
Pangeran Xihou telah selesai melakukan meditasi penyembuhan diri dari racun yang berada di tubuhnya.
Karena rasa penasaran yang tinggi terhadap putri Langyun, pangeran Xihou kembali menunju ke kamar sang putri untuk menemuinya.
Amarah sang pangeran saat itu meledak ketika dia tau jika putri Langyun telah pergi meninggalkan kamarnya, sehingga dia tak dapat menjumpai sang putri disana, dengan sangat kesal pangeran Xihou melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan kamar sang putri hingga hancur berkeping-keping.
Setelah itu dia pun melesat pergi untuk mencari keberadaan Putri Langyun di dalam istananya, akan tetapi usahanya untuk terus mencari sang putri tak juga menemukan keberhasilan, hingga pangeran Xihou memutuskan untuk melesat pergi keluar dari dalam istananya.
Belum sempat beberapa jauh melangkah, pangeran Xihou berpapasan dengan Thien Yu yang masuk kedalam istana.
"Cepat kembalikan putri Langyun, dia sekarang telah menjadi istriku jadi kau jangan coba-coba untuk mendekatinya lagi. Ingat manusia putri Langyun tak pantas untukmu karena kau hanya seorang manusia dan dia adalah seorang elf, perbedaan kalian seperti langit dan bumi, ingat itu," ucap pangeran Xihou.
Thien Yu segera mencerna perkataan sang pangeran, dan dia pun berkesimpulan jika Putri Langyun kini tak berada di tangannya, akhirnya Thien Yu memutuskan untuk mencoba memprovokasi pangeran Xihou dengan perkataannya.
"Ha..ha..ha.., pangeran ku ingatkan padamu, putri Langyun malah tak seharusnya bersanding dengan mu yang seorang anak iblis yang terbuang, dari segi pandang para dewa kau hanya seorang pangeran hina yang layaknya seperti sampah yang tak mempunyai peran dan arti apa-apa di mata mereka, kau hanya akan mempermalukan martabat ayahmu yang seorang Dewa sejati dengan tingkah lakumu yang tak mencerminkan garis keturunan Dewa dari ayahmu, jika kau lebih baik dariku mengapa para dewa menghukum mu hingga tubuhmu berbau busuk dan wajahmu menjadi menyeramkan seperti itu, dan kurasa tak ada satupun wanita yang mau bersamamu dengan kondisi mu yang sangat menyedihkan seperti itu," jawab Thien Yu dengan senyum mengejek di sudut bibirnya.
Mendengar perkataan Thien Yu, seketika itu juga amarah pangeran Xihou meledak, diapun langsung menyerang Thien Yu dengan tentakel gurita yang keluar dari tubuhnya.
Thien Yu yang sadar jika tersentuh tentakel itu dia akan lumpuh seketika, dengan cepat mengeluarkan pedang penguasa malam dan menepis semua tentakel gurita yang menyerangnya.
Dengan kekuatan di tingkat ranah penempaan tubuh Surgawi dan ketajaman pedang penguasa malam, Thien Yu berhasil menebas putus seluruh tentakel yang menyerangnya hingga tak tersisa.
Melihat seluruh tentakel yang dimilikinya telah tertebas putus, hal itu membuat sang pangeran semakin murka dan menyerang Thien Yu dengan tombak yang kini berada di genggaman tangannya.
__ADS_1
Dan pada akhirnya jual beli serangan terjadi di dalam di tempat itu, hingga membuat bangunan istana porak poranda dan hancur di sana sini.
Pangeran Xihou tak lagi memikirkan istananya yang hancur, di dalam pikirannya saat ini dia ingin memusnahkan manusia yang telah membuat onar di dalam istananya, dan menggagalkan pernikahannya dengan putri Langyun.
Pertarungan terus terjadi hingga membuat putri langyun keluar dari persembunyiannya saat mendengar adannya pertarungan di dalam istana tempat persembunyiannya berada, dan mencari sumber suara pertarungan yang menggetarkan seluruh bangunan istana megah itu.
"Thien Yu..!! ternyata kau datang untuk mencari dan menyelamatkanku," ucap putri Langyun dengan wajah ceria.
Sang putri segera mencari posisi untuk untuk memantau jalannya pertarungan itu dari kejauhan, karena untuk membantu Thien Yu hal itu tidaklah mungkin di karenakan kondisi dantian sang putri yang masih di bekukan oleh pangeran Xihou.
Di tempat pertarungan antara pangeran Xihou dengan Thien Yu, belum juga terlihat siapa yang akan menenangkan pertarungan. Setelah beberapa lama bertarung, pada akhirnya pangeran Xihou menggunakan kekuatan terkuat yang dimilikinya.
Tubuh pangeran Xihou seketika itu berubah menjadi raksasa dengan tubuh yang berwarna merah darah, dan sebuah tanduk yang mencuat diatas kepalanya.
Pangeran Xihou telah menggunakan kekuatan iblis dari garis keturunan ibunya, yang membuat sang pangeran lebih kuat berkali kali lipat dari sebelumnya. Dengan kekuatan iblis itu sang pangeran kembali menyerang Thien Yu dengan ganas.
Dan pada satu kesempatan dari sebuah celah kelengahan pangeran Xihou, Thien Yu berhasil melesakkan tinju naga giok telak ketubuh sang pangeran hingga membuat pangeran Xihou terhempas jauh kebelakang dan terpelanting keras di lantai istana.
Thien Yu melangkah kearah pangeran Xihou yang tergeletak di lantai ruangan, dan menyadari jika pangeran Xihou masih hidup dengan adanya aura hidup yang masih melekat di tubuhnya.
Dengan segera Thien Yu memasang kewaspadaan tinggi, dan kembali mempersiapkan tinju naga gioknya kembali.
Benar saja, tak beberapa saat lamannya pangeran Xihou berputar seperti gasing ke udara, kemudian melesakkan 1 tapak dari kejauhan kearah Thien Yu, maka terciptalah bayangan telapak tangan yang semakin membesar, yang menuju ke arah Thien Yu berada.
__ADS_1
Thien Yu yang sedari awal telah mempersiapkan kemungkinan yang ada, dengan cepat menghantamkan tinju naga giok yang dia miliknya hingga membuat kedua energi saling bertemu di udara.
Thien Yu terseret kebelakang, sementara pangeran Xihou kembali terpelanting ke tanah dengan sangat keras, akan tetapi tak sedikit pun membuat pangeran Xihou terluka, hal itu membuat Thien Yu memutar otaknya dalam menghadapi pangeran Xihou.
Pangeran Xihou kembali bangkit berdiri, dengan tubuh yang tak terluka sedikitpun, hal itu membuat Thien Yu menjadi bingung dengan apa yang sebenarnya telah terjadi pada sang pangeran.
"Tinju naga giok yang kumiliki begitu sangat kuat apalagi ditunjang dengan ranah tingkat penempaan tubuh surgawi Yang kumiliki, kekuatan itu mampu membunuh seorang dewa sekalipun, tapi mengapa tinju naga giok yang kumiliki tak sedikitpun pada pangeran Xihou?" batin Thien Yu.
"Jika tinju naga giok yang ku miliki sanggup kau patahkan, maka aku aku akan membinasakan mu dengan seranganku kali ini," ucap Thien Yu.
"Tehnik 6 rasi bintang," ucap Thien Yu kembali.
Dengan cepat tubuh Thien Yu memecah diri menjadi 6 replika tubuh yang sama, kemudian melesat cepat mengurung pangeran Xihou hingga tersegel di dalam segel 6 rasi bintang.
Pangeran Xihou tiba tiba saja merasakan tubuhnya tak bisa bergerak. Belum lagi pangeran Xihou memikirkan bagaimana cara membebaskan dirinya dari segel yang membuat tubuhnya tak bisa bergerak, tiba tiba saja ke 6 bayangan Thien Yu menyerang kearah sang pangeran, kemudian melakukan pembantaian di sana.
Ke 6 bayangan Thien Yu kembali menyatu, dan tak lama kemudian tubuh asli Thien Yu pun terbentuk.
Terlihat tubuh pangeran Xihou telah terpotong potong menjadi beberapa bagian, hingga tak terlihat sedikitpun aura hidup pada dirinya.
Di saat Thien Yu telah merasa jika dia memenangkan pertarungan itu, tiba tiba sajakah keajaiban terjadi pada potongan tubuh sang pangeran.
Tubuh sang pangeran kembali menyatu, hingga terbentuk tubuh baru tanpa sedikitpun bekas potongan di tubuh nya.
__ADS_1
"Lumayan, kau teryata cukup tangguh anak manusia, tapi aku bukanlah seorang yang dapat kau kalahkan dengan mudah," ucap pangeran Xihou.
Bersambung