Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kematian jendral Ling Feng


__ADS_3

Jendral Ling Feng terseret beberapa meter ke belakang akibat efek ledakan yang terjadi, dia merasakan tubuhnya seperti lumpuh beberapa detik setelah terjadi benturan energi yang sangat kuat.


Thien Yu yang masih berdiri tegak di tempatnya tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia pun kembali mengeluarkan teratai kaca ilahi yang dimilikinya dan mengarahkannya ke arah jendral Ling Feng.


Mengetahui adanya serangan susulan dari Thien Yu, hal itu membuat jenderal Ling Feng seketika itu juga langsung mengeluarkan salah satu kekuatan terkuatnya.


Tinju tangan kanannya diarahkan ke arah datangnya serangan teratai kaca yang dilepaskan Thien Yu kepadanya, hingga kembali benturan energi yang sangat kuat terjadi, yang membuat alam di sekitar tempat itu bergejolak hebat.


Jendral Ling Feng tak kuat menahan gelombang kejut yang tercipta, hingga tubuhnya seketika itu terhempas dan menabrak beberapa bangunan yang ada di tempat itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi, aku yang seorang dewa perang dapat di permalukan seperti ini oleh Thien Yu.


Jika memang hari ini aku harus mati, maka aku akan mati bersamamu Thien Yu...!!" batin jendral Ling Feng kemudian duduk bersila dan melakukan meditasi.


Dengan menggunakan kekuatan murni Kedewaan yang ada padanya, jendral Ling Feng menciptakan sebuah prajurit perang raksasa yang berwujud bayangan.


Tak lama kemudian bayangan itu perlahan-lahan membentuk diri menjadi padat hingga kini dapat terlihat dengan nyata.


Tombak besar yang ada di tangan prajurit perang raksasa begitu syarat dengan aura kematian. Awan hitam di langit bergulung-gulung membentuk pusaran hitam dengan petir yang menggelegar dan menyambar ke sana kemari saat pembentukan bayangan prajurit perang raksasa menjadi nyata.


Penduduk kota yang melihat fenomena alam yang sangat mengerikan tersebut, tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.


Tak ada satupun para penduduk yang berkeliaran di malam itu, para kultivator kuat pun yang mengetahui jika fenomena alam itu merupakan peristiwa yang terjadi akibat sebuah pertarungan, membuat mereka menjauh daripada akan terjadi hal buruk pada mereka akibat dari efek pertarungan yang terjadi.


Jendral Ling Feng tiba-tiba masuk ke dalam tubuh sosok prajurit raksasa, dan tak lama kemudian prajurit itu pun mulai bergerak menyerang Thien Yu dengan ganas.


Debu berterbangan di udara seiring pergerakan prajurit raksasa yang sangat cepat dan gesit, tombak dalam genggaman tangannya terus memburu keberadaan Thien Yu yang membuat pangeran dari negeri pheonix itu dengan cepat langsung menangkis semua serangan yang menuju ke arahnya dengan menggunakan pedang penguasa malam.

__ADS_1


Thien Yu menyadari jika kekuatan Jenderal yang dahulunya merupakan dewa perang langit, begitu sangat kuat dan selalu membahayakan keberadaannya, tanpa pikir panjang dia pun langsung mengeluarkan kekuatan Ilahi penuh untuk menghadapi Jenderal perang langit tersebut.


Kekuatan 4 unsur alam mampu untuk meredam pergerakan prajurit perang milik jendral Ling Feng, hingga pertarungan yang terjadi semakin memanas.


Karena merasa jika pertarungan yang terjadi di dalam kota akan membunuh banyak orang, Thien Yu berusaha untuk mengalah dengan terus menghindar hingga keluar dari kota kerajaan.


Setibanya di luar kota tepatnya di dalam hutan, saat itulah Thien Yu kembali menyerang prajurit perang raksasa dengan menggunakan kekuatan ilahi 4 hukum alam.


Prajurit perang raksasa begitu sangat kerepotan menghadapi Thien Yu, apalagi saat ini dari dalam tanah bermunculan tumbuhan merambat yang langsung melilit ke arah prajurit perang raksasa, sehingga membuat prajurit perang itu terbungkus di dalam lilitan yang sangat kuat.


Kekuatan gabungan dari unsur tanah dan udara membuat jendral Ling Feng seketika itu mengeluarkan kemampuan terkuatnya, dengan adanya sambaran petir besar yang menghantam kearah tumbuhan merambat yang kini telah membungkus seluruh tubuh prajurit perangnya.


