Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Berjiwa kesatria


__ADS_3

Malam itu Anchen nekad datang ketempat Nien Chu berada.


Kehadiran Anchen sudah dirasakan oleh Nien Chu sehingga diapun datang menemuinya.


Anchen terdiam saat berhadapan dengan Nien Chu, tak ada satu katapun yang bisa terucap dari mulutnya, setelah berhadapan dengan Nien Chu.


Ada rasa malu yang teramat sangat saat dirinya ingin meminta kepada Nien Chu untuk menyembuhkan Merindiannya yang telah rusak, sehingga membuat Anchen tak bisa berkata apa apa di hadapan Nien Chu.


"Mengapa aku sangat bodoh sehingga mau meminta tolong padanya untuk menyembuhkanku, jika dia menolakku bukankah itu lebih memalukan lagi dari apa yang kurasakan saat ini?" batin Anchen.


Seketika itu gejolak perasaannya bercampur aduk menjadi satu, yang membuat tekanan di dalam hati Anchen menjadi tak stabil.


"Ah .., sudah..., sudah terlanjur aku berada di sini, jika aku membalikkan tubuhku dan melangkah pergi bukan kah hal itu akan membuat Nien Chu mentertawakan ku, dia pasti akan mengganggap ku sebagai seorang pengecut jika berhadapan dengannya.


Lebih baik aku mengatakan kepadanya keinginanku, terserah apa yang ingin diperbuatnya setelah itu yang penting aku telah berusaha untuk meminta pertolongan padanya, " batin Anchen.


Anchen lantas menghembuskan nafasnya dengan keras, kemudian menatap ke arah Nien Chu tanpa adanya perasaan takut dihadapan pemuda yang selama ini menjadi musuhnya itu.


"Nien Chu selama ini hubungan kita kurang begitu baik, dan aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku kepadamu, jika kau berkenan aku ingin kau memperbaiki merindianku yang rusak," ucapnya.


Diamnya Nien Chu bukan nya menunggu apa yang ingin diucapkan oleh Anchen, akan tetapi Nien Chu mencerna keadaan yang ada, karena tiba-tiba saja diagram yang ada padanya bereaksi.


"Aku merasa jika Anchen merupakan pemilik salah satu simbol Dewa, tapi mengapa baru saat ini diagram yang ada padaku bereaksi, apakah selama ini tubuh Anchen terlapisi oleh armor emas yang melindungi tubuhnya, sehingga setelah dia tak memiliki kemampuan apa-apa lagi simbol itu dapat terdeteksi oleh diagram yang ada padaku," batin Nien Chu.


Karena keyakinannya jika Anchen merupakan pemilik simbol dewa, membuat Nien Chu berkata.

__ADS_1


"Aku akan membantu membuat merindian baru di tubuhmu agar kau menjadi lebih kuat dari sebelumnya, asalkan kau mau menerima persyaratan yang kuberikan," ucap Nien Chu.


"Apakah persyaratan yang ingin kau minta dariku?" tanya Anchen dengan wajah penasaran akan persyaratan yang akan diminta oleh Nien Chu


"Persyaratannya mudah, dengan kemampuan yang kau miliki saat ini aku ingin kau masuk ke dalam kelompok yang ku buat, kelompok itu adalah kelompok pembasmi iblis yang di masa depan akan memberikan kedamaian bagi dunia, hanya itu syarat yang ku inginkan darimu," jawab Nien Chu.


"Jika hanya itu persyaratan yang kau minta maka aku akan melakukannya," ucap Anchen.


Nien Chu lantas mengeluarkan diagram yang ada padanya, kemudian membawanya ke hadapan Anchen.


"Aku minta kau meneteskan darahmu di atas diagram ini, sebagai tanda kau telah masuk ke dalam kelompok pembasmi iblis, tapi ingatlah setelah kau masuk ke dalam kelompok yang kubuat itu, maka kau tak akan pernah keluar lagi karena darah yang meneteskan diatas diagram ini merupakan kontrak darah bagi kelompok pembasmi Iblis," ucap Nien Chu.


Anchen kembali terdiam, dengan adanya kontrak darah di atas diagram berarti dia harus menuruti semua perintah Nien Chu sebagai ketua kelompok pembasmi iblis, dan tentunya hal itu akan membuatnya tak bisa membantah seluruh perintah yang diberikan oleh Nien Chu di masa depan.


Lebih baik aku melakukan kontrak darah sehingga aku dapat mendapatkan kembali kekuatanku yang selama ini hilang," batin Anchen.


Dan tanpa ragu lagi Anchen kemudian menggigit jari telunjuknya sendiri, dan meneteskan darah yang keluar dari gigitannya itu ke atas diagram yang ada pada Nien Chu.


Tiba tiba saja cahaya yang keluar dari diagram perlahan-lahan memutar dan hilang sama sekali, yang menandakan jika Anchen telah sah menjadi kelompok pembasmi iblis.


"Mulai sekarang kau adalah saudaraku karena kau telah bergabung dengan kelompok yang kubuat, mulai sekarang aku ingin kau menghilangkan rasa benci dan kedengkianmu padaku, karena hal itu akan membuat kelompok kita menjadi terpecah belah.


Anchen, lepaskan pakaian atasmu dan berkualifikasi lah di atas batu itu, Aku akan membantu mu untuk membentuk Meridian baru bagimu," ucap Nien Chu sambil menunjuk ke arah batu besar yang permukaannya rata, di dekat pohon besar tempat keberadaan gubuk tempat tinggalnya berada.


Anchen menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Nien Chu, kemudian diapun melangkah menuju batu besar dan melakukan kultivasi disana.

__ADS_1


Dengan cepat Nien Chu melepaskan ke 12 jarum emasnya ke 12 titik saraf penting di tubuh Anchen, agar aliran energi dari dantiannya dapat sementara waktu tersalurkan keseluruh tubuh.


Yi eng, aku minta kau menjaga ku dalam menyembuhkan Anchen, karena dalam penyembuhan yang kulakukan itu aku tak bisa terganggu karena akan sangat fatal bagi kami berdua, jika penyembuhan itu belum selesai pada waktunya. Yi eng aku serahkan keselamatan kami bertiga di tempat ini kepadamu," ucap Nien Chu.


Rubah putih ekor 3 seperti mengerti apa yang di katakan oleh Nien Chu, dengan berkali kali menggoyang goyangkan ke 3 ekornya.


Nien Chu tersenyum melihat tanda yang dibuat Yi eng kepadanya, dan tak lama kemudian diapun melangkahkan kakinya kearah Anchen, untuk segera memulai melakukan pembentukan Merindian baru pada tubuh Anchen.


Nien Chu segera duduk bersila di belakang Anchen, dan dengan menggunakan kekuatan 4 hukum alam Nien Chu menciptakan teratai kaca ilahi.


Kali ini teratai kaca ilahi mengeluarkan energi tak seperti biasanya, kali ini energi yang di keluarkannya begitu murni dan tak terbatas.


Nien Chu lantas mengalirkan energi murni dari teratai kaca ke arah 12 jarum emas yang menancap di tubuh Anchen, sehingga energi murni dari teratai kaca ilahi langsung terserap kedalam tubuh Anchen.


Sementara itu, Yi eng yang mendapatkan perintah dari Nien Chu untuk menjaga tempat itu, segera berubah menjadi rubah raksasa yang sangat menakutkan.


Tak lama kemudian rubah putih itu memecah diri dan saat ini telah membentuk 4 rubah putih berekor 3 yang sama.


Ke empat rubah putih itu berpencar menuju ke 4 penjuru mata angin, untuk menjaga keberadaan Nien Chu, Anchen dan Zhurui yang tengah melakukan kultivasi.


Dari jauh kepala desa mengurungkan niatnya untuk mendekati tempat keberadaan Nien Chu, karena melihat adannya rubah putih yang menjaga tempat itu, sehingga apa yang dilakukan oleh mereka bertiga tak dapat di ketahui oleh kepala desa.


"Aku tak ingin mengambil resiko untuk mendekati mereka, karena rubah putih berekor 3 itu pasti akan menghalangiku," gumam kepala desa kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2