Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Menjadi juara


__ADS_3

Jeni kehabisan energi di tubuhnya yang membuatnya tergeletak di tanah, melihat hal itu Nien Chu segera melepaskan segel kegelapan agar tak membahayakan nyawa jeni.


Dengan sekali kibasan tangannya, Jeni terhempas ke luar arena pertarungan dan langsung tak sadarkan diri. Apa yang dilakukan Nien Chu bertujuan agar jeni terhindar dari efek pertarungan yang akan terjadi antara dirinya dan penyihir kegelapan.


Nien Chu kini berhadapan langsung dengan penyihir kegelapan, sang penyihir kemudian menyerang Nien Chu dengan tongkat ditangannya.


Aura berwarna hijau yang merupakan racun yang sangat mematikan kini menyebar di udara, dan menutupi pandangan mata Nien Chu.


Dengan sigap Nien Chu mengaktifkan mata langitnya dan mengaktifkan dua simbol di tubuhnya, agar terlindung dari racun yang menyebar di udara.


Penyihir kegelapan menghantamkan tongkatnya kedepan, sehingga 3 buah tengkorak yang mengeluarkan aura mematikan, langsung menuju kearah Nien Chu.


Melihat hal itu Nien Chu mengeluarkan kekuatan inti api surgawi dan memecahkannya menjadi 3 bagian, ke tiga inti api surgawi itu langsung menyambut datangnya serangan tengkorak yang menuju ke arahnya.


Ketiga tengkorak yang menuju ke arah Nien Chu seketika itu terbakar oleh inti api surgawi yang dilepaskan Nien Chu, hingga ketiga tengkorak itu pada akhirnya hangus terbakar dan menjadi debu.


Penyihir kegelapan sangat terkejut melihat kenyataan jika Serangan yang diarahkan kepada lawan tarungnya, tak bisa melukai dan bahkan serangannya itu akhirnya hancur oleh ganasnya kobaran api putih yang membakar nya.


Sang penyihir juga merasa heran, mengapa pemuda yang menjadi lawan tarungnya dapat menahan racun ganas yang diciptakannya, dan bahkan dapat melihat di dalam pekatnya racun yang menyebar di udara.


Penyihir kegelapan kini merubah pola serangannya, dan kini dia mengeluarkan sosok makhluk yang sangat menyeramkan dengan banyaknya luka yang dipenuhi dengan nanah berwarna hijau beracun, serta kuku kuku tajam yang memiliki racun mematikan.


Aroma anyir seketika itu menyeruak ke udara, yang membuat para penonton tak kuasa menahan diri untuk mengeluarkan semua isi perut yang sudah dimakannya.


Wali kota segera mengeluarkan untuk menutupi arena pertarungan, agar racun yang menyebar di udara dan Aroma Anyir dari tubuh makhluk mengerikan itu, tak sampai kepada para penumpang yang menyaksikan jalannya pertarungan.


"Sepertinya mahluk ini merupakan mahluk kuno dimasa lalu yang telah di bangkitkan, yang tentunya memiliki kekuatan hebat dan tak terbatas," batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian mengeluarkan pedang penguasa malam dari dalam tubuhnya, dan dengan cepat langsung menyerang mahluk itu dengan menggunakan tehnik 6 rasi bintang.


Alhasil mahluk mengerikan itu terjebak di dalam segel 6 rasi bintang, yang membuatnya tak dapat bergerak.


Nien Chu kemudian melakukan pembantaian di sana, yang membuat tubuh mahluk menyeramkan itu terpotong potong menjadi beberapa bagian.


Apa yang terjadi diluar dugaan Nien Chu, potongan-potongan tubuh makhluk hidup itu seketika menjadi sosok makhluk mengerikan yang sama, yang kini jumlahnya semakin banyak sesuai dengan potongan-potongan tubuh yang berserakan di tanah.


Tawa penyihir kegelapan seketika itu seketika pecah menyaksikan apa yang telah terjadi, di mana makhluk mengerikan yang dikeluarkannya telah berubah menjadi banyak dan hal itu membuatnya merasa senang.

__ADS_1


Namun tawanya seketika itu sirna saat melihat senyuman dingin di wajah Nien Chu.


"Lumayan, kau sedikit memberi warna dalam pertarungan ini dan aku cukup terhibur dengan semua makhluk mainanmu itu, tapi sayang aku tak ingin terlalu lama bermain main dengan mahluk mahluk mu itu, maka bersiaplah untuk menerima seranganku" ucap Nien Chu.


Tak lama kemudian dari telapak tangan Nien Chu keluar bunga teratai kaca yang memberikan aura menindas di atas arena pertarungan.


Mengetahui jika pemuda yang menjadi lawan tarungnya akan menyerang ke arahnya, penyihir kegelapan langsung menyuruh seluruh makhluk mengerikan yang diciptakannya itu untuk membentengi dirinya.


Nien Chu kembali yang melihat para makhluk mengerikan itu telah membentengi penyihir kegelapan, dengan menggunakan tehnik menembus dimensi, Nien Chu mendekat ke arah penyihir kegelapan dan menghantam teratai kaca ilahi ke arahnya.


Melihat Nien Chu tiba-tiba muncul di hadapannya dengan cepat penyihir kegelapan buru buru membangkitkan perisai pelindung di tubuhnya, agar serangan dari pemuda yang menjadi lawan tarungnta tak bisa melukainya.


Apa yang di pikirkan oleh penyihir kegelapan tak seperti kenyataan yang ada, teratai kaca ilahi mampu menghancurkan perisai pelindung di tubuhnya, sehingga membuat penyihir kegelapan terhempas keluar arena pertarungan dan tewas seketika.


Tewasnya penyihir kegelapan membuat seluruh mahluk mengerikan lenyap, yang membuat keadaan kembali membaik seperti sedia kala.


Kemenangan Nien Chu dalam pertarungan itu, membuatnya menjadi juara di kompetisi kota Danau hitam.


Penyerahan hadiah pun di lakukan saat itu juga, dimana walikota yang akan menyerahkan langsung hadiah itu.


Nien Chu merasa terkejut dengan semua hadiah-hadiah yang diberikan kepadanya, yang begitu mewah dan sangat luar biasa pantas bagi pertarungan yang diadakan dalam turnamen itu.


Selain itu Nien Chu juga mendapatkan undangan dari walikota malam nanti, untuk sekedar makan malam dan berbincang-bincang.


Nien Chu sebenarnya tak ingin hadir di dalam undangan itu karena tak ada keuntungan jika hanya berbincang-bincang dengan sang walikota, Nien Chu akhirnya menerima undangan itu karena dia berpikir jika saat berbincang-bincang dengan walikota, dia dapat mengorek informasi tentang keberadaan paman Lu Ying saat ini.


Dan malam hari pun tiba Nien Chu dijemput orang-orang suruhan walikota agar memenuhi undangannya, dan tak disangka di rumah walikota tengah ramai dengan para undangan yang menghadiri berulang tahun putri sang walikota.


Beberapa anak bangsawan dari kota lain pun hadir di tempat itu, termasuk Putri Xiang'er dan pangeran Xingjiang yang merupakan putra dan putri Kaisar istana matahari.


Nien Chu tiba-tiba dipanggil seorang pelayan muda, dan menyuruhnya untuk naik ke tingkat atas bangunan sang walikota.


Di sana walikota tengah menunggunya bersama jeni.


Setelah Nien Chu duduk sang walikota lalu mengutarakan keinginannya.


"Aku ingin kau memenangkan turnamen beladiri di istana kota kekaisaran yang akan dilakukan satu minggu dari sekarang, karena kemenangan itu akan membuat kota Danau hitam lebih diperhitungkan lagi oleh kaisar matahari," ucap walikota.

__ADS_1


"Aku pasti akan memberikan yang terbaik pada kota ini dengan memenangkan turnamen yang akan diselenggarakan," jawab Nien Chu.


"Aku yakin kalian berdua pasti dapat menjuarai turnamen bela diri itu, aku akan memberikan hadiah besar kepada kalian berdua jika bisa masuk dalam 3 besar pemenang turnamen beladiri itu".


Untuk saat ini kau dan jeni boleh tinggal di rumahku agar kalian bisa berlatih sebelum hari keberangkatan menuju kota kekaisaran tiba," ucap walikota.


"Kami berdua akan tinggal di sini, sesuai dengan keinginan walikota," ucap Jeni yang membuat walikota merasa senang.


"Hari ini merupakan hari ulang tahun putriku, karena kalian berdua masih sebaya dengannya maka kalian boleh bergabung di dalam pesta itu, tapi sebelumnya kalian berdua berganti pakaian lah terlebih dahulu agar layak dan pantas, karena di sana terdapat putra mahkota dan Putri Xiang'er.


Setelah berkata seperti itu walikota memanggil para pelayannya untuk membawa jeni dan Nien Chu berganti pakaian.


Setelah para pelayan datang, jeni segera mengikutinya untuk berganti pakaian, sementara Nien Chu tetap duduk di tempatnya.


Walikota merasa heran mengapa Nien Chu tak pergi mengganti pakaiannya, sehingga walikota pun menanyakan hal itu kepadanya.


"Sepertinya ada yang ingin kau sampaikan kepadaku sehingga kau tak ikut berganti pakaian, tanya walikota.


"Aku hanya ingin menanyakan keberadaan leluhur Lu Ying pada anda, dapatkah Anda memberitahuku keberadaannya sekarang?" tanya Nien Chu.


"Mengapa kau tanyakan hal itu padaku?"


Kini giliran walikota bertanya, yang membuat Nien Chu segera mencari jawaban sang walikota, agar walikota tak mencurigainya.


"Sedari kecil aku mendengar cerita tentang leluhur Lu Ying, dan aku sangat mengaguminya sehingga aku terus berlatih dan menjadi seperti sekarang ini".


"Aku tak menginginkan semua hadiah-hadiah dalam rupa apapun, karena aku hanya ingin bertemu dengan leluhur lu Ying yang merupakan orang yang sangat kukagumi hingga aku berlatih dan terus berlatih hanya untuk menjadi seperti dia.


Wali kota mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dengan apa yang ada di dalam pikiran pemuda yang ada di hadapannya.


"Leluhur lu Ying tak pernah menampakkan dirinya sekalipun ada acara penting di kekaisaran, dan tak ada orang yang pernah mengetahui keberadaannya selain keluarga besar kekaisaran matahari".


"Jika kau lebih mengetahui keberadaan, kau harus bisa memenangkan turnamen bela diri itu agar Kaisar matahari dapat bertemu dengan mu dan berpijak-bincang dengannya. Di saat itu merupakan kesempatan bagimu untuk menanyakan keberadaan leluhur Lu Ying pada sang Kaisar" ucap walikota.


"Terima Kasih atas semua informasi yang telah anda berikan," jawab Nien Chu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2