
Pertempuran besar terus berlangsung, hujan anak panah seperti tak ditakuti lagi oleh kedua kubu yang tengah berperang.
Banyak korban telah berjatuhan di kedua belah pihak, termasuk tumbangnya beberapa jendral blis dan para petinggi istana pheonix dalam pertempuran besar itu.
Raja iblis telah mati di tangan Yeiyi, namun keadaan Yeiyi saat ini juga terluka parah dan nyawanya pun juga telah di ujung tanduk.
Pemilik simbol Dewa hanya menyisakan Arran dan Hyun Zi yang masih bisa melanjut pertempuran, sementara yang lainnya kini terluka parah.
Nien Chu yang tengah bertarung melawan Dewa iblis kuno telah mengeluarkan seluruh kemampuannya, yang membuat alam semesta berguncang hebat.
Dewa iblis kuno mengeluarkan ratusan rantai jiwa iblis neraka dan langsung menyerang kearah Nien Chu, dengan maksud untuk menghabisi Nien Chu dalam serangan kuat yang dimilikinya itu.
Melihat hal itu, dengan menggunakan kekuatan menembus dimensi Nien Chu bergerak cepat kearah dewa iblis kuno dan menghantamkan pedang penguasa malam ke arahnya.
Tebasan semesta yang di lakukan Nien Chu mampu ditangkis dengan tombak iblis yang berada di tangan dewa iblis kuno, yang membuat gelombang iblis kuat tercipta di udara.
Gelombang kejut itu menyapu bersih semua yang berperang di udara, baik dari kubu dewa iblis kuno maupun dari kubu istana Pheonix dan semua sekutunya.
Seluruh pasukan yang berperang di udara seketika itu berjatuhan, terkena gelombang kejut yang terjadi sehingga membuat langit di wilayah kekaisaran Pheonix bersih dari peperangan udara, yang menyisakan Dewa iblis kuno dan Nien Chu yang masih melakukan pertarungan.
Nien Chu yang melihat semua rantai jiwa iblis neraka yang berbalik kembali kearahnya, sengaja membiarkan rantai rantai itu menerpa tubuhnya.
Namun saat sejengkal lagi rantai rantai itu mengenai tubuh Nien Chu, cahaya emas seketika itu keluar dari tubuh Nien Chu yang membuat rantai jiwa iblis neraka tertahan di udara.
Nien Chu yang saat ini telah mengeluarkan seluruh kemampuannya, seketika itu juga mengerahkan kekuatan semesta abadi kearah rantai rantai yang tertahan di dekat tubuhnya.
Alhasil kekuatan semesta abadi kini menuju kearah dewa iblis kuno lewat perantara rantai jiwa neraka.
__ADS_1
Dewa iblis kuno yang menyadari jika rantai Dewa iblis neraka miliknya telah dikuasai oleh Nien Chu, segera menyalurkan kekuatan 8 jiwa Dewa iblis kuno yang di milikinya yang merupakan kekuatan terkuat yang ada padanya.
Tubuh Dewa iblis kuno kini terpecah menjadi 8 sosok raksasa yang menyeramkan, kedelapan sosok itu menyatukan kekuatan dan mengarahkan kekuatan itu kedalam rantai jiwa iblis neraka, sehingga kedua kekuatan saling beradu di dalam rantai jiwa iblis neraka, yang menyebabkan rantai rantai itu hancur menjadi debu.
Dewa iblis kuno terhempas keras ke tanah akibat serangan maha dasyat yang terjadi, sementara ketujuh sosok menyeramkan itu menghilang seketika.
Melihat Dewa iblis kuno tak berdaya di permukaan tanah, membuat Nien Chu langsung menghantamkan telapak tangan kanannya yang berisikan kekuatan semesta abadi dari jarak jauh.
Sebuah telapak tangan raksasa tercipta, dan langsung menghantam dewa iblis kuno yang masih tergeletak di tanah, sehingga menciptakan jejak telapak tangan raksasa yang terbentuk di tempat keberadaan Dewa iblis
mata langitnya, untuk memastikan keberadaan Dewa iblis kuno yang telah berhasil dibuat tak berdaya.
