Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Rahasia besar


__ADS_3

Setibanya di rumah Siansan Nien Chu banyak berdiam diri, semua karena Nien Chu merasa jika turnamen yang akan di adakan di kekaisaran kota, membuatnya harus berfikir dua kali dalam menggunakan kekuatan pedang penguasa malam dan kekuatan teratai kaca ilahi, karena kedua kekuatan itu telah dipakainya saat bertarung melawan Wucian sewaktu di Akademi bulan suci.


"Jika aku memakai kedua kekuatan terhebat yang kumiliki itu, maka penyamaranku akan terbuka diatas arena pertarungan, Wucian pasti takkan tinggal diam melihat akan hal itu sehingga apa yang menjadi tujuanku datang di kekaisaran ini akan sia sia, para prajurit elf pasti akan mengejar dan buru ku karena aku telah lancang berani masuk ke dalam wilayah kekaisaran, tanpa melewati izin resmi dari istana yang memang tak memperbolehkan manusia masuk ke dalam wilayah bangsa elf.


Aku harus menemui guru, siapa tau guru mempunyai solusi dalam memecahkan masalahku ini," batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian melakukan kultivasi di tempat itu, demi untuk menemui inti api surgawi di dalam Dantian yang di milikinya.


Sementara itu Zhurui dan Siansan yang kebingungan melihat perubahan sikap Nien Chu sepulangnya dari kediaman ketua desa, memberanikan diri untuk menemui Nien Chu di kamarnya.


Setelah melihat Nien Chu tengah berkultivasi, membuat kedua pemuda itu memilih pergi untuk meninggalkan kamar Nien Chu dan berbincang di luar rumah.


"Aku rasa Nien Chu tengah dalam masalah, tak seperti biasanya dia seperti itu kepadaku, dengan tak memberi kabar ataupun menjawab pertanyaan yang kuberikan setelah kepulangannya dari kediaman ketua desa," ucap Zhurui.


"Aku juga heran, jangan-jangan masalah yang dialaminya berhubungan dengan masa lalu yang ingin diceritakan oleh ketua desa kepadanya, karena hal itu membuat Nien Chu terbebani sehingga dia seperti ini," jawab Siansan.


"Semoga saja setelah dia berkultivasi, Nien Chu akan menceritakan masalah yang terjadi kepada kita," ucap Zhurui.


"Semoga saja," jawab Siansan singkat.


Sementara itu di dalam dantiannya, Nien Chu bertemu dengan inti api surgawi, yang berwujud laki-laki paruh baya berjumlah putih.


Laki laki paruh baya itu telah mengetahui apa keinginan dari muridnya, sehingga dia datang ke dalam dantiannya.


"Aku telah mengetahui tujuanmu datang ke tempat ini," ucap lelaki paruh baya yang kini berdiri di hadapan Nien Chu.


"Guru..., jika kau telah mengetahui apa tujuanku datang ke tempat ini, maka aku ingin meminta petunjuk darimu, apa yang harus kulakukan dalam menghadapi turnamen di kota kekaisaran ini," ucap Nien Chu.


"Aku akan mengajarkan kepada mu teknik terkuat dari inti api surgawi, teknik yang dahulunya hanya digunakan oleh kaisar langit pertama.


Akan tetapi ada kekurangan dari teknik itu, yaitu dapat menguras habis tenagamu saat kau menggunakannya secara berlebihan sehingga kau akan mengalami keterpurukan kehabisan energi tubuh, jika kau mengeluarkan kekuatan itu menghadapi musuh terberat di atas arena pertarungan, maka hasilnya pasti akan seri mengingat setelah kau kehabisan energi ditubuh mu, aka kau pun tak bisa melakukan apa-apa lagi selain terbaring tak sadarkan diri, kecuali kau dapat menggabungkannya dengan kekuatan api ilahi dan api inti hidup, sehingga dapat meredam kekuatan besar dari api surgawi yang berada di tubuhmu," ucap lelaki paruh baya berjubah putih.


"Guru tak ada pilihan bagiku, anggap saja aku tengah berjudi jika memang keberuntungan berada di pihakku, maka aku akan menjadi juara dalam pertandingan itu dan apapun yang akan terjadi denganku di atas arena pertarungan, maka itu merupakan resiko yang harus ku tanggung. Guru, aku ingin kau mengajarkan teknik itu padaku," jawab Nien Chu.


Nien Chu karena kau telah memilih untuk belajar teknik itu dengan resiko yang harus kau tanggung sendiri, maka aku akan mengajarkan teknik itu yang bernama amukan api misterius, sehingga mulai sekarang kau dapat berlatih tehnik itu.


