
Malam hari, kaisar Annzhor memanggil ketua dari setiap ras elf yang memiliki bola mata berbeda, untuk datang ke perjamuan makan yang diselenggarakan oleh sang Kaisar, semua itu untuk menjamu para ketua elf sekedar mengakrabkan diri dan berbincang bincang mengenai turnamen yang akan di adakan dua hari lagi.
Di kediaman kelompok elf pesisir pantai nampak Nien Chu begitu sangat senang melihat ke 4 sahabatnya tengah melakukan kultivasi di tempat itu. Nien Chu yang merasa gerah di dalam ruangan, mencoba untuk sekedar mencari angin di luar rumah.
Nien Chu terus berjalan hingga dia berpapasan dengan dua orang pemuda dari ras elf Gurun pasir, yang memiliki bola mata jingga.
"Desa pesisir pantai ya...?? ha...ha...ha .., kasta ras elf terendah dari semua ras elf yang ada, semoga saja kau tah berhadapan denganku dalam pertarungan nanti, jika sampai kau berhadapan denganku di arena pertarungan maka aku tak akan berbelas kasih padamu," ucap salah satu pemuda yang bernama Li Yu She.
Nien Chu menatap kedua pemuda itu dengan senyuman di bibirnya, seperti mengisyaratkan jika Nien Chu sama sekali tak takut dengan ancaman kedua pemuda yang ada di hadapannya.
"Semua akan terlihat jelas di atas arena pertarungan, siapa yang bisa bertahan dan siapa yang harus tereliminasi, Aku merasa sangat penasaran seberapa kuatkah para Elf dari gurun pasir itu, apakah omongannya seperti dengan kemampuannya di atas arena pertarungan nanti," jawab Nien Chu dengan ketenangan di wajahnya.
"Kau...!!, aku akan pastikan jika saat bertemu denganmu nanti aku pasti akan langsung membunuhmu!!" ucap Li Yu She dengan wajah memerah menahan amarah.
"Saudara Li Yu She, tak usah kau terpancing seperti itu dengannya, dia hanya membuat mu kesal agar di pertarungan nanti kau tak akan bisa berkonsentrasi kerena terbawa emosi, cukup hari ini dia bisa tersenyum dan merendahkan kita, jika di arena nanti bisa ku pastikan dia akan menjadi incaran dari kekuatan besar guru pasir," ucap Li Sheng dong kemudian mengajak Li yu she meninggalkan Nien Chu.
Li yu she meninggalkan tempat itu dengan kekesalan di hatinya, dan dia berjanji jika bertemu dengan Nien Chu di atas arena pertarungan, maka hari itu merupakan hari terakhir bagi nya untuk hidup.
Nien Chu kembali berjalan dan tiba-tiba dia mendengar suara seseorang yang tengah berlatih, dan dengan santai Nien Chu menuju ke sumber suara. Tampak tak jauh dari nya seorang wanita bercadar ungu tengah berlatih menggunakan pedang, dan Nien Chu begitu takjub dengan teknik pedang yang digunakan oleh wanita bercadar ungu itu, karena dia telah menguasai roh jiwa pedang yang jarang dapat di kuasai oleh seorang kultivator yang berada di ranah suci.
"Bukan kah dia wanita super jenius dari lembah salju kalau tak salah namanya adalah An Yue, pantas saja gerakan dan penguasaan teknik pedangnya begitu sangat tinggi dan luar biasa," batin Nien Chu.
Nien Chu sesaat melihat adanya serangan cepat yang dilakukan An Yue padanya, dan tanpa sedikit bergeming dari tempatnya, Nien Chu menerima saja serangan yang menuju ke arahnya itu.
Pedang An Yue satu senti lagi menembus leher Nien Chu, tiba-tiba saja sang wanita menghentikan serangannya.
__ADS_1
"Berani sekali Kau melihatku berlatih, apakah kau bosan hidup!!?" hardik An Yue.
"Nona, aku secara tak sengaja melihat anda berlatih di tempat ini, dan aku tak mempunyai hal buruk mengenai hal itu, nona biar bagaimana pun aku tak mungkin bisa mengalahkan anda dengan ranah dewa yang telah anda miliki saat ini, jadi aku meminta maaf karena telah menyinggung anda," jawab Nien Chu.
Tiba tiba saja Nien Chu merasakan jika diagram yang dimilikinya bereaksi, yang menandakan jika wanita muda yang ada di hadapannya merupakan pemilik simbol Dewa.
