
Nien Chu kini berada di arena pertarungan, dan yang di hadapinya kali ini adalah Dewi Giok.
Seluruh penonton yang ada di tempat itu terlihat sangat tegang, karena Nien Chu dan Dewi Giok merupakan 2 orang kultivator yang di unggulkan dalam turnamen besar itu.
"Akhirnya kita bertemu di atas arena pertarungan ini, aku ingin melihat sampai dimana tingkat kekuatanmu saat ini," ucap Dewi Giok.
"Aku ingin 1 syarat dalam pertarungan kita ini, jika aku yang memenangkan pertarungan, maka kau harus berjanji padaku untuk menemaniku ke suatu tempat, dan jika kau memenangkan pertarungan ini maka kau bisa meminta apapun dariku," ucap Nien Chu.
"Jika aku meminta nyawamu, apakah kau akan memberikannya?" tanya Dewi Giok.
"Aku pasti akan memberikannya," jawab Nien Chu.
"Baik..., aku akan menyetujui syarat itu," ucap Dewi Giok.
Dewi giok langsung menyerang kearah Nien Chu dengan pedang perak di tangannya, kecepatannya pun sangat luar biasa, yang tak dapat dilihat oleh mata biasa.
Walaupun demikian, Nien Chu masih sangat mudah untuk menghindari serangan bertubi tubi yang tertuju kearahnya, apalagi saat ini pedang penguasa malam telah berada di dalam genggaman tangannya.
Langkah bayangan yang di gunakan Nien Chu, mampu mengimbangi kecepatan serangan Dewi Giok, melihat hal itu Dewi Giok semakin meningkatkan daya serang nya kearah Nien Chu.
Jual beli serangan terjadi di atas arena pertarungan, sehingga membuat percikan bunga api bertaburan di udara saat kedua senjata saling berbenturan. Apa yang mereka berdua sajikan di atas arena, menimbulkan decak kagum para penonton yang menyaksikan pertarungan itu.
Putri Violin yang menyaksikan pertarungan itu mulai merasa bimbang, dengan langkah apa yang harus dilakukannya terhadap perjodohannya dengan Nien chu.
Dengan kekuatan yang di miliki Nien Chu membuat hatinya perlahan lahan mulai terbuka, apalagi melihat ketampanan Nien Chu sehingga membuat beberapa wanita cantik maupun Putri dari kekaisaran lain terpesona kepadanya.
__ADS_1
"Aku sadar ayah menjodohkan ku dengan Nien Chu, karena ayah telah mengetahui bakat dan kekuatan Nien Chu sebelumnya, yang memiliki kemampuan diatas rata rata kultivator muda di dunia ini, jika aku menikah dengannya maka para iblis akan memperhitungkan untuk menyerang kekaisaran Phoenix, dan aku rasa aku harus menerima perjodohan itu," batin putri Violin.
Putri Violin terus memantau jalannya pertarungan, dan matanya tak luput dari pandangan ke arah pemuda tampan yang telah dijodohkan sang Kaisar padanya.
Di arena pertarungan, tehnik pedang pemecah keheningan telah dikerahkan Dewi Giok dalam menghadapi tehnik pedang naga giok yang di gunakan Nien Chu.
Waktu demi waktu terus berlalu, namun tak ada satupun dari kedua petarung yang terlihat kewalahan maupun terdesak.
Dewi Giok kemudian menggunakan tehnik pedang Dewi perang, yang menciptakan patung raksasa berwujud wanita cantik yang kini berada di belakangnya.
Nien Chu yang sadar jika Dewi Giok telah menggunakan salah satu teknik dari Kaisar terdahulu paviliun langit, segera bersalto ke belakang kemudian mengaktifkan dua simbol Dewa di tubuhnya, untuk membentuk perisai agar dapat mengantisipasi serangan kuat yang sebentar lagi akan di lakukan Dewi Giok kepadanya.
Benar saja, kini Dewi Giok telah mengambang di udara, dengan berdiri membelakangi patung raksasa dia memancarkan aura kuat dan menindas.
Kelembaban udara di tempat itu tiba tiba saja terserap oleh wanita yang berada di belakang putri Giok, yang membuat ribuan pedang es di sekitar patung raksasa tercipta secara tiba tiba, dan dengan sekali kibasan tangan Dewi Giok maka ribuan pedang es yang tercipta meluncur deras ke arah Nien Chu.
