
Nien Chu benar benar sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya, jika melihat dari sudut pandang logika seorang manusia, seharusnya jendral iblis Yikzi sudah mati dengan tubuh terpotong potong, tapi kenyataannya sang jendral iblis masih berdiri kokoh tanpa sedikitpun luka di tubuhnya.
Nien Chu kembali menyerang kearah jendral iblis Yikzi, yang membuat pertarungan kembali terjadi.
Nien Chu kembali mengeluarkan kekuatan pedang penguasa malam dengan tehnik pedang pembelah semesta.
Cahaya berbentuk bulan sabit secepat kilat melesat kearah jendral iblis Yikzi, yang membuat tubuh sang jendral terbelah menjadi dua bagian dan langsung tergeletak di tanah.
Kembali Nien Chu di buat heran dengan apa yang di lihatnya, tubuh jendral iblis Yikzi kembali menyatu, dan tak terlihat adanya kelelahan di wajahnya walaupun telah lama bertarung dengannya.
Nien Chu segera mencerna keadaan yang ada dengan semua keanehan yang telah terjadi di dalam pertarungannya itu. Nien Chu kemudian mengeluarkan ke-12 jarum emas yang dimilikinya, dengan menggunakan kekuatan menembus dimensi Nien Chu langsung melesat sedekat mungkin dengan Jenderal iblis Yikzi, dan melesakkan ke-12 jarum emas ke tubuhnya.
Ke 12 jarum emas melesat tepat ke titik saraf yang berada di tubuh jendral iblis Yikzi, akan tetapi ke-12 jarum emas itu tak memberikan sedikitpun efek yang dapat melukai sang Jendral iblis.
Melihat hal itu Nien Chu kemudian tersenyum karena telah mengetahui trik dari sang Jendral iblis.
Mata langit Nien Chu diperkuat untuk melihat ke arah tubuh sang jendral iblis.
Tubuh jendral iblis Yikzi terlihat oleh Nien Chu tengah berselimutkan asap hitam tipis, dan asap itu menyebar ke udara dan menuju ke suatu tempat yang tak bisa dilihat oleh mata langit Nien Chu.
Dengan cepat Nien Chu melesat secepat menuju ke arah asap hitam tipis yang menuju ke suatu tempat, dan benar saja setelah mengikuti asap hitam itu cukup lama, Nien Chu pada akhirnya sampai ke sumber asap hitam itu berada.
__ADS_1
Di sana jendral iblis Yikzi tengah duduk bersila, dan pada saat Nien Chu ingin mendekat ke arahnya maka tubuh lain dari jendral iblis Yikzi telah menyerangnya.
Dengan cepat Nien Chu menghindar, dan melakukan serangan balik kearah replika tubuh jendral Yikzi, hingga pertarungan pun kembali terjadi.
Jendral iblis Yikzi perlahan membuka matanya, diapun lantas mengeluarkan aura kuat di tubuhnya, dan ikut menyerang kearah Nien Chu.
Bertarung 2 banding satu tak membuat Nien Chu terpuruk, dia bahkan bisa mengimbangi semua serangan-serangan yang dilakukan Jenderal iblis Yikzi padanya, dan bahkan Nien Chu mulai dapat menguasai keadaan dengan membuat lawan tarungnya sedikit demi sedikit mulai terdesak.
Dengan menggunakan kekuatan teratai kaca ilahi, Nien Chu berhasil mendaratkan teratai kacanya ke arah tubuh replika jenderal iblis Yikzi, yang membuat tubuh replika itu terhempas keras ke tanah dan tak lama kemudian meledak dan hancur menjadi debu seketika itu juga.
Melihat hal itu, jendral iblis Yikzi langsung menancapkan pedangnya ketanah, maka ribuan pedang berwarna merah menghujani Nien Chu bertubi-tubi, hingga Nien Chu berada di dalam hujanan pedang merah itu.
"Ha..ha ..ha..., akhirnya kau binasa di tanganku Nien Chu...!!" teriak jendral iblis Yikzi meluapkan kegembiraannya setelah seluruh pedang berhasil menuju ke arah Nien Chu.
Tak disangka sangka oleh jendral iblis Yikzi, dari dalam pekatnya debu yang menebar di udara, petir besar menyambar nyambar dan tak lama kemudian Nien Chu muncul dengan mengambang di udara.
Tubuh Nien Chu dilapisi armor pelindung dewa perang milik sang ayah, dan di telapak tangan kananya tampak terlihat sebuah teratai emas dengan mengeluarkan kekuatan petir dari dalamnya.
Belum sempat jendral iblis Yikzi hilang rasa keterkejutannya, tiba-tiba saja Nien Chu menghilang dan muncul secara tiba-tiba di hadapan Jendral iblis Yikzi dengan jarak yang cukup dekat, sambil mengarahkan teratai emas ketubuh jendral iblis Yikzi.
Melihat kekuatan besar dari bunga teratai emas yang menuju ke arahnya, jendral iblis Yikzi langsung mengerahkan seluruh kekuatan yang di milikinya ke arah pedang berwarna merah yang berada di genggaman tangannya, untuk menahan serangan teratai emas yang di lepaskan Nien Chu.
__ADS_1
Jendral iblis Yikzi berteriak sekuatnya menahan tekanan yang sangat kuat dari teratai emas yang berbenturan dengan pedangnya, namun sayang kekuatannya tak mampu untuk mengimbangi kekuatan teratai emas itu, hingga pedang yang ada di genggaman tangannya patah menjadi dua bagian.
Patahnya pedang iblis neraka, membuat teratai petir milik Nien Chu dengan kuat menghantam tubuh Jendral iblis Yikzi, yang membuat sang jendral merasakan jika tubuhnya luluh lantak bagaikan terhantam ribuan petir besar.
Hanya sesaat sang jendral dapat bergerak, dan tak lama kemudian lengkingan kecil dari mulutnya mengiringi kematian nya.
Wucian yang sedari tadi berada di tempat itu, langsung melesat cepat menyambar tubuh jendral Yikzi, dan membawanya pergi dari tempat itu.
Wucian menghentikan pelariannya, dan menatap kearah mayat jendral iblis Yikzi.
"Kau telah lama menjadi jenderal iblis yang berkuasa, sudah saatnya kau jatuh dan menjadikan aku yang merupakan wakilmu, sebagai jendral iblis baru yang menguasai seluruh armada tempur iblis," ucap Wucian.
Dengan kekuatan barunya, Wucian menyerap seluruh kekuatan yang berada di dalam tubuh jendral iblis Yikzi, hingga tubuh sang jendral perlahan-lahan menghilang seiring asap hitam yang mengepul di sekitar bekas tubuhnya berada.
"Ha..ha..ha..., aku tak menyangka kekuatan jendral iblis Yikzi sekuat ini, dan sekarang kekuatan itu telah menjadi milikku," ucap Wucian dengan tawanya.
Sementara itu Nien Chu dapat membebaskan kaisar dan putra mahkota yang di sekap, dan menceritakan semua yang terjadi di istana merupakan ulah pangeran ke 2, untuk memuluskan rencananya menjadi kaisar di kekaisaran mutiara hidup.
Kaisar begitu sangat geram atas apa yang di lakukan pangeran ke 2, dia tak menyangka jika pangeran ke 2 tega melakukan itu semua, yaitu mengadu domba dirinya dan putra mahkota, sehingga sang kaisar akan membuat rencana baru untuk membersihkan namanya dan putra mahkota, dari keburukan di mata penduduk negerinya.
Bersambung
__ADS_1