
Feng Yu tak bisa tidur semalaman, kehadiran Putri Yan Chi dan penjelasan yang sedari dulu ingin dia ketahui dengan pasti mengapa Sang Putri pergi meninggalkannya, membuat Feng Yu begitu sangat gelisah malam itu.
"Penjelasan yang dahulu kau katakan, yang menyatakan jika kau pergi meninggalkanku karena keinginanmu sendiri, itu hanyalah kebohongan belaka.
Tak seharusnya penderitaan cinta kita berdua kau tanggung sendiri waktu itu, aku tahu kau lebih tersakiti daripada aku karena menanggung penyesalan telah menyakitiku orang yang kau cintai, tapi saat ini aku pun tak bisa berbuat banyak, tak mungkin aku mengingkari janjiku terhadap adikku Thien Yu seperti halnya kau mengikuti perkataan orang tuamu untuk meninggalkan ku, mungkin lebih baik hubungan kita sampai di sini saja dan aku akan menutup rapat-rapat hatiku untukmu," batin Feng Yu.
Tak terasa pagi pun tiba yang menandakan kompetisi bela diri akan berlanjut di hari yang ke dua.
Feng Yu duduk menjauh dari keberadaan Putri Yan Chi, hal itu membuat Putri Yan Chi sadar akan keberadaan dirinya sekarang ini di mata Feng Yu.
"Jika kau sudah tak memaafkanku lagi maka untuk apa aku terus bertahan hidup, kaulah pemuda satu-satunya di hatiku dan takkan pernah ada lagi pemuda lain yang dapat menggantikan posisimu di hati, kak Feng Yu aku akan menyimpan kenangan kita bersama dan akan kubawa pergi sejauh mungkin darimu untuk selamanya," batin putri Yan Chi.
Dengan berkata seperti itu, putri Yan Chi naik ke arena pertarungan, untuk melanjutkan kebabak selanjutnya menghadapi seorang kultivator kuat yang merupakan seorang pertapa.
Pertarungan di arena tersaji dengan sangat sengit, hingga seluruh podium bergetar oleh kekuatan dari mereka berdua.
Disaat lelaki paruh baya yang merupakan seorang pertapa mengeluarkan kemampuan terkuatnya, putri Yan Chi sama sekali tak melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh pertapa itu.
Dan pada akhirnya kekuatan pertapa menghantam telak tubuh putri Yan Chi sehingga membuatnya terpental jauh keluar arena pertarungan.
__ADS_1
Feng Yu segera melesat cepat menuju kearah putri Yan Chi untuk memberikan pertolongan padanya, akan tetapi Chu Thien menahannya dengan menodongkan pedang ke padanya.
"Aku tak ingin tangan kotor mu itu menyentuh tubuh tunanganku, Jika kau berani melakukannya maka langkahi dulu mayatku!!" ucap Chu Tian.
"Aku tak ada keinginan apa-apa kepada putri Yan Chi, aku murni hanya untuk menyelamatkannya sebelum terjadi hal buruk padanya," jawab Feng Yu.
"Kau tak usah bersusah payah menolongnya, karena ada balai pengobatan dari istana pheonix yang akan menyembuhkannya," ucap Chu Tian dengan amarah melihat Feng Yu berkeras hati ingin menolong putri Yan Chi.
"Baik aku tak akan menolongnya akan tetapi jika terjadi hal buruk pada Putri Yan Chi di kemudian hari, maka aku tak akan segan segan untuk menghabisimu," ucap Feng Yu kemudian kembali ketempat duduknya.
Sementara itu Thien Yu yang melihat keadaan buruk terjadi kepada saudara wanitanya, membuatnya menghilang dari podium utama dan muncul kembali di sisi putri Yan Chi.
"Celaka keadaannya sangat kritis sekali, Jika tidak secepatnya aku tolong maka dia akan binasa," batin Thien Yu.
Seluruh penonton dan para petinggi kekaisaran pheonix begitu kagum dengan apa yang dilakukan oleh pangeran Thien Yu, yang mampu memberikan pertolongan kepada putri Yan Chi dengan teknik pengobatan yang sangat langka.
"Saat ini kondisinya dapat pulih seperti sedia kala, akan tetapi kondisi roh jiwanya terluka parah, semua akibat beban yang sangat berat di deritanya sehingga aku tak mampu untuk menyembuhkan roh jiwa nya yang terluka, hanya maha guru dari pagoda 9 yang mampu menyembuhkan kondisi roh jiwanya saat ini, akan tetapi posisi pagoda 9 yang berada di kekaisaran Glory akan mempersulit untuk bertemu Mahaguru hyo jin," batin Thien Yu.
Tak lama kemudian Jendral Yan Luo dan istrinya Zhao Chi datang melihat kondisi putrinya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Yan Chi saat ini pangeran?" tanya Zhao Chi.
"Paman, Bibi, lebih baik kita membawa Yan Chi ke balai pengobatan terlebih dahulu, agar apa yang kita lakukan tak dilihat langsung oleh seluruh penonton yang memadati arena pertarungan, karena hal itu akan terkesan buruk bagi istana," jawab Thien Yu.
Mendengar perkataan sang pangeran, Jendral Yan Luo segera membawa putri Yan Chi ke balai pengobatan yang diikuti oleh Thien Yu dan Zhao Chi di belakangnya.
Di balai pengobatan Thien Yu menerangkan luka yang ada pada tubuh putri Yan Chi.
"Secara fisik putri Yan Chi telah aku sembuhkan, akan tetapi ada satu masalah besar yang membuat roh jiwanya menjadi kacau dan terluka, hanya guru besar Hyo jin yang mampu untuk memperbaiki kekacauan jiwanya agar dia dapat sembuh seperti sediakala," ucap Thien Yu.
"Aku akan pergi menuju ke pagoda 9 untuk menemui maha guru Hyo jin, agar mau menyembuhkan putriku," ucap jendral Yan Luo.
Tiba tiba saja penasehat agung Yan Lou yang merupakan ayah dari jendral Yan Luo dan ratu Yan Ling datang ketempat itu bersama sang ratu.
"Sudah ku katakan padamu kau jangan berkeras kepada putrimu, kau telah menghancurkan perasaannya dengan memisahkan cucuku Yan Chi dengan Feng Yu hanya karena Feng Yu tak mempunyai kultivasi.
Jika sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan? kalian berdua hanya mementingkan pendapat kalian sendiri dan tak mementingkan perasaan cucuku, mentang-mentang cucuku tak pernah membantah keinginan kalian sehingga kalian begitu nekat memisahkan mereka berdua," ucap penasehat agung dengan amarah di wajahnya.
Semua orang terdiam mendengar kemarahan penasehat agung. Sementara itu Thien Yu mencerna perkataan penasehat agung, dan mengambil kesimpulan jika selama ini putri Yan Chi pergi dari sisi Feng Yu bukan karena keinginannya sendiri, melainkan karena kepatuhan Sang Putri kepada keinginan kedua orang tuanya yang tak ingin jika Feng Yu menjadi pendamping hidup putri Yan Chi di masa depan.
__ADS_1
"Aku telah berprasangka buruk kepada putri Yan Chi, dan ternyata selama ini putri Yan Chi hanya terpaksa untuk memutuskan hubungannya dengan Feng Yu, semua itu karena paksaan dari kedua orang tuanya yang tak ingin mereka bersama," batin Thien Yu.
Bersambung