
Matinya semua jendral dari dataran awan membuat seluruh pasukan darat dataran awan menjadi terpuruk, kesempatan itu dipergunakan sebaik-baiknya oleh pasukan darat dataran langit untuk menghancurkan semua pasukan daratan awan yang menyerang.
Para perwira tinggi daratan awan yang tersisa tak mampu membendung para pasukan daratan langit yang menyerang, hingga banyak dari pasukan dataran awan yang mati di tempat itu.
Begitupun halnya dengan para serangga yang merupakan hewan pelahap, dengan kekuatan hati janin suci dari putri Langyun, semua serangga itu sama sekali tak berkutik dibuatnya, hingga pusaran awan hitam tempat keluarnya serangga-serangga kecil itu berhasil di hancurkannya.
Di udara Thien Yu melakukan pertarungan sengit dengan ketua Saigo, tombak di tangan ketua Saigo tiba tiba saja terpecah dan menjadi puluhan jumlahnya.
Tombak tombak itu langsung memburu keberadaan Thien Yu yang membuat Thien Yu berjumpalitan kebelakang dan menebaskan pedang penguasa malam kearah tombak tombak yang memburunya.
Untuk kesekian kalinya benturan kedua energi terjadi, yang menimbulkan gelombang kejut yang sangat kuat.
Thien Yu telah mengetahui batas kemampuan lawan tarungnya yang masih berada jauh di bawahnya, sengaja Thien Yu mengulur ulur waktu agar raja digoz segera datang untuk memberikan bantuan kepada orang kepercayaannya yang kini menjadi lawan tarungnya itu.
Akan tetapi rencana yang sudah di rencanakan nya segera sirna, setelah putri Langyun datang membantu dan menyerang ketua Saigo dengan kekuatan hati janin suci yang di milikinya.
Sayap di punggung putri Langyun mengepak, hingga sang putri dapat melayang di udara sesuai dengan keinginannya, dan pisau pisau terbang dari kepakan sayap sang putri meluncur deras kearah ketua Saigo dengan cepat.
Kecepatan pisau pisau terbang itu tak terlihat oleh mata biasa, hingga mau tak mau ketua Saigo menghindari dan menangkis pisau terbang yang mengarah padanya.
Ketua Saigo sama sekali tak menduga jika tombak yang di pakainya untuk menangkis salah satu pisau terbang milik putri Langyun, dapat berakibat fatal baginya.
Tak hayal lagi tubuh ketua Saigo seketika itu juga menjadi patung, dan meluncur deras ketanah hingga tubuhnya pun hancur menjadi debu.
Thien Yu yang melihat kekuatan hati janin suci yang dimiliki putri Langyun, begitu sangat kagum dan sedikit ngeri akibat efek yang di timbulkan dari kekuatan yang di miliki putri Langyun kekasihnya itu.
__ADS_1
"Kekuatan hati janin suci mampu menghancurkan tubuh kultivator kuat sekelas ketua Saigo, hingga apapun yang ada di tubuhnya pun ikut hancur termasuk cincin ruangnya, ini merupakan kekuatan yang sangat menakutkan," batin Thien Yu.
Setelah memenangkan pertarungan di daratan, Thien Yu menyuruh pasukannya untuk kembali ke istana elf, dan menempatkan beberapa perwira tinggi pasukan elf beserta beberapa orang anak buahnya untuk berjaga jaga di perbatasan, agar dapat mengetahui perkembangan di perbatasan dataran langit tempat terjadinya pertempuran besar.
Dalam perjalanan pulang, Thien Yu bertemu beberapa elf yang terluka, mereka mengabarkan jika istana elf dan para pasukan terbang phoenix telah melakukan pertempuran udara, hingga kekalahan ada di pihak dataran langit.
Ketua Sanghao dan pangeran Langtian tewas dalam pertempuran itu, pohon Orgy pun tersegel oleh kekuatan raja digoz dan saat ini istana elf telah di kuasai oleh raja digoz dan seluruh pasukannya.
Mendengar laporan dari para elf, membuat darah Thien Yu mendidih, dia tak menyangka jika raja dari kastil iblis darah telah membunuh saudara angkatnya.
Thien Yu yang memendam amarah, seketika itu panik karena melihat putri langyun yang berteriak histeris, dia ingin membalaskan kematian kakaknya yang telah terbunuh saat bertempur melawan raja digoz.
Dengan segala upaya Thien Yu akhirnya dapat menenangkan sang putri. Di saat putri Langyun telah dapat berfikir secara jernih, Thien Yu segera mengadakan rapat tertutup dengan para pimpinan pasukan elf.
Di dalam rapat itu, Thien Yu mengatakan jika semua harus berfikir dengan jernih, sedikit kesalahan akan membuat daratan langit akan hilang dari alam vioni untuk selamanya.
"Aku berfikir saat ini kastil iblis darah tengah lemah karena di tinggal oleh rajanya. Aku berkeinginan untuk menguasai kastil iblis darah, setelah kita menguasainya maka kita akan membangun kekuatan disana untuk menghadapi raja digoz dan pasukan udaranya," jawab Thien Yu.
Semua yang ada di dalam rapat tertutup itu saling berpandangan satu dengan yang lainnya, mereka merasa mustahil untuk menyerang kastil iblis darah yang tentunya masih di jaga ketat oleh para pasukan yang ditinggal disana.
Akan tetapi mereka semua tak bisa berbuat apa apa saat putri Langyun menyetujui usul dari Thien Yu tersebut, dan pada akhirnya mereka semua menyetujui untuk menyerang kastil iblis darah.
Setelah terjadi kesepakatan, Thien Yu mengajak putri Langyun dan ke sepuluh pemimpin pasukan elf, untuk pergi menuju ke kastil iblis darah menggunakan batu bara giok yang mempunyai kecepatan secepat cahaya, dan menyuruh para perwira elf beserta pasukannya untuk menyusul mereka dari belakang.
Batu bara giok melesat cepat menembus awan, dan pada akhirnya mereka sampai ke tujuan yaitu kastil iblis darah.
__ADS_1
Dari atas batu bara giok, mereka semua melihat jika masih banyak prajurit yang menjaga kastil tersebut, hal itu membuat para pemimpin pasukan elf beranggapan jika mustahil untuk menguasai kastil iblis darah dengan mereka yang hanya segelintir orang saja.
"Apa yang harus kita lakukan, sementara kita tak mempunyai pasukan yang akan menggempur kastil iblis darah yang di jaga ketat itu?" tanya salah seorang pemimpin pasukan elf pelapis.
"Kalian semua tak usah khwatir, tetaplah berada disini karena aku yang akan menguasai kastil itu," ucap Thien Yu.
Thien Yu berjalan mendekati putri Langyun dan berkata. "Yun' er untuk kali ini aku ingin kau tetap berada di sini dan aku tak ingin kau ikut membantuku," ucap Thien Yu.
"Tapi kak Thien, aku tak ingin kau berjuang sendiri," protes putri Langyun.
"Jika kau masih menganggapku sebagai seorang pendamping masa depanmu, maka tetaplah berada di atas batu bara giok ini, dan jika kau ingin hubungan kita berakhir maka kau pergi untuk membantuku," ucap Thien Yu dengan ketegasan di dalam perkataannya.
Setelah berkata seperti itu, Thien Yu melesat kedepan gerbang kastil, sesaat dia berdiri disana sambil bergumam. "Maafkan aku Yun'er semua ini demi kebaikanmu karena segel kegelapan yang akan ku aktifkan, akan membahayakan di rimu jika kau berada di sini bersamaku. Perajurit tengkorak putih dari segel kegelapan tak akan pandang bulu dan akan menyerang siapa pun yang di jumpainya selain aku dan orang orang yang telah melakukan kontrak darah denganku," gumam Thien Yu.
Setelah itu Thien Yu memasang 6 segel kegelapan yang telah di aktifkannya, tak berselang lama dari dalam segel kegelapan berhamburan prajurit tengkorak putih dan langsung menuju kedalam kastil iblis darah.
Thien Yu memanggil Gonggo yang berada di dalam alam batinnya, dan tak lama kemudian raja gorila emas raksasa seketika hadir di depan Thien Yu sambil menggenggam tinju memberi hormat.
"Gonggo siap menjalankan perintahmu tuan muda," ucapnya.
"Gonggo sahabatku, aku ingin kau membantuku dalam menguasai kastil ini, dan aku ingin kau juga mencari putri Sorari dan bawa dia bersamamu sebelum para prajurit tengkorak putih yang lebih dahulu menemukannya," ucap Thien Yu.
"Baik tuan muda!!" ucap gonggo singkat.
Tak lama kemudian mereka berdua menerobos masuk kedalam kastil iblis darah.
__ADS_1
Dari atas batu bara giok semua elf yang menyaksikan hal itu semakin yakin jika Thien Yu merupakan penyelamat bagi negeri daratan langit, dan merekapun semakin menaruh rasa hormat kepada Thien Yu.
Bersambung.