Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kembali ke istana bintang laut


__ADS_3

Thien Yu yang kokoh pada pendiriannya, tak memperdulikan perkataan dari dewa suci hingga membuatnya kembali menyerang pagoda yang terdapat Kaisar langit di dalamnya.


Tombak Ilahi pun dilepaskan kemudian teratai Nirwana menyusul di belakangnya. Kedua serangan kuat dari Thien Yu membuat gejolak alam di Nirwana semakin dahsyat.


Melihat akan hal itu Dewa suci langsung mengeluarkan kekuatan dari kuil suci, berupa 12 tasbih yang mengeluarkan aura yang sangat kuat, ke-12 tasbih itu berpencar di udara dengan mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata.


Dengan sekali kibasan tangan Dewa suci, ke-12 tasbih langsung menyambut serangan yang datang dari Thien Yu. Alhasil benturan energi kembali terjadi yang membuat gelombang kejut yang sangat besar. Pagoda yang terdapat Kaisar langit di dalamnya ikut terpental akibat gelombang kejut tersebut.


Dewa suci terseret beberapa langkah ke belakang sementara Thien Yu terpental jauh ke belakang dan terhempas ke tanah dengan keras.


Thien Yu memuntahkan darah segar dari mulutnya hingga dia merasakan tubuhnya luluh lantak akibat efek benturan energi yang terjadi, perisai dewa perang yang dikenakannya pun seketika itu retak di mana-mana hingga Thien Yu menyimpan kembali perisai milik ayahnya itu ke dalam cincin ruangnya.


Dengan bersusah payah Thien Yu bangkit berdiri, dan dengan tertatih-tatih dia berjalan ke arah Dewa suci dan berkata.


"Hari ini adalah hari kekalahanku tapi setelah aku kembali datang ke Nirwana maka hari itu kita akan bertarung kembali," ucap Thien Yu.


Thien Yu kita bisa bicarakan hal ini baik-baik, aku akan menyembuhkan semua keluargamu yang terluka akibat pertempuran yang terjadi, dan aku ingin kau tetap menjadi dewa perang langit di masa depan," jawab Dewa suci.


Setelah kejadian ini aku tak ingin lagi menjadi dewa perang langit, malah aku akan menghancurkan istana langit dengan tanganku sendiri. Ingat dewa suci tak berapa lama lagi aku akan kembali ke Nirwana tunggulah saat itu dimana kehancuran Nirwana akan terjadi," ucap Thien Yu kemudian mengalirkan energi murninya ke dalam cincin pemberian dari leluhur menara hijau yang juga disebut sebagai Dewa illahi.


Tak berapa saat lamanya Thien Yu pun menghilang dari pandangan mata dewa suci.

__ADS_1


Thien Yu yang terluka parah kini berada di istana bintang laut. Dengan berjalan tertatih tatih dia menuju ke arah peti giok yang terdapat putri Meyling berada.


"Sebentar lagi kau akan pulih kembali, maafkan aku karena telah terlalu lama pergi," ucap Thien Yu.


Dengan bersusah payah Thien Yu mengangkat tubuh Putri Meyling ke sebuah ruangan khusus tempat melakukan penyembuhan.


Setelah sampai di tempat itu Thien Yu membaringkan putri Meyling ke sebuah Altar, kemudian diapun mengeluarkan mutiara salju abadi dari dalam cincin ruangnya.


Dengan sisa sisa tenaganya, Thien Yu melakukan penyembuhan dengan kekuatan teratai nirwana.


Thien Yu menaruh mutiara salju abadi keatas kelopak teratai nirwana yang mengambang di hadapannya, kemudian teratai itu perlahan lahan menuju kearah putri Meyling.


Dari dalam tubuh putri Meyling seketika itu mengeluarkan cahaya berwarna emas, yang berselimutkan kabut es.


Tak menunggu waktu lama, mulai terlihat adanya pergerakan dari jemari tangan sang putri, yang menandakan jika putri Meyling mulai dapat merasakan efek dari mutiara salju abadi.


Thien Yu terbatuk batuk dan merasakan kondisi tubuhnya semakin parah, diapun duduk bersila di tempat itu dan menelan beberapa pil setelah itu diapun mulai melakukan mesitasi.


Bayangan bunga teratai nirwana seketika itu muncul dan membungkus tubuh Thien Yu, hingga aroma bunga menyeruak keudara dan memenuhi ruangan penyembuhan.


Setelah beberapa saat lamanya, putri Meyling pun tersadar dari tidur panjangnya, dia merasakan jika seluruh tubuhnya begitu bertenaga dan semakin kuat.

__ADS_1


Putri Meyling mengedarkan pandangannya sekeliling, dan berhenti saat melihat Thien Yu tengah bermeditasi di dalam bayangan teratai berwarna emas.


"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa aku melihat ada darah kering yang melekat di baju kak Thien Yu, dan ku rasa kak Thien Yu saat ini tengah terluka dan melakukan penyembuhan. Lebih baik aku tak mengganggunya dulu," batin putri Meyling.


Putri Meyling segera meninggalkan ruangan itu untuk membersihkan diri, akan tetapi keterkejutan seketika melanda hatinya saat melihat dinding bangunan yang tembus pandang, ikan ikan dan apapun bentuk mahluk hidup laut dapat terlihat jelas olehnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi, jangan jangan bangunan ini berada di dasar lautan.


Ah.., lebih baik aku tak menghiraukannya, yang terpenting kak Thien Yu masih berada disini bersamaku," batin putri Mey Ling kemudian pergi mencari ruangan untuk membersihkan diri.


*****


Seminggu kemudian, Thien Yu telah berhasil memulihkan dirinya, putri Meyling begitu sangat bahagia melihat Thien Yu telah pulih kembali akan tetapi putri Meyling tak melihat keceriaan di wajahnya.


"Kak Thien mengapa kau begitu murung, apakah kau tak suka akan kesembuhanku?" tanya putri Meyling.


"Ling'er saat ini hatiku tengah bersedih karena tak bisa menyelamatkan keluargaku yang berada di nirwana, raja langit dan petinggi istananya telah berlaku tak adil padanya, dan saat aku bertarung dengan dewa suci maka aku mengalami kekalahan.


Untuk saat ini aku akan meningkatkan kekuatanku untuk menembus tingkat Dewa semesta Abadi," jawab Thien Yu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2