
"Tuan muda.., saat ini kekuatan armada tempur yang kita miliki belum menakutkan bagi kaisar XiangLou, sehingga tak ada pergerakan berarti dari sang kaisar untuk menyerah".
"Aku ingin tuan muda membawa semua pasukan tempur dari kekaisaran Pheonix dan kekaisaran binatang buas ketempat ini, aku ingin mengetahui perkembangan bagaimana jika kaisar XiangLau melihat semua Armada tempur besar yang mengepung istana matahari dari segala arah".
"Aku yakin jika tak ada pilihan karena melihat kekuatan Armada tempur besar yang kita miliki telah mengepung istananya, maka kaisar XiangLou akan memanggil leluhur Lu Ying dan seluruh praktisi kuat yang bersamanya pasti akan datang ke tempat ini," ucap inti api surgawi.
Nien Chu telah mengetahui apa yang menjadi tujuan inti api surgawi kepadanya, diapun langsung menghubungkan kontrak darah yang di milikinya kepada penasehat Biyao dan kaisar istana Awan Yu Hong, untuk segera mempersiapkan pasukan besar dari dua kekaisaran berbeda itu.
Dengan menggunakan kekuatan semesta, Nien Chu menciptakan dua portal besar, dan tak lama kemudian kedua portal itu memuntahkan pasukan dari 2 kekaisaran besar dan langsung mengepung istana matahari.
Kini istana matahari menjadi gelap karena sinar matahari telah tertutup oleh pasukan terbang 4 kekaisaran besar yaitu istana sihir, istana Orgy, istana Awan dan istana Pheonix.
Di istananya.., Kaisar XiangLau bingung harus berbuat apa, melihat pasukan raksasa kini telah mengepung seluruh area istananya, sang kaisar hanya bisa menyesali apa yang telah di lakukannya kepada pemuda yang bernama Nien Chu, yang ternyata mempunyai armada tempur raksasa belakangnya.
Kaisar XiangLau terdiam mencari solusi secepat mungkin, jika tidak dalam waktu sekejap kekaisarannya pasti akan hancur oleh pasukan raksasa yang saat ini telah mengepung seluruh istananya,
Sementara itu para Jenderal dan seluruh petinggi istananya juga tak bisa berbuat banyak, mereka kebingungan harus melakukan apa, yang ada di dalam pikiran mereka saat ini hanyalah menyuruh Kaisar XiangLou untuk menyerahkan diri.
Setelah beberapa saat berpikir akhirnya Kaisar XiangLou mengingat suatu benda yaitu batu giok kuno, yang dapat memanggil para leluhur alam cahaya mentari dari pertapaannya.
Kaisar XiangLau kemudian mengeluarkan batu giok itu, dan mulai meniupnya.
Tiba tiba saja petir besar menyambar kesana dan kemari seiring bergetarnya seluruh alam cahaya mentari, Nien Chu mengetahui jika ada kekuatan besar yang sedang menuju ke tempatnya berada.
__ADS_1
Nien Chu kemudian menyuruh pasukannya untuk mundur lebih jauh dari istana matahari, dan tak lama kemudian tampak di langit sekitar 30 praktisi kuat tengah perjalanan di udara, dan tiba-tiba saja mereka menghilang dan muncul di hadapan Nien Chu.
Tampak tatapan tajam seorang laki-laki tua dengan seluruh rambut di tubuhnya telah memutih semua, laki-laki bertopeng perak itu kemudian berjalan ke arah Nien Chu sambil berkata.
"Katakan padaku alasan kau menyerang kekaisaran ini," ucap laki laki tua bertopeng dengan aura kuat yang sangat menindas, yang menuju kearah Nien Chu.
Nien Chu menghentakkan kaki kanannya ke tanah sekali, sehingga aura kuat yang menerpanya menghilang seketika itu juga.
Kaisar XiangLou kemudian berlari menghampiri laki laki tua itu, dan segera memberi hormat kemudian berkata.
"Dia pemuda yang telah membunuh putra mahkota, dan juga memperdaya putriku Xiang'er agar melakukan pemberontakan pada ku, leluhur Lu Ying aku ingin kau memberi keadilan dengan segera membinasakannya!!" ucap kaisar XiangLau.
Lu Ying seketika itu terpancing amarah hingga aura di tubuhnya semakin lama semakin besar, yang menimbulkan gelombang kejut di sekitarnya.
