Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Thien Yu vs jendral Ling Feng


__ADS_3

Melihat Tuan mudanya terluka, gonggo segera menyerang ke arah jenderal Ling Feng, akan tetapi sebelum serangannya itu menuju ke arah jenderal Ling Feng, perwira tinggi yang datang bersama dengan jenderal Ling Feng segera menghadang dan menangkis serangan dari gonggo, hingga keduanya terlibat dalam sebuah pertarungan yang sangat sengit.


Thien Yu bangkit berdiri, dia tak menyangka jika seorang jenderal tertinggi langit dan juga merupakan seorang Dewa perang, dapat melakukan hal tak terpuji kepada dirinya dengan melakukan serangan sembunyi sembunyi yang membuatnya terluka.


"Jika kau menginginkan sebuah pertarungan, maka aku akan memberikannya karena aku putra Yan Lan yang tak akan gentar sedikit pun dalam menghadapi mu!!" ucap Thien Yu dengan penekanan di perkataannya.


"Putra Yan Lan katamu, ha..ha..ha..dia adalah Jenderal terbodoh yang pernah kulihat, dia rela mati demi menyelamatkan istri-istrinya, tapi lebih baik dia mati jika tidak, aku tak akan pernah menjadi jenderal perang tertinggi langit," jawab jendral Ling Feng.


"Kurang ajar kau berani menghina ayahku tapi tak melihat jasanya yang menjadi pahlawan bagi nirwana dalam menghadapi alam bawah kala itu," batin Thien Yu.


Thien Yu terdiam sejenak dan berpikir tentang kekuatan ayahnya di masa lampau.


"Bukankah kekuatan ayahku pada saat hidupnya mencapai ranah tingkat penempaan tubuh surgawi seperti halnya kekuatan yang ada padaku sekarang, tidak menutup kemungkinan jika aku mampu imbang bertarung dengan jendral perang langit itu, baiklah aku akan bertarung sampai mati denganmu," batin Thien Yu.


"Jendral.., aku ingin bertarung sampai mati denganmu, dan aku ingin kau pun begitu, kita lihat siapakah yang akan mati dalam pertarungan ini," ucap Thien Yu.


"Ha...ha...ha...!!, darah di tubuhmu masih mengalir darah manusia, dan kau ingin mencoba bertarung denganku yang seorang Dewa?, kau hanya akan mengantar nyawa mu anak muda!!.


Tapi aku akan mengabulkan semua keinginanmu itu dengan bertarung sampai mati dengan mu, hitung-hitung nyawamu bisa membalas kan dendam pangeran Xihou yang telah kau bunuh," jawab jendral Ling Feng.


"Ha..ha..ha.., kita lihat siapakah yang akan mati dalam pertarungan ini," ucap Thien Yu.


Tak lama kemudian, tubuh Thien Yu mengeluarkan cahaya emas yang menyilaukan mata, dan tampak terlihat Thien Yu telah memakai perisai perang milik ayah nya, yang membuat jendral Ling Feng sangat terkejut saat melihat perisai perang itu.

__ADS_1


Ternyata perisai perang Yan Lan tak hilang bersama kematiannya, dan mengapa perisai perang itu bisa berada di tangan putranya?, aku akan menyelidiki siapa sebenarnya yang telah memberikan perisai perang itu kepada Thien Yu. batin jendral Ling Feng.


Tak lama kemudian pertarungan pun terjadi dengan sangat sengit, dengan perisai perang milik ayahnya yang membuat Thien Yu menjadi percaya diri untuk menghadapi Jenderal perang langit tersebut.


Pedang penguasa malam terus memburu keberadaan Sang Jenderal, yang membuat sang jendral menangkis serangan-serangan dari Thien Yu dengan menggunakan tombak pusakanya.


Pertarungan itu terus berlanjut sampai mereka berdua keluar dari dalam danau, dan bertarung di udara. Jendral Ling Feng yang merupakan jenderal tertinggi langit tak menyangka jika anak muda yang menjadi lawan tarungnya, mempunyai kekuatan yang hampir setara dengan tingkat kekuatan yang dimilikinya.


"Mengapa tingkat kekuatan anak muda ini telah mencapai tingkat kekuatan ranah penempaan tubuh surgawi, yang berarti tingkat kekuatannya telah mencapai kekuatan yang di miliki jendral Yan Lan sebelumnya, ini akan menyulitkan ku untuk dapat mengalahkannya apalagi terdapat perisai perang ayahnya yang kini di pakai untuk melawanku," batin jendral Ling Feng.


Pertarungan antara jenderal Ling Feng dan Thien Yu membuat alam di sekitar tempat itu bergetar hebat, kegelapan serta merta menghiasi seluruh alam inti vioni baik daratan langit dan daratan awan.


Petir terus menyambar nyambar di sana sini, yang membuat alam inti vioni menjadi sangat mencekam.


Kultivator kuat dari kedua daratan begitu sangat terkejut dengan fenomena alam yang dilihatnya, begitupun para pemimpin kedua daratan seperti tak percaya dengan adanya fenomena alam yang seperti itu, setahu raja Digos yang merupakan penguasa kastil iblis darah, selama ini dirinya merasa jika tak ada satupun kultivator kuat diantara kedua daratan yang mampu untuk menandinginya, tapi kali ini prasangka yang selama ini dirasakannya ternyata berbeda dan di luar dugaannya, ternyata masih ada kultivator kuat di dua daratan yang belum tentu dia sanggup untuk menandinginya.


Thien Yu terus bertarung dengan jendral tertinggi langit, kali ini dia telah menggunakan kekuatan illahi untuk menghadapi sang jendral langit, hal itu membuat sang jendral langit menjadi sangat penasaran dengan tingkat kekuatan yang ada pada Thien Yu.


Kaisar langit beserta Dewa suci dan dewa agung, turun ke alam vioni untuk melihat apa yang telah terjadi hingga membuat nirwana sampai bergetar hebat.


Begitupun halnya Dewi Bilqis yang merupakan penguasa alam vioni juga hadir di tempat terjadinya pertarungan hebat itu.


Dewi Bilqis sangat terkejut saat melihat pemuda yang bertarung dengan jendral perang langit, dia begitu sangat tak asing dengan wajah dan seluruh atribut yang melekat di tubuhnya.

__ADS_1


Seketika itu jantungnya bergemuruh sangat kuat, karena yang dilihatnya adalah sosok Yan lan suami yang sampai saat ini begitu sangat dirindukannya.


Tiba tiba sebuah tangan menyentuh bahu kanannya, dia pun menoleh ke arah sesosok wanita cantik yang kini berdiri di samping kirinya.


"Kak Zhao Quin, sejak kapan kau berada di sini?" tanya Dewi Bilqis.


Sebelum kau berada di sini aku telah menyaksikan pertarungan antara putra kita Thien Yu dan jendral Ling Feng," ucap Dewi Zhao Quin.


"Putra kita? apa maksud perkataanmu yang mengatakan jika pemuda yang bertarung itu merupakan putra kita?" tanya Dewi Bilqis kembali.


"Coba kau lihat pemuda itu, adakah yang kau rasakan pada dirinya?" ucap Dewi Zhao Quin balik bertanya.


"Aku melihat jika yang bertarung itu adalah kak Yan Lan, karena semua atribut dan wajah yang dimiliki pemuda itu sangat persis dengan wajah dan atribut yang dimiliki suami kita kak Yan Lan," jawab Dewi Bilqis.


"Kau benar sekali, dia adalah anak dari putri Xing Xia Lin dari kekaisaran giok, yang merupakan keturunan dari suami kita kak Yan Lan," ucap Dewi Zhao Quin dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Jika begitu halnya, kita harus menghentikan pertarungan ini karena putra kita takkan bisa bertahan melawan jenderal Ling Feng, yang memiliki kekuatan di tahap tertinggi tingkat Nirwana," ucap Dewi Bilqis.


"Thien Yu pasti mampu untuk mengimbangi kekuatan jenderal tertinggi langit, karena putra kita telah dapat menguasai kekuatan Ilahi yang merupakan kekuatan tanpa batas, di samping itu dia juga telah memakai perisai terkuat di Nirwana, dan takkan mudah bagi jenderal langit untuk dapat mengalahkannya, kita lihat dahulu perkembangan yang terjadi di antara mereka, jika keadaan telah menyudutkan putra kita maka kita berdua akan menyelamatkan Thien Yu," ucap Dewi Zhao Quin.


"Baik lah kak Zhao Quin, aku akan mengikuti saran mu," jawab Dewi Bilqis.


Bersambung.

__ADS_1


Trimakasih buat sahabatku Delvid Syah yang telah memberi banyak koin, semoga selalu di limpahkan rezeki dan kesehatan dari nya, amin.


bagi sahabat yang telah memberikan dukungan pada novel ini, saya pribadi mengucapkan banyak terimakasih, semoga selalu di beri kesehatan dan dan rezeki dariNYA, Amin.


__ADS_2