Alhasil petir itu mampu menghancurkan lilitan yang menyelimuti prajurit perang raksasa, hingga prajurit itu pun terbebas dari lilitan kuat tumbuhan merambat.


Saat terbebas, perajurit perang raksasa seketika itu mengibaskan tombaknya kearah Thien Yu, maka selarik sinar berbentuk bulan sabit langsung menuju ke arah Thien Yu.


Dua buah sinar saling berbenturan di udara, yang membuat ledakannya terdengar sampai ke kerajaan gerbang naga.


Prajurit perang raksasa terseret beberapa meter ke belakang begitu halnya dengan Thien Yu. Tapi hal itu tak membuat keduanya menghentikan serangannya hingga kembali mereka berdua terlibat dalam pertarungan sengit.


Kali ini Thien Yu menggabungkan 4 teratai hukum alam untuk menciptakan kekuatan pamungkas dari Dewa ilahi.


"Aku tak perlu menggunakan kekuatan teratai Nirwana untuk mengalahkan mu, apalagi sampai harus menggabungkan kekuatan Ilahi dan kekuatan teratai Nirwana menjadi satu.


Aku ingin melihat apakah kau mampu untuk menahan kekuatan dari Dewa Ilahi ku," batin Thien Yu.


Tak lama kemudian keempat teratai hukum alam bergabung menjadi satu hingga membentuk sebuah tombak emas.

__ADS_1


Tombak itu melayang di udara dan berputar seperti gasing di hadapan Thien Yu.


Mengetahui jika Thien Yu telah menggunakan kekuatan terkuatnya maka jendral Ling Feng segera mengeluarkan kekuatan terkuat dari prajurit perang raksasa yang dimilikinya.


Dengan melepaskan tombak yang ada di genggaman tangannya, maka tombak itu pun melayang dan memancarkan cahaya hitam kelam dengan mengeluarkan aura gelap yang sangat menindas.


Dan tiba-tiba saja ratusan tombak seketika bertebaran di udara, yang membuat tubuh prajurit perang raksasa di kelilingi oleh tombak tombak tersebut.


Thien Yu hanya tersenyum melihat hal itu, kemudian dengan cepat dia pun mengibaskan tangannya ke depan hingga tombak percaya emas yang merupakan tombak Ilahi, sekaligus merupakan kekuatan terkuat terakhir yang dimiliki Dewa ilahi melesat cepat ke arah jenderal Ling Feng.


Prajurit perang raksasa tak mau kalah, diapun menghantamkan tinjunya kedepan maka ratusan tombak dengan aura mematikan menghalau tombak emas milik Thien Yu.


Tak ada satupun tombak dari prajurit perang raksasa yang dapat menghalau tombak ilahi yang di lepaskan oleh Thien Yu, karena radius beberapa meter dari aura yang keluar dari dalam tombak Ilahi, mampu untuk membakar seluruh tombak yang di lepaskan oleh prajurit perang raksasa.


Melihat jika serangannya tak mampu untuk menghalau tombak emas milik Thien Yu, maka prajurit perang raksasa kembali menghantamkan tinjunya kedepan, hingga selarik sinar berbentuk bola berwarna hitam kelam seketika itu menuju ke arah tombak Ilahi yang di lepaskan oleh Thien Yu.


Jendral Ling begitu sangat terkejut ketika mengetahui jika pukulan mematikannya tak mampu untuk membendung tombak bercahaya emas yang melesat kearahnya, hingga membuat jendral Ling Feng hanya pasrah saat tombak emas itu menembus tubuh prajurit perang raksasa miliknya.


Jendral Ling Feng terkapar di tanah saat prajurit perang raksasa menghilang dari pandangan mata. Hanya beberapa saat jendral Ling Feng menggeliat di tanah dan pada akhirnya tubuhnya pun menghilang dan hancur menjadi debu.


Langit yang tadinya mencekam kini cerah kembali, matahari pun bersinar dengan terik, menyinari bekas-bekas pertempuran yang terjadi yang menimbulkan kegersangan dan kawah-kawah dari efek pertarungan.


Di nirwana, Dewa suci dan Dewa agung yang tengah melakukan meditasi seketika itu membuka matanya, mereka merasakan kematian seorang Dewa yang merupakan Dewa perang langit sebelumnya.


"Jendral Ling Feng kini telah mati dan pelakunya adalah Thien Yu, karena hanya dia yang memiliki kekuatan kuat yang mampu untuk membunuh para Dewa," ucap Dewa agung.


"Kau benar, saat ini aku mengkhwatirkan keadaan nirwana disaat Thien Yu kembali untuk membalas dendam akibat perlakuan kaisar langit kepada kelurganya," jawab Dewa suci.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2