Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Siasat


__ADS_3

Setelah terjalin ikatan asmara antara putri Langyun dan Thien Yu, keduanya pun semakin mesra di setiap kesempatan, Thien Yu mulai menikmati tingkah manja dan perhatian putri langyun padanya. Hingga pada akhirnya ke 10 pemimpin prajurit datang menghadap Thien Yu dan mengatakan jika ada fenomena aneh di langit, yaitu sebuah mata raksasa bermata satu dengan mengeluarkan cahaya merah menyala, yang juga di kelilingi oleh pusaran awan hitam tampak terlihat di langit wilayah netral.


Tak hanya itu ke 10 anak buah Thien Yu juga mengabari jika di pergerakan pasukan tempur daratan awan, yang di tempatkan di area netral di kedua kubu, kini mulai melakukan pergerakan.


Mengetahui hal itu, Thien Yu segera memasang sebuah taktik perang, di mana para elf yang merupakan para pemanah di tempatkan di tempat tempat khusus dan sangat strategis dalam melakukan penyerangan, begitupun para elf yang menggunakan pedang dan tombak sebagai senjatanya, mereka di suruh mundur jauh kebelakang, yang bertujuan sebagai pasukan pelapis dari pasukan utama yang memakai panah.


Thien Yu melesat kedepan, kemudian memasang ratusan segel peledak di area jauh dari jalan masuk utama, dan juga memasang segel pelindung di perbatasan hingga hanya jalan utama yang dapat di lalui oleh para pasukan daratan awan yang ingin masuk ke kawasan dataran langit.


Putri Langyun dengan setia menemani Thien Yu dalam memasang formasi segel yang diterapkannya.


Dengan rasa kasih sayang putri Langyun mengelap peluh yang menetes di wajah Thien Yu dan berkata.


"Istirahat lah kak Thien, kau sudah terlalu lelah memasang semua segel itu," ucap sang putri.


"Kita harus segera melakukan hal ini secepatnya, jika kita sampai telat maka para pasukan darat dataran awan akan mudah untuk masuk kedalam wilayah kita," jawab Thien Yu.


Putri Langyun hanya diam mendengar jawaban Thien Yu, dan membiarkan pemuda itu terus memasang segel peledak di tempat tempat yang di inginkannya.


Thien Yu yang melihat tak ada jawaban lagi dari putri Langyun, diapun hanya tersenyum dalam hati, karena mengingat dahulu sang putri begitu sangat keras kepala dan jika itu terjadi hari ini pasti akan terjadi perdebatan yang sangat sengit.


"Dia telah sangat berubah, tak ada sedikitpun bantahan maipun perkataan yang akan membuatku marah padanya," batin Thien Yu.


Setelah semua segel yang di inginkan Thien Yu terpasang, Thien Yu segera mengajak ke sepuluh pimpinan elf dan putri Langyun untuk naik keatas batu bara giok.


Setelah mereka semua berada dia tas batu bara giok, Thien Yu segera mencari posisi yang tepat untuk memantau pasukan darat dari dataran awan yang akan menuju ke wilayah dataran langit.


"Pemimpin, aku rasa jika kita berada di tempat ini dengan ruangan yang terbuka seperti ini, kita pasti akan cepat ketahuan dari para pasukan pemanah darat dataran awan," ucap salah seorang dari ke 10 pemimpin pasukan elf yang berada di atas batu bara Giok.

__ADS_1


"Kau jangan khwatir, batu bara giok tak akan pernah terlihat oleh musuh karena dia mampu untuk menyamarkan dirinya hingga tak dapat terdeteksi dan terlihat," jawab Thien Yu.


Mendengar jawaban Thien Yu, pemimpin para elf akhirnya dapat merasa lega.


Tak lama kemudian salah seorang pemimpin elf bertanya kembali. "Pemimpin, mengapa pasukan utama tak di tempatkan disekitar jalan besar utama, malah menjauh dari jalan besar utama?" tanyanya.


"Percayalah padaku, jalan utama pasti tak akan menjadi target yang akan di lalui para pasukan darat dataran awan, karena mereka yakin jalan besar utama telah menunggu jebakan dari pasukan darat dataran langit," jawab Thien Yu menjelaskan.


Mendengar perkataan Thien Yu, semua orang yang berada di atas batu bara giok menjadi takjub akan kecerdasan pemimpin mereka.


