Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Mencari putri Langyun


__ADS_3

Thien Yu terus melesat pergi menembus lebatnya hutan mencari peri wanita yang merupakan adik dari pemimpin dataran langit (Dataran langit adalah nama tempat atau wilayah di alam Vioni dalam).


Biar bagaimanapun putri Langyun merupakan anggota dari rombongan dataran langit, yang juga merupakan tanggung jawab Thien Yu sebagai ketua kelompok dalam rombongan, atas keselamatan sang putri di dalam hutan yang sangat lebat itu.


Thien Yu sampai pada sebuah sungai kecil berair jernih dengan pepohonan yang besar nan rindang di tepi sungai.


Tiba tiba saja sebuah anak panah secara sembunyi sembunyi melesat cepat ke arah Thien Yu dari balik pepohonan yang rimbun, hal itu membuat Thien Yu langsung refleks dengan berjumpalitan di udara dalam menghindarinya.


Tak sampai di situ anak panah kembali melesat bertubi tubi memburu keberadaan Thien Yu, yang membuat Thien Yu langsung menghantamkan telapak tangannya kedepan, maka gelombang angin kejut langsung menyapu bersih anak panah yang menunju arahnya.


Tak lama kemudian sesosok bayangan dengan cepat menyerang kearah Thien Yu, pedang di tangan bayangan yang menyerang Thien Yu seperti sebuah jaring yang mengurung Thien Yu dari berbagai arah, yang membuat Thien Yu menggunakan belati merah darahnya dalam meredam serangan itu.


Thien Yu baru sadar jika sesosok bayangan yang menyerangnya adalah putri Langyun, diapun langsung membalas dengan memberikan serangan-serangan yang menyulitkan sang putri.


"Hentikan putri!!, mengapa kau menyerangku!?" tanya Thien Yu.


"Thien Yu!!, kau adalah seorang penjilat hingga kakakku sendiri telah mempercayai mu, tapi aku tau kau adalah seorang mata-mata dari daratan awan yang sengaja ingin menghancurkan kami semua, sedari itu aku akan melenyapkanmu," jawab putri Langyun.


"Putri Langyun yang terhormat yang merupakan ras peri murni, aku ingin melihat bagaimana caramu untuk melenyapkan ku?, apakah semua yang kau katakan adalah omong kosong belaka atau benar benar bisa menjadi kenyataan," jawab Thien Yu dengan senyum mengejek.


Putri Langyun begitu sangat kesal melihat Thien Yu yang menganggap remeh keberadaannya, dengan cepat diapun memutar pedangnya dan berteriak lantang "Tehnik pedang hati peri suci," ucapnya.

__ADS_1


Putri Langyun menyerang Thien Yu dengan ganas, dia dapat bergerak dengan sangat cepat hingga membuat serangan pedangnya tak terlihat lagi.


Berkali kali Thien Yu menghindari serangan bayangan pedang putri Langyun, yang tiba tiba saja muncul dan tanpa bisa di prediksi keberadaannya.


"Pantas saja gadis ini begitu ngotot ingin membunuhku, ternyata dia mempunyai tehnik yang kuat, tapi sayang kekuatan ranah tingkatannya masih berada pada ranah tingkat jalan surgawi, dan itu bukan tingkat kekuatan yang pantas untuk menandingi ku," batin Thien Yu.


Dengan kecepatan tehnik pedang yang dimilikinya, putri Langyun terus menyerang Thien Yu tanpa henti, akan tetapi serangan-serangan cepat yang dilakukannya tak dapat membuahkan hasil maksimal, karena Thien Yu begitu sangat mudah mematahkan setiap serangan yang mengarah kepadanya.


"Kurang ajar, pemuda ini mempunyai tingkat kekuatan yang tak bisa dianggap remeh, aku telah mengeluarkan salah satu tehnik terbaikku tapi belum juga aku dapat melumpuhkannya," batin putri Langyun.


Tiba tiba saja putri Langyun melompat ke udara, dengan sekuat tenaga dia mengeluarkan teknik terkuatnya yaitu tehnik Peri bulan sabit.


Sang putri yang mengambang di udara segera mengibaskan pedangnya berkali-kali, maka terciptalah cahaya berbentuk bulan sabit yang ribuan jumlahnya, dengan sekali gerakan pedang yang menebas dari depan ke bawah seketika itu juga ribuan cahaya bulan sabit langsung mengarah kepada Thien Yu.


Putri Langyun tersenyum saat serangannya mampu mengarah telak ke arah Thien Yu berada, di dalam pikiran sang putri saat ini mengira jika hidup Thien Yu telah mati terkena tehnik terkuatnya, akan tetapi senyuman di bibirnya tak bertahan lama saat melihat Thien Yu berjalan di udara dengan keadaan baik baik saja.


"Siapa sebenarnya dia, pemuda itu sama sekali tak terluka sedikit pun dengan semua seranganku yang mengarah padanya. Dan satu hal lagi mengapa dia bisa berjalan di udara, apakah ranah tingkat kekuatannya sudah sesempurna itu sehingga dia bisa berjalan di udara?, tapi mengapa aku sama sekali tak bisa melihat tingkat kekuatan yang di milikinya," batin putri Langyun.


"Kau sudah membuat kesabaran ku habis putri Langyun, untuk itu aku akan memberikan kau hukuman yang pantas dalam mengajarimu bagai mana cara menghargai seseorang," ucap Thien Yu.


Tiba tiba saja Thien Yu menghilang dari hadapan putri Langyun, dan tanpa di sadari oleh sang putri Thien Yu sudah berada di dekatnya dengan melakukan gerakan tehnik jari matahari dan menanamkan 2 jarum perak ketubuh sang putri.

__ADS_1


"Mulai saat ini jika kau melakukan hal hal yang tak terpuji baik denganku maupun dengan anggota rombongan daratan langit, maka seluruh tubuhmu akan merasa geli yang teramat sangat dan hanya kau yang mampu menghilangkan rasa geli itu dengan merubah seluruh sikapmu," ucap Thien Yu kemudian berjalan membelakangi putri Langyun.


"Kau kira aku wanita bodoh yang seenaknya kau takut takuti dengan perkataan sampah darimu itu!!" jawab putri Langyun kemudian menyerang Thien Yu kembali.


Belum sempat putri Langyun mengarahkan pedangnya ketubuh Thien Yu, seketika itu tubuhnya serasa kaku karena rasa geli yang hampir menyelimuti seluruh bagian tubuhnya.


Putri Langyun ambruk ketanah dengan tak bisa menahan tawanya, dia tertawa terpingkal pingkal dengan air mata yang terus membanjiri pipinya menahan rasa geli yang teramat sangat.


Sumpah serapah di iringi tawa dari mulut sang putri membuat Thien Yu tersenyum, apa yang di dengarnya dari mulut sang putri seperti sesuatu yang sangat konyol di telinga Thien Yu.


Karena rasa kasian Thien Yu pun berkata.


"Rasa geli di tubuhmu tak akan hilang selagi kau tak menyesali apa yang selama ini telah kau perbuat, dan aku tak bisa membantu mu dalam hal itu," ucap Thien Yu sambil melirik kearah putri Langyun yang masih terus bergulingan di tanah menahan rasa geli di tubuhnya.


Tiba tiba Thien Yu merasakan adanya aura binatang buas yang sangat kuat di tempat itu, diapun dengan cepat melesat kearah putri Langyun dan membawanya pergi dari tempat itu.


Apa yang di rasakan Thien Yu benar benar terjadi, tanah seketika itu bergulung gulung mengejar kearah larinya Thien Yu.


Pepohonan besar di tempat itu tumbang akibat pergerakan kuat di dalam tanah, dan saat pergerakan di dalam tanah semakin mendekati Thien Yu, tiba tiba saja keluar sesosok mahluk yang sangat besar dengan memperlihatkan wajah yang menyeramkan, dan gigi giginya yang sangat aneh serta terdapat bulu bulu halus yang memenuhi seluruh tubuhnya yang memanjang.


"Cacing neraka..!!, bagaimana bisa binatang roh yang sangat kuat ini berada di alam Vioni," batin Thien Yu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2