Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pangeran Liushen binggung


__ADS_3

Dari jauh Thien Yu melihat adanya pemeriksaan surat undang di depan gerbang istana. "Ternyata yang boleh ikut serta dalam perayaan pertunangan pangeran, hanya bagi orang yang mendapatkan undangan, bukan di peruntukkan bagi para penduduk kerajaan.


"Sangat aneh, perayaan besar pertunangan pangeran hanya di isi oleh orang orang di kalangan tertentu saja, apakah raja di kerajaan ini tak ingin berbagi kebahagiaan dengan para penduduknya?" batin Thien Yu.


Thien Yu mengganti pakaian yang di kenakannya, dengan pakaian mewah peninggalan ayahnya yang banyak terdapat di dalam cincin ruangnya, tak lupa dia memegang kipas kertas agar dirinya kesan mewah. kemudian Thien Yu melangkah ke arah dua orang penjaga gerbang istana yang memeriksa kertas undangan.


"Maaf tuan muda, dapatkah kau memperlihatkan kepada kami kertas undangan anda?" tanya salah seorang penjaga gerbang istana.


"Kertas undangan ku terjatuh saat perjalanan menuju kesini," jawab Thien Yu.


"Maaf tuan muda, anda tak boleh masuk kedalam istana karena ini merupakan peraturan yang ada," ucap penjaga itu kembali.


"Berani sekali kalian berdua tak mengijinkan ku masuk kedalam, apakah kalian tak mengenaliku?, jika raja tau kalian berdua menghalang halangiku masuk untuk bertemu sahabatku yang tengah bertunangan, maka kalian berdua akan di pancung," ucap Thien Yu menakut nakuti para penjaga gerbang.


"Maaf tuan muda, ini merupakan perintah yang harus kami laksanakan," timpal penjaga gerbang yang lainnya.


"Aku tak ingin berdebat dengan kalian berdua, karena hilangnya kertas undangan murni kesalahanku, begini saja, aku akan memberikan sekantong koin emas ini untuk kalian berdua asalkan kalian memperbolehkan aku masuk kedalam istana. Sekarang tinggal pilih, kalian mendapatkan sekantong koin emas ini, atau kalian berdua akan mendapatkan masalah karena melarangmu masuk kedalam istana," ucap Thien Yu.


Sesaat kedua penjaga itu mundur kebelakang dari hadapan Thien Yu, mereka berdua pun saling berdiskusi. "Saudaraku, sepertinya pemuda ini merupakan seorang bangsawan, coba kau lihat pakaian yang dikenakannya begitu sangat mewah, dan tak mungkin orang biasa akan memberikan sekantong koin emas secara cuma cuma jika dia bukan dari keluarga terpandang dan kaya raya, jika kita melarang tamu dari raja Liushan untuk masuk kedalam istana, hal itu akan membuat kita berdua dalam masalah," ucap salah seorang penjaga gerbang.


"Kau benar saudaraku, lebih baik kita mengambil sekantong koin emas itu, dan menyuruh pemuda itu untuk masuk kedalam istana," jawab pengawal yang satunya.


Setelah melakukan sedikit pembicaraan, kedua pengawal gerbang datang menghampiri Thien Yu dan berkata.


"Maaf atas kecerobohan dan ketidak tahuan kami tuan muda, anda boleh masuk kedalam istana," ucapnya.


Mendengar kedua pengawal itu mengijinkannya masuk kedalam istana, Thien Yu pun menyerahkan sekantong koin emas kepada penjaga gerbang istana, dan diapun dengan segera masuk kedalam istana kerajaan.


"Ternyata semua masalah dapat di selesaikan dengan koin emas," batin Thien Yu dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


Di dalam istana kerajaan telah banyak tamu undangan yang berada disana. Thien Yu berjalan mencari keberadaan tetua Yun Leng yang pernah di lihatnya saat berada di dalam penjara kerajaan buluh surgawi.


Sekian lama mencari, Thien Yu tak juga menemukan keberadaan tetua Yun Leng, sampai pada akhirnya sang pangeran dan calon tunangannya keluar untuk memperkenalkan diri kepada seluruh undangan yang ada, yang membuat Thien Yu menghentikan pencariannya sesaat.


