
Setelah perpisahan itu, Thien Yu melesat cepat masuk kedalam hutan dan tanpa sadar dia telah berada di tengah tengah hutan, semua itu terlihat dengan banyaknya pohon pohon raksasa dan rindang oleh dedaunan di sekitar Thien Yu berada.
Sesaat kemudian Thien Yu mencari tempat peristirahatan berupa goa, yang dapat menghindarkannya dari serangan binatang buas, binatang roh, dan juga hujan.
Dan pada akhirnya Thien Yu menemukan goa yang di maksud. Goa itu terdapat di celah celah bebatuan yang berdekatan dengan sebuah air terjun.
Siang ini aku akan mempersiapkan diri, agar nanti malam aku dapat membentuk tulang kaisar di tubuhku," batin Thien Yu.
Setelah memakan daging panggang hasil buruan yang di tangkapnya, Thien Yu mulai melakukan kultivasi untuk membentuk kekuatan diri, dalam menghadapi 3 petaka langit yang akan terjadi di dalam pembentukan tulang kaisar yang rencananya malam ini akan di lakukannya.
Malam hari pun tiba, langit begitu cerah bertabur bintang di angkasa, gelapnya malam tak mengurungkan niat seorang anak muda dalam membentuk tulang kaisar di tubuhnya.
Semua perlengkapan telah disiapkan, termasuk diagram semesta yang juga telah diaktifkan oleh Naga Giok. Begitupun dengan kedua benda yang telah di menangkan Thien Yu di dalam lelang, juga telah di aktifkan oleh Naga Giok.
Thien Yu duduk bersila di kelilingi oleh tiga benda penunjang dalam pembentukan tulang Kaisar di tubuhnya.
"Thien Yu, aku ingin kau dapat menahan rasa sakit yang akan menimpamu dalam pembentukan tulang Kaisar di tubuhmu.
Apapun bentuk rasa sakit itu kau harus menahan nya karena kesempatan dalam membentuk tulang Kaisar hanya sekali ini saja, dan aku tak ingin kesempatan itu kau sia-siakan.
Thien Yu, setelah hari ini mungkin kita tak akan bertemu lagi dan kuharap kau bisa menjadi seorang yang berguna bagi seluruh umat manusia di dunia, dan satu hal lagi pesanku padamu, pertimbangkanlah sesuatu hal sebelum kau memutuskan untuk mengambil suatu keputusan," ucap Naga Giok.
"Guru..!!, apa maksud guru dengan berkata jika kita tak akan bertemu lagi?" tanya Thien Yu.
"Kau akan segera mengetahuinya nanti, sekarang bersiaplah karena petaka langit yang pertama akan segera datang," jawab Naga Giok.
__ADS_1
Walaupun dengan berat hati Thien Yu akhirnya menuruti perkataan sang Guru, dia kemudian memejamkan mata dan melakukan kultivasi untuk menerima petaka langit yang pertama.
Langit bergemuruh diatas Thien Yu, awan hitam semakin pekat berkumpul menjadi satu dan petir kecil memberikan kilatan-kilatan cahaya di dalam awan gelap itu, hingga membuat suasana di tempat itu begitu sangat mencekam.
Petir berwarna hitam yang sangat besar, meluncur deras ke arah Thien Yu. Petir itu meliuk liuk hingga menghantam tubuh Thien Yu dengan telak.
Naga langit yang menyaksikan hal itu hanya bisa tersenyum. "Thien Yu kau pantas menjadi putra Yan Lan, seorang jendral perang tertinggi langit. Kemampuanmu akan melebihi ayahmu suatu hari kelak karena hanya kau yang memiliki tulang kaisar di dunia ini. Selama hidupnya ayah mu hanya memiliki tulang Naga langit sebagai pondasi tubuhnya, tapi dia bisa menggetarkan dunia dan nirwana dengan kekuatannya," ucap Naga Giok.
Kali ini petir yang kedua kembali menghantam tubuh Thien Yu, yang membuat Thien Yu merasakan kesakitan yang teramat sangat, hingga membuat tubuhnya bergetar hebat.
"Bertahanlah Thien Yu, aku yakin kau pasti bisa melewati ini semua," teriak Naga Giok.
Melihat Thien Yu kembali tenang membuat kekhwatiran Naga Giok pun sirna.
"Ha..ha..ha...!!, Adik...!! tugasku untuk menjaga putramu telah selesai, dan aku akan menurunkan seluruh kekuatan ku padanya, kekuatan yang tak terbatas dalam tehnik pedang dan tinju Naga Giok," teriak sang Naga, kemudian melesat cepat kearah gumpalan awan hitam yang berada jauh diatas kepala Thien Yu.
"Cetar..!!"
Suara menggelegar saat petir yang ketiga menghantam tubuh Thien Yu, yang membuatnya benar-benar terpuruk karena merasakan sakit yang sangat luar biasa.