Tak berapa lama, pasukan darat dari dataran awan akhirnya datang juga, mereka di ketuai oleh pemimpin prajurit bernama ketua Saigo.


Ketua Saigo memperhatikan setiap detail hutan lebat yang menjadi wilayah dataran langit, hingga tiba tiba saja salah seorang Org yang merupakan seorang jendral kastil iblis darah, datang menghampiri ketua Saigo.


"Lapor pemimpin dari perbatasan wilayah dataran langit semua telah terpasang segel pembatas yang sangat kuat, hanya jalan besar utama yang tak dipasangi segel pelindung," ucap Org tersebut.


"Aku minta padamu agar pasukan pembuka segel segera mencari jalan lain, jangan ada yang memasuki wilayah daratan langit melewati jalan besar utama itu," perintah ketua Saigo


"Siap pemimpin, kami akan menjalankan perintahmu," ucap jendral tersebut dan pergi meninggalkan tempat itu.


Tak lama kemudian, ketua Saigo berteriak lantang "Dirikan tenda di tempat ini!!" teriaknya.


Mendengar teriakan ketua Saigo, seluruh jendral yang ada segera memerintahkan prajurit nya untuk mendirikan tenda di tempat itu.


Thien Yu yang mengetahui jika segel pelindungnya akan di hancurkan, dengan segera melepaskan teratai illahi tanah dan bebatuan untuk melindungi segel pelindung yang telah di buatnya.


Alhasil tak ada satupun Org yang mampu untuk menghancurkan segel pelindung yang mengelilingi wilayah dataran langit, hingga pagi menjelang.

__ADS_1


Jendral para Org kembali menghadap ketua Saigo, guna mengabarkan ke gagalan nya dalam menghancurkan segel pelindung yang melindungi wilayah dataran langit.


Mengetahui kegagalan para prajurit penghancur segel, akhirnya ketua Saigo memanggil semua jendralnya dalam mengadakan rapat tertutup hari itu.


"Bagaimana pendapat kalian semua mengenai hal ini, apakah kita akan memasuki jalan besar utama yang memungkinkan terdapat prajurit dataran langit disana?" tanya ketua Saigo.


"Pemimpin, aku punya usul bagaimana setelah kita memasuki jalan utama, kita pecah prajurit menjadi dua kelompok yaitu prajurit yang menyisir dari kiri dan kanan jalan besar utama.


Prajurit yang terpecah menjadi dua kelompok itu akan menyusuri pinggir segel pelindung kemudian menerobos hutan lebat, semua itu untuk menghindari jalan utama," ucap salah satu jendral Org.


Sepertinya usulan darimu masuk akal, kalau begitu kita akan membagi perajurit kita menjadi dua kelompok, dan jangan sekalipun ada dari kalian yang membawa prajurit kita masuk ke jalan besar utama, karena disana berpeluang besar para prajurit dataran langit telah merencanakan perangkap bagi kita semua," ucap ketua Saigo.


"Siap pemimpin!!" jawab semua jendral Org.


Karena telah mendapatkan kesepakatan bersama, pagi itu juga prajurit besar dari daratan awan mulai memasuki wilayah dataran langit, dan memecah prajuritnya untuk menghindari jalan besar utama dengan sebagian perajurit kearah kiri, dan sisanya kearah kanan.


Diatas batu bara giok Thien Yu tersenyum melihat para prajurit dataran awan yang telah memasuki perangkap yang di buatnya.


"Waktunya kita beraksi, kalian semua cepat kabari pasukan pemanah kita untuk melakukan serangan," perintah Thien Yu.


Kesepuluh pemimpin para elf, segera duduk bersila untuk menghubungi para pasukan pemanah, dalam menjalankan perintah Thien Yu.


Tak lama berselang ribuan anak panah langsung tertuju kearah para pasukan darat dataran awan, hingga terdengar teriakan kematian dari para Org yang terkena anak panah dari pasukan pemanah dataran langit.


Bersambung.


Trimaksih telah mendukung novel inišŸ™, dan buat sahabatku Panji Hitam, terimakasih telah kembali memberikan banyak koin, semoga di berikan Rezki, kesehatan dan diangkat derajatnya oleh yang maha kuasa Amin🤲.

__ADS_1


__ADS_2