biyao terdiam dan mencerna kegelisahan di wajah Thien Yu, sehingga laki laki berjuluk pelindung pheonix itu menjadi khwatir kepada pangerannya, dan diapun lantas berkata.


"Pangeran, perintahmu adalah mutlak bagiku, tapi melihat kegelisahan di wajahmu aku tau jika ada masalah besar yang tengah kau hadapi, jika berkenan dapatkah pangeran mengikut sertakan aku untuk membantu," jawab Biyao.


"Tidak paman, masalah yang ada aku juga belum mengetahuinya secara pasti, hanya firasatku mengatakan jika adanya hal besar yang telah terjadi, yang menyangkut tentang diriku dan seluruh orang-orang terdekatku.


Aku minta paman untuk mengikuti perintahku kali ini, agar aku bisa sedikit lega. Paman aku tahu kau menyayangiku seperti menyayangi putramu sendiri, tapi masalah ini hanya aku sendiri yang dapat menyelesaikannya dan tanpa melibatkanmu," ucap Thien Yu.


Biyao tak bisa berbuat apa-apa dengan kerasnya hati sang pangeran, yang tak ingin mengikutsertakannya dalam masalah yang dihadapinya.


"Baiklah pangeran, aku akan mengikuti perintahmu dengan pergi ke istana Pheonix," jawab Biyao.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2