Tubuh Thien Yu terasa Lulu lantak terkena petaka langit yang terakhir hingga membuat ketiga benda penunjang di sekitar Thien Yu pun bereaksi, dengan memberikan energi ketubuh Thien Yu agar Thien Yu dapat bertahan dari tekanan petaka langit yang terakhir.
Tak lama kemudian, ketiga benda itupun hancur seiring ambruknya tubuh Thien Yu diatas bebatuan sungai. Tampak terlihat simbol Naga Giok di kedua lengan Thien Yu yang menandakan jika seluruh kekuatan Naga Giok telah menyatu kedalam tubuhnya.
Di dalam alam bawah sadarnya, Thien Yu berada di tengah-tengah kegelapan, diapun bangkit berdiri. "Dimana aku, mengapa aku berada di tempat antah berantah seperti ini, atau mungkin aku telah mati?" batin Thien Yu.
__ADS_1
Tak lama berselang terlihat olehnya sebuah cahaya berwarna biru yang mampu menerangi seluruh tempat itu, cahaya biru itu merupakan inti api hidup milik sang Naga Giok. Dan benar saja, Naga Giok tiba tiba saja muncul di hadapan Thien Yu.
"Guru...!!, apa yang telah terjadi padaku?" tanya Thien Yu.
"Muridku, kini kau telah dapat membentuk tulang kaisar di tubuhmu, dan saat ini roh ku telah damai dan menghilang bersama kekuatan besar yang ku berikan pada mu. Janjiku pada ayahmu yang juga merupakan adikku telah selesai ku laksanakan, yaitu untuk menjagamu dan membuatmu menjadi kuat. Kau tinggal berlatih lagi agar kekuatanku padamu dapat terasah dan menjadi tak terbatas.
Hari ini usiamu genap 15 tahun, aku akan menceritakan apa yang telah ku janjikan padamu, yaitu menceritakan tentang silsilah keluargamu sesuai janjiku waktu itu di saat dirimu telah mendapatkan tulang kaisar," jawab Naga Giok.
Maka Naga Giok menceritakan seluruh yang diketahuinya tentang siapa ayah, ibu-ibu dan para istri istri dari ayah thien Yu, dan juga siapa yang telah membunuh ibunya secara sadis dan merebut hak nya sebagai keluarga kaisar dari ke kaisaran Giok terdahulu, sebelum namanya berubah menjadi ke kaisaran Glory.
"Seperti itulah cerita sesungguhnya dari keluargamu, aku ingin kau memilah milah mana yang harus kau lakukan dan mana yang tak boleh kau lakukan, karena dendammu akan berdampak pada kehidupan manusia di sebuah kekaisaran glory saat ini.
Ingat Thien Yu jika kau ingin membalaskan dendam mu maka yang harus kau lakukan adalah menghancurkan orang tersebut, jangan kau libatkan para penduduk yang tak tau apa apa dengan sebuah peperangan.
Dan satu hal lagi karena di tubuhmu mengalir darah Dewa maka tingkat kultivasi yang selama ini ada padamu, akan berubah menjadi ranah tingkat Jalan surgawi, sama halnya dengan ranah tingkat Saint puncak di tingkat kultivator para manusia berdarah murni.
Thien Yu, pergunakanlah baik-baik kekuatan yang telah kuberikan kepadamu, latih kembali hingga kau mencapai ranah tingkat penempaan tubuh surgawi, seperti mana ranah tingkatan ayahmu dan ranah tingkatanku semasa hidup, dan jika kau mampu kau bisa menembus ranah tertinggi yaitu ranah semesta abadi," ucap Naga Giok dan tak lama kemudian Naga Giok pun menghilang.
Thien Yu tersadar dari pingsannya, dia menangis sejadi jadinya karena guru yang telah dianggap sebagai orang tuanya sendiri telah pergi dan tak akan pernah kembali.
Setelah puas menangis, Thien Yu kembali kedalam Goa. "Aku tak bisa berlarut larut seperti ini, karena aku harus menjadi lebih kuat agar dapat memberi keadilan bagi semua keluargaku yang telah di bunuh oleh kaisar Huang Xu.
Walaupun kau telah mencapai kekuatan ranah tingkat emperor puncak dan punya kekuatan Dewa iblis kuno yang telah menyamai kekuatan para Dewa tertinggi langit, aku takkan gentar sedikitpun pada mu. Tunggulah Huang Xu setelah aku mendapatkan kekuatan ranah tingkat penempaan tubuh surgawi, aku akan datang untuk merebut hak ku sebagi orang yang telah kau hancurkan keluarganya," tekad Thien Yu.
Tiba tiba saja Thien Yu merasakan kepalanya sakit yang teramat sangat, dan dia dapat menembus dinding Goa dengan penglihatannya yang bermil mil jauhnya.
__ADS_1
"Apa yang telah terjadi dengan diriku mengapa ada mata lain yang sangat samar diantara kedua mataku, mata itu mampu untuk melihat apapun dari jarak jauh?" batin Thien Yu yang terus memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Bersambung.