"Sepertinya akan sangat sulit bagiku untuk merekrutnya menjadi anggota kelompok pembasmi iblis, lebih baik aku menunggu kesempatan terbaik untuk merekrutnya menjadi anggota kelompok pembasmi iblis, mungkin lebih baik aku tak menyampaikan keinginanku untuk membawanya bergabung di dalam kelompok ku," batin Nien Chu.
"Namaku Nien Chu dari pesisir pantai, semoga nona mau memaafkan kelancanganku hari ini," ucap Nien Chu menggenggam tinju memberi hormat.
An Yue membalikkan tubuhnya membelakangi Nien Chu, sambil berkata. "Aku memaafkan kali ini tapi jika kau melakukannya lagi maka aku tak segan-segan untuk membinasakan mu," jawab wanita muda itu.
"Sekarang pergilah dari tempat ini karena aku akan melakukan latihan ku kembali," ucap An Yue.
"Baik lah nona, selamat berlatih dan salam kenal dari ku," ucap Nien Chu kemudian pergi dari tempat itu.
An Yue kemudian melakukan latihannya kembali, tanpa menghiraukan pertemuannya dengan Nien Chu.
*****
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba bagi para peserta turnamen. Ada 5 ras elf berbeda yang akan bertanding di turnamen bergengsi 15 tahun sekali.
Raja Annzhor sedikit memberikan kata sambutan dari pelaksanaan turnamen beladiri yang akan segera berlangsung.
Diatas podium utama raja Annzhor yang ditemani permaisuri dan ketiga selirnya, tampak gagah memakai baju kebesarannya.
__ADS_1
"Aku ingin pertarungan yang terjadi berlangsung adil, dan memegang teguh sifat kebersamaan. Pertarungan ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit berbakat yang ada di kekaisaran dataran langit, yang kelak akan menjadi generasi penerus para kultivator terhebat di masa depan.
Dari istana Orgy akan menurunkan enam kuota yang akan bertarung, semua itu untuk melihat pemuda berbakat yang ada di istana.
Walaupun dari istana menurunkan pangeran serta seorang putri yang akan mengikuti turnamen beladiri, jika dalam pelaksanaannya mereka harus kalah maka aturan yang ada tetap menjadikan mereka di diskualifikasi karena kalah bertarung, jika ada dendam dari para pangeran maupun Putri maka aku yang akan bertanggung jawab dalam hal ini, yaitu untuk menjaga keselamatan kalian yang telah mengalah kan pangeran maupun Putri," ucap kaisar Annzhor.
Tepuk tangan seketika itu menggemuruh dengan sorak-sorai para penonton yang antusias ingin menyaksikan pertarungan.
Di tempat lain tepatnya di podium tempat para ketua dari masing-masing murid yang akan mengikuti kompetisi, jendral Wugenji begitu sakit antusias jika para pangeran dari istana Orgy akan memenangkan turnamen yang terjadi, sehingga dengan sombong dia pun berkata.
"Turnamen bela diri yang terjadi hari ini merupakan beladiri terbesar di dataran langit, dan tentunya para pangeran dari istana yang akan menjadi juaranya.
Lihatlah karena mengetahui jika kekuatan para pangeran dan putri dari istana Orgy lebih baik dari pada murid yang lainnya, membuat para pangeran dan Putri telah duluan masuk ke fase yang kedua.
Hari ini akan diundi 4 ras elf dengan bola mata berbeda, mereka semua akan bertarung untuk memenangkan pertarungan, yang pemenangnya akan bertemu dengan tim dari istana Orgy," ucapnya sang jendral.
Semua ketua hanya terdiam mendengar perkataan sang jenderal, semua itu karena mereka menghindari perdebatan yang akan terjadi jika salah satu dari mereka ada yang menimpali perkataan Sang Jenderal.
Di arena pertarungan telah diundi 4 ras elf dengan bola mata yang berbeda, dimana ras elf bermata kuning dari pesisir pantai akan bertemu dengan ras elf dari guru pasir yang bermata jingga.
Sementara ras elf bermata putih dari lembah salju, akan berhadapan dengan ras elf bermata hijau dari hutan dan pegunungan.
Sementara itu ras elf bermata biru dari kekaisaran kota akan menunggu pemenang pertarungan di fase yang kedua.
Dalam hal ini Jika pertarungan satu lawan satu di antara kelompok terjadi seri, maka untuk mendapatkan pemenangnya akan diadakan pertarungan antara kelompok, Karena untuk melanjutkan ke fase 2 salah satu dari kelompok harus gugur.
__ADS_1
Bersambung.