
Sesaat Nien Chu terdiam dengan lenguhan panjang dari mulutnya. "Ah..., Tuan putri tak pernah mengalami hidup susah dan jauh dari keluarga besar sepertiku, saat di acara ulang tahun itu aku melihat putri bagaikan seorang Dewi yang sangat anggun, selain cantik putri juga memiliki kulit putih bersih dengan pakaian indah dan tentunya mahal.
Melihat hal itu aku tau jika putri merupakan seorang wanita terpandang dari keluarga bangsawan, maka aku berusaha menghindar dan menolak ajakan putri untuk berdansa, semua itu aku lakukan karena aku takut jika sampai berdansa dengan putri di saat acara ulang tahun itu, maka akan datang masalah besar yang menimpaku dan aku tak menginginkan hal itu terjadi.
Melihat rupa, fisik dan karisma yang terpancar dari diri putri, tentunya banyak pemuda kaya yang menginginkan putri untuk menjadi kekasihnya, dan masalah bagiku itu akan datang dari para pemuda yang menginginkan putri untuk menjadi kekasihnya.
Saat itu aku memilih ajakan Fang yie yang merupakan putri keluarga Fang untuk berdansa, karena memang sebelumnya aku telah mengenal dia, bukan berarti aku membanding bandingkan putri dengan Fang yie sehingga aku memilih berdansa dengannya.
Insiden jarum beracun itupun merupakan unsur ketidak sengajaan, karena reflek dengan serengan tiba tiba yang mengarah padaku, maka aku membalikkan serangan itu ke sumber asal serangan tanpa melihat siapa yang melakukan serangan menggunakan senjata jarum beracun itu, dan sungguh aku sangat menyesali setelah mengetahui jika putri terluka akibat perbuatanku itu.
Putri Itulah penyebab mengapa aku menolak ajakan putri untuk berdansa di acara ulang tahun keluarga Tao, karena aku sadar diri aku merupakan orang yang tak punya, sementara putri orang yang berada dan tak mungkin aku nekat berdansa dengan putri walau pun saat itu putrilah yang mengajakku untuk berdansa." ucap Nien Chu.
Putri Yuan Hua terdiam mendengar penjelasan dari Nien Chu, dan putri Yuan Hua pada akhirnya mengerti mengapa saat itu Nien Chu menolak ajakannya untuk berdansa, semua itu karena Nien Chu sadar diri akan perbedaan kasta yang memang berbeda.
"Maafkan aku Nien Chu, aku telah salah paham atas semua yang terjadi di acara ulang tahun itu, dan penjelasan darimu mu hari ini telah membuka hati dan pikiranku untuk menyadari kesalah pahaman yang terjadi diantara kita," ucap putri Yuan Hua.
Dan pada akhirnya putri Yuan Hua bisa menerima kehadiran Nien Chu, dan hal itu membuat Nien Chu merasa senang karena telah terbebas dari masalahnya dengan putri Yuan Hua.
*****
3 bulan telah berlalu, perkembangan serikat dagang melaju dengan cepat, karena dalam 3 bulan serikat dagang mampu menguasai pasar di wilayah kekaisaran cahaya naga.
__ADS_1
4 keluarga besar yang saat ini berada di wilayah Wutang, kini tak menjual lagi hasil tambangnya kepada sekte Jingnan yang selama ini menampung hasil tambang mereka, karena 4 keluarga besar memilih serikat dagang sebagai tempat menjual tambang batu permata, dan kayu langit miliknya, semua itu dikarenakan serikat dagang berani mengambil harga tinggi dan melakukan pembayaran langsung setelah transaksi terjadi.
Selama ini harga kedua hasil tambang utama kota Wutang, begitu rendah saat sekte Jingnan membelinya, hingga membuat perekonomian kota Wutang biasa biasa saja, dan dengan adanya serikat dagang yang membeli dengan harga tinggi, membuat 4 keluarga besar seketika itu meningkatkan penambangannya dilahan tambang milik mereka masing masing, dengan mencari tenaga kerja tambahan dari dalam kota itu sendiri yang pastinya membuat perekonomian di dalam kota Wutang perlahan lahan semakin meningkat pesat.
Serikat dagang yang berdiri di kekaisaran cahaya naga, seketika itu menjadi sorotan bagi kaisar Zeng Gong, sang kaisar begitu kagum dengan cara pikir putra ke 3 nya yang mampu membuat serikat dagang, sehingga para pedagang dari kekaisaran lain berdatangan hanya untuk mencari putranya dalam melakukan kerjasama di pasar 4 kekaisaran besar.
Saat ini kaisar Zeng Gong secara pribadi memanggil pangeran ke tiga, untuk sekedar berbincang bincang dengan ke tiga saudaranya yang lain.
