Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kompetisi Danau hitam 2


__ADS_3

Pertarungan kembali terjadi, kali ini Nien Chu menghadapi seorang pemuda dengan setengah tubuh bawahnya ular, dan setengah tubuh atasnya manusia.


Pemuda itu begitu sangat ditakuti di dalam turnamen yang diadakan di kota danau hitam, karena setiap pertarungannya pemuda itu selalu menang dan menyisakan tulang belulang dari tubuh lawan tarungnya, tanpa diketahui penyebab apa yang telah terjadi dengan lawan tarungnya itu.


Tatapan pemuda itu begitu sangat tajam menusuk ke arah Nien Chu, bagaikan ingin menelan Nien Chu hidup hidup.


Pertarungan pun segera dimulai dan kabut hitam kembali menyelimuti arena pertarungan, tanpa bisa dilihat oleh penonton apa yang sebenarnya telah terjadi di atas arena pertarungan.


Nien Chu menyunggingkan senyuman saat melihat jika dirinya saat ini telah berada di dalam ilusi yang diciptakan lawan tarungnya.


Saat ini Nien Chu tengah menghadapi seekor ular piton lahar api, yang merupakan perwujudan dari pemuda yang saat ini menjadi lawan tarungnya.


Ular piton lahar api dengan ganas langsung menyerang Nien Chu dari segala arah, dengan serangan racun yang keluar dari mulut nya serta kibasan ekornya.


Walaupun ular piton lahar api telah menguasai Nien Chu di dalam alam ilusi nya, akan tetapi sampai sekian lama waktu berjalan ular piton lahar api belum juga bisa melukai Nien Chu, karena Nien Chu menggunakan kekuatan menembus dimensi untuk menghindari serangan mematikan dari ular piton raksasa, yang selalu menghilang dan muncul tiba tiba seperti asap.


"Aku tak menyangka jika ular piton lahar api bisa sekuat ini, dan juga memiliki alam ilusinya sendiri yang dapat memberikannya kekuatan tambahan jika berada di alam ilusinya itu".


"Aku sangat memerlukan mahluk seperti dia untuk dapat membantuku melawan pasukan dewa iblis kuno di masa depan," batin Nien Chu.


Nien Chu langsung menapakkan tangannya ke tanah, sehingga 6 segel rasi bintang langsung mengurung tubuh ular piton lahar api, sehingga tubuhnya sama sekali tak bisa digerakkan, sementara 6 bayangan Nien Chu telah mengepung keberadaannya.


"Aku akan memberikan kau peluang hidup jika kau mau menjadi pengikutku, aku takkan memberi kesempatan itu untuk kedua kalinya jika kau menolak tawaranku," ucap Nien Chu kemudian mengeluarkan 2 ekor kadal bulan dari dalam alam batinnya.


Ular piton lahar api begitu sangat terkejut melihat dua ekor kadal bulan yang kini tengah menuju ke arahnya.


Melihat bahaya yang akan mengancam keselamatannya, ular piton lahar api segera menarik semua ilusi yang dia terciptakan, namun sayang Nien Chu telah menyegel area sekitar tempat itu sehingga ilusi yang di ciptakan ular piton raksasa tak bisa di tariknya kembali.

__ADS_1


"Kurasa kedua kadal bulan akan sangat senang saat menikmati tubuhmu, dan Kau pasti tahu kedua kadal bulan ini kebal terhadap racun maupun lahar api yang ada di tubuh mu," ucap Nien Chu.


Ular piton lahar api akhirnya menyerah, dengan merubah kembali tubuhnya menjadi seorang manusia berekor ular.


Dengan menyerahnya ular piton lahar api, Nien Chu kemudian menghilangkan pengaruh segel 6 rasi bintang, yang membuat pemuda itu langsung memberi hormat pada nya.


"Yongli memberi hormat kepada tuan muda," ucapnya.


"Yongli.., Aku akan mengadakan kontrak darah dengan mu, sehingga aku tak meragukan lagi kesetiaanmu," ucap Nien Chu.


"Baik tuan muda.., aku akan memberikan raga dan jiwaku untuk tuan muda," jawab Yongli.


Nien Chu kemudian mengadakan kontrak darah dengan Yongli, dengan meneteskan darahnya ke arah kepala pemuda itu.


"Sekarang kau pergilah ke alam batinku dengan kedua kadal bulan itu, aku akan memanggilmu kembali jika aku membutuhkan bantuanmu," ucap Nien Chu.


"Baik tuan muda," jawab Yongli kemudian menghilang bersama sepasang kadal bulan dari tempat itu.


Decak kagum dan sorak sorai para penonton melihat Nien Chu berhasil melenyapkan pemuda yang menjadi lawan tarungnya.


Juri di dalam komposisi itu langsung mengumumkan jika Nien Chu berhasil memenangkan pertarungan, dan berhak untuk melanjutkan ke babak selanjutnya.


Nien Chu kemudian bersuara dengan menantang kedua petarung yang tersisa.


Apa yang di lakukan Nien Chu semua itu karena Nien Chu mengetahui jika laki laki berjubah hitam yang akan menjadi lawan tarung Jeni di babak berikutnya, adalah penyihir kuat yang kemampuannya jauh diatas Jeni, dan tentunya akan sangat berbahaya bagi Jeni jika menghadapinya dalam pertarungan hidup dan mati.


"Aku akan menghadapi kedua petarung berikutnya di dalam arena ini, karena jika hanya satu lawan satu aku pasti akan dapat memenangkannya," ucap Nien Chu yang sengaja berkata sombong untuk memprovokasi para penonton yang memadati area sekitar tempat itu.

__ADS_1


Sorak Sorai para penonton seketika itu menggema dari seluruh penjuru tempat itu, mereka sangat antusias sekali untuk melihat pertarungan antara Nien Chu dengan dua orang petarung berikutnya.


Panitia penyelenggara tak menyetujui permintaan Nien Chu, karena permintaannya itu tak sesuai dengan prosedur kompetisi yang diadakan.


Walikota sangat penasaran dengan kemampuan yang di miliki Nien Chu, sehingga sang walikota menginginkan pertarungan antara Nien Chu dengan kedua petarung berikutnya tersaji di atas arena.


Walikota yang berada di podium utama langsung berteriak lantang. "Ijinkan pemuda itu untuk bertarung dengan kedua petarung berikutnya".


"Tepuk tangan penonton terdengar riuh saat walikota mengizinkan pertarungan itu terjadi, dan panitia penyelenggara kompetisi tak bisa berbuat apa-apa karena orang nomor satu di kota Danau hitam telah menyetujui permintaan Nien Chu.


Jeni dan laki laki berjubah hitam segera melesat ke arena pertarungan, dan langsung berdiri di hadapan Nien Chu.


"Besar juga nyalimu untuk menghadapi kami berdua, apakah karena kau telah berhasil menghabisi lawan tarungmu tadi, sehingga kau semakin melonjak dan ingin bertarung menghadapi kami berdua?" tanya Jeni.


"Apa yang menjadi keputusanku takkan pernah ku tarik lagi, dan kupastikan kau akan ku kalahkan dalam waktu 10 menit," jawab Nien Chu.


"Cuih...!!, kau begitu sombong anak muda apakah kau tau kau saat ini tengah berhadapan dengan siapa?, aku adalah kultivator terkuat yang pernah ada di kota Danau hitam, yang terkenal dengan julukan penyihir kegelapan," ucap laki laki berjubah hitam.


Jeni yang mendengar pengakuan dari laki-laki berjubah hitam, begitu sangat terkejut karena dia tau jika penyihir kegelapan merupakan kultivator kuat yang belum pernah ada yang mengalahkannya di kota Danau hitam, selain itu penyihir kegelapan juga tak segan segan menyiksa dan membunuh korbannya dengan sangat keji, dan konon katanya penyihir kegelapan pernah membunuh satu Desa tanpa tersisa.


"Seandainya aku bertarung dengan penyihir kegelapan, tentunya aku pasti akan mengalami kematian," batin Jeni.


Juri kompetisi pertandingan segera mempersiapkan pertarungan, dan tak lama kemudian juri kompetisi pertandingan itu pun pergi meninggalkan arena pertandingan, yang menandakan jika pertarungan itu pun dimulai.


Nien Chu segera melesat cepat kearah jeni dan langsung mengeluarkan segel kegelapan kepadanya, yang membuat jeni langsung terkurung di dalam sebuah tabung dengan beberapa huruf aksara yang melekat di dinding segel tersebut.


Mengetahui jika dirinya saat ini terkurung di dalam sebuah segel yang menyerupai tabung, membuat Jeni berontak dan langsung mengeluarkan belati kembar dari dalam cincin ruangnya, untuk menghancurkan segel yang telah mengurungnya.

__ADS_1


Jeni begitu sangat terkejut karena segel yang mengurungnya begitu sangat keras dan kokoh, sehingga kedua belati kembarnya tak dapat menembus segel yang tercipta, malah saat ini kekuatan huruf Aksara yang berada dinding segel mulai menyerap energi tubuhnya, yang membuat kepanikan para diri Jeni.


Bersambung


__ADS_2