
Nien Chu tiba di suatu tempat yang sangat jauh dari keberadaan Hyun Zi dan gurunya.
"Nien Chu aku merasakan keberadaan inti api hidup di depan sana, dan hawa panas yang berada di dalam alam pengasingan ini ternyata bersumber dari nya, dan bukan berasal dari terik matahari yang selama ini kita rasakan.
Nien Chu inti api hidup dahulunya berasal dari Raja seluruh naga yaitu naga giok, dan pedang penguasa malam yang ada padamu itu, berasal dari tulang punggung naga giok sehingga jika kau dapat menaklukkan inti api hidup dan menyatukannya dengan pedang penguasa malam milikmu, maka pedang penguasa malam akan tak tertandingi karena pedang penguasa malam akan menjadi sebuah senjata dewa yang sangat mematikan melebihi artefak langit.
"Ada baiknya kau menaklukkan inti api hidup di malam hari, karena udara dingin yang ada dapat membantumu untuk sedikit peredam panasnya inti api hidup, dan ingat Nien Chu sekarang ini inti hidup dapat berubah menjadi seperti apapun yang dia mau, dan tentunya inti api hidup sangat ganas dan mematikan jadi berhati-hatilah jika kau ingin menghadapinya secara langsung," ucap inti api surgawi.
"Guru mengapa kau tak membantuku, sementara kau pun merupakan inti api yang berasal dari nirwana?" tanya Nien Chu.
"Aku telah menyatu dengan tubuhmu dan sekarang ini berada di lautan energi di dalam tubuhmu, jika aku ikut membantumu maka benturan antara inti api surgawi dan inti api hidup akan menyebabkan ledakan di dalam dantian mu, akibatnya pusat energi di tubuhmu akan hancur dan pada akhirnya kau tak memiliki kemampuan apa apa lagi.
Nien Chu kau bisa menggunakan inti api surgawi sesuai dengan keinginan mu, tapi inti api surgawi tak bisa membantumu secara langsung untuk dapat menaklukkan inti api hidup, karena resiko yang akan terjadi begitu sangat besar," jawab inti api surgawi.
"Baiklah guru, aku telah memahami semua perkataanmu dan aku berjanji akan segera menaklukkan inti api hidup dengan tanganku sendiri," ucap Nien Chu.
Setelah tak ada lagi pertanyaan tentang inti api hidup, sosok laki-laki paruh baya jelmaan inti api Surgawi segera masuk kembali ke dalam Dantian Nien Chu, disusul dengan Yi eng yang juga ikut masuk ke dalam Dantian Nien Chu.
Kini tinggal Nien Chu yang berada di tempat itu, dan dia pun langsung melakukan kultivasi karena pagi telah tiba.
__ADS_1
"Aku harus segera melakukan kultivasi untuk dapat menyerap energi panas yang berada di dalam alam pengasingan ini, agar tubuhku untuk sementara waktu dapat bertahan dari panasnya sinar matahari," batin Nien Chu kemudian duduk bersila dan melakukan kultivasi di tempat itu.
Setelah seharian melakukan kultivasi, Nien Chu pada akhirnya membuka matanya karena hari telah senja.
Nien mulai menyusun strategi yang akan digunakan untuk menaklukkan inti api hidup, agar dapat menjadikan inti api hidup sebagai salah satu pengikutnya.
Nien Chu melesat cepat ke tempat di mana keberadaan inti api hidup berada, dan di sana Nien Chu melihat penampakan bukit pasir yang besar, yang mustahil dapat terbentuk seperti apa yang dilihatnya saat ini.
"Aura panas ini semakin kuat, akan tetapi aku belum bisa menemukan keberadaan inti tapi hidup di sini," batin Nien Chu dengan terus memasang kewaspadaan tinggi.
"Bersembunyi di mana dia aku tak bisa mengetahui keberadaannya, tapi aura yang keluar dari tubuhnya menunjukkan jika dia berada di sekitar tempat ini, jika begitu aku akan membuatnya segera keluar dari persembunyiannya," batin Nien Chu.
Perbukitan raksasa seketika itu amblas dan rata dengan permukaan pasir yang ada, dan tak lama kemudian muncullah seekor naga hitam raksasa yang sisik tubuhnya sangat mengkilap dan bersih, dari perbukitan yang kini rata dengan pasir yang lainnya.
"Ternyata perbukitan besar yang terbentuk merupakan inti api surgawi yang berwujud naga hitam raksasa, apakah ini perwujudan naga giok semasa hidupnya, sungguh sangat luar biasa mengerikan dan berwibawa, pantas saja dia di juluki raja naga nirwana," batin Nien Chu.
"Berani sekali kau mengusik istirahatku anak muda, apakah kau bosan hidup!!" bentak sang naga.
"Aku ingin kau menjadi pengikutku dalam menjaga kedamaian di dalam dunia ini, dan kuharap kau dapat bekerja sama akan hal itu," ucap Nien Chu berterus terang dengan keinginannya.
__ADS_1
"Pengikut mu?...ha..ha..ha.., kau jangan bermimpi anak muda, aku memang ditakdirkan untuk mengikuti seseorang tapi bukanlah seorang manusia sepertimu, aku hanya mengikuti orang yang lebih kuat dan masih mempunyai darah Dewa, dan jika hanya manusia sepertimu maka aku sendiri yang akan membakarmu hingga menjadi debu atas perkataanmu yang tak menganggap sebagai satu kekuatan besar, yang seenaknya saja ingin kau jadikan sebagai pengikut mu," jawab sang naga.
"Jika kau tak ingin menjadi pengikutku maka aku akan memaksamu untuk menjadi pengikut ku, karena dengan adanya dirimu maka kekuatan yang kumiliki akan menjadi semakin kuat, dan akan membuatku menjadi kultivator yang sangat diperhitungkan di alam dunia ini, sehingga perlahan-lahan aku dapat melindungi orang-orang yang kusayangi," ucap Nien Chu.
"Inti api hidup, aku pasti akan mewujudkan hal itu dengan menaklukan mu hari ini, dan kau memang ditakdirkan untuk menjadi salah satu pengikut ku," ucap Nien Chu kembali, kemudian mengeluarkan pedang penguasa malam dan menyerang ke arah naga hitam raksasa tersebut.
Pertarungan di udara pun terjadi dengan sengit, inti api hidup begitu sangat mudah menghindari serangan yang dilakukan Nien Chu, akan tetapi Nien Chu yang telah bertekad untuk menaklukkan inti api hidup, terus melakukan penyerangan dengan semua kemampuan yang dimilikinya.
Naga hitam tak serta-merta menghindari serangan dari Nien Chu, dia pun melakukan serangan-serangan balasan yang sangat mematikan lewat kibasan ekor serta semburan api yang keluar dari mulutnya.
Setelah beberapa waktu berlalu, pertarungan pun terus berlanjut tanpa adanya satupun yang mulai terdesak, Naga hitam jelmaan inti api hidup kini mengeluarkan kemampuannya yang sesungguhnya, pasir-pasir yang berada di sekitar tempat petarung seketika itu mengeluarkan asap dan terbakar hingga menjadi debu.
Nien Chu merasakan aura panas yang dikeluarkan oleh naga hitam, benar-benar telah membuatnya harus menggunakan kekuatan inti api surgawi dalam meredam panas yang semakin lama semakin menguat.
Tak lama kemudian naga hitam melayang dan berputar-putar di udara, dan tak lama kemudian dia pun menembakkan bola api berwarna hijau berkali-kali dari mulutnya, hingga membuat Nien Chu harus menggunakan langkah bayangan dalam menghindari setiap serangan bola api yang ditembakkan oleh sang naga.
"Bagai mana aku bisa mendekatinya, sementara bola api berwarna hijau itu terus menghujani tubuhku seperti ini, dan jika saja aku sampai terkena oleh salah satu bola api itu maka hidup ku pun pasti akan berakhir di tangannya," batin Nien Chu.
Serangan dari Sang Naga semakin menggila, yang tak memberikan kesempatan sedikitpun bagi Nien Chu untuk menyerang balik kearahnya, dan bahkan kali ini Nien Chu hanya bisa menghindar dan terus menghindar tanpa bisa melakukan serangan balasan yang dapat menghancurkan sang naga hitam raksasa
__ADS_1
Bersambung.