Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
menyembuhkan Syin Yin 2


__ADS_3

Syin Yin sama sekali tak menyangka jika pemuda yang sangat dicintainya itu, akan menodainya di saat dia sedang terluka parah.


"Pergi dari kamarku!!" bentak Syin Yin sambil menunjuk ke arah pintu kamarnya.


"Kau selau keras kepala dan tak mempercayaiku sebagai seorang teman, kau bilang telah mempercayaiku tapi kenyataan yang ada tak seperti yang kau ucapkan," jawab Thien Yu kesal.


"Aku keras kepala itu bukan urusanmu, aku ingin kau pergi dari kamarku sekarang!!" teriaknya Syin yin untuk kedua kalinya.


Kali ini terbersit di dalam fikiran Thien Yu untuk mengusili Syin Yin, sebelum dia menyembuhkan luka dalam yang di deritanya.


"Apa? kau ingin mengusirku?, ha..ha..ha..Di dalam kamar ini hanya tinggal kita berdua, dan aku tak akan segan segan untuk mencabik cabik tubuhmu," canda Thien Yu yang membuat Syin Yin sangat ketakutan.


"Thien Yu aku tak menyangka jika kau akan melakukan hal ini padaku, ternyata kebaikanmu selama ini padaku adalah palsu, dan sekarang aku baru menyadari sifat aslimu. Thien Yu aku menyesal telah mengenal dan mencintaimu," teriak Syin Yin sambil menyeka air mata yang terus mengalir di pipinya.


"Ternyata Syin Yin benar benar mencintaiku," tapi biarkanlah, aku masih belum puas untuk mengerjainya, enak saja dia menamparku padahal aku hanya ingin menyembuhkan luka dalam yang di deritanya," gumam Thien Yu dalam hati.


Tak lama kemudian, Thien Yu kembali berkata.


"Aku tak perduli dengan itu semua, aku akan membalas semua perbuatanmu yang selalu menyakitiku saat kita bertemu, dan saat inilah waktunya pembalasanku ," jawab Thien yu.


Syin Yin mengeluarkan pedangnya kembali, namun Thien Yu dengan cepat dapat merebutnya dan menaruh pedang itu diatas meja yang ada di dalam ruangan kamar itu.


Syin Yin yang merasa sangat ketakutan pada Thien Yu, segera menuju ke sudut pembaringan dan meringkuk memeluk lututnya sendiri, paling tidak dia sudah berusaha menjauh dari jangkauan Thien Yu.


"Aku mohon kau jangan lakukan hal itu Thien Yu, kau jangan hancurkan kehormatan ku," pinta Syin Yin sambil terus menangis meminta belas kasihan dari Thien Yu.

__ADS_1


Melihat hal itu, Thien Yu jadi tak tega untuk mengerjai Syin Yin lebih jauh lagi.


"Kau selalu saja merepotkan ku nona gemuk, aku tak sebejat seperti apa yang ada di dalam pikiranmu saat ini," ucap Thien Yu sambil mendaratkan sebuah totokan di tubuh Syin Yin sehingga wanita muda itu menjadi tak bisa bergerak dan tak berdaya.


Thien Yu segera mengambil kain dari balik bajunya, kain itu telah dipersiapkan sebelumnya oleh Thien Yu. Dengan kain itu Thien Yu menutup matanya dan langsung melepaskan pakaian yang di kenakan oleh Syin Yin.


Syin Yin berontak dan berteriak sejadi jadinya, tapi suaranya tertahan di tenggorokannya, diapun tak bisa bergerak walaupun telah berusaha berjuang untuk membebaskan diri, semua itu karena totokan dari Thien Yu yang bersarang di tubuhnya.


Syin Yin hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan Thien Yu padanya, dan diapun berjanji di dalam hati akan membalas semua perbuatan Thien Yu padanya di masa depan, jika sampai Thien Yu benar benar menodainya.


Apa yang ada di dalam pikiran Syin Yin berubah seratus delapan puluh derajat, saat dirinya melihat dua belas jarum emas yang mengambang di udara.


