
Tetua Qing ruo mengajak Thien Yu masuk kedalam sekte, dan membawanya ke aula utama di sana telah menunggu ketua Lang An, yang merupakan ketua agung sekte pasir es.
Setelah melihat ketua Lang An, tetua Qing ruo segera menggenggam tinju memberi hormat, yang di ikuti Thien Yu di belakangnya.
"Ketua, ini adalah putra Yan Lan tamu kehormatan Sekte kita," ucap tetua Qing ruo memperkenalkan Thien Yu kepada ketua sekte pasir es.
"Selamat datang Thien Yu, aku tak menyangka jika Yan Lan mempunyai putra yang tampan sepertimu, tapi ada baik nya kau membersihkan diri terlebih dahulu agar orang orang yang melihat mu merasa senang, dan malam nanti aku ingin kau menemuiku kembali karena banyak hal yang ingin ku perbincangkan dengan mu," ucap ketua Lang An.
"Ternyata penampilan merupakan hal penting di dalam sekte ini, baik aku akan memakai pakaian ayahku yang terbaik, dan aku akan tunjukan jika diriku layak di sebut sebagai putra Yan Lan," batin Thien Yu.
"Baik tetua aku akan membersihkan diri terlebih dahulu. Paman, dapatkah kau mengantarkanku?" tanya Thien Yu.
"Tentu saja, kau boleh membersihkan diri di kediaman ku, kebetulan bibimu juga telah mempersiapkan makanan bagimu," jawab tetua Qing ruo.
Setelah berpamitan dengan ketua Lang An, tetua Qing ruo mengajak Thien Yu untuk pergi ke kediamannya.
Setelah membersihkan diri, Thien Yu menggunakan pakaian serba putih peninggalan sang ayah, badan nya yang tinggi besar, di padu dengan parasnya yang tampan, Thien Yu menjelma seperti seorang anak bangsawan besar.
Diapun melangkah keluar dari dalam kamar, dan menuju ke halaman samping di mana tetua Qing ruo, istri dan putrinya tengah duduk disana, sementara itu Qing Chu yang merupakan anak pertama tengah melakukan pengobatan di balai pengobatan sekte, akibat pertarungannya dengan Thien Yu.
"Paman, Bibi...!!" Adik!!" sapa Thien Yu.
Dengan pakaian serba putih yang di kenakan Thien Yu, membuat tetua Qing ruo tertegun melihatnya, dia pun berkata. "Jika hari ini ayahmu masih hidup, dia pasti akan berkata, lihatlah putraku, ketampanannya melebihi ketampanan ku, dan tak ada satupun wanita yang tak tertarik pada putraku," ucap tetua Qing ruo, yang menimbulkan gelak tawa di antara mereka.
"Paman bisa saja," ucap Thien Yu sambil tersenyum, diapun mengambil tempat duduk disisi kanan meja yang telah tersaji berbagai macam hidangan dan makanan di sana.
__ADS_1
"Paman mu benar Thien Yu, kau pemuda yang sangat tampan, dan pastinya seluruh wanita yang ada di sekte ini akan jatuh hati padamu, dan kau harus bersiap untuk di perebutkan oleh mereka semua," timpal bibi Yu yang mencoba menggoda Thien Yu.
"Paman dan bibi selalu saja menggodaku, awas jika sampai putri paman yang cantik ini jatuh hati padaku," ucap Thien Yu yang mencoba membalas candaan dari paman dan bibinya.
Tak lama kemudian suasana keakraban pun tercipta di tempat itu, Thien Yu begitu sangat senang karena tetua Qing ruo dan istrinya begitu sangat menghormatinya, dan juga telah menganggap dirinya adalah anak yang hilang, dan kini telah kembali pulang kerumah.
Qing ji yang merupakan putri tetua Qing ruo, diam diam menaruh hati kepada Thien Yu, yang saat itu baru pertama kali di lihatnya, dan gelagat sang putri dapat di cerna oleh bibi Yu yang merupakan ibunya.
Tak lama kemudian Cen cen yang di temani putrinya, datang bertandang ke kediaman Qing ruo, Cen cen langsung mengenali Thien Yu sebagai putra Yan Lan, karena wajahnya sangat mirip dengan tuan mudanya di masa lampau.
Cen cen tanpa ragu langsung memeluk Thien Yu, keharuan tampak jelas terlihat karena adanya isak tangis yang keluar dari mulut Cen cen.
