Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Bertarung 1


__ADS_3

"Ha..ha..ha..kau jangan besar mulut Thien Yu, menghadapi kami bertiga saja kau tak mampu apalagi untuk menghadapi seluruh istana langit," ucap Dayu haitang dengan bertolak pinggang di hadapan Thien Yu.


Thien Yu begitu sangat kesal dengan perkataan Dayu haitang yang begitu meremehkannya, sehingga Thien Yu ingin melakukan pertarungan dengan mereka bertiga.


"Memang aku harus memberikan pelajaran kepada mereka bertiga, karena mereka sudah sangat keterlaluan kepadaku dan keluargaku," batin Thien Yu.


Thien Yu yang mengetahui jika mereka bertiga merupakan anak dari petinggi istana langit, dan juga mempunyai kemampuan yang tak bisa dianggap remeh, Thien Yu pun langsung mengeluarkan pedang penguasa malam dari dalam tubuhnya.


Melihat Thien Yu telah mengeluarkan pedang yang begitu sarat dengan aura dingin dan mencekam, ketiga putra petinggi istana langit langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


Ketiga lawan tarung Thien Yu menggunakan tombak sebagai senjatanya, dan anpa pikir panjang mereka bertiga langsung menyerang ke arah Thien Yu secara bersama sama, hingga pertarungan pun tak dapat terhindarkan lagi.


Walaupun ketiga putra petinggi istana langit menyerang bersama-sama, akan tetapi tak satu pun dari mereka yang mampu untuk melukai tubuh Thien Yu , malah sebaliknya Thien Yu malah bisa mengimbangi serangan-serangan yang dilakukan oleh mereka bertiga.


Hal itu membuat ketiganya menjadi heran dengan apa yang telah terjadi, biar bagaimanapun mereka mencacar Thien Yu dengan teknik tombak yang di milikinya, namun tak ada satupun serangan yang mampu untuk melukai Thien Yu hingga merekapun harus menggunakan kekuatan pamungkas dalam menghadapi Thien Yu.


Seluruh tubuh Dayu haitang seketika itu terbakar oleh api berwarna merah yang berkobar-kobar di seluruh tubuhnya, api itu merupakan teknik terkuat yang dimiliki oleh Dayu haitang.

__ADS_1


Kembali Dayu haitang menyerang ke arah Thien Yu, dan kali ini serangannya begitu sangat cepat dan berlipat-lipat kuatnya dari serangan yang dilakukan kepada Thien Yu sebelumnya.


Menyikapi itu semua, Thien Yu dengan cepat menggunakan teratai illahi hukum angin untuk mengatasi serangan dari Dayu haitang, hingga membuat pusaran angin seketika itu membungkus tubuh putra Dewa api tersebut.


Melihat Dayu haitang terkena serangan dari Thien Yu, kedua Pangeran secara bersama-sama menyerang ke arah Thien Yu dengan mengibaskan tombaknya, sehingga terbentuklah cahaya bulan sabit yang mengarah ke tubuh Thien Yu.


Merasakan adanya gelombang kejut kuat ke arahnya, Thien Yu dengan segera berjumpalitan di udara untuk menghindari serangan kuat tersebut.


Di saat Thien Yu berjumpalitan di udara, kesempatan itu di pakai oleh pangeran Yun dai untuk membebaskan Dayu haitang dari pusaran angin yang terus membungkus tubuhnya.


Dayu haitang yang terbebas dari kurungan pusaran angin yang membungkus tubuhnya, seketika membuatnya semakin sangat murka. Dengan seluruh kekuatan yang di milikinya, diapun menghantamkan kedua tinjunya ke depan hingga membuat dua buah meteor yang sangat panas langsung menuju ke arah Thien Yu berada.


Melihat serangan dari Dayu haitang menuju kearahnya, Thien Yu segera menyambutnya dengan tinju naga giok yang sedari tadi telah di persiapkan oleh Thien Yu, hingga kedua kekuatan besar akhirnya bertemu di udara.


Thien Yu yang terseret beberapa meter kebelakang akibat benturan kedua energi, sama sekali tak menduga jika ada serangan susulan dari kedua pangeran yang mengarah kepadanya.


Serangan yang berupa kekuatan energi yang membentuk burung vermilion dan naga emas seketika itu menghujam deras kearah Thien Yu, yang membuat Thien Yu harus mengeluarkan perisai jendral perangnya untuk menahan serangan mematikan yang di lancarkan kedua pangeran tersebut.

__ADS_1


Tubuh Thien Yu terkena telak serangan dari kedua pangeran dari istana langit, yang memiliki gelombang energi begitu kuat hingga membuat debu yang sangat pekat berterbangan di udara.


Debu yang sangat pekat itu membungkus tubuh Thien Yu hingga membuatnya menghilang dari pandangan mata mereka bertiga.


"Kurasa dia telah mampus terkena serangan kita tadi kakak," ucap pangeran Yun dai.


Kau benar benar adik, aku melihat serangan kuat yang kita lancarkan tadi berhasil mengenai tubuhnya, dan kurasa dia takkan bisa selamat dari kematiannya," jawab pangeran Yun sha.


"Ha..ha..ha.., kuharap dia telah mati karena berani merendahkan seluruh petinggi istana langit termasuk Kaisar langit, kekuatan yang tak seberapa yang dimilikinya telah membuatnya menjadi congkak dan berani menentang kita bertiga, dan ku rasa sisa-sisa anggota tubuhnya akan lebih baik jika kita tinggal di tempat ini, agar tak menimbulkan masalah baru jika kedua ibu tirinya mengetahui putranya telah mati di tangan kita bertiga," timpal Dayu haitang sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


"Kau benar saudara Dayu haitang, dia memang layak untuk mati di tempat ini," ucap pangeran Yun sha. Tak lama kemudian mereka bertiga akhirnya tertawa terbahak-bahak di tempat itu.


Akan tetapi secara tiba tiba tawa mereka menghilang, dan wajah mereka seketika berubah saat melihat debu pekat yang berterbangan telah menghilang.


Sosok Thien Yu yang di gadang gadang telah mati kini terlihat berdiri kokoh tanpa adanya luka sedikitpun di tubuhnya. Sosok Thien Yu sekarang tengah memakai perisai perang dan menatap tajam ke arah mereka bertiga dengan tatapan tak bersahabat.


"Apa?, bagaimana mungkin dia masih bisa hidup setelah terkena serangan mematikan dari kedua pangeran?, aku rasa ini hanyalah keberuntungannya saja," batin Dayu haitang.

__ADS_1


__ADS_2