Aku ingin berapapun waktu yang tersisa dalam menuju turnamen bela diri di kota kekaisaran, aku ingin kau menggabungkan tehnik itu dengan kekuatan api inti hidup dan api ilahi, agar menghindarkan mu dari masalah besar yang akan terjadi di atas arena pertarungan.


"Baik guru, aku akan mengambil resiko untuk menguasai tehnik itu, dan aku yakin aku pasti akan dapat menguasainya," jawab Nien Chu.


"Nien Chu jika kau mampu untuk menguasai teknik amukan api misterius, dan dapat menggabungkannya dengan kedua api yang kau miliki, maka kekuatan itu akan sekuat kekuatan teratai kaca yang kau miliki," ucap lelaki paruh baya yang ada di hadapannya.


"Trimakasih guru, sekarang aku dapat bernafas dengan lega untuk menghadapi turnamen besar di kekaisaran kota," jawab Nien Chu.


Setelah keluar dari alam batin nya, Nien Chu langsung menemui kedua sahabatnya.


"Siansan, Zhurui, aku minta maaf karena telah mengabaikan kalian selama ini.


Saat ini aku akan berlatih untuk menghadapi turnamen beladiri yang akan diadakan oleh istana, dan aku akan mewakili para elf dari pesisir pantai dalam turnamen itu," ucap Nien Chu.


"Tapi Nien Chu, bagaimana kau bisa mewakili desa ini sementara kau memiliki mata biru seperti layaknya bola mata yang di miliki oleh penduduk kota kekaisaran?" tanya Siansan.

__ADS_1


"Ketua desa pasti telah memikirkan hal itu, dia pasti punya cara untuk membentuk mata biru ku ini menjadi mata berwarna kuning seperti mata penduduk pesisir pantai pada umumnya," jawab Nien Chu.


"Aku ingin berkutivasi mulai malam ini dan entah sampai kapan akan berakhir. Aku minta pada kalian berdua agar menjagaku selama berkultivasi, dan aku tak ingin ada orang lain yang mengganggu saat aku melakukan kultivasi walaupun dia adalah ketua Desa yang ingin menemuiku," ucap Nien Chu.


"Baik Nien Chu, aku pasti akan menjagamu selama kau melakukan kultivasi," jawab Zhurui, dan di anggukkan kepala oleh Siansan yang menyetujui jawaban Zhurui.


Nien Chu mulai melakukan kultivasi, dan memilih melakukan latihan nya di dalam alam batinnya, karena inti api surgawi takut jika Nien Chu melakukan latihan di dalam dantian yang dimilikinya, akan membuat pusat energi di dalam tubuhnya hancur oleh kekuatan api misterius yang ingin dilatihnya.


Nien Chu terus berlatih di bawah bimbingan inti api surgawi, dan tak terasa 2 bulan telah berlalu, akan tetapi Nien Chu belum juga selesai melakukan kultivasinya, sehingga membuat kedua sahabatnya sangat was was dengan keselamatan Nien Chu.


"Saudara Zhurui, apakah kita harus terus menunggu sampai Nien Chu selesai melakukan kultivasinya? apa kah kau tak merasa adanya kejanggalan melihat Nien Chu yang selama 2 bulan ini tak makan dan tak minum?" tanya Siansan.


"Aku mengenal Nien Chu lebih daripada kau mengenalnya. Jika dia mempunyai tujuan maka hal itu harus tercapai walau harus melakukan pengorbanan seperti yang kau lihat sekarang ini. Selama dia tak menyelesaikan kultivasinya sendiri maka kita tetap harus menjaganya, karena apa yang dilakukannya ini semua untuk mengangkat derajat para elf yang berada di pesisir pantai setelah dia memenangkan turnamen yang akan di selenggarakan oleh istana kekaisaran dataran langit," jawab Zhurui.


"Jika begitu halnya, maka aku akan tetap berada di sini untuk menjaga Nien Chu dalam melakukan kultivasi panjang nya," ucap Siansan.


"Kau benar, kita harus tetap berada di sini untuk menjaganya," jawab Zhurui.


Ditempat lain, ketua desa bukannya tak tahu dengan apa yang dilakukan Nien Chu dua bulan terakhir ini, dia merasa jika Nien Chu merupakan orang yang bertanggung jawab dengan perkataannya, yang begitu sangat keras mengasah kemampuannya agar kelak dia bisa menjadi juara di turnamen bela diri yang akan diselenggarakan oleh kekaisaran dataran langit.