Cen cen membayangkan saat ini dia tengah memeluk tuan muda yang begitu sangat di rindukannya, karena sosok Yan Lan selain sebagai tuan muda, Yan Lan juga merupakan seorang guru baginya.
Setelah puas memeluk Thien Yu, Cen cen pun berkata. "Dahulu ayahmu adalah seorang kesatria yang hebat nak, tak ada satu orang pun yang mampu menandinginya hingga dia diangkat sebagai jendral perang langit oleh kaisar langit, dan jika kau ingin melihat wajah ayahmu maka bercermin lah, dan pandangi wajahmu sendiri, maka kau akan melihat wajah ayahmu disana," ucap Cen cen.
Disudut yang lain, Cen Li yang melihat Thien Yu untuk kedua kalinya, merasa sangat heran dengan perubahan yang terjadi padanya, jika di umpama kan perubahan itu bagai langit dan bumi, karena wajah dan tubuh Thien Yu di mata Cen Li begitu sangat mempesona.
Makan makan yang terjadi di kediaman Qing ruo begitu ceria dan kekeluargaan, Qing ruo dan Cen cen terbawa suasana saat melihat Thien Yu, mereka berdua menceritakan pengalaman apa saja yang telah mereka lalui dimasa lampau, bersama Yan Lan yang merupakan orang tua Thien Yu, dan tak terasa malam pun tiba.
*****
Gong..!!, Gong..!!, Gong..!!
Suara gong berbunyi yang menandakan jika acara menyambut kedatangan Thien Yu telah di mulai.
__ADS_1
Semua petinggi sekte, murid luar, murid dalam dan murid utama, sama-sama ingin melihat sosok Thien Yu yang di gadang gadang sebagai putra seorang kultivator terkuat sebelum dia diangkat menjadi jenderal tertinggi langit.
Thien Yu keluar dari dalam ruangan dan berdiri di podium utama sekte, bersama ketua sekte dan petinggi sekte yang lainnya.
Tak lama kemudian Thien Yu memperkenalkan namanya, dan menyatakan dirinya sebagai bagai dari sekte, karena ayahnya dahulu merupakan sahabat akrab tetua Yun Leng.
Diatas podium beberapa petinggi mencibir perkataan Thien Yu, karena mereka tak pernah mengetahui jika Yan dahulunya merupakan bagian dari sekte, mereka berpraduga jika Thien Yu hanya ingin numpang ketenaran sekte pasir es di benua semesta biru.
Tapi sebagian para petinggi klan tak berani mengungkapkan isi hati mereka, karena takut akan ketua agung Lang An, hanya wakil ketua 2 yang tak ikut berdiri di podium utama sekte, dia adalah tetua Lang Ma, adik kandung ketua agung Lang An, yang tak suka akan keberadaan Thien Yu.
(Keterangan : Wakil ketua 1 adalah tetua Yun Leng).
Dia berpikiran jika penyambutan Thien Yu begitu sangat berlebihan, untuk menyambut pemuda yang digadang gadang sebagai putra Yan Lan.
Di tempat lain, di kalangan para remaja putri sekte pasir es, wajah Thien Yu begitu menjadi perbincangan hangat di sana, yang membuat Qing Chu menjadi iri karena sebelum kehadiran Thien Yu di dalam sekte, dialah pemuda yang di puja puja para remaja putri di dalam sekte.
Diapun mempunyai inisiatif untuk memprovokasi tetua Lang Ma, agar mempersulit Thien Yu di dalam sekte kalau perlu mengusirnya.
Qing Chu pun menghampiri tetua Lang Ma.
"Paman, apakah pemuda itu begitu hebat sampai di agung agungkan seperti itu, dan ketua agung sepertinya mendukung ayahku dan tetua Cen cen dalam mengagungkannya.
"Kau benar Chu 'er, apa yang mereka lakukan kepada anak muda itu begitu sangat berlebihan, dan aku sebagai wakil ketua sekte tak menyukai akan hal itu, kita merupakan sekte besar dan terpandang di wilayah kerajaan buluh Surgawi, sampai-sampai kerjaan buluh Surgawi tak berani menyinggung kerajaan kita, semua itu karena kita adalah Sekte pertama dan sekte tertua di sini," jawab tetua Lang Ma.
Bersambung.
__ADS_1