Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Prampok di perbatasan


__ADS_3

Ketua Syin Yang membalikan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Jatayu, terlihat amarah yang besar di wajahnya karena selama dia menjadi ketua klan Wutang, tak ada satu pun orang yang berani membentaknya.


"Kau sungguh punya nyali karena berani membentak ku di dalam rumahku sendiri, sekarang aku masih berbaik hati mengingat Thien Yu telah banyak membantu putriku, sekarang tinggalkan segera klan ku sebelum aku berubah pikiran," ucap ketua Syin Yang.


Jendral jatayu berjalan menuju ke arah ketua Syin Yang, tapi langkahnya tertahan karena Syin Yin telah terlebih dahulu berhadapan dengan ayahnya.


"Hentikan ayah..!!, kami kesini dengan tujuan baik, yaitu ingin mengabarkan berita tentang kehancuran Klan kita di masa depan jika kita tidak segera pergi meninggalkan kekaisaran Glory," ucap Syin Yin.


"Hentikan omong kosong mu Yin'er, kau tak perlu mengada ada dengan kebohonganmu. Aku tau kau melakukan ini karena membela pemuda yang kau cintai itu bukan?, Yin'er kau tak usah bersama pemuda itu lagi karena aku telah menjodohkan mu dengan pangeran Huang Qin, di masa depan dialah yang akan menjadi pendampingmu," jawab ketua Syin Yang.


Mendengar perkataan ketua Syin Yang Jatayu pun angkat bicara.


"Ketua Syin Yang, kau terlalu merendahkan seseorang tanpa kau lihat sendiri siapa orang tersebut. Thien Yu adalah putra mahkota kekaisaran pheonix dan aku adalah jendela utama pasukan terbang kekaisaran pheonix," ucap jendral Jatayu sambil melemparkan lencana pengenalnya kearah ketua Syin Yang.


Ketua Syin Yang segera meneliti lencana tersebut, betapa terkejutnya sang ketua saat mengetahui jika dua orang yang bersama putrinya merupakan para petinggi ke kaisaran phoenix.


"Apa maksud semua ini?" tanya ketua Syin Yang.


Thien Yu berjalan kearah ketua Syin Yang dan berkata. "Kami sengaja mendatangi anda karena sebentar lagi malapetaka akan menimpa klan kalian, jika klan kalian tak segera meninggalkan kekaisaran Glory.


Lantas Thien Yu menceritakan semua yang terjadi, begitupun dengan tewasnya Shang mu oleh pedang yang di gunakan Syin Yin.


Ketua Syin Yang segera menggenggam tinju memberi hormat kepada Thien Yu dan jendral Jatayu. "Maafkan atas ketidak tahuan saya, dan terimakasih atas informasi yang telah di berikan kepada kami klan Wutang.


Tapi bagaimana kami semua bisa pindah ke wilayah kekaisaran pheonix, sementara kami semua belum meminta ijin pada sang ratu," ucap ketua Syin Yang.


"Kau tak perlu khwatirkan itu, persiapkanlah seluruh anggota klan mu untuk segera pergi ke wilayah kekaisaran pheonix, karena waktu kita sangat terbatas," ucap jendral Jatayu.


"Baik jendral, kami akan bersiap siap," jawab ketua Syin Yang.


Ketua Yin Yang lantas memanggil semua petinggi klannya, guna mengadakan rapat singkat dalam membahas kepindahan klannya di ke kaisaran pheonix.


Sementara itu, Jatayu menyuruh Thien Yu dan Syin Yin agar pergi duluan ke istana phoenix guna menghadap ratu Yan Ling, dan menceritakan semua yang telah terjadi.


"Jendral, bagaimana jika ratu Yan Ling tak mempercayai jika aku putranya?" tanya Thien Yu.


"Jika sang ratu tidak mempercayai jika kau putranya, maka tunjukkanlah mata langit yang ada padamu, karena hanya Yan Lan dan keturunannya yang dapat mewarisi kekuatan dari mata langit itu," jawab Jatayu..


"Baiklah jendral, aku akan pergi duluan ke istana pheonix," ucap Thien Yu.


Maka berangkatlah Thien Yu hari itu juga menuju ke wilayah kekaisaran phoenix.


Thien Yu dan Shin Yin bergerak cepat dengan menunggangi kuda menembus lebatnya hutan.

__ADS_1


"Menurut perkiraan ku sore nanti kita akan sampai ke perbatasan wilayah kekaisaran pheonix, dan jika tak ada halangan tengah malam nanti kita akan sampai ke istana pheonix" ucap Thien Yu.


"Jika begitu kita harus bergerak cepat kak Thien Yu, jangan sampai roh Shang mu mendahului kita ke istana Glory sebelum klan ku berangkat ke istana pheonix," ucap Syin Yin.


Mereka terus memