Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertarungan 2


__ADS_3

Nien Chu tetap tenang menyikapi semua perkataan dari gurunya, dia sadar jika kemampuannya selama ini masih berada jauh di bawah kaisar Annzhor yang menjadi lawan tarungnya.


"Guru Jika kau tak mengizinkan ku untuk menahan serangan Kaisar Annzhor menggunakan kekuatan teratai kaca ilahi, maka apa yang harus kulakukan kali ini untuk membendung serangannya itu? tanya Nien Chu.


"Aku, inti api hidup dan rubah ekor 3 akan menyatukan energi di tubuhmu bersama kedua simbol Dewa yang ada di lenganmu itu, untuk membentuk perisai pelindung bagimu agar serangan yang dilakukan Kaisar Annshor tidak dapat melukai tubuhmu terlalu parah, sehingga kau dapat melanjutkan pertarungan ini walaupun peluang kemenangannya saat ini begitu sangat kecil."


"Seandainya saja kami bertiga dapat menyatu dengan kekuatan dewa illahi melalui teratai kaca ilahi, maka aku tak sehawatir ini padamu karena penggabungan kekuatan itu akan sanggup mengimbangi kekuatan maha dasyat peri kuno Pheonix surgawi sang kaisar, tapi sayang untuk menyatukan kekuatan kami bertiga dengan kekuatan dewa illahi akan memerlukan proses panjang, dan jika saja terdapat kesalahan kecil dalam proses penggabungan itu, maka tubuhmu akan meledak dan hancur menjadi debu. Ada baiknya kita mencari cara lain untuk dapat mengalahkannya setelah kau dapat membendung serangan darinya, dengan perisai baru pada tubuh mu itu," ucap inti api surgawi.


Nien Chu terdiam mendengar perkataan Sang guru, dia pun kali ini berusaha mempertimbangkan kembali mengenai penggabungan teratai kaca miliknya, dengan tiga kekuatan besar yang saat ini berada di dalam alam batinnya.


Kembali suara inti api menggema dari dalam alam batin Nien Chu, yang membuat Nien Chu tersadar dari lamunannya.


"Nien Chu bersiaplah untuk membentuk perisai bagi tubuhmu, karena sebentar lagi kaisar Annshor akan menyerang mu," ucapnya.


Benar saja, saat ini terdapat lima burung pheonix yang mengeluarkan api berwarna merah di seluruh tubuhnya, yang kini terbang di udara jauh diatas kepala sang kaisar.


Melihat hal itu, Nien Chu segera menerima kekuatan dari ke 3 kekuatan besar yang ada di dalam alam batin nya, hingga di tubuh Nien Chu kini terlapisi perisai pelindung yang sangat kuat, yang telah bergabung dengan perisai sisik naga yang melekat di tubuhnya.


Karena mendengar perkataan dari gurunya, Nien Chu sama sekali tak membendung serangan dari kaisar Annzhor kepadanya, sehingga kelima burung Pheonix api menghantam telak tubuhnya hingga membuat Nien Chu terhempas ketanah, yang membuat kubangan besar dan dalam di tempat jatuhnya tubuh Nien Chu.


Debu dan asap seketika itu mengepul dari tempat jatuhnya Nien Chu, yang membuat kaisar Annzhor tersenyum karena serangan yang dilancarkannya berhasil mengenai telak tubuh lawan tarungnya.

__ADS_1


"Akhirnya kau mampus juga Nien Chu," ucap sang kaisar.


Sementara itu Nien Chu yang terkena serangan telak dari Kaisar Annshor, dapat selamat karena adanya pelindung dari ketiga kekuatan besar di dalam dantiannya. Saat ini pakaian atas Nien Chu habis terbakar, yang memperlihatkan tubuhnya yang kekar dan atletis, sementara pakaian bawahnya terlihat sobek di berbagai tempat karena menerima serangan besar dari Kaisar Annshor.


Karena tak ada pilihan baginya, nien Chu pun berusaha bangkit berdiri dan langsung membentuk empat energi dari unsur alam, hingga terciptanya sebuah teratai kaca ilahi.


Tanpa pikir panjang Nien Chu meminta pada Sang guru dan kedua sahabat yang ada di dalam dantiannya, untuk menerima kekuatan besar dari mereka bertiga guna menggabungkan kekuatan itu ke dalam teratai kaca ilahi miliknya.


Peringatan sang guru tak digubris lagi oleh Nien Chu karena amarah yang kini telah menguasai pikirannya, dan ketiganya pun tak bisa berbuat apa-apa karena mereka hanyalah pengikut dari Nien Chu, yang wajib mengikuti perintah junjungannya karena adanya kontrak darah pada diri mereka bertiga.


Walaupun berat hati ketiga pengikut Nien Chu itu memberikan ketiga kekuatan besar yang dimilikinya kepada Nien Chu.


Nien Chu yang dapat merasakan kekuatan besar itu tanpa ragu sedikitpun langsung menggabungkannya dengan teratai kaca ilahi yang berada di telapak tangan kanannya.


Nien Chu merasakan seluruh tubuhnya luluh lantak seperti tulang-tulang yang ada dalam tubuhnya hancur, yang mengakibatkan rasa sakit yang teramat sangat luar biasa yang kini menderitanya.


"Aku tak akan menyerah....!, Aku pasti bisa menggabungkannya menjadi kekuatan besar yang maha dahsyat, walaupun aku harus menahan sakit yang teramat sangat seperti ini....!!" batin Nien Chu yang terus menggabungkan kedua kekuatan besar yang kini semakin lama semakin menyatu.


Sementara itu kaisar Annzhor yang merasa jika adanya perubahan alam menjadi gelap, akibat awan di langit yang sangat tebal menutupi area sekitar tempat itu, menyadari jika Nien Chu belum mati dan saat ini tengah mengeluarkan kekuatan terkuat yang dimilikinya, membuat sang kaisar kembali membentuk kekuatan peri kuno kuno Pheonix surgawi dari seluruh kekuatan ranah dewa yang dimilikinya.


"Aku tak menyangka jika pemuda itu mampu membuatku sampai ke titik ini, yang membuatku menggunakan kekuatan terbesar ku yang selama ini tak pernah ku gunakan," batin kaisar Annzhor.

__ADS_1


Kaisar Annshor kembali membentuk 5 Pheonix api, kemudian menggigit jari telunjuknya hingga darah segar menetes di jarinya tersebut.


Darah peri kuno yang menetes dari tubuhnya, di cipratannya ke arah kelima burung Pheonix api yang terbang di udara, hingga membuat kelima burung Phoenix api itu pun menyatu, yang menciptakan raja burung Pheonix yang di seluruh tubuhnya berselimutkan api berwarna biru.


Terciptanya Raja burung Pheonix membuat suasana alam di sekitar kekaisaran semakin mencekam, petir petir besar dari langit menyambar ke seluruh area pertarungan, semua itu akibat kekuatan besar yang telah dikeluarkan oleh kaisar Annzhor.


Semua penonton yang melihat pertarungan itu dari kejauhan, baik yang memiliki kekuatan ranah tingkat tinggi maupun pemula, tak ingin terkena dampak energi besar yang tercipta, sehingga mereka semua pun pergi menjauh dengan tidak melihat lagi pertarungan tersebut.


Sementara itu Nien Chu yang berada di dalam tanah berlobang, juga berhasil menciptakan teratai kaca ilahi yang telah digabungkan dengan tiga kekuatan besar dari ketiga pengikutnya, sehingga teratai kaca tersebut kini memancarkan cahaya berwarna putih yang menyala terang, dengan petir petir kecil di dalam teratai kaca ilahi yang terbentuk.


Setelah mampu membentuk teratai kaca ilahi yang maha dahsyat, Nien Chu segera melesat keatas atas permukaan, dan berhadapan langsung dengan jarak yang cukup dekat dengan Kaisar Annzhor.


"Kaisar Annzhor, kita akan buktikan siapa yang masih dapat berdiri di tempat ini, dan kita akan buktikan siapa dari kita yang terkuat...!!" ucap Nien Chu dengan lantang dan menantang.


Kaisar Annzhor tersenyum mendengar perkataan dari Nien Chu, yang menandakan jika sang kaisar telah siap untuk melakukan pertarungan sampai mati dengannya.


Tiba tiba raut wajah sang kaisar berubah saat melihat kedua simbol yang berada di lengan Nien Chu, kedua simbol itu seketika itu membuat goyah keinginannya untuk melakukan pertarungan sampai mati dengan Nien Chu, dan dengan lantang sang kaisar pun berteriak lantang...


"Hentikan Nien Chu!!."


Bersambung.

__ADS_1


Saya meminta maaf kepada pembaca semua, saat ini keadaan saya memang lagi sakit bukan berarti saya tak ingin menulis, mungkin karena kecapean bekerja dan kondisi alam yang sering berubah-ubah kadang hujan dan panas khususnya di Samarinda, membuat kondisi tubuh saya menjadi drop akhirnya demam tinggi dan tak bisa berpikir apalagi menulis. Saya tetap akan menamatkan novel ini seperti yang diharapkan para pembaca semua, jadi jangan berkomentar yang membuat saya sangat terbebani, apalagi membuat saya serasa disalahkan dalam hal ini, semua komentar dari pembaca semua tetap saya baca dan masukkan masukan yang teman-teman berikan saya akan cerna dan pertimbangkan kembali untuk menjadi bahan penulisan kelanjutan dari novel ini, walaupun saya tak bisa membalasnya satu persatu, sekali lagi saya mohon maaf sebesar besarnya jika semalam tak terbit yang membuat teman-teman kesal, trimakasih.


__ADS_2