Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Ruangan perpustakaan langit


__ADS_3

Sementara putri Langyun yang sudah menjadi murid di tempat kediaman Dewi Qian Qin yang bergelar Dewi bunga, dan putri Sorari yang juga menjadi murid Dewi Bilqis yang merupakan bibinya sendiri, karena kesibukan mereka berlatih membuat Thien Yu sendiri untuk sementara ini.


Thien Yu telah meminta kepada ibu tirinya mengenai mutia salju abadi yang di carinya, dan sang Dewi menjanjikan akan memberikan mustika itu dengan 1 syarat, yaitu Thien Yu harus menemui ke 3 adiknya di akademi nirwana, dan mereka bisa mengakui Thien Yu sebagai kakak seperti halnya Shao Yan yang telah mengakuinya.


Dengan syarat yang di ajukan Dewi Bilqis membuat Thien Yu langsung bergerak cepat, dia mengajak Shao Yan untuk menemaninya ke istana langit tepatnya di Akademi Nirwana.


"Kak Thien, inilah istana langit, begitu indah, besar dan megah.


Jika kak Thien masuk lebih dalam maka kak Thien akan menemukan patung ayah kita yang terbuat dari emas.


Ayah merupakan seorang pahlawan yang sangat di agung agungkan di nirwana, karena telah menjadikan nirwana tentram dan damai seperti sekarang ini.


Untuk mengenang ayah kita yang merupakan pahlawan nirwana, maka kaisar langit mendirikan patung raksasa yang terbuat dari emas.


"Ayo kita kedalam kak," ajak Shao Yan.


Thien Yu menganggukkan kepalanya, kemudian menyusul Shao Yan yang pergi menuju ke akademi nirwana. Para prajurit istana yang ada seketika itu menghentikan Thien Yu karena mereka semua baru kali ini melihat Thien Yu di sekitar istana.


"Prajurit, dia adalah Thien Yu yang merupakan saudaraku, dia kesini bermaksud untuk melihat lihat keadaan di akademi nirwana karena ibuku akan membawa saudaraku ini untuk menjadi murid di akademi, dan aku minta kepada prajurit semua agar tidak menyulitkan kami," ucap Shao Yan.


Mendengar nama Dewi limudza yang merupakan penguasa para binatang Dewa, membuat para prajurit yang menjaga istana langit menjadi ciut nyalinya.


Sebenarnya mereka semua tau jika Dewi Limudza hanya mempunyai seorang putra, akan tetapi mereka semua tak ingin jika harus berurusan dengannya, sedari itu para penjaga akhirnya mempersilahkan Shao Yan dan Thien Yu untuk menuju ke akademi nirwana, walupun mereka masih bertanya tanya siap sebenarnya Thien Yu yang diakui Shao Yan sebagai saudaranya.


Setibanya di dalam halaman akademi nirwana yang sangat luas, Shao Yan menyuruh Thien Yu untuk menunggunya di dalam ruangan perpustakaan.


"Kak Thien, aku akan menemui kepala akademi untuk mendapatkan lencana bagi tamu yang berada di sekitar akademi, jika tidak maka keberadaan seseorang tanpa lencana murid atau tamu maka pasukan bayangan akan menangkapnya. Aku akan mengantarkan kak Thien Yu ke perpustakaan akademi, kak Thien Yu dapat menunggu ku di sana," ucap Shao Yan.


"Baik adik aku akan menunggumu, kebetulan sudah lama aku tak membaca buku," jawab Thien Yu.


Maka berangkatlah mereka berdua menuju ke perpustakaan akademi nirwana, setelah sedikit bercakap cakap dengan penjaga perpustakaan, maka Thien Yu di perbolehkan masuk kedalam perpustakaan.

__ADS_1


Shao Yan pergi meninggalkan Thien Yu, sementara itu Thien Yu masuk untuk melihat-lihat keadaan di sekitar ruangan perpustakaan.


"Perpustakaan ini begitu besar dan lemari penyimpanan buku buku sampai menjulang tinggi keatas," batin Thien Yu.


Thien Yu mencari cari buku untuk di bacanya, dan pada akhirnya dia menemukan buku yang menarik hatinya, buku itu adalah buku kuno tentang taktik berperang.


Thien Yu sangat senang melihat buku kuno taktik berperang, sambil membaca buku kuno tersebut Thien Yu berjalan kearah tempat duduk yang berada jauh darinya, hingga hal buruk pun menimpa Thien Yu, yang mana dia bertabrakan dengan seorang wanita yang kebetulan berjalan dari sisi lemari raksasa, hingga membuat wanita itu terjatuh dan buku buku yang di bawanya berserakan dilantai ruangan perpustakaan.


Thien Yu sangat terkejut saat melihat seorang wanita terjatuh akibat kelalaiannya, dengan cepat Thien Yu segera menolong dengan meraih tangan wanita itu agar dapat bangkit berdiri, tapi sayang salah satu kaki Thien Yu berpijak tak sempurna, dia berpijak diantara buku buku yang berserakan, alhasil tubuh Thien Yu hilang keseimbangan dan jatuh menindih sang wanita dengan kedua tangannya yang berada di bagian dada wanita tersebut.


