Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Murka putra mahkota


__ADS_3

Apa yang terjadi tak semulus yang Nien Chu perkirakan, seorang jendral iblis dapat mengikuti langkah bayangan yang dimilikinya, hingga dia mampu menghadang jalan Nien Chu.


Putra mahkota pun berada di tempat itu, dan dia mengenali Nien Chu sebagai orang yang telah menghancurkan Dantiannya di masa lalu.


"Akhirnya aku menemukanmu setelah kau melukaiku di masa lalu, hari ini adalah hari di mana pembalasan dendam ku padamu," ucap putra mahkota.


Putra mahkota seketika itu menyuruh pasukan berkuda, yang di tunggangi kaltivator kuat untuk melakukan pengajaran kepada rubah putih ekor 3.


Sementara sang putra mahkota yang di bantu jendral iblis, langsung menyerang kearah Nien Chu.


Pertarungan pun tersaji di tempat itu, jual beli serangan dan benturan senjata mewarnai pertarungan antara jendral iblis, Nien Chu dan putra mahkota.


Nien Chu yang mengetahui Jenderal iblis merupakan jendral kuat yang di miliki para iblis, dan putra mahkota yang kini telah menembus ranah dewa tak terbatas, tanpa ragu untuk menggunakan tehnik pedang amukan api misterius, sehingga pertarungan yang terjadi semakin sengit.


Jendral iblis mengeluarkan bola api berwarna merah di telapak tangan kanannya untuk menyerang kearah Nien Chu, hingga membuat Nien Chu langsung menggunakan teknik teratai giok dalam menghadapi serangan sang jendral iblis.


Kedua energi besar saling beradu di udara, hingga membuat ledakan yang memekakkan telinga.


Nien Chu terseret beberapa meter ke belakang, begitupun halnya dengan jendral iblis yang terseret lebih jauh ke belakang dari Nien Chu.


Dengan adanya penglihatan itu, membuat putra mahkota menyikapi jika kekuatan yang dimiliki Nien Chu lebih unggul dari jendral iblis yang merupakan sekutunya.


Putra mahkota tak membiarkan Nien Chu memulihkan diri dengan pil obat yang telah diminum nya, diapun dengan segera menyerang kearah Nien Chu menggunakan pedangnya.


Ribuan pedang tiba-tiba saja tercipta yang langsung menuju ke arah Nien Chu.


Melihat serangan putra mahkota yang membahayakan bagi keselamatannya, Nien Chu segera mengeluarkan teratai kaca ilahi untuk menyambut serangan kuat Sang putra mahkota.


Ribuan pedang putra mahkota Terpental jauh ke belakang, dan saat ini teratai kaca illahi melesat cepat ke arahnya.

__ADS_1


Putra mahkota yang dibuat terkejut oleh serangan kuat yang dilancarkan Nien hu, yang mampu membuat ribuan pedang miliknya terpental jauh, seketika itu mengerahkan kekuatan tornado pedang untuk menahan teratai kaca ilahi agar tak mengenai tubuhnya.


Kini ledakan kembali terjadi, Nien Chu terseret dua langkah ke belakang, sementara sang putra mahkota masih berdiri tegak di tempatnya berada.


Tampak di belakang putra mahkota sosok jendral iblis dan penasehat istana, telah berada di belakang putra mahkota untuk menahan serangan kuat dari Nien Chu.


Nien Chu yang tak ingin kehabisan energi dengan bertarung, memilih melesat pergi dari tempat itu menggunakan langkah bayangan.


Melihat kepergian Nien Chu, putra mahkota segera mengeluarkan busur panah yang merupakan senjata terkuat turun temurun yang di miliki keluarganya.


Busur panah pembelah surga segera ditarik oleh sang pangeran, maka muncullah anak panah bercahaya putih terang.


Dengan cepat anak panah itu dilepaskan dari busurnya, dan langsung menuju kearah Nien Chu yang tengah melesat pergi.


Nien Chu sama sekali tak mengetahui kehadiran anak panah itu, angin gesekannya pun sama sekali tak terdengar olehnya dan.... Zlep...!! anak panah menembus tubuh Nien Chu dari belakang sehingga membuat Nien Chu terhempas dan tergeletak di tanah.


