Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Mulai berlatih


__ADS_3

Para murid baru istana bulan suci kini berkumpul di sebuah halaman yang berada di halaman akademi.


4 guru besar telah berdiri di depan para murid baru, ketua akademi bersama tetua Tao Bao dan tetua Zi Zhi datang menghampiri ke 4 guru besar.


"Silahkan para guru semua untuk memilih masing-masing murid yang akan dibimbing, dalam teknik bela diri maupun cara meracik dan pembuatan pil" ucap kepala akademi.


Maka ke 4 guru itupun memilih murid yang akan dibimbingnya, akan tetapi sial bagi Nien Chu dan putri Zeng Yi, karena tak ada satupun guru yang mau untuk merekrutnya menjadi murid.


Disaat mereka berdua tengah berkecil hati, tetua Zi Zhi malah memilih mereka berdua sebagai murid, dan sontak saja hal itu membuat Nien Chu dan putri Zeng Yi merasa senang.


Flash back


Kepala akademi, tetua Tao Bao dan tetua Zi Zhi melakukan rapat tertutup yang hanya di hadiri oleh mereka bertiga.


"Saat ini selama berpuluh puluh tahun kita tak menemukan murid jenius, dan aku ingin Nien Chu di tangani secara khusus untuk menjadi seorang Alkemis yang dapat mengharumkan nama Istana Akademi di seluruh kekaisaran yang ada, dan untuk itu aku akan menyerahkan tanggung jawab itu kepadamu tetua Zi Zhi untuk membimbing Nien Chu," ucap ketua akademi.


"Aku pasti akan menjadikan Nien Chu sebagai seorang kultivator, sekaligus Alkemis hebat di masa depan ketua," jawab tetua Zi Zhi.


"Ketua, jika Nien Chu belajar sendiri dengan tetua Zi Zhi, hal itu akan menjadi kecurigaan bagi seluruh murid baru yang ada, bisa saja seluruh murid baru yang ada menanggapi isu yang berkembang jika Nien Chu memang telah melakukan kecurangan untuk lolos di ujian pemurnian pil, dan kurasa kita harus mencari seorang murid baru yang dapat menjadi teman berlatih Nien Chu," ucap tetua Tao Bao.


"Tetua Zi Zhi bagai mana menurut pendapatmu?" tanya ketua Akademi.


"Menurutku saran yang di sampaikan tetua Tao Bao benar adanya, kita memang harus mencari seorang murid baru untuk menjadi teman Nien Chu dalam berlatih, dan aku mempunyai satu kandidat untuk itu," jawab tetua Zi Zhi.

__ADS_1


"Siapakah nama murid baru yang kau maksud?" tanya tetua Tao Bao.


"Putri Zeng Yi, selain cerdas dia juga saat ini mempunyai kedekatan dengan Nien Chu, dan kurasa dia pantas untuk menjadi teman Nien Chu dalam berlatih," jawab tetua Zi Zhi.


"Baiklah, kita telah sepakati bersama jika putri Zeng Yi lah yang akan menjadi teman Nien Chu dalam berlatih, dan aku ingin 4 guru pembimbing tak ada yang boleh memilih Nien Chu dan putri Zeng Yi, karena kedua murid itu akan di latih langsung oleh tetua Zi Zhi," ucap kepala akademi.


"Ketua tak usah khwatir akan hal itu, serahkan semua masalah ini kepadaku," ucap tetua Tao?.


*****


Nien Chu dan putri Zeng Yi kini telah resmi menjadi murid tetua Zi Zhi yang berjuluk Ratu racun ungu, dan mereka berdua kini bertempat tinggal di kediaman sang tetua.


Di sebuah ruangan mereka bertiga duduk bersama, dan tetua Zi Zhi mengatakan hal penting kepada kedua muridnya itu.


Akan tetapi banyaknya harta karun yang terdapat di paviliun langit, sebanding juga dengan bahaya yang akan di hadapi jika berada di sana.


Di sana banyak terdapat binatang roh yang dahulunya merupakan binatang peliharaan sang kaisar, dan rata rata bintang binatang roh itu telah memiliki kekuatan di level 9 dan juga ada satu binatang roh kuno yang konon katanya telah berada di level 10, dengan berwujud naga bertanduk petir.


Aku ingin kalian berdua meningkatkan kekuatan selama sebulan penuh, agar dapat bersaing dengan para murid lainnya dalam mendapatkan harta Karun tersebut," ucap tetua Zi Zhi.


"Kami pasti akan berlatih dengan tekun guru, dan kami pasti tak akan mengecewakan mu," ucap Nien Chu.


Setelah pembicaraan hari itu, Nien Chu dan putri Zeng Yi semakin menunjukkan kemajuan dalam tingkat kekuatan, selain itu mereka berdua pun secara perlahan-lahan dapat belajar cara meracik pil obat dan pembuatan pil, dan tentunya melihat kemajuan ke dua anak didiknya yang begitu pesat, membuat tetua Zi Zhi sangat berharap jika di masa depan mereka berdua dapat menjadi seorang kultivator mumpuni dan digdaya.

__ADS_1


Di suatu kesempatan, tetua Zi Zhi memanggil kedua muridnya


karena ada hal penting yang ingin disampaikan kepada keduanya.


"Tersisa 1 Minggu lagi untuk kalian berdua pergi memasuki paviliun langit, dan besok adalah waktu untuk kalian mendapatkan energi baru di danau darah yang terdapat di dalam hutan istana Akademi bulan suci.


Dalam satu minggu kedepan kalian berdua harus memanfaatkan keadaan yang ada, dengan melakukan kultivasi di danau tersebut.


Ingat semakin dalam kalian masuk ke dalam danau, maka semakin besar kalian akan mendapatkan energi murni dari danau darah tersebut, akan tetapi jika kalian merasakan adanya penolakan maka berhentilah untuk terus masuk ke tengah danau, jika hal itu kalian berdua paksakan maka dengan sendirinya energi di dalam danau darah tersebut akan merusak Dantian kalian berdua," ucap tetua Zi Zhi.


"Kami berdua pasti akan mengikuti semua petunjuk dari guru, dengan tidak memaksakan diri untuk masuk ke tengah danau darah jika terjadi penolakan darinya," jawab Nien Chu.


Setelah berbincang-bincang sejenak maka tiba saatnya mereka untuk beristirahat.


Keesokan paginya ke 25 murid baru kini memasuki hutan larangan di dalam wilayah istana akademi bulan suci, ketua Tao Bao yang merupakan penanggung jawab dari ke-25 murid baru, segera membuka gerbang menuju danau darah.


"Masuklah kedalam, pergunakan waktu seminggu ini untuk menjadikan kalian lebih kuat lagi, dengan bermeditasi di dalam danau darah.


"Jika kalian semua mengalami kesulitan di dalam danau darah yang memang merupakan kumpulan seluruh energi yang berada di wilayah kekaisaran cahaya hidup, maka pecahkanlah batu permata yang akan kuberikan pada kalian ini, untuk dapat keluar dengan mudah dari dalam danau darah," ucap tetua Tao Bao.


"Baik guru, kami semua akan mengingat apa yang telah kau katakan kepada kami," ucap Wang tianyang mewakili seluruh murid baru akademi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2