Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Acara ulang tahun


__ADS_3

Sore pun tiba, Nien Chu telah membersihkan diri dan memakai baju pemberian dari Tang Yin, tampak saat menggunakan baju baru itu Nien Chu terlihat sangat tampan dan gagah.


Tiba tiba saja inti api surgawi keluar dari dalam Dantiannya dan melangkah ke arah Nien Chu.


"Kau akan lebih tampan jika aku sedikit memberikan polesan pada wajah dan rambut mu," ucap laki-laki berjubah putih itu.


"Apakah guru keluar dari dalam Dantianku hanya ingin memoles wajahku?" tanya Nien Chu.


"Nien Chu, jika aku memoles wajahmu maka takkan ada satupun pemuda yang dapat menandingi ketampananmu di acara tersebut, dan kau pasti bisa menjadi bintang di dalam acara ulang tahun putra keluarga Tao itu.


Nien Chu aku ingin di acara itu kau bisa memberikan sedikit rasa cemburu kepada anak saudagar Tang yang manja itu, agar dia bisa tahu bahwa kau merupakan pemuda yang begitu di sukai oleh para wanita di acara tersebut," ucap inti api surgawi.


"Baik jika itu merupakan keinginanmu guru, aku akan melaksanakan seperti apa yang kau inginkan dan sedari itu aku ingin kau memoles wajahku saat ini juga karena sebentar lagi Tang Yin pasti datang untuk menjemputku," ucap Nien Chu.


Dengan mengikat rambut dan memakai kan sedikit perhiasan di rambut panjang Nien Chu, serta memberikan sedikit polesan di wajahnya, membuat Nien Chu terlihat seperti seorang anak bangsawan dari kekaisaran besar.


"Wajahmu sama seperti wajah ayahmu yang kini telah menjadi Kaisar langit, dan karisma di wajahmu itu akan meluluhkan hati para wanita cantik yang berada di pesta itu," batin inti api surgawi dengan senyum di wajahnya.


Tiba tiba saja ketukan pintu terdengar dari luar kamar Nien Chu, buru buru inti api surgawi kembali masuk ke dalam Dantian Nien Chu karena menyadari jika yang datang itu merupakan putri dari saudagar Tang.


"Nien Chu apa kau telah siap?" tanya Tang Yin dari luar pintu kamar Nien Chu.


"Aku sudah siap," jawab Nien Chu kemudian membuka pintu kamarnya.


Saat melihat Nien Chu sontak putri saudagar Tang terbelalak kaget melihat pemuda yang dikenalnya itu menjelma bak seorang pangeran, diapun tak percaya dengan penglihatannya dan dengan refleks dia pun mencubit pipinya sendiri, hingga pekikan kecil keluar dari mulut nya yang merasakan sakit akibat cubitannya itu.


"Kau Nien Chu?" tanya Tang Yin.


"Apakah ada yang salah dengan diriku nona muda?" ucap Nien Chu sambil mencari-cari kekurangan yang ada pada dirinya.


"Ti...ti..dak..., kau hanya terlihat berbeda saat menggunakan pakaian yang ku berikan itu," jawab Tang Yin terbata-bata sambil terus memandangi wajah Nien Chu.


"Nona muda apakah tidak sebaiknya kita pergi ke acara ulang tahun tuan muda Tao sio sekarang?" tanya Nien Chu.


"I..iya..," jawab Tang Yin sambil menghilangkan rasa kagum atas ketampanan Nien Chu.


Mereka berdua akhirnya menaiki kereta kuda, dan tiba di depan gerbang bangunan besar keluarga Tao.


Setelah para penjaga gerbang melakukan pemeriksaan pada mereka berdua, pada akhirnya mereka berdua di ijinkan masuk kedalam acara pesta ulang taun tuan muda keluarga Tao.


