Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pemegang saham terbesar di serikat dagang


__ADS_3

Perseteruan terus terjadi antara Nien Chu dan Menejer Lao, kali ini sang menejer membawa 5 kultivator ranah suci untuk meringkus Nien Chu.


Nien Chu sadar jika 5 kultivator yang di panggil oleh Menejer Lao adalah lima kultivator ranah suci, hal itu membuat Nien Chu tak gegabah dalam menghadapi kelima kultivator kuat itu.


"Apakah kau yakin ingin meringkus ku?, apa kau tak sayang dengan jabatanmu sekarang menejer?" tanya Nien Chu.


Sang menejer tak merespon perkataan Nien Chu, dia tetap akan menghabisi Nien Chu dengan kelima kultivator yang di milikinya.


"Apa yang kalian tunggu, cepat ringkus pemuda itu!!" teriak Menejer Lao.


Mendengar perintah Menejer Lao, kelima kultivator penjaga serikat dagang segera menyerang Nien Chu, hingga membuat pertarungan diantara merekapun terjadi.


Nien Chu tak bisa menghindari pertarungan itu, sehingga mau tidak mau Nien Chu harus melakukan perlawanan menghadapi ke 5 kultivator yang penyerangnya.


Pertarungan pun terjadi dengan kedua kubu yang tak seimbang, walupun tak berimbang akan tetapi Nien Chu mampu untuk mengatasi ke 5 kultivator yang menyerangnya.


"Menejer Lao, aku tak akan membiarkan manusia sepertimu berada di serikat dagang ini, karena orang-orang sepertimu yang akan memberikan citra buruk bagi serikat dagang di mata dunia, dan selayaknya orang orang sepertimu di binasakan," ucap Nien Chu kemudian menyerang kearah Menejer Lao dengan tinju naga giok nya.


Melihat serangan Nien Chu akan melukai Menejer Lao, membuat salah seorang kukultivator yang merupakan pelindung serikat dagang, menahan serangannya.


Kedua tinju saling beradu di udara sehingga membuat ledakan dahsyat di tempat itu.


Kultivator yang menahan serangan Nien Chu terhempas jauh kebelakang, hingga menabrak dinding ruangan yang ada di belakangnya.


Ranah suci puncak yang di miliki Nien Chu, dapat membuat salah seorang kultivator yang beradu kekuatan dengannya tumbang tak sadarkan diri, sementara Nien Chu sendiri merasakan tubuhnya seakan tertimpa beban berat, sehingga membuat konsentrasinya sedikit buyar.


Sementara itu ke empat kultivator lainnya yang melihat rekannya sudah tak berdaya, langsung menyerang Nien Chu secara bersamaan dengan menggunakan kekuatan ranah suci yang di milikinya.


"Duar...!!" kembali terdengar ledakan keras yang membuat keempat kultivator yang menyerang Nien Chu terseret beberapa meter kebelakang akibat benturan energi yang terjadi.


Ke empat kultivator ranah suci itu masing masing memegangi dadanya, karena rasa sakit dan sesak yang mereka rasakan.


"Apa yang sebenarnya terjadi mengapa anak muda itu begitu kaut," ucap seorang kultivator yang menyerang Nien Chu.


"Kau benar saudaraku, bagaimana mungkin pemuda itu dapat menahan serangan kita, dan membuat kita terluka seperti ini," timpal yang lainnya.

__ADS_1


Kabut cahaya putih di sekitar Nien Chu tiba tiba saja menghilang, dan tampaklah di hadapan mereka semua sesosok binatang roh berupa seekor rubah putih berekor 3, yang telah menahan serangan ke empat kultivator yang menyerang ke arah Nien Chu.


Ke empat kultivator ranah suci itu menjadi panik melihat binatang roh kuat yang ada di hadapannya, sehingga mereka pun perlahan mundur ke belakang.


"Hentikan pertarungan ini!!" teriak seorang wanita cantik yang tiba tiba saja berada di tempat itu.


Melihat sang direktur berada di tempat itu, menejer Lao segera menyongsong nya sambil berkata.


"Direktur Yuan Hua, pemuda itu yang telah memicu pertarungan ini dengan bertindak semaunya di dalam serikat dagang. Aku disini hanya menjalankan tugas untuk menertibkan orang orang seperti dia," ucap Menejer Lao sambil menunjuk kearah Nien Chu.


Direktur Yuan Hua menatap kearah seorang pemuda yang di tunjuk oleh Menejer Lao, dan betapa terkejutnya direktur Yuan Hua saat melihat jika pemuda yang dilihatnya merupakan pemuda yang selama ini dirindukannya, sekaligus pemilik saham terbesar yang ada di serikat dagang.


"Nien Chu" ucap direktur Yuan Hua dalam hati.


Tak lama kemudian direktur Yuan Hua kembali menoleh kearah Menejer Lao dan....


"Plak...!!"


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Menejer Lao hingga membuatnya tersungkur ketanah.


"Apa yang telah kau lakukan direktur Yuan Hua, mengapa kau menamparku!?? tanya Menejer Lao sambil meringis memegangi pipi kirinya yang terasa sakit.


Menejer Lao, apa kata pemuda itu sebelum nya kepadamu?" tanya direktur Yuan Hua.


"Dia berkata akan membuatku pergi dari serikat dagang, dan dia juga berkata akan membinasakan ku!!" jawab Menejer Lao sambil memegangi pipi kirinya.


"Oh begitu ya, menejer Lao dengarkan perkataanku, mulai detik ini kau kupecat dari serikat dagang dengan tidak hormat. Sekarang kemasin seluruh barang barang mu dan pergi dari sini secepatnya!!" bentak direktur Yuan Hua dengan amarah di wajahnya.


Keputusan direktur Yuan Hua sontak membuat Menejer Lao dan seluruh orang orang yang berada di tempat itu begitu sangat terkejut, termasuk pelayan wanita yang berada di tempat itu.


Sang pelayan tak menyangka jika direktur Yuan Hua lebih memihak pemuda yang merupakan tamu di serikat dagang, daripada Menejer nya sendiri.


"Direktur, mengapa kau memecat ku!!, bukankah aku telah menjalan kan tugas ku sebagai Menejer di serikat dagang dengan baik, tapi mengapa kau memihak dia yang bukalah siapa siapa, Menejer berikan aku alasan mengapa kau melakukan ini kepada ku!!" ucap menejer Lao dengan penekanan di perkataannya.


"Ini sudah keputusanku dan tak bisa di ganggu gugat lagi!!" ucap direktur Yuan Hua tak kalah sengitnya.

__ADS_1


"Direktur Yuan Hua, kita adalah sepupu dan masih dalam satu silsilah keluarga kekaisaran, mengapa kau begitu tega kepadaku yang masih saudaramu sendiri, dengan membela pemuda itu dan memecatku!" ucap Menejer Lao yang berusaha protes dengan keputusan yang tak adil baginya. (Menejer Lao merupakan putra bangsawan Han dari istana cahaya naga.)


"Menejer lao..., dalam urusan pekerjaan tak ada namanya ikatan keluarga, jika menyangkut masa depan serikat dagang kedepannya, aku telah memutuskan maka aku tak akan menarik ucapan ku lagi," ucap direktur Yuan hua.


"Bawa dia keluar dari sini, dan lepas lencana serikat dagang yang di milikinya, ingat!!, kalian jangan memperbolehkan Menejer Lao kembali masuk ke dalam serikat dagang!!" perintah direktur Yuan Hua.


"Yuan Hua...!!, aku akan mengadukan apa yang telah kau lakukan ini kepada ayahku dan pangeran ke 3!!" teriak Menejer Lao yang tak terima dengan perlakuan direktur Yuan Hua padanya.


Direktur Yuan Hua hanya tersenyum mendengar ancaman dari Menejer Lao pada dirinya.


Sengaja direktur Yuan Hua tak menjelaskan kepada menejer Lao jika pemuda yang dimusuhinya itu adalah Nien Chu, yang merupakan salah seorang pemegang saham terbesar yang ada di serikat dagang, semua itu karena direktur Yuan Hua takut jika berita kehadiran Nien Chu di serikat dagang, sampai ketelinga kaisar Zeng Gong dan putra mahkota, sehingga dapat membuat keberadaan Nien Chu dalam bahaya.


Setelah para kultivator penjaga keamanan serikat dagang membawa pergi Menejer Lao, Direktur Yuan Hua langsung menghampiri Nien Chu.


"Bagai mana kabarmu Nien Chu?" tanya direktur Yuan Hua dengan tatapan penuh kerinduan.


"Seperti yang kau lihat sendiri putri, aku dalam keadaan baik-baik saja," jawab Nien Chu.


Disisi lain, sang pelayan wanita mengingat-ingat kembali nama Nien Chu yang tak asing baginya.


"Nien Chu, bukanlah nama itu merupakan pemilik saham terbesar di dalam Sekar dagang," gumam pelayan wanita yang masih berada di dalam ruangan itu.


Sang pelayan wanita begitu sangat terkejut dan seakan tak percaya setelah mengetahui jika pemuda yang telah bersamanya, merupakan salah seorang presiden direktur pemilik saham terbesar di dalam serikat dagang.


"Pantas saja direktur Yuan Hua begitu membelanya, semua itu karena Nien Chu merupakan salah satu presiden direktur dari serikat dagang," batin sang pelayan.


"Direktur, aku pamit dulu," ucap pelayan wanita yang merasa tak enak berada di dalam ruangan bersama dengan kedua petinggi dari serikat dagang.


"Tunggu...!!"


Kau boleh kembali kerja disini, karena aku sangat suka melihat orang yang jujur sepertimu.


Mulai besok aku akan menyuruh direktur Yuan Hua untuk menempatkan mu pada posisi Menejer, karena sifat rendah hati dan kejujuran mu itu akan membuat serikat dagang bertambah maju ke depannya," ucap Nien Chu.


"Terimakasih atas kebaikan anda tuan muda," ucap sang pelayan wanita.

__ADS_1


Bersambung.


Malam ini up 1 episode


__ADS_2