Melihat dewa iblis kuno masih hidup dan berada jauh di dalam tanah, Nien Chu kemudian menggabungkan kekuatan teratai Nirwana dan kekuatan cahaya semesta, untuk mengakhiri hidup Dewa iblis kuno.
Tombak yang mengeluarkan cahaya emas dengan Aura yang sangat kuat dan menindas tercipta dan kini berada di genggaman tangan Nien Chu, dengan cepat tombak itu di lemparkan kearah dewa dan blis kuno.
Langit yang tadinya tertutup awan gelap, kini kembali cerah dengan memancarkan sinar matahari pagi. Para pasukan iblis kuno seketika itu lenyap setelah menghilangnya Dewa iblis kuno dari alam dunia untuk selamanya.
Para iblis yang telah kehilangan para pemimpinnya melarikan diri dari tempat itu, para pasukan istana Pheonix yang ingin menghancurkan seluruh iblis yang ada di alam dunia mengejarnya dan langsung melakukan pembantaian.
Nien Chu kemudian mengibaskan tangannya ke arah cincin ruang sang Dewa iblis kuno, sehingga cincin itu melesat cepat ketangan Nien Chu.
Kemudian dengan gagah Nien Chu turun ke darat dan menemui para pemimpin pasukannya.
"Penasehat Biyao bagaiman korban di pihak kita?" tanya Nien Chu.
"Yeiyi, jendral gong lang, kaisar negri Awan, pangeran Xi Xio dan putri Yinzi, Tency, dan 5 pemilik simbol dewa telah mati, dan yang lainnya masih bisa di selamatkan," ucap penasehat biyao.
__ADS_1
"Siapa yang telah mati di antara 10 pemilik simbol dalam pertempuran ini?" tanya Nien Chu dengan rasa kegelisahan di hatinya.
"Dewi giok, Zhurui, Zeng Yi, An Yue dan putri Annchi, dan kabar terbaru menyatakan jika putri Xiang'er juga telah mati dalam perang besar ini," jawab penasehat Biyao.
Tubuh Nien Chu bergetar hebat saat mendengar kelima wanita yang telah mati merupakan wanita-wanita yang tengah dekat dengan dirinya, yang dijanjikan suatu hari kelak akan menikahi mereka semua.
Nien Chu menyuruh penasehat biyao untuk segera membawa kelima wanita yang telah mati ke kamar pribadinya, dan menyuruh membawa para pemimpin pejuang yang telah mati ke balai pengobatan istana.
Istana Pheonix berkabung, begitupun dengan Nien Chu saat ini tengah melihat wanita yang dicintainya tergeletak mati di dalam peti kaca di hadapannya.
Nien Chu kemudian mengeluarkan isi di dalam cincin dewa iblis kuno, dan mendapati 7 butir pil kehidupan di dalamnya.
Wajah Nien Chu kembali ceria melihat hal itu, karena dia bisa menghidupkan kembali ke lima wanita yang di cintainya itu.
Namun mengingat jika di balai pengobatan masih ada tujuh sahabatnya yang telah mati, m membuat wajah Nien Chu kembali bersedih.
Nien Chu kemudian memanggil penasehat biyao ke kediamannya, dan di sana pun terjadi pembicaraan.
"Aku ingin menghidupkan kembali mereka semua yang telah mati yang berada di balai pengobatan istana, dengan pil kehidupan yang kudapatkan dari cincin ruang dewa iblis kuno," ucap Nien Chu kemudian memberikan 7 buah pil kehidupan kepada penasehat biyao.
Penasehat biyao menerima pil tersebut kemudian berkata. "Yang mulia apa tak sebaiknya pil kehidupan ini di berikan kepada calon istri yang mulia?" tanya Biyao.
"Aku telah memutuskannya paman, dan aku ingin paman menjalankan perintahku," jawab Nien Chu.
Penasehat biyao tak bisa membantah keinginan nien Chu, lantas diapun pergi meninggalkan tempat itu untuk menghidupkan kembali pemimpin pejuang yang ada di balai pengobatan istana.
Bersambung.
__ADS_1
Besok novel ini akan tamat, trimakasih teman teman sudah membaca novel ini, dan dengan membaca serta memberi dukungan, teman teman semua telah memberikan rezeki bagi author, sekali lagi terimakasih.