"Aku tak menyangka jika pemuda itu benar-benar ingin membuktikan dirinya menjadi juara di turnamen yang akan diselenggarakan, dengan terus berlatih keras mengasah kekuatannya dengan melakukan kultivasi.


Kau memang pantas dijuluki keturunan dari kesatria terhebat yang tak terkalahkan di dunia ini. Nien Chu walaupun kau nantinya akan kalah di turnamen itu aku pasti tetap akan menunjukkan Di mana lokasi keberadaan teratai Nirwana padamu, karena teratai Nirwana takkan bisa dimiliki oleh orang lain walaupun kekuatan orang itu telah menembus ranah tingkat dewa puncak tertinggi, semua itu karena teratai nirwana hanya mau mengikuti darah keturunan dari pemilik terdahulunya.


Sementara itu Anchu yang telah melihat Nien Chu dengan wujud aslinya yang berasal dari ras manusia, selalu murung di dalam hari-harinya.


Telah dua bulan lamanya setelah kejadian itu, Anchu selalu diliputi rasa bersalah kepada desanya sendiri, karena dia mengetahui sebuah rahasia besar tapi dia tetap menyimpannya dengan rapat.


Semua itu karena hati kecilnya tak terima jika salah seorang dari pemuda yang akan ikut melakukan turnamen bela diri di kekaisaran kota, merupakan dari ras manusia yang disembunyikan jati dirinya oleh ketua desanya sendiri.


Jika sampai Nien Chu kalah saat bertarung di turnamen beladiri itu, dan di sana penyamaran dirinya sebagai seorang manusia terbongkar, bukankah hal itu merupakan aib bagi para elf di pesisir pantai karena mengikutsertakan manusia dalam turnamen yang diselenggarakan.


Mengapa ketua desa tak berpikir sampai kesitu dan membiarkan Nien Chu mengikuti turnamen itu, ini tak boleh terjadi aku harus segera bertindak agar rasa malu yang nantinya di derita Desa pesisir pantai, tak pernah terjadi oleh kenyataan jika pemuda utusan dari Desa nya adalah seorang manusia," batin Anchu.


Anchen yang merupakan sang kakak telah berkali-kali menanyakan mengapa Anchu selalu murung, akan tetapi jawaban sang adik selalu saja tak memberikan jawaban yang sesungguhnya mengenai kemurungannya itu.


Hingga suatu hari disaat mereka berdua berlatih bersama, kembali Anchen menanyakan perihal kemurungan sang adik.


"Kali ini kau harus mengatakan kepadaku apa penyebab hingga kau selalu tak berkonsentrasi dalam latihan. Jika kau masih ingin menganggapku sebagai saudara maka aku ingin kau mengatakan dengan sejujur sejujurnya, apa yang selama ini kau rahasiakan kepadaku," ucap Anchen.


Anchu menghela nafas panjang untuk meringankan beban di hatinya, biar bagaimanapun dia takkan mungkin menyimpan rahasia itu selamanya, rahasia yang sangat bertentangan dengan hatinya.


"Aku harus mengatakan kepada kak Anchen semua rahasia ini, walaupun aku harus mengambil resiko jika ketua Desa tak akan menganggapku sebagai muridnya lagi, semua ini demi kehidupan penduduk desa di pesisir pantai di masa depan.


Nien Chu harus pergi dari Desa dan tak boleh mengikuti turnamen yang akan di selenggarakan, karena apa yang dilakukannya nanti akan sangat beresiko bagi kelangsungan kehidupan para elf di pesisir pantai di masa depan.


"Kak Anchen aku akan mengatakan satu rahasia besar yang selama ini ku simpan, dan aku ingin kau secepatnya mengusir Nien Chu dari desa ini sebelum hal buruk akan terjadi," ucap Anchu.


"Katakanlah adik Aku ingin mendengarnya," jawab Anchen yang begitu sangat penasaran dengan rahasia besar itu.


Anchu lantas menceritakan semua yang telah dilihat dengan mata kepalanya sendiri, siapa sebenarnya Nien Chu.

__ADS_1


Mendengar cerita Anchu membuat amarah Anchen meluap, dia tak menyangka jika pemuda yang selama ini berada di desanya merupakan seorang dari ras manusia.


"Aku akan membuat Nien Chu pergi dari Desa kita ini, sudah cukup kebohongan yang diberikannya kepada desa ini sehingga dirinya bisa bertahan selama 2 bulan berada di sini.


Anchu, Aku akan pergi ke tempat kediaman Siansan untuk membuka identitas Nien Chu, Aku ingin kau mengumpulkan seluruh pemuda desa, katakan jika aku menyuruh mereka semua untuk menyusul ku pergi ke tempat kediaman Siansan.


