
Erlang Wang menghilang dan tiba tiba sudah berada di dekat Nien Chu, sambil mengayunkan pedangnya.
Nien Chu menangkis ayunan pedang Erlang Wang hingga tubuhnya terseret kebelakang.
Nien Chu sangat terkejut dengan kemajuan kekuatan yang di miliki Erlang Wang yang bertambah pesat, buru buru Nien Chu menolak pedangnya hingga Erlang Wang terpental keudara.
Nien Chu memberikan serangan balik dengan menebaskan pedang penguasa malam, yang membentuk cahaya berbentuk bulan sabit yang mengarah kepada Erlang Wang.
Erlang Wang bersalto di udara sehingga serangan yang dilepaskan Nien Chu mengarah ke tempat yang kosong, yang membuat dinding istana hancur berantakan.
Erlang Wang menjejakkan kakinya ke lantai istana dengan keras, kemudian melesat cepat ke arah Nien Chu, sehingga pertarungan pedang jarak dekat terjadi di tempat itu.
Jual beli serangan menghiasi pertarungan jarak dekat antara keduanya, dan sesekali benturan energi dari kedua pedang menambah sengit pertarungan yang terjadi.
Apapun yang ada di dalam ruangan istana kini berserakan di mana mana, dan sebagian besar telah terbakar api akibat terkena aura Dewa api kuno yang keluar dari tubuh Erlang Wang.
Nien Chu mengeluarkan tiga inti api yang dimilikinya, untuk mengimbangi panasnya Aura Dewa api kuno yang keluar dari tubuh Erlang Wang.
Nien Chu langsung mengeluarkan teratai Giok hitam, dan mengarahkannya kepada pangeran Erlang Wang.
Serangan yang dilakukan Nien Chu membuat Pangeran Erlang Wang langsung bereaksi.
Sang pangeran membuka kedua tangannya ke samping sehingga bermunculan 7 buah kobaran api di hadapan nya.
Segera pangeran Erlang Wang mengatupkan tangannya ke depan, sehingga ketujuh kobaran api langsung menyambut datangnya teratai giok hitam.
Ledakan energi terjadi saat kedua kekuatan saling bertemu di udara, yang membuat beberapa bagian bangunan berjatuhan ke lantai ruangan.
__ADS_1
Erlang Wang tersenyum penuh kepuasan, saat dirinya bisa menahan serangan teratai giok hitam yang dilepaskan oleh Nien Chu.
"Nien Chu ...!!, hanya seperti itu sajakah kemampuanmu?, kau beruntung saat itu kau dapat mengalahkanku, tapi saat ini telah berbeda aku telah memiliki kekuatan yang mampu mengimbangimu," ucap pangeran Erlang Wang sesumbar di hadapan Nien Chu.
Menyikapi itu semua, Nien Chu hanya tersenyum,
Nien Chu lalu mengeluarkan kekuatan ilahi 4 unsur alam, dan saat Erlang Wang menerjangnya dengan kekuatan dewa api kuno di genggaman tangannya, Nien Chu langsung menyambutnya dengan kekuatan teratai kaca ilahi.
Kembali ledakan keras terdengar hingga membuat bangunan istana runtuh seketika.
Nien Chu segera melesat cepat menuju ke tempat dimana kristal jiwa Putri Annchi berada, dan membawanya keluar dari tempat itu.
Sementara itu, pangeran Erlang Wang yang beradu kekuatan dengan Nien Chu, harus terhempas dengan keras kelantai ruangan istana.
Benturan keras yang terjadi membuatnya tak berdaya, hingga tak mampu mengerakkan tubuhnya lagi.
Nien Chu datang kearah Erlang Wang kemudian berkata. "Aku telah mengalahkanmu tapi mengapa kau berlaku curang dengan menyegel kristal jiwa ini. Aku minta padaMu segera lepaskan segel yang membelenggu kristal jiwa ini atau aku tak akan segan segan untuk menghabisimu," ucap Nien Chu.
"Kau tak bisa mengaturku, Jika kau tak mau melakukannya maka terimalah ajal mu!!" ucap Nien Chu kemudian menebaskan pedang penguasa malam hingga membuat kepala pangeran Erlang Wang terlepas dari tubuhnya.