Putra mahkota lalu menyuruh Jendral dan beberapa perwira tinggi istananya untuk memastikan kematian Nien Chu, dan dengan cepat jendral dan beberapa perwira tinggi istananya segera mengikuti perintah putra mahkota, dengan melesat cepat menuju ke arah Nien Chu yang saat ini tengah terletak di tanah.


Nien Chu yang tergeletak di tanah, merasakan dadanya yang tertembus anak panah dari putra mahkota begitu sangat sakit luar biasa, hingga membuat tubuhnya seperti di luluh lantakkan.


Namun rasa sakit itu segera sirna setelah pasir hidup yang telah menyatu dengan tubuhnya, dapat memperbaiki luka sobek akibat tertembus anak panah putra mahkota.


Dan ketika jendral serta beberapa perwira tinggi yang tak waspada mendekat ke arahnya, Nien Chu segera menghentakkan tubuhnya ke udara dan langsung menggunakan tehnik 6 rasi bintang kepada mereka semua.


Jendral dan perwira tinggi yang berada di dalam segel 6 rasi bintang, sama sekali tak bisa menggerakkan tubuhnya hingga 6 bayangan gan Nien Chu dengan mudah melakukan pembantaian kepada mereka semua.


Putra mahkota tak bisa berkata apa-apa saat melihat tubuh jendral dan beberapa perwira tingginya, dibantai dengan tubuh yang terpotong-potong di depan matanya.


Dengan amarah yang meledak, putra mahkota segera menyuruh para Jenderal di semua lini, untuk mempersiapkan Armada tempur kekaisaran cahaya naga secara besar-besaran, dalam menyerang puncak gunung Wongku.

__ADS_1


Mendengar titah putra mahkota maka seluruh pasukan darat dan udara, segera dipersiapkan untuk melakukan penyerangan secara besar-besaran ke gunung Wongku.


Adanya persiapan pasukan secara besar-besaran, membuat ibukota kekaisaran menjadi sangat mencekam.


Putra mahkota yang mengetahui jika pangeran ke 3 telah sembuh dari sakitnya, bersamaku di kultivator kuat di belakangnya, Sang putra mahkota menyuruh seluruh multivator itu untuk menghancurkan bangunan besar yang berada di tengah kota.


Bangunan besar di tengah kota yang merupakan bangunan pusat serikat dagang, kini hancur dan rata dengan tanah akibat murka putra mahkota.


"Aku harus segera menghancurkan gunung Wongku dan orang-orang yang berada di dalamnya, agar aku tetap menjadi orang nomor satu di kekaisaran ini," ucap putra mahkota sambil menatap ke arah reruntuhan bangunan pusat serikat dagang.


Sementara itu Nien Chu yang berlari menggunakan tehnik langkah bayangan, telah sampai di kaki gunung Wongku dan bertemu kembali dengan para sahabatnya.


Nien Chu melihat banyaknya pasukan berkuda yang telah mati di tempat itu, dan Nien Chu tahu jika yang melakukan hal itu adalah Tency yang menggunakan para binatang roh di dalam hutan, untuk melakukan pembantaian kepada pasukan berkuda istana cahaya naga.


An Yue yang melihat luka sobek di baju Nien Chu menjadi sangat khawatir terhadapnya, dan saat melihat bekas darah yang berwarna emas di baju Nien Chu, membuat An Yue merasa sangat heran.


Nien Chu mengetahui apa yang dipikirkan An Yue saat ini, hingga dia pun membisikan sesuatu telinganya agar tak terdengar oleh orang lain.


"Setelah kita dapat menaklukkan putra mahkota, maka aku akan menjelaskan kepadamu mengenai darah emas yang kau lihat ini," bisik Nien Chu.


"Aku akan menunggu mu menjelaskan kepadaku tentang darah emas yang kulihat ini tanpa sedikitpun kau tutup-tutupi, Karena aku merupakan kekasihmu dan aku lebih senang sebuah penjelasan secara terbuka daripada kau menutup-nutupinya," jawab An Yue.


"Aku pasti akan menjelaskannya kepadamu," ucap Nien Chu dengan senyum yang mengembang di bibirnya, yang membuat An Yue langsung memeluk Nien Chu.


Nien Chu kemudian menyuruh seluruh rombongannya untuk segera menuju ke puncak Wongku, karena peperangan besar akan segera terjadi.


Dengan menaiki rubah putih ekor 3, mereka semua pada akhirnya melesat cepat menuju ke puncak Wongku.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2