Di kediaman sang kaisar telah menunggu 3 saudara pangeran ke 3 yaitu pangeran Zeng Hong yang merupakan putra mahkota, pangeran Zeng Nong yang merupakan pangeran ke 2, serta seorang putri cantik bernama Zeng Yi adik dari ke 3 pangeran.
"Aku sengaja memanggilmu untuk membicarakan suatu hal menyangkut perkembangan serikat dagang di kekaisaran kita, Wu'er aku menginginkan kau melibatkan kedua kakakmu ke dalam serikat dagang, dan memberikan satu kedudukan tinggi kepada putra mahkota Zeng Hong agar dapat belajar memimpin sebelum dia menjadi Kaisar di istana cahaya naga," ucap kaisar Zeng Gong.
"Ayah, serikat dagang didirikan semua itu atas usul dari sahabat ku Nien Chu, dan dalam puncak kepemimpinan serikat dagang terdapat dua lencana emas sebagai simbol pemilik saham terbesar dari serikat dagang, dan salah satu lencana emas itu kini berada di tangan Nien Chu sebagai salah seorang yang mempunyai kuasa atas serikat dagang.
Jika berkenan, aku akan memberikan lencana perak kepada putra mahkota dan pangeran ke 2, yang mana lencana perak itu juga mempunyai kuasa di dalam serikat dagang, walaupun hanya memperoleh saham 5% di sana," jawab pangeran ke 3.
"Adik, mengapa kau semudah itu memberikan puncak kepemimpinan kepada orang lain sementara kau mempunyai saudara yang lebih pantas untuk mendapatkannya, apakah kau tak mengingat jika berdirinya serikat dagang semua itu atas bantuan dari pihak istana, yang memberikan modal agar serikat dagang yang kau rintis itu dapat berjalan seperti sekarang ini.
Jika kau tak ingin memberikan salah satu lencana emas itu padaku, maka aku akan mencari cara agar lencana emas yang ada pada sahabatmu itu jatuh ke tanganku," ucap putra mahkota.
"Kakak, sudah kukatakan jika lencana emas itu tak bisa kuberikan kepadamu, karena rencana itu merupakan milik sahabatku Nien Chu, dan jika kau bersikeras untuk melakukannya maka kau harus menghadapiku terlebih dahulu," ucap pangeran ke 3.
__ADS_1
Putra mahkota terdiam, karena memang putra mahkota tak berani melawan pangeran ketiga yang memiliki ranah tingkatan yang jauh di atasnya.
"Cukup, aku mengumpulkan kalian di sini untuk berdiskusi bukan berselisih pendapat, jika memang kau tak menginginkan kakak mu Zeng Hong mendapatkan satu lencana emas yang tersisa, maka tak masalah jika putra mahkota mendapat kan lencana perak," ucap kaisar Zeng Gong.
"Baik ayah, aku akan memberikan rencana perak kepada kedua kakakku, agar mereka dapat menjadi bagian dari serikat dagang," ucap pangeran Zeng Wu.
"Tidak, aku takkan pernah mau dengan penawaran lencana perak milikmu itu, Aku punya cara tersendiri untuk mendapatkan lencana emas serikat dagang, karena aku putra mahkota tak mungkin dipimpin oleh orang biasa seperti Nien Chu, dan bagaimana harga diriku sebagai putra mahkota jika dipimpin olehnya di dalam serikat dagang!!" timpal putra mahkota dengan penekanan di dalam perkataannya.
Setelah itu pangeran Zeng Hong segera berdiri dan memberikan penghormatan kepada kaisar Zeng Gong sang ayah, untuk pergi dari tempat itu.
Setelah kepergian putra mahkota, pangeran ke 3 angkat bicara.
"Adik, benar apa yang dikatakan putra mahkota, tak seharusnya putra mahkota dipimpin oleh orang biasa seperti Nien Chu karena di masa depan dia adalah seorang calon kaisar, dan dia dapat melakukan apapun terhadap serikat dagang yang sekarang ini kau pimpin jika kau mencari masalah dengannya," ucap pangeran ke 2 yang melakukan pembelaan terhadap putra mahkota.
"Cukup, diskusi ini kita hentikan sampai di sini, aku tak ingin adanya perselisihan lagi," ucap kaisar Zeng Gong kemudian pergi dari tempat itu di susul oleh pangeran ke 2 di belakangnya.
"Sabar kak Zeng Wu, pasti ada jalan untuk memecahkan masala ini," ucap putri Zeng Yi.
"Trimakasih adik, kau satu satunya saudaraku yang bisa mengerti dengan posisiku saat ini," ucap pangeran ke 3.
Sementara itu di dalam hati putri Zeng Yi begitu sangat penasaran dengan pemuda yang menjadi bahan perbincangan antara ayah dan ketiga kakaknya, serta putri Zeng Yi ingin sekali bertemu dengan pemuda itu.
__ADS_1
Bersambung.