Hanya sesaat tubuh Erlang Wang bergerak, tak lama kemudian tubuhnya pun diam untuk selama lamanya.
Setelah kematian Erlang Wang, Nien Chu kemudian melesat keluar dari dalam istana, menuju ke tempat pertempuran yang terjadi.
Ternyata di tempat itu kaisar Erlang Xian telah di taklukan, dan seluruh prajuritnya kini dalam kekuasaan pangeran Xi Xio dan kaisar Annsher.
Nien Chu menuju kearah kaisar Erlang Xian, kemudian berkata.
__ADS_1
"Aku telah memperingatkan sebelumnya kepada istana awan untuk segera melakukan perdamaian denganku, akan tetapi dengan egoisnya kau malah menentangku dengan mengirimkan pasukan besar untuk menghadapi pasukan ku, untuk itu kau takkan termaafkan lagi," ucap Nien Chu.
Nien Chu kembali menebaskan pedang penguasa malam ke arah kaisar Erlang Xian, sehingga membuat kepala sang Kaisar terlepas dari tubuhnya.
Semua petinggi istana begitu sangat ketakutan melihat kekejaman yang dilakukan Nien Chu kepada pemimpinya, namun mereka tak bisa melakukan apa-apa karena saat ini mereka semua telah ditawan oleh pasukan Nien Chu.
Tak lama kemudian terdengar perkataan yang keluar dari mulut Nien Chu. "Kalian semua merupakan petinggi dari istana awan, jika kalian ingin tunduk di bawah perintahku dengan melakukan kontrak darah, maka aku akan mengampuni nyawa kalian," ucap Nien Chu.
Semua petinggi kekaisaran awan yang ditawan saling berpandangan satu dengan yang lainnya, tiba-tiba saja dua orang jendral langsung berdiri di hadapan Nien Chu.
"Aku tak ingin mengikuti perintahmu apalagi melakukan kontrak darah dengan mu, lebih baik kami mati daripada menjadi budakmu..!!" ucap salah seorang jendral dan di iyakan oleh jendral yang lainnya.
"Tuan muda tak usah kau mengotori tanganmu dengan darahnya, karena dia telah memilih jalan hidupnya maka aku yang akan menghukumnya," ucap Kurama dan seketika itu juga menyerang kearah kedua jendral yang sudah tak berdaya, sehingga tubuh keduanya tercabik cabik oleh Kurama dan menjadi santapannya.
Semua petinggi istana awan bergidik ngeri dengan pembantaian yang dilakukan oleh Kurama kepada kedua jenderal istana awan, sehingga mereka semua mengiyakan untuk melakukan kontrak darah dengan Nien Chu.
"Aku akan melakukan kontrak darah kepada kalian semua, dan saat kontrak darah itu telah berada di tubuh kalian maka jangan sekali kali kalian berpikiran untuk pergi dariku apalagi melukaiku, karena kontak darah yang ada di tubuh kalian pasti akan bergejolak dan membunuh kalian sendiri," ucap Nien Chu.
Seluruh petinggi istana akhirnya melakukan kontrak darah dengan Nien Chu, sementara jendral Yu Hong yang terkurung di penjara sihir putri Yinzi tak bisa berbuat banyak.
Nien Chu mendatangi jendral Yu Hong yang merupakan jendral yang di takuti sekaligus di hormati oleh para petinggi istana awan, serta penduduk di kekaisaran binatang buas.
"Aku ingin menanyakan satu hal padamu jendral, apakah kau mencintai seluruh penduduk di kekaisaran binatang buas?" tanya Nien Chu.
"Aku mencintai mereka semua melebihi nyawaku sendiri," jawab jendral Yu Hong.
"Bagus..., aku ingin melakukan penawaran padamu.., jika kau memang mencintai penduduk di kekaisaran ini, maka aku akan mengangkatmu menjadi kaisar istana Awan yang baru, asalkan kau mau melakukan kontrak darah dengan ku," ucap Nien Chu.
__ADS_1
Tak ada pilihan bagi jendral Yu Hong, karena dia sangat mencintai negerinya maka sang jendral menyetujui untuk melakukan kontrak darah dengan Nien Chu.
Bersambung