Semua mata memandang kearah Nien Chu, apalagi pandangan mata para wanita yang berada di tempat itu, mereka semua seperti dihipnotis oleh ketampanan Nien Chu dan bertanya tanya dari mana Tang Yin mendapatkan pasangan seperti yang bersamanya saat ini.


Tak lama kemudian tuan muda Tao sio datang kearah Tang Yin, dan menanyakan pemuda yang bersamanya.

__ADS_1


"Siapa dia Yin' er?" tanyanya.


"Namanya Nien Chu, dia merupakan putra dari orang kepercayaan ayahku," jawab Tang Yin yang sangat senang saat melihat Tan sio begitu cemburu pada Nien Chu.


"Berarti dia bukan kekasihmu?" tanya Tan sio menyelidik.


"Tentu bukan, tak mungkin aku bersama pemuda yang tak selevel denganku," jawab Tang Yin.


Nien Chu yang mendengar percakapan itu hanya tersenyum. "Dasar wanita manja, tak mungkin aku juga mau bersamamu, bisa bisa kehidupanku di masa depan akan menjadi seperti di dalam neraka jika aku bersamamu," batin Nien Chu.


Nien Chu terus mendengarkan percakapan antara Tang Yin dan Tao sio yang berada dekat dengannya.


"Yin'er maukah kau berdansa denganku?" tanya Tao sio.


"Tentu saja aku mau" jawab Tang Yin dengan senyum malu malu.


Para akhirnya mereka berdua masuk ke tengah-tengah arena dansa, dan dengan mengikuti suara musik mereka berdua memperlihatkan kelihaian dalam berdansa.


Sementara mata indah seorang gadis cantik tengah memperhatikan Nien Chu, dan tak lama kemudian gadis cantik itu datang mendekati Nien Chu.


"Hai .., apakah kau ingin berdansa denganku?" tanya wanita cantik itu.


"Maaf nona aku tak bisa berdansa, mungkin nona bisa mencari pasangan lain yang mau berdansa dengan nona," jawab Nien Chu.


Dia tak menyangka jika ada seorang pemuda yang berani menolak ajakannya, karena selama ini tak ada satupun pemuda di kekaisaran cahaya naga yang tak ingin bersamanya.


"Maaf nona aku ingin ke kamar kecil dulu," ucap Nien Chu kemudian pergi meninggalkan wanita cantik itu.


Apa yang di lakukan Nien Chu membuat wanita cantik itu bertambah kesal, sekaligus penasaran dengannya.


Nien Chu malas untuk berbicara lama dengan wanita yang baru saja berbicara dengannya, karena Nien Chu melihat pakaian yang dikenakan wanita itu begitu mewah, dan jika dia terus berbicara dengannya bisa saja wanita itu akan ikut merendahkan dirinya jika dia tau status Nien Chu di dalam keluarga saudagar Tang.


"Nien Chu kau juga disini?" sapa seorang wanita tiba tiba.


Nien Chu memalingkan wajahnya ke arah sumber suara, dan mendapati pemilik suara itu adalah Fang yie wanita yang sangat dikenalnya.


"Fang yie?, iya aku di sini, aku tengah menemani putri dari saudagar Tang," jawab Nien Chu.


"Dia kekasihmu?" tanya Fang yie menyelidik.


"Bukan, dia memintaku untuk menjadi pasangannya dalam acara ulang tahun ini," jawab Nien Chu.


"O...o..., kirain dia kekasihmu, Nien Chu dari pada kita tak ada kegiatan, maukah kau berdansa dengan ku?" tanya Fang yie kembali.

__ADS_1


"Aku tak bisa berdansa" jawab Nien Chu dengan senyum kecut di wajahnya.


"Itu soal gampang, aku akan mengajarkanmu berdansa di sana," ucap Fang yie.


Mau tidak mau Nien Chu pun pergi ke karena dansa karena paksaan terus-menerus dari Fang yie.


Di saat berdansa, berkali-kali Nien Chu menginjak kaki Fang yie, dan parahnya Fang yie hampir saja terjatuh dibuatnya hingga membuat riuh tawa diantara para yang menyaksikan hal itu.