Betapa terkejutnya Thien Yu saat melihat sosok wanita yang menjadi tunangan sang pangeran, wanita itu begitu sangat di kenalnya.


"Meyling!!" batin Thien Yu seakan tak percaya dengan apa yang lihatnya.


Thien Yu segera mencubit lengannya dan merasakan sakit.


"Ternyata aku tak bermimpi, dia benar benar Meyling," batin Thien Yu.


Ada kegetiran di hati, saat melihat wanita yang pernah singgah di hatinya kini telah menemukan calon pasangan hidup masa depannya.


Thien Yu memejamkan mata, dan berusaha tetap tegar menerima kenyataan yang ada, rasa kehilangan mendalam tentu saja menggelayut di dalam sanubarinya yang terdalam, hingga Thien Yu lupa akan niatnya untuk mencari tetua Yun Leng.


Sambil terus menatap kearah putri Meyling, Thien Yu berkata di dalam hati. "Jika kau bahagia, maka aku juga akan ikut bahagia, ucapnya dengan senyum yang dipaksakan keluar dari mulutnya.


Thien Yu mengeluarkan belati merah darah yang ada padanya, kemudian membungkus belati itu hingga terbentuk menjadi kado yang menarik.


Thien Yu kemudian memanggil seorang pelayan, dan menyuruhnya untuk memberikan kado itu langsung kepada putri Meyling, tak lupa dia memberikan beberapa koin emas kepada pelayan tersebut.


"Katakan pada tunangan pangeran, kado ini berasal dari teman lama yang ikut bahagia dengan pertunangannya," ucap Thien Yu.


"Baik tuan muda, aku akan menyerahkan kado ini pada putri Meyling," jawab sang pelayan.


Setelah memberikan kado itu kepada sang pelayan, Thien Yu segera keluar dari istana mengikuti langkah kakinya berjalan.


Di dalam istana, pelayan memberikan kado kepada putri Meyling.

__ADS_1


"Tuan putri, ini adalah kado titipan dari seorang teman lama katanya, dia menitipkan pesan jika dia ikut bahagia dengan pertunangan tuan putri dan pangeran," ucap sang pelayan.


Setelah memberikan kado itu, pelayan itupun pergi karena ada tamu undangan yang akan memberikan selamat, atas pertunangan pangeran Liushen dan putri Meyling.


Setelah tak ada lagi tamu yang memberikan selamat pada mereka berdua, sang pangeran bertanya pada putri Meyling. "Apakah kau mempunyai teman di kerajaanku?" tanyanya.


"Aku rasa aku tak mempunyai teman di sini," jawab putri Meyling.


"Coba kau lihat apa isi kado pemberian dari teman lamamu itu," ucap sang pangeran penasaran.


Putri Meyling yang sangat penasaran dengan isi kado yang ada di dalam genggaman tangannya, kemudian membukanya.


Tampak sebuah belati artefak langit di dalam bungkusan kado itu, melihat isi kado itu membuat tubuh putri Meyling bergetar hebat, karena dia tau betul siapa pemilik dari belati merah darah itu.


"Thien Yu.." ucap putri Meyling lirih.


"Siapa Thien Yu!??" tanya pangeran Liushen menyelidik.


Putri Meyling tak menggubris pertanyaan pangeran Liushen, kebahagian yang terpancar di wajah sang putri kini berubah menjadi kesedihan yang mendalam, putri Meyling tak kuasa menahan air matanya, diapun berlari meninggalkan pangeran Liushen sambil membawa belati merah darah di tangannya.


Pangeran Liushen bingung tak tau harus berbuat apa, dia sangat malu kepada seluruh tamu undangan karena di tinggal pergi oleh calon tunangannya.


"Kurang ajar!!, teman lama meyling yang bernama Thien Yu pasti pernah dekat dengannya, berani sekali dia merusak acara ku!!" batin sang pangeran.


Pangeran Liushen memanggil salah seorang perwira tingginya dan berkata," bawa seluruh pasukan, sisir kota jangan sampai ada tempat mencurigakan yang terlewat, cari orang bernama Thien Yu hidup atau mati," perintah sang pangeran.


"Aku akan menjalankan perintah anda pangeran," ucap perwira tinggi itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2