"Saudara Lu Ying..., Kau adalah sahabat lama kami berdua, Nien Chu adalah putra Thien Yu yang dahulu telah menyerahkan alam cahaya matahari kepadamu dan juga merupakan junjungan kita bertiga, aku ingin kau kembali melakukan kontrak darah dengannya agar dapat membantunya dalam menghadapi para iblis yang kini telah mempersiapkan kekuatan besar di alam dunia," ucap jendral Jatayu.
"Aku dahulu mempunyai ikatan kontak darah dengan ayahnya tetapi tidak mempunyai ikatan kontrak darah dengan nya, dia telah membunuh putra mahkota kekaisaran ini yang merupakan garis keturunan ku, dan juga telah mengancam istana matahari. Apa yang di lakukannya merupakan kesalahan besar dari keturunan junjunganku Thien Yu".
"Aku akan berbelas kasih kepada kalian semua dengan meninggalkan alam mentari saat ini juga, atau aku akan menggunakan cara kasar untuk mengusir kalian semua dari sini dan bahkan aku akan membinasakan kalian semua," ucap Lu Ying.
"Paman Lu Ying, jika sebuah pertarungan akan menyelesaikan masalah yang terjadi dengan menjadikanmu kembali sebagai pengikutku, maka hari ini aku akan bertarung denganmu agar tak banyak korban jiwa di kedua belah pihak, untuk menentukan sikap di antara kita berdua".
"Jika aku kalah darimu maka seluruh Armada tempur yang berada di sini akan kembali ke alam dunia, dan jika paman yang kalah dariku maka Paman harus terikat kontrak darah kembali dengan keturunan Thien Yu, yaitu aku," ucap Nien Chu.
__ADS_1
"Aku menyetujui jika kau ingin bertarung denganku, jika kau berhasil mengalahkanku seperti ayahmu dahulu pernah mengalahkanku, maka aku akan menjadi pengikutmu yang setia yang akan membantu mu di setiap pertempuran yang kau lakukan," ucap Lu Ying.
Leon datang menghampiri Nien Chu kemudian berkata. "Tuan muda ijinkan aku untuk mencoba kekuatannya," ucapnya.
"Leon kau memang mempunyai kekuatan tak terbatas apalagi kau telah menyerap cairan kehidupan, akan tetapi kau belum mampu untuk menghadapi Lu Ying yang merupakan binatang Dewa pertama, dan juga merupakan binatang dewa pelindung bagi Kaisar langit pertama, jika kau menghadapinya maka sama halnya aku membiarkanmu mati di tangan Lu Ying".
Kau lihat kedua Jenderal itu yang merupakan binatang Dewa surgawi, dia pun tak akan mampu menghadapi Lu Ying yang memiliki kekuatan setara dengan Dewa, aku sendiri belum mengetahui dengan pasti apakah aku mampu untuk mengalahkannya, atau aku sendiri yang akan di kalahkan nya, sedari itu aku meminta padamu untuk membawa yang lainnya menjauh dari tempat ini, karena di sini akan terjadi pertempuran maha dahsyat antara aku dan Lu Ying.
Mendengar semua perkataan Tuan mudanya, Leon segera pergi untuk membawa seluruh pasukan dan kawan-kawannya sesama pengikut Nien Chu, untuk pergi meninggalkan tempat itu.
Kini Nien Chu tengah berhadapan dengan Lu Ying, keduanya pun mengeluarkan aura kuat dari tubuh mereka.
Nien Chu tak ragu-ragu lagi mengeluarkan kekuatan semesta, hingga auranya dapat menggetarkan seluruh tempat itu.
Tak lama kemudian pertarungan pun terjadi, Lu Ying dan Nien Chu sama-sama berdiri tegap di tempatnya berada, tapi roh mereka kini melakukan pertarungan.
Debu berterbangan di udara yang menimbulkan suasana mencekam saat bunyi kedua senjata saling berbenturan.
Pedang penguasa malam bergerak cepat di tangan Nien Chu, begitupun dengan pedang di tangan Lu Ying yang terus mengimbangi pergerakan cepat pedang penguasa semalam.
Seluruh orang merasa heran melihat mereka berdua yang tak terlihat sedikitpun melakukan pergerakan, akan tetapi suara pertempuran begitu jelas terdengar, bahkan ledakan energi yang tercipta mampu membuat mereka semua merasakan getarannya.
Bersambung
__ADS_1