Dari jauh wanita cantik yang merupakan Putri seorang bangsawan, tersenyum geli melihat kedua pasangan yang tengah berdansa itu. "Untung saja bukan aku yang bersama pemuda itu, jika aku yang tengah bersamanya maka mau ditaruh di mana muka cantikku ini yang pasti akan terlihat bodoh oleh kelakuan pemuda itu," batin wanita cantik itu


Di arena dansa Nien Chu sangat bersalah kepada Fang yie, karena bersama dirinya Fang yie jadi bahan tertawaan oleh para penonton yang berada di tempat itu.


Tiba tiba sebuah suara terdengar dari alam batin Nien Chu. "Kau memang harus belajar cara berdansa yang baik, kali ini aku akan membantumu berdansa dengan wanita mu ini," ucap inti api surgawi.


"Trimakasih guru, kau telah menjadi penyelamat dari rasa malu yang ku derita ini," batin Nien Chu.


Tak lama kemudian Nien Chu membisikkan sesuatu di telinga Fang yie. "Nona Fang yie aku ingin kembali berdansa dengan mu," bisik Nien Chu.


Fang yie yang berkali-kali diinjak kakinya oleh Nien Chu, menjadi ragu akan ajakan pemuda yang ada di hadapannya itu, hingga Fang yie pun berkata.


"Tak usah kau memaksakan diri jika kau tak mampu untuk berdansa, lebih baik kita duduk dan mengobrol di sana," jawab Fang yie.


Nien Chu menggelengkan kepalanya dan melangkahkan kaki ke arah pemusik yang berada tak jauh darinya, Nien Chu meminta alunan musik dansa yang sedikit lebih cepat, setelah itu diapun menuju kearah Fang yie dan menggenggam kedua tangan wanita muda itu.


Musik pun mulai berirama cepat dan seluruh pengunjung yang menyaksikan acara malam itu menertawakan apa yang di lakukan Nien Chu.


"Bagai mana dia bisa berdansa dengan alunan suara musik yang secepat ini, sementara alunan suara yang lembut saja dia tak bisa," ucap seorang pemuda yang berdiri tak jauh dari arena dansa.


Sontak saja riuh tawa kembali menggema di dalam ruang dansa, dan saat semua orang tengah menertawakan Nien Chu, tiba tiba saja Nien Chu berdansa dengan sangat indah yang membuat Fang yie sedikit kewalahan di buatnya.


Semua orang terdiam melihat aksi Nien Chu dan Fang yie, begitupun dengan putri cantik yang melihat hal itu, dia tak menyangka jika pemuda yang dianggapnya bodoh begitu indah dalam berdansa.


"Dia telah mempermainkan dan begitu meremehkan ku, aku tak akan memaafkan kesalahanmu itu padaku," batin wanita cantik putri dari bangsawan kekaisaran cahaya naga.


Dengan sebuah gerakan harus dia pun melemparkan beberapa jarum halus yang merupakan senjata rahasia miliknya ke arah Nien Chu. Nien Chu yang saat ini dikuasai oleh inti api surgawi, melakukan gerakan dansa yang sangat halus sambil meraih 5 buah jarum yang melesat kearahnya, dan kembali ke lima jarum itu diarahkan ke pada pemilik jarum jarum halus itu.


Sontak putri bangsawan itu berteriak kesakitan saat jarum jarum itu menusuk kulit tubuhnya, dan tak lama kemudian dia pun ambruk ke lantai ruangan akibat racun yang berada di dalam jarum-jarum tersebut.


Acara ulang tahun itu pun menjadi tegang karena adanya penyerangan dari seseorang kepada putri bangsawan kekaisaran cahaya naga.


Seketika itu para pengawal putri yang merupakan kultivator tingkat tinggi, langsung memberikan pil ke dalam mulut Sang Putri untuk meringankan racun yang ada di tubuhnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2