"Tehnik jarum matahari," ucap Thien Yu yang membuat Syin Yin terkejut.


"Nona gemuk, tahanlah sedikit rasa sakit yang sebentar lagi akan kau rasakan," ucap Thien Yu.


Tak lama kemudian kedua belas jarum emas itu langsung menancap ketubuh Syin Yin yang membuat Syin Yin merasakan kesakitan.


Setelah itu Syin Yin merasakan energi yang sangat berlimpah merasuk ke seluruh tubuhnya, dan perlahan lahan Syin Yin merasakan jika sakit akibat luka dalam yang di deritanya berangsur angsur menghilang.


Malam itu Thien Yu melakukan penyembuhan pada luka dalam yang berada di tubuh Syin Yin hingga pagi menjelang.


"Akhirnya aku dapat menyembuhkan luka dalam yang kau derita nona gemuk," ucap Thien Yu.


Thien Yu kemudian menarik kembali kedua belas jarum emas yang menancap di tubuh Syin Yin, kemudian menyimpannya kembali ke dalam cincin ruangnya. Tak lama kemudian diapun berkata " Kau adalah teman pertamaku dan aku tak akan mungkin menyakitimu. Maafkan keusilan ku padamu semalam," ucap Thien Yu sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Setelah ini aku minta kau segera melakukan kultivasi dengan tehnik yang pernah ku berikan padamu waktu itu, setelah itu telan lah pil ini agar kau dapat pulih seperti sedia kala," ucap Thien Yu kembali sambil meletakkan sebuah pil diatas meja.


Setelah itu Thien Yu beranjak pergi, namun di depan pintu kamar Thien Yu kembali berkata "Totokanmu akan segera hilang setelah aku pergi dari kamarmu," ucap Thien Yu kemudian diapun keluar dari kamar Syin Yin.


Benar saja, setelah Thien Yu keluar dari ruangan kamar itu, totokan di tubuh Syin Yin pun menghilang begitu juga dengan segel pelindung yang di pasangnya.


Setelah totokan Thien Yu yang bersarang di tubuhnya menghilang, Syin Yin dengan segera memakai pakaiannya kembali setelah itu dia berlari keluar kamarnya untuk mencari Thien Yu.


"Maafkan sikapku Thien Yu, aku salah mengartikan kebaikanmu, tapi kau semalam benar benar membuatku takut," gumam Syin Yin pada dirinya sendiri.


Melihat jika Thien Yu sudah tak terlihat lagi, membuat Syin Yin memutuskan masuk kedalam kamarnya untuk berkultivasi sesuai perintah Thien Yu.


Baru saja Syin Yin menutup pintu kamarnya, tiba tiba dia teringat perkataannya sendiri semalam yang berbunyi "Aku menyesal mengenal dan mencintaimu Thien Yu," ucapnya saat itu.


Muka Syin Yin seketika itu merona merah, perkataannya saat itu telah membuat dirinya mengakui perasaan yang selama ini tersimpan di relung hatinya, jika selama ini dirinya mencintai Thien Yu.


"Celaka, mengapa aku sebodoh itu, bagaimana aku menaruh rasa malu ini jika aku bertemu dengan Thien Yu kembali?" batin Syin Yin sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.


Di luar kamar Syin yin, salah seorang murid terpilih begitu sangat terkejut melihat Thien Yu keluar dari dalam kamar Syin Yin di pagi buta, apa lagi cara Thien Yu meninggalkan kamar Syin Yin dengan cara mengendap endap.


Dan betapa terkejutnya lagi saat melihat Syin Yin keluar dari kamarnya dengan pakaian dan rambut yang sangat berantakan, murid terpilih itu sangat yakin jika semalam telah terjadi sesuatu yang sangat memalukan diantara Syin Yin dan Thien Yu.


Murid terpilih itu adalah putra dari jendral tertinggi di ke kaisaran giok, yang juga merupakan sahabat dari pangeran Huang Qin.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2