
Pagi hari di nirwana, tampak putri Yun Shi begitu sangat senang sekali menerima undangan dari Dewi Qian Qin, untuk melihat lihat keindahan koleksi bunga langka miliknya yang telah bermekaran.
Saat mereka berdua tengah asyik bercanda dalam suasana hati yang senang, diam diam Dewi Qian Qin menyinggung pembahasan mengenai putranya Thien Yu.
"Bagaimana menurutmu mengenai calon kaisar yang digadang-gadang merupakan pemuda tampan, yang mempunyai kemampuan hebat yang bukan berasal dari Nirwana," ucap Dewi Qian Qin.
"Maksud Dewi pemuda itu Thien Yu?" tanya Dewi Yun Shi.
"Benar, menurutmu bagaimana sifat dan perilakunya selama ini sewaktu kalian masih bersama-sama menuntut ilmu di akademi?" tanya Dewi Qian Qin mencoba memancing reaksi Dewi Yun Shi.
"Dewi, dia pemuda yang sangat aneh yang selalu membuat ulah, dan dia juga pernah mengintip ku mandi tapi dia menyangkal apa yang dilakukannya itu hanyalah ketidaksengajaannya saja, padahal aku telah memergokinya.
Dia juga telah berjanji tiga hal padaku tapi hanya satu yang dia penuhi, hingga saat ini dua janji yang ingin dia lakukan padaku tak pernah ditepatinya," jawab Dewi Yun Shi.
"Menurutmu apakah pemuda itu layak bagimu, dan apakah kau tak mempunyai perasaan kepadanya?, karena dari sudut pandang ku dia pemuda baik dan taman, dan juga mempunyai kekuatan yang mampu mengimbangi kekuatan dua Dewa tertinggi Nirwana," ucap Dewi Qian Qin.
"Mengapa Dewi menanyakan itu padaku?" ucap putri Yun Shi balik bertanya.
"Putri, aku melihat jika kau sangat cocok bersanding dengan Thien Yu, karena pemuda yang mempunyai kwalitas seperti Thien yu yang pantas bersanding dengan wanita sempurna seperti mu," jawab Dewi Qian Qin.
__ADS_1
"Dewi, aku tak bisa mempunyai perasaan kepadanya karena hatinya susah ditebak, dan sepertinya dia sama sekali tak pernah melirikku padahal aku merupakan wanita tercantik di nirwana, sedari itu aku tak ingin mempunyai perasaan kepadanya karena akan sia-sia saja," jawab Dewi Yun Shi.
Dewi Qian Qin tersenyum mendengar perkataan polos dari Sang Putri, dari perkataannya itu Dewi Qian Qin menyimpulkan jika Dewi cantik di hadapannya memang menaruh hati pada putranya.
"Jika suatu hari Thien Yu menginginkanmu agar menjadi pendamping hidupnya di masa depan, apakah kau akan menerimanya?" tanya Dewi Yun Shi.
Sesaat Dewi Yun Shi terdiam, dan menatap ke arah Dewi Qian Qin sambil berkata, "Mengapa Dewi menanyakan hal itu kepadaku, aku tak bisa menjawab karena itu merupakan rahasia hatiku," jawab Dewi Yun Shi.
"Putri, Thien Yu adalah putraku, dan aku menginginkan kau menjadi pendamping hidupnya di masa depan, karena aku menyukaimu sebagai remaja yang baik dan memiliki wajah dan tubuh yang sangat sempurna," jawab Dewi Qian Qin.
Seketika itu wajah Dewi Yun Shi memerah, dia tak menyangka jika wanita yang masih terlihat cantik di hadapannya itu merupakan ibu dari pemuda yang telah memberi warna di dalam hatinya, sang Dewi begitu sangat malu mengetahui kenyataan yang ada.
Akan tetapi sang Dewi merasa senang karena ibu Thien Yu menyukainya, dan harus diakui olehnya jika Thien Yu merupakan pemuda yang telah membuatnya jatuh hati hingga dia berharap di masa depan Thien Yu mau membuka hati kepadanya.
