
Debu tebal terus berterbangan di udara yang menutup pandangan mata, setelah debu-debu menghilang maka tampaklah Thien Yu yang masih berdiri kokoh di tempatnya berada, dengan memakai perisai dewa perang pemberian dari sang ayah yang telah dimodifikasi dengan kekuatan pelindung ranah Dewa yang di milikinya.
Dewa mulia begitu sangat terkejut melihat anak muda yang menjadi bulan-bulanan serangannya, masih tampak berdiri kokoh dan tanpa terluka sedikitpun.
"Tak ku sangka jika perisai dewa perang milik Jenderal perang Yan Lan yang telah lama menghilang, kini berada di tangan anak muda itu, pantas saja dia mampu untuk menghalau semua serangan serangan ku kepadanya. Aku tak akan membiarkan pemuda itu untuk terus hidup, karena dia akan menjadi duri bagiku di masa depan dalam memimpin nirwana, walau pun nantinya akan sulit bagiku untuk menghancurkan anak muda itu jika perisai dewa perang masih melekat di tubuhnya.
Aku akan mencoba menghancurkan tubuhnya dengan menggunakan hukum kehampaan," batin Dewa mulia.
Dewa mulia lantas menapakkan kedua telapak tangannya ke arah segel yang ada di hadapannya, hingga efek yang ditimbulkan dari segel tersebut berupa dua telapak tangan raksasa yang keluar dari dalam segal dan melesat cepat kearah Thien Yu.
Thien Yu sesaat memandangi kedua telapak tangan raksasa yang mengarah kepadanya, kemudian mengeluarkan kekuatan teratai nirwana untuk melindungi dirinya dari serangan Dewa mulia.
Tampak terlihat kini adanya bayangan bunga teratai emas yang sangat samar membungkus tubuh Thien Yu, walaupun sangat samar akan tetapi aura yang ditimbulkannya begitu sangat kuat.
Kedua telapak tangan raksasa seketika itu menghantam bayangan bunga teratai nirwana yang membungkus tubuh tubuh Thien Yu, hingga terjadi pergesekan energi yang sangat besar yang menimbulkan petikan-percikan petir di dalamnya.
"Mengapa bisa seperti ini, kekuatan hukum kehampaan tak dapat menembus kelopak bunga teratai yang sangat tipis itu?, jika memang seperti ini aku akan memanggil Dewa semesta untuk melumpuhkannya.
Dewa mulia perlahan menempelkan telapak tangannya satu dengan yang lainnya di depan dada, dan tak lama kemudian muncullah sosok bayangan berupa laki-laki tua yang tengah bersemedi, dengan seluruh tubuhnya yang dipenuhi cahaya menyilaukan mata.
Sosok bayangan yang 5 kali lebih besar daripada Dewa mulia, perlahan membuka matanya dan menatap tajam ke arah Thien Yu yang tengah berlindung dari serangan kedua telapak tangan, yang masih saja terus menghantam teratai nirwana yang membungkus tubuh Thien Yu.
Thien Yu mengetahui jika Dewa mulia tengah memanggil kekuatan besar, yang mampu menghancurkan keseimbangan alam, maka dengan terpaksa Thien Yu menggabungkan kekuatan ilahi dengan kekuatan bunga teratai nirwana menjadi satu untuk pertama kalinya, walaupun dia belum mengetahui resiko apa yang akan terjadi jika penggabungan kekuatan besar itu dilakukan oleh nya.
Tiba tiba saja Dewa mulia menghantamkan tinjunya kearah segel yang telah dibuat sebelumnya, maka segel besar itu terdorong dan menuju dengan cepat kearah Thien Yu berada.
__ADS_1
Thien Yu yang melihat adanya serangan kuat kearahnya, diapun kemudian membuka pelindung teratai nirwana yang membungkus tubuhnya, dan dengan cepat menebaskan pedang penguasa malam berkali kali, hingga cahaya berbentuk bulan sabit mampu untuk membersihkan semua serangan dari Dewa mulia yang tertuju kearahnya.
Tak sampai di situ, Thien Yu juga memberikan tebasan yang dialiri kekuatan ranah Dewa semesta abadi kerah Dewa mulia, dengan menciptakan sebuah cahaya berbentuk bulan sabit besar yang mengarah deras kearah Dewa mulia.
Dewa Mulia tak tinggal diam menghadapi serangan kuat dari Thien Yu, sosok laki laki tua yang ada di belakangnya mengibaskan tangannya dengan kuat kearah serangan dari Thien Yu, hingga menimbulkan gelombang angin yang sangat dasyat, yang mampu meredam serangan dari Thien Yu hingga hilang tak berbekas.
Thien Yu begitu sangat terkejut melihat serangan kuat darinya yang dapat dengan mudah direndam oleh sosok bayangan laki laki tua yang berada di belakang Dewa mulia.
Di saat keterkejutannya itu tiba-tiba saja Dewa mulia berkata kepada Thien Yu.
"Anak muda, ku akui kau memang sangatlah kuat dan tangguh, sedari itu aku akan melakukan penawaran padamu, bagaimana jika kau menjadi pengikutku maka kita berdua akan menguasai Nirwana dan semua alam yang ada, aku akan menjadikanmu sebagai wakil ku bukankah itu merupakan penawaran yang menarik bagimu bukan?" ucap Dewa mulia.
"Aku bukanlah seorang penghianat bahkan penjilat yang mau menjadi sekutumu, untuk meninggalkan orang-orang yang telah mempercayaiku.
Dewa mulia, saat ini posisimu belumlah menang, kau masih perlu menghadapiku dan belum tentu dalam pertarungan kita nanti, kau yang akan menjadi pemenangnya karena aku pasti akan memberikan perlawanan yang tidak kau perhitungkan sebelumnya," jawab Thien Yu.
"Dewa mulia, aku ingin melihat dapatkah kau membunuhku, atau sebaliknya akulah yang akan membunuhmu," tantang Thien Yu.
"Kau benar-benar telah membuat kesabaranku habis anak muda maka jangan salahkan aku jika aku harus membunuhmu hari ini," ucap Dewa mulia kemudian mulai menyerang kerah Thien Yu.
Sosok laki laki raksasa yang ada di belakang Dewa mulia tiba-tiba saja menghilang, dan muncul kembai di belakang Thien Yu dengan menghantamkan tinjunya yang sangat mematikan.
Thien Yu yang merasakan adanya gelombang angin yang sangat kuat dari belakang, dengan cepat bertindak dengan melakukan teknik ruang dan waktu untuk menghindari serangan yang sangat kuat itu.
Alhasil tinju sosok laki laki raksasa itu hanya menghantam tempat yang kosong, hingga membuat kubangan yang sangat dalam tanah.
__ADS_1
Melihat serangan dari sosok laki laki yang merupakan kumpulan dari semua energi dari sang pelahap, yang selama ini terkumpul dan membentuk sebuah wadah yaitu sosok laki laki tua yang berjuluk Dewa semesta.
Pertarungan terus terjadi, hingga perlahan lahan Thien Yu mulai terdesak dengan serang-serangan cepat dari dewa semesta yang secepat cahaya.
"Aku tak bisa terpuruk seperti ini, seluruh petinggi istana langit dan para dewa serta Dewi yang ada di Nirwana, menaruh pengharapan besar kepadaku untuk membinasakan dewa mulia, untuk itu aku harus bangkit," batin Thien Yu menyemangatkan diri kemudian menghantamkan kekuatan gabungan dari kekuatan ilahi dan bunga teratai nirwana kearah Dewa semesta dan Dewa mulia.
Gabungan kekuatan besar yang dimiliki Thien Yu, membentuk satu bunga teratai yang memancarkan energi yang sangat kuat, dan memiliki aura pemusnah yang sangat ganas, hingga terasa sampai beratus-ratus meter jaraknya.
Sebuah bunga teratai yang menuju ke arah kedua Dewa tersebut, tiba tiba saja terbelah menjadi dua bentuk yang sama dan masing masing teratai memilih target yang akan di musnahkan.
Dewa semesta seketika itu menampakkan tangannya ke tanah, maka terbentuklah sebuah pelindung yang sangat kuat, yang melindungi mereka berdua dari serangan dua bunga teratai yang mengarah padanya.
Ledakan terjadi saat kedua teratai Dewa menghantam pelindung yang dibuat oleh Dewa semesta, hingga pelindung itu pun tak mampu untuk meredam serangan dari Thien Yu.
Alhasil Dewa mulia terpental jauh ke belakang dengan mendapatkan luka serius di tubuhnya, sementara itu Dewa semesta yang masih bisa sedikit bertahan walaupun tubuhnya juga terluka, dengan cepat diapun menyambar tubuh Dewa mulia yang tergeletak di tanah, dan membawanya kembali ke alam semesta.
Melihat pemimpinnya pergi maka dengan sendirinya seluruh pelahap yang ada di Nirwana, segera menyusul sang pemimpin kembali ke pulang ke alam semesta.
Di sisi lain, kekuatan besar yang baru saja dikeluarkannya membuat tubuh Thien Yu terpuruk, dia tak sadarkan diri akibat gabungan dua kekuatan yang mampu menghisap seluruh energinya hingga sampai batasannya.
Para Dewa yang ada segera menolong Thien yu dengan memberikan hawa murni ke tubuhnya, karena sedikit saja hawa murni untuk membangkitkan kembali energi di dalam tubuh Thien Yu yang hilang tak didapatkannya, maka Thien Yu akan mati kehabisan energi.
"Bagaimana keadaan putraku Dewa suci," tanya Dewi Limudza.
"Dia sekarang tak apa apa, dan akan segera pulih kembali, kekuatan yang dilepaskannya tadi begitu sangat kuat dan dahsyat, hingga membuat energi tubuhnya habis sampai titik yang terendah. Sangat di sayangkan Thien Yu belum dapat menguasai dan menaklukkan kekuatan itu hingga dirinya sendiri yang terluka," jawab Dewa suci.
__ADS_1
Bersambung.