Nien Chu yang tak ingin tubuhnya dihujani oleh pedang pedang es itu, seketika itu juga mengeluarkan aura kuat teratai nirwana dari dalam tubuhnya, sehingga tubuh Nien Chu kini berselimutkan cahaya emas dan berada di tengah tengah bunga teratai Nirwana yang berbentuk bayangan bunga raksasa.
Ledakan beruntun terus terjadi saat pedang es membentur bayangan teratai nirwana, yang membuat arena pertarungan kini dipenuhi dengan serpihan serpihan es dari hancurnya pedang es yang dilepaskan Dewi Giok.
Hingga habisnya seluruh pedang es yang menghujani tubuh Nien Chu, tak ada satupun dari pedang itu yang dapat melukainya.
Kali ini Nien Chu mengeluarkan ketiga inti api yang di milikinya, dan mengarahkan ketiga inti api yang berkobar itu kepada Dewi Giok.
Panasnya ketiga inti tapi itu membuat serpihan-serpihan es yang berserakan di lantai Arena, dengan cepat meleleh menjadi cair.
__ADS_1
Ketiga inti api meluncur deras kearah Dewi Giok, yang membuat Dewi Giok seketika itu melepaskan pedangnya, kemudian melakukan gerakan-gerakan menggunakan tangannya sehingga patung yang berada di belakang mulai merespon dan melakukan pergerakan.
Kibasan patung Dewi perang yang ada di belakang Dewi Giok, menciptakan pusaran angin dan langsung tertuju ke arah ketiga inti api yang menuju kearahnya.
Pusaran Angin yang di dalamnya terdapat kilatan kilatan petir, mampu menghempaskan ketiga inti api sehingga membuat Nien Chu seketika itu menggabungkan ketiga inti api yang dimilikinya menjadi sebuah teratai giok.
Nien Chu melepaskan teratai Giok yang berselimutkan api hitam ke arah pusaran angin, hingga ledakan kuat terjadi di tempat itu yang membuat arena pertarungan bergetar dengan kuat.
Pelindung pembatas yang menjadi perisai agar efek pertarungan tak mengenai para penonton, seketika itu retak dan hancur yang membuat energi besar dari ledakan yang terjadi, seketika itu menyebar ke udara dan menuju ke arah para penonton.
Jendral Gong Lang dan Jenderal Jatayu segera mengeluarkan energi murni nya, untuk menahan kekuatan ledakan besar yang terjadi sehingga bias energi besar itu tak melukai para penonton.
Setelah dapat meredam dan menguasai keadaan, Jendral Jatayu segera mengeluarkan artefak pelindung langit dari cincin ruangnya, kemudian meletakkan artefak langit itu di udara hingga membuat arena pertarungan kini terbungkus di dalam gelembung raksasa.
"Aku tak menyangka jika pertarungan yang terjadi dapat membuat keretakan serta kehancuran di segel pelindung kekaisaran, hingga bias energi yang keluar dari dalam arena pertarungan dapat membahayakan penonton yang menyaksikan jalannya pertarungan."
"Aku yakin dengan pelindung artefak Langit, kedua petarung tak akan mungkin lagi menghancurkannya," batin Jenderal Jatayu.
Kaisar Feng Liu San yang terus menyaksikan jalannya pertarungan, begitu takjub dengan pertarungan yang terjadi, karena kedua petarung telah memberikan tontonan yang sangat luar biasa hingga membuat kaisar Feng Liu San merasakan ketegangan atmosfer di dalam pertarungan itu.
Dewi Giok yang telah dapat menguasai keadaan langsung menggunakan teknik pesona yang dimilikinya, hingga Nien Chu dalam sekejap telah berada di dalam ilusi dari teknik pesona yang dilepaskan nya.
Dewi Giok langsung melakukan serangan bertubi-tubi saat melihat adanya kesempatan baik dalam melakukan penyerangan, yaitu terkena nya Nien Chu dengan tehnik pesona yang di lepaskan nya.
Namun tiba tiba keadaan berubah, kini Dewi Giok berada di tempat yang sama sekali di tak di kenalnya, karena semua yang berada di tempat itu mengeluarkan cahaya ke emasan.
__ADS_1
"Celaka..., mengapa malah aku yang terkena di dalam ilusi yang diciptakan oleh Nien Chu," batin Dewi Giok yang merasakan jika dirinya saat ini telah berada di dalam kekuasaan ilusi Nien Chu.
Bersambung