Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kadal bulan


__ADS_3

Nien Chu merasakan kekhawatiran yang sangat besar, saat melihat Dewi Giok tergeletak tak berdaya di pembaringan.


"Paman Jatayu, paman Gong Lang, Bagaimana kondisi turnamen saat ini?" tanya Nien Chu tiba tiba.


"Kompetisi itu telah masuk 16 besar, kau akan bertarung dengan pangeran Erlang Wang besok, jika kau tak ikut bertarung di dalam turnamen itu karena pergi mencari obat penawar bagi racun yang berada di dalam tubuh Dewi Giok, maka dengan sendirinya kau akan gugur dan Erlang Wang akan lanjut ke tahap berikutnya," Jawab jendral Jatayu.


"Aku mungkin tak akan mengikuti turnamen esok hari, karena aku ingin segera mencari penawar bagi Dewi Giok," ucap Nien chu.


"Paman aku tak bisa berlama lama di sini, karena aku harus kembali ke Guild cahaya untuk mencari penawar racun di tubuh Dewi Giok," ucapnya kembali.


"Berhati hatilah tuan muda, jika tuan muda menginginkan bantuan dari kami berdua, maka bawalah kami ikut serta ke Guild Cahaya," jawab Jenderal Jendral Gong Lang.


"Cukup Aku sendiri yang kesana paman, kekaisaran pheonix lebih membutuhkan Paman untuk menjaga keamanan di kekaisaran ini," ucap Nien Chu.


"Baiklah jika itu merupakan keinginan tuan muda," ucap jendral Gong Lang.


Setelah berpamitan dan menitipkan Dewi Giok kepada kedua jendral besar kekaisaran Phoenix, pada akhirnya Nien Chu kembali ke Guild cahaya.


Nien Chu tiba di depan Guild Cahaya, kemudian diapun melesat dengan cepat menuju kedalam bangunan besar itu.


Di sebuah ruangan besar Nien Chu mengedarkan pandangannya sekeliling, untuk mencari keberadaan kadal bulan yang telah melukai Dewi Giok.


"Dimana keberadaan binatang itu, aku tak bisa mendeteksi keberadaannya," batin Nien Chu.


Nien Chu terus masuk semakin dalam, sambil memasang kewaspadaan tinggi akan serangan mendadak yang dilakukan kadal bulan sewaktu waktu.


Nien Chu kembali mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan pedang penguasa malam, akan tetapi pedang itu tak juga di jumpainya.

__ADS_1


"Kurang ajar!!, berani sekali dia mengambil pedang penguasa malam dariku," batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian mengaktifkan kontrak darah dengan pedang penguasa malam, sehingga Nien Chu tau keberadaan pedang penguasa malam saat ini.


"Ternyata pedang penguasa malam berada di bawah tanah, aku akan mencari jalan untuk ke sana," Gumam Nien Chu.


Nien Chu kemudian memasang segel pelindung di sekitar nya, dan mulai duduk bersila sambil memejamkan mata, semua itu untuk mengetahui jalan masuk menuju ke tempat di mana pedang penguasa malam berada.


Pagi menjelang Nien Chu perlahan membuka matanya, dengan segera dia bangkit berdiri kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Nien Chu kini berada di tengah tengah sebuah ruangan besar yang lainnya, dengan menggunakan kekuatan teratai kaca ilahi, Nien Chu menghantamkan telapak tangannya ke lantai ruangan sehingga membuat seluruh bangunan Guild Cahaya bergetar hebat.


Hantaman kekuatan teratai ilahi, mampu meretakkan tanah yang sebelumnya telah terpasang segel kuat di sana, setelah segel itu hancur maka tampak terlihat sebuah lobang besar yang sangat dalam.


Tanpa ragu sedikitpun, Nien Chu melompat ke dalam lubang menganga, yang menuju ke bawah tanah.


Nien Chu merasakan Aura kehidupan dari binatang Kadal bulan di tempat itu, sehingga Nien Chu langsung memasang kewaspadaannya.


"Mengapa Aura kehidupan binatang kadal bulan yang kurasakan ada dua, berarti di dalam lubang ini terdapat dua kadal bulan," batin Nien Chu.


Nien Chu kembali mengedarkan pandangannya sekeliling tempat itu, dan pada akhirnya pandangannya jatuh kepada sosok wanita yang ada di dalam kurungan jeruji besi.


Aura kadal bulan terpancar dari tubuh wanita itu, sehingga membuat Nien Chu menyadari jika wanita yang di lihatnya merupakan perwujudan kadal bulan


Nien Chu kemudian mencoba mendekatinya, namun tiba tiba saja sebuah serangan yang sangat kini tengah menuju kearahnya.


Nien Chu kemudian menghantamkan tinjunya kedepan, sehingga benturan kedua energi pun terjadi di tempat itu.

__ADS_1


Nien Chu dapat merasakan kekuatan yang di miliki kadal bulan begitu hebat, sehingga membuat Nien Chu memikirkan cara untuk dapat mengalahkan kadal bulan, yang keberadaannya tak dapat di lihat oleh Nien Chu.


Nien Chu kemudian memperhatikan kembali wanita yang berada di dalam kurungan besi, dan juga melihat keberadaan pedang penguasa malam di sisinya, sehingga Nien Chu meyakini jika wanita yang merupakan jelmaan kadal bulan itu tengah terluka, terlihat dari aura dingin pedang penguasa malam yang terserap masuk kedalam tubuhnya.


"Kadal bulan..., Aku ingin melakukan penawaran padamu, agar tak ada diantara kita berdua yang terluka akibat pertarungan yang sia sia ini," ucap Nien Chu.


Tak ada perkataan maupun pergerakan kadal bulan yang menyerangnya, sehingga membuat Nien Chu merasa kesal.


Nien Chu yang kesal atas sikap kadal bulan yang tak ingin bernegosiasi dengannya, segera mengeluarkan tiga inti api di tubuhnya nya, dan menggabungkannya menjadi sebuah teratai Giok.


Aura panas teratai Giok hitam membuat tempat itu kini berselimutkan Aura panas yang menindas, tampak wanita yang berada di dalam jeruji besi mulai gelisah dan tak lama kemudian berteriak histeris karena rasa panas yang makin lama semakin kuat di tempat itu.


Nien Chu tersenyum saat melihat pergerakan di dekat keberadaan sang wanita, yang membuat Nien Chu langsung mengarahkan kedua belas jarum emas ke arah nya, sementara teratai Giok hitam di biarkan mengambang di udara agar terus mengeluarkan aura panas yang melemahkan kadal bulan.


Kadal bulan yang terkena 12 jarum emas milik Nien Chu, seketika itu berubah menjadi sesosok pemuda yang kini tergeletak di dekat sang wanita berada.


"Apa yang kau lakukan kepada suamiku...," isak sang wanita yang berusaha untuk membangunkan sang pemuda dengan menggoyang goyangkan tubuhnya.


Akan tetapi tak ada respon darinya, sehingga membuat sang wanita semakin menangis sejadi jadi nya.


"Hentikan tangismu..., aku aku tak membunuhnya! aku hanya mengunci 12 saraf besar di tubuhnya agar dia berhenti untuk menyerang ku," ucap Nien Chu.


"Menyerang mu? Itu tidaklah mungkin baginya. Kau merupakan kultivator hebat, sementara suamiku bukanlah orang tangguh seperti dulu, saat ini dia terluka dan nyaris tak mempunyai kekuatan apa-apa, setelah para iblis mengambil darah dan kekuatan kami sebagai bahan pembuatan pil kebangkitan, jadi kuharap kau tak mengada ada dengan tuduhan mu itu," ucap sang wanita.


Perkataan wanita itu sontak membuat Nien Chu terkejut, karena dia tak menyangka jika dalam pembuatan pil kebangkitan memerlukan darah dan kekuatan dari binatang Dewa surgawi," batin Nien Chu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2