Dewi Yun Shi tak bisa berkata-kata, lidahnya terasa kelu untuk berkata-kata, pertanyaan Dewi Qian Qin bener benar membuat jantungnya berpacu dengan kencang.
Tapi dia tak bisa membohongi hatinya jika dia telah menaruh rasa suka terhadap Thien yu, maka Dewi Yun Shi menganggukkan kepalanya pelan yang menandakan dia mau untuk menjadi pendamping hidup Thien Yu di masa depan.
"Kemarilah, aku akan membuat Thien Yu membuka hati untukmu dan tak akan ada keterpaksaan darinya untuk mencintaimu," ucap Dewi Qian Qin.
__ADS_1
Dewi Yun Shi mendekat ke arah Dewi Qian Qin, yang membuat Dewi Qian Qin seketika itu memeluk remaja cantik di hadapannya.
"Kau akan menjadi bagian dari keluargaku maka mulai hari ini kau boleh memanggilku ibu, paling tidak aku bisa menggantikan ibumu yang telah tiada," ucap Dewi Qian Qin.
"Terimakasih ibu," ucap Dewi Yun Shi dengan membenamkan kepalanya ke dada Dewi Qian Qin. Ada rasa haru dan malu yang bercampur aduk di dalam hati Dewi Yun Shi, saat sang Dewi mengakui jika dirinya mau menjadi pendamping hidup Thien Yu.
Sementara itu di hutan binatang Dewa, Thien Yu tak bisa berkata apa-apa saat Dewi Zhao Quin mengatakan jika dirinya akan menjodohkan Thien Yu dengan Dewi Yun Shi Putri satu-satunya dari Kaisar langit, semua itu agar mempermudah dirinya dalam menduduki jabatan kaisar langit di nirwana.
"Ibu, ini merupakan masalah hati dan selama ini aku menganggap Dewi Yun Shi sebagai teman, dan tak ada perasaan apa-apa padanya," ucap Thien Yu.
"Putraku, selama ini kami seluruh keluargamu yang berada di Nirwana begitu sangat berharap jika kau mau untuk menjadi Kaisar langit, agar dapat memberikan perlindungan kepada kami semua.
Selain dirimu takkan ada lagi yang mampu untuk dapat membuat Nirwana tetap seperti sekarang ini, jika sampai Kau tak bisa berlatih di alam Zaiya maka selain Alam Nirwana semua alam yang ada akan hancur di bawah kekuasaan Dewa iblis kuno, yang telah bangkit kembali lewat Kaisar negeri Glory.
Aku tak ingin kehancuran semua alam terjadi, dan untuk membuatmu menjadi kaisar langit dan meredam keinginan kedua putra mahkota yang merupakan pewaris sah dari kekaisaran langit, hanyalah dengan menikahi Putri Yun Shi karena kedua putra mahkota itu begitu menyayangi adik perempuan satu-satu nya itu," ucap Dewi Zhao Quin.
Thien Yu kali ini sangat berpikir keras dengan masalah rumit yang dihadapinya, karena jika dia tak menjadi Kaisar langit dan berlatih di alam Zaiya untuk meningkatkan kekuatannya, maka dengan sendirinya dia harus siap kehilangan seluruh orang-orang yang disayanginya termasuk orang-orang yang berada di alam dunia, alam cahaya mentari, dan di alam cahaya rembulan, karena bangkitnya Dewa iblis kuno di gadang-gadang akan menghancurkan keseimbangan alam yang sudah terjaga di bawah kepemimpinan Alam Nirwana.
Dengan segala pertimbangan yang ada maka Thien Yu menyanggupi menikahi Dewi Yun Shi, dengan syarat jika Dewi Yun Shi mau menerima kelima wanita yang telah lebih dulu mengisi hatinya.
__ADS_1
"Jika hanya masalah itu, ibumu Dewi Qian Qin akan mengaturnya, dan ku yakin Dewi Yun Shi akan menerima kelima wanita yang lebih dahulu dekat denganmu," jawab Dewi Zhao Quin dengan senyuman di wajahnya.
Bersambung