
Nien Chu terbaring di pembaringan kamarnya dan masih dalam keadaan pingsan. Di alam bawah sadarnya, Nien Chu bertemu seorang wanita cantik yang belum pernah di lihatnya sebelum ini, tapi entah mengapa Nien Chu merasakan perasaan yang sangat dekat sekali dengannya.
Dari tubuh wanita itu memancarkan cahaya terang, yang membuat Nien Chu seperti melihat kearah matahari, hingga diapun menyipitkan matanya.
"Namaku Yun Shi, dan aku ingin kau terus berlatih hingga menembus ranah Dewa, setelah itu kita akan bertemu putraku," ucap wanita itu yang membuat Nien Chu begitu sangat terkejut.
Wanita itu memegang kepala Nien Chu, dan seketika itu Nien Chu tersadar dari pingsannya.
Nien Chu menatap sekeliling tempat itu, dan mengingat ingat apa yang telah terjadi padanya. "Aku telah bertarung sebelumnya yang membuat aku terluka, tapi mengapa saat ini tubuhku tak terluka sedikitpun dan hampir di kata aku telah pulih seperti sedia kala," batinnya.
Nien Chu menatap ke sisi tempat tidurnya, dan tampak Tang Yin tengah tertidur sambil duduk di kursi dan kepalanya di rebahkan di sisi pembaringannya.
"Sepertinya Tang Yin yang telah menungguku selama aku pingsan, tapi mengapa dia melakukan hal itu?, mungkin aku biarkan saja dulu masalah ini, lebih baik aku bertanya pada guru tentang wanita yang menemuiku di dalam alam bawah sadar ku, siapa tau guru tau wanita yang telah memanggilku dengan sebutan putranya," batin Nien Chu.
__ADS_1
Nien Chu lantas memejamkan matanya kembali, dan memusatkan pikirannya kedalam 1 titik, hingga diapun masuk kedalam Dantiannya sendiri yang merupakan tempat keberadaan inti api surgawi.
"Guru...,Nien Chu datang menemuimu," ucap Nien Chu.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?, dan sepertinya ada hal penting yang ingin kau katakan padaku, sehingga kau datang menemuiku," ucap api inti surgawi.
"Keadaanku saat ini telah pulih seperti sedia kala dan guru benar, aku ingin bertanya satu hal kepadamu guru karena hal ini begitu sangat mengganggu pikiranku sampai saat ini, sewaktu aku berada di bawah alam sadar ku seorang wanita cantik datang menemuiku dengan tubuh yang bercahaya terang seperti sinar matahari di siang hari, sehingga aku tak bisa melihat terlalu lama kearahnya.
Entah mengapa aku merasakan adanya kedekatan terhadap wanita itu walaupun aku baru pertama kali bertemu dengannya, tapi yang membuat aku gelisah saat dia mengelus lembut kepalaku, dan aku merasakan adanya kehangatan dan kasih sayang seorang ibu yang tak pernah kurasakan sebelumnya.
Sesaat laki laki berjubah putih yang ada di hadapan Nien Chu terdiam, dia hanya memandang Nien Chu dengan tatapan mendalam.
"Dewi Yun Shi..., Apakah sang Dewi benar benar telah mendatangi Nien Chu yang merupakan putranya?, apakah dia tak takut akan hukuman langit karena tindakannya untuk menemui Nien Chu yang saat ini merupakan seorang manusia?" gumam Inti api surgawi.
__ADS_1
Inti api surgawi yang berwujud laki laki paruh baya berjubah putih datang mendekati Nien Chu, dan lantas diapun bertanya.
"Apakah hanya itu perkataan yang ucapkan wanita itu sebelum dia menghilang?" tanya nya.
"Sebelum wanita bercahaya terang itu pergi, dia sempat mengatakan padaku jika aku adalah putranya," jawab Nien Chu.
Lelaki paruh baya itu sesat memejamkan matanya, dan menarik napas dalam dalam. "Ternyata benar, Dewi Yun Shi telah menemui Nien Chu putranya."
Sambil menepuk nepuk pundak kanan Nien Chu laki laki paruh baya itu lantas berkata. "Ada rahasia besar yang ada pada dirimu yang belum bisa terungkap, suatu hari kau akan tau rahasia besar itu dengan sendirinya di saat kau telah mencapai ranah Dewa, karena hanya kau sendiri yang bisa mengungkap tabir dirimu sendiri di masa depan," ucap laki laki paruh baya itu.
"Maksud guru....? guru sampai saat ini aku belum bisa memahaminya, dapatkah guru menjelaskannya lebih terperinci lagi padaku?" tanya Nien Chu.
"Nien Chu, apa yang menimpamu saat ini adalah sebuah takdir yang akan kau jalani, aku tak bisa menjelaskan apa yang kau minta itu secara terperinci, biarkanlah takdir yang membawa langkahmu untuk menemukan rahasia besar tentang dirimu," jawab laki laki berjubah putih itu.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu guru, aku akan berusaha untuk menembus ranah tingkat dewa di masa depan, agar aku dapat menguak misteri ini," ucap Nien Chu.
Setelah tak ada lagi yang ingin di tanyakannya, maka Nien Chu akhirnya mohon diri.