Anchu menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan sang kakak, sementara Anchen pergi meninggalkan tempat latihan menuju ke rumah kediaman Siansan.


Di tempat lain, Nien chu yang telah berhasil menguasai teknik amukan api misterius, kini harus mendalami latihannya dengan menggabungkan inti api hidup dan kekuatan hukum api yang dimilikinya.


"Nien Chu dengan tekatmu yang kuat untuk menggabungkan tiga kekuatan api sekaligus, kuharap dapat berhasil kau lakukan hari ini, sehingga teknik amukan api misterius menjadi sempurna," ucap inti api surgawi.


"Aku pasti tak akan mengecewakanmu guru, Aku pasti bisa menggabungkan tiga inti api sekaligus," jawab Nien Chu.


Terlihat lelaki paruh baya menganggukkan kepalanya mengiyakan tekad yang sangat kuat di diri Nien Chu.


Tak lama kemudian, Nien Chu segera menggabungkan tiga kekuatan besar yang dimilikinya itu sekaligus, hingga membuat gejolak energi di dalam tubuhnya meningkat drastis.


Di luar tubuhnya suhu udara pun semakin meninggi di dalam ruangan itu, karena aura yang dikeluarkan oleh tubuh Nien Chu sangat luar biasa panas.


Sementara itu, Anchen yang telah sampai di rumah kediaman Siansan, bertemu dengan kedua sahabat Nien Chu di depan jalan masuk ke pintu rumah Siansan.


Perdebatan pun terjadi di antara mereka, sehingga membuat percikan-percikan amarah mulai terlihat di antara mereka.


"Mengapa kau terus membela Nien Chu yang nyatanya dia merupakan seorang manusia yang menyamar sebagai seorang elf? Siansan kau adalah seorang pemuda terkuat setelah aku, apakah kau akan terus membelanya?" tanya Anchen.


"Anchen kau jangan mengada-ada seperti itu, apakah karena kekalahan mu waktu itu sehingga kau menjadi seperti ini, memusuhi orang yang berhati Mulia seperti seperti Nien Chu?, aku tetap tak akan membiarkan mu masuk ke dalam untuk mengganggu kultivasi yang telah dilakukan oleh Nien Chu, dan jika kau tetap ingin menerobos masuk maka kau harus menghadapiku," jawab Siansan.


"Siansan apa yang dikatakan oleh kakakku itu benar adanya, aku sendiri yang melihat kejadian itu di mana Nien Chu memperlihatkan wujud aslinya di depan mata ku.


Apakah kau ingin melihat kehancuran yang akan menimpa Desa kita Jika kau terus membela Nien Chu," ucap Anchu yang tiba-tiba datang dengan membawa seluruh pemuda desa.


Siansan terdiam, kali ini dia merasa bimbang dengan kebenaran yang ada. Siansan menatap ke arah Zhurui dengan tatapan mata yang sulit diartikan.


"Zhurui, cepat katakan kepadaku apakah benar kau dan Nien Chu adalah seorang manusia yang menyamar sebagai bangsa elf?" tanya Siansan.


Zhurui terdiam dan tak bisa berkata apa-apa, karena memang pertanyaan yang ditujukan kepadanya adalah benar.


"Kau lihat Siansan, Zhurui tak bisa menjawab pertanyaan darimu karena memang mereka berdua adalah seorang manusia," ucap Anchen.


"Apa yang kalian semua tunggu, cepat masuk ke dalam rumah itu dan seret manusia yang bernama Nien Chu dari dalam rumah, karena kita akan mengadilinya di sidang Agung Desa ini," perintah Anchen.


Sebelum mereka semua masuk ke dalam rumah, Zhurui segera mengeluarkan pedang dan mengacungkannya ke arah Anchen.


Anchen tersenyum dengan penuh kemenangan, karena apa yang ditunjukkan oleh Zhurui menandakan jika mereka berdua merupakan seorang dari bangsa manusia.


Siansan tak bisa lagi menahan amarahnya, karena dirinya telah dibohongi oleh kedua pemuda yang selama ini tinggal di rumahnya.


Dengan cepat Siansan menyerang kearah Zhurui, sehingga terjadi pertarungan di antara mereka berdua.


Melihat jika Siansan dapat mengatasi Zhurui, membuat Anchen dan beberapa pemuda segera masuk ke dalam rumah, dan sisanya berjaga mengepung rumah Siansan, agar Nien Chu tak dapat melarikan diri.

__ADS_1


Bersambung.


2 episode author jadikan 1 episode.


__ADS_2