
Malam itu putri Meyling menumpahkan rasa beban dihatinya di dalam pelukan Thien Yu, air matanya semakin deras keluar, dan isaknya semakin keras terdengar.
Thien Yu membiarkan putri Meyling seperti itu hingga tangisnya pun mereda.
"Hai..., kau sudah lelah menangis? kalau kau masih ingin menangis menagislah," ucap thien Yu.
"Plok..!!, air mataku sudah habis tau..!!" ucap putri meyling sambil memberikan satu pukulan telapak tangan kanannya, ke bahu kiri Thien Yu yang membuat Thien Yu meringis kesakitan.
Sesaat kemudian keakraban mulai terjalin di antara mereka, tak ada lagi beban dari cinta rumit yang selama ini mereka berdua jalani. Dan malam itu pun Thien Yu mengajak putri Meyling untuk mencari keberadaan sekte pasir es.
Sementara itu di dalam istana buluh surgawi, pangeran Liushen sangat murka karena belum juga mendapatkan berita tentang keberadaan putri Meyling.
Apa pun benda yang berada di dalam kamar sang pangeran telah hancur berantakan, semua itu karena rasa kesal yang mendalam akibat pertunangannya dengan putri Meyling yang telah gagal. Tak ada satupun pelayan maupun perajurit kerajaan yang berani mendekati sang pangeran, karena sang pangeran telah banyak meminum anggur hingga membuatnya tak terkendali.
Beberapa perajurit datang menghadap raja Liushan, dan menceritakan semua yang terjadi mengenai sang pangeran.
Tak lama kemudian raja Liushan datang ke kamar putranya bersama dengan dua orang berwajah kembar, yang merupakan orang kepercayaannya. Sang raja sangat prihatin dengan kondisi putranya yang kini telah tergeletak di lantai ruangan.
"Yuyang, Yuying, selidiki keberadaan Putri Meyling, dan cari tahu siapa pemuda yang bernama Thien Yu jika dia melawan bawa kepadaku hidup atau mati," ucap raja Liushan sambil memberikan baju yang pernah di pakai putri Meyling kepada mereka, agar dapat mendeteksi keberadaan sang putri.
"Baik yang mulia, kami akan menjalankan perintah," jawab mereka berdua.
Dua orang kepercayaan sang raja yang merupakan kultivator dengan ranah tingkat alam emperor puncak cahaya, seketika lenyap dari pandangan mata.
Setelah kepergian Yuyang dan Yuying raja Liushan memanggil para prajurit untuk membantu pangeran Liushen yang tengah mabok berat, dan dia sendiri pergi keruangan khusus untuk melakukan meditasi. Apa yang di alami putranya membuat raja Liushan menanam kebencian terhadap orang yang membuat putri Meyling berpaling dari putranya, tak lama kemudian rohnya pun terlepas dari raganya, untuk mencari keberadaan Putri Meyling.
Di tempat lain di Thien Yu dan putri Meyling berjalan beriringan, putri Meyling tak malu malu lagi kepada Thien Yu, dia terlihat sangat manja dengan memeluk mesra lengan Thien Yu sepanjang perjalanannya.
"Thien Yu bolehkah aku memanggilmu kakak?" tanya putri Meyling.
"Apa pun yang kau inginkan dan menyenangkan hatimu, boleh kau lakukan," jawab Thien Yu.
"Trimakasih kak Thien," ucap putri Meyling dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Melihat senyum Meyling membuat Thien Yu menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Ada apa kak Thien?" tanya Meyling heran.
"Aku hanya heran kepada para dewa, mengapa mereka menciptakan mahluk wanita secantik kamu, sehingga membuat para laki laki yang ada di dunia ini jatuh hati padamu," jawab Thien Yu.
"Gombal!!,' ucap putri Meyling dengan mencubit perut Thien Yu kembali.
"Aduh..!!" pekik Thien Yu sambil meringis kesakitan.
"Maafkan aku sayang, kau sangat menggemaskan sih," ucap Putri Meyling dengan mengelus elus perut Thien Yu.
"Kak Thien, semua yang ada padaku telah ku serahkan seutuhnya padamu, dan aku tak ingin kau meninggalkan ku lagi," ucap putri Meyling.
Putri Meyling menatap wajah tampan Thien Yu, kemudian diapun memejamkan matanya.
Jantung Thien Yu berdetak cepat melihat bibir merah merekah putri Meyling yang sedikit terbuka, bibir itu sengaja menantangnya untuk di kecup.
Dengan perlahan thien Yu mendekatkan bibirnya kearah bibir sang putri, hingga napas Thien sangat terasa menerpa wajah putri Meyling. Namun tiba tiba Thien Yu menghentikan kegiatannya yang membuat putri Meyling membuka matanya.
"Ada apa kak Thien, apakah kau tak ingin mencium ku?" tanya putri Meyling kesal.
"Kau benar kak Thien, kita kedatangan tamu," ucap putri Meyling dengan segera memasang kewaspadaannya.
"Keluarlah, aku mengetahui kehadiran kalian," ucap Thien Yu.
Di atas dahan pohon raksasa, Yuyang dan Yuying saling berpandangan. "Sepertinya pemuda itu merupakan kultivator yang kuat kak Yuyang, terbukti dia mampu mengetahui keberadaan kita," ucap Yuying.
"Kau benar adik, sepertinya kekuatan pemuda itu tak bisa dianggap remeh karena dia bisa mengetahui keberadaan kita, lebih baik kita pergi kesana untuk menemuinya," jawab Yuyang.
Tak lama berselang merekapun melesat kearah Thien Yu dan putri Meyling, dan berdiri dihadapannya dengan gaya menantang.
"Aku tak punya masalah dengan kalian berdua, tapi mengapa kalian ingin membuat masalah dengan kami?" tanya Thien Yu.
"Kami di tugaskan untuk membawa putri Meyling kembali, dan membawamu kerajaan buluh surgawi hidup atau mati," ucap Yuyang.
"Jika kau ingin membawa putri Meyling, kalian harus melangkahi mayatku terlebih dulu," tantang Thien Yu.
__ADS_1
"Baik jika itu maumu, maka aku akan mewujudkannya," ucap Yuying dengan mengeluarkan aura ranah tingkat emperor puncak cahaya yang sangat menindas kearah thien Yu.
Dengan cepat Thien Yu menghalaunya dengan melepaskan aura ranah pembentukan tubuh surgawi yang sangat pekat, yang membuat kedua kultivator yang ada di hadapannya mundur beberapa langkah ke belakang akibat energi kuat yang di lepaskan Thien Yu.
"Kakak dia memiliki kekuatan surgawi, ini akan merepotkan kita dalam meringkusnya, lebih baik kita menyerangnya secara bersamaan agar mempermudah kita dalam meringkusnya," ucap Yuying.
"Kau betul adik, untuk mengalahkannya kita harus menyatukan kekuatan kita. Adik ayo kita serang dia," jawab Yuyang dan langsung menyerang Thien Yu dengan golok besar yang kini berada di dalam genggaman tangannya.
Yuying tak tinggal diam, diapun mengeluarkan goloknya dan menyerang kearah Thien Yu.
Melihat para penyerangnya merupakan kultivator ranah tingkat alam emperor puncak cahaya, Thien Yu langsung mengeluarkan pedang penguasa malam untuk menyambut serangan yang mengarah padanya.
Tak lama kemudian pertarungan sengit pun terjadi, jual beli serangan langsung tercipta yang membuat malam yang gelap menjadi terang, akibat percikkan bunga api yang keluar dari benturan kedua senjata.
Putri Meyling yang tadi nya diam, seketika itu langsung melesat ke arah Thien Yu karena melihat sosok bayangan roh raja Liushan yang menyerangnya dari belakang.
"Ackh...!!" pekik putri Meyling saat telapak tangan raja Liushan menghantam dada sang putri dengan telak.
Putri Meyling tersungkur ketanah dengan memuntahkan dara segar dari mulutnya.
"Mey'er...!!" teriak Thien Yu dan langsung menyongsong sang putri.
Dengan cepat Thien Yu menotok bagian saraf di dalam merindian putri Meyling dengan tehnik jari matahari, kemudian memasukkan beberapa pil kedalam mulutnya.
Di sisi lain roh raja Liushan menghentikan serangannya yang di ikuti oleh Yuyang dan Yuying. Dia sangat menyesali mengapa calon tunangan putranya memilih untuk melindungi pemuda yang menjadi target serangannya.
Terlihat Thien Yu sangat marah dengan apa yang di lakukan raja Liushan pada kekasihnya, diapun bangkit berdiri.
"Kalian harus membayar ini semua, aku tak akan pernah mengampuni kalian," ucap Thien Yu.
"Lu ying, Yeiyi hadirlah," ucap Thien Yu.
Tiba tiba angin kencang berhembus, tak lama kemudian Lu ying dan Yeiyi hadir di tempat itu, yang membuat raja Liushan dan pengikutnya sangat terkejut. Mereka tak menyangka akan kedatangan 2 kultivator kuat di tempat itu.
Bersambung.
__ADS_1
Masih galau sahabat, belum bisa fokus menulis walaupun banyak ide di kepala. Malam ini saya nulis satu episode saja🙏.