Sontak pekikan menggema dari mulut sang wanita, yang membuatnya mendorong Thien Yu dengan keras hingga tubuh Thien Yu menghantam salah satu lemari raksasa di tempat itu.


Tak hayal lagi, buku buku berjatuhan laksana hujan dari dalam lemari raksasa yang bergoyang, jatuhnya buku buku dari atas lemari menimbulkan suara gedebuk di tempat itu.


Thien Yu tak menghiraukan buku buku tersebut, dia lebih memilih mendekat ke arah wanita itu dan berkata, "Maaf kan aku Dewi, aku tak bermaksud kurang ajar padamu


ini murni merupakan suatu kecelakaan yang tak di sengaja," ucap Thien Yu.


Tiba tiba saja beberapa pemuda yang melihat kejadian itu langsung menyerang Thien Yu hingga terjadi pertarungan di dalam ruang perpustakaan.


Keributan yang terjadi didalam perpustakaan membuat penjaga perpustakaan langsung melerai pertarungan yang terjadi.


"Jika kalian masih ingin bertarung maka jangan salahkan aku jika kalian berdua akan di hukum seberat beratnya oleh komite akademi," ucap penjaga perpustakaan.


Mendengar perkataan penjaga perpustakaan membuat pertarungan yang terjadi terhenti.


"Siapa yang telah membuat keributan ini!?" tanya penjaga perpustakaan.


"Dia yang telah memulai keributan dengan bertindak kurang ajar pada putri Yun Shi, dengan cara melecehkannya. Lebih baik kita serahkan dia pada kepala akademi agar dihukum dengan seberat beratnya," ucap salah seorang pemuda.


Tiba tiba Shao Yan hadir ketengah tengah dan langsung membela Thien Yu.

__ADS_1


"Maafkan atas kesalahan saudaraku, dia baru di dalam akademi ini," ucap Shao Yan dengan membungkuk memberi hormat.


Seorang pemuda jenius akademi yang merupakan pemuda terkuat dan juga merupakan putra dewa Dewa api datang ketempat itu dan menjawab perkataan Shao Yan. "Pantas saja dia sangat arogan, dan mempunyai pikiran layaknya binatang, rupanya dia berasal dari hutan binatang Dewa sama halnya sepertimu!!, aku tak menyangka jika Dewi Limudza mempunyai dua orang putra yang sifat dak karakternya layaknya seperti binatang" ucapnya.


Perkataan Dayu haitang yang merendahkan keluarganya membuat amarah Shao Yan meluap, dia menatap dengan penuh amarah kearah putra Dewa api itu.


"Dayu haitang, aku tak mempunyai masalah denganmu, tapi perkataanmu kali ini tak dapat ku maafkan," ucap Shao Yan.


Setelah berkata seperti itu Shao Yan menyerang kearah Dayu haitang, namun dengan cepat penjaga perpustakaan segera bertindak untuk menahan serangan Shao Yan, hingga membuat Shao Yan terhempas kebelakang.


Thien Yu yang melihat adiknya akan jatuh menabrak dinding ruangan perpustakaan, dengan cepat menjejakkan kakinya ke lantai ruangan hingga membuat kumpulan angin menahan tubuhnya.


"Pak tua, kau adalah seorang Dewa tapi kelakuanmu tak mencerminkan seorang Dewa, jika kau ingin melerai suatu pertarungan tak seharusnya kau mencederai salah satu dari mereka," ucap Thien Yu.


"Kau tak usah mengajariku mana yang baik dan mana yang benar, dengan sikap dan kelakuan kalian berdua maka maka kalian akan di hukum berat dan bahkan di keluarkan dari Akademi," ucap penjaga perpustakaan.


"Pak tua, jika sampai adikku di keluarkan dari Akademi ini maka akademi ini akan aku hancurkan," ucap Thien Yu dengan penekanan di perkataannya.


"Lancang!! berani sekali kau berkata seperti itu, kau anggap apa akademi ini!?" tanya Dayu haitang dengan meninggikan perkataannya.


"Kau pikir sendiri, jika masih ada putra seorang dewa yang tak tak mempunyai etika dan selalu meremehkan orang, maka Akademi ini tak berhasil dalam mendidik seorang murid, dan jika seperti ini terus menerus maka di masa depan aku sendiri yang akan membubarkan akademi," jawab Thien Yu.


Perkataan Thien Yu kali ini menyinggung perasaan penjaga perpustakaan, biar bagai manapun dia juga merupakan bagian dari Akademi nirwana, yang akan tersinggung jika ada yang menghina Akademi nirwana di depan matanya.


"Anak muda aku ingin mengetahui namamu orang yang telah berani menghina Akademi nirwana, agar aku bisa mengajarimu tatakrama sehingga di kemudian hari kau tak mengulangi lagi perbuatanmu ini," ucap penjaga perpustakaan.


"Namaku Thien Yu apa kau sudah jelas mendengarnya!!" jawab Thien Yu.


Sementara itu Dayu haitang yang tadi berdebat dengan Thien Yu begitu sangat senang mendengar perkataan penjaga perpustakaan yang marah besar terhadap Thien Yu, hal itu membuat Dayu haitang tersenyum penuh kemenangan karena penjaga perpustakaan sendiri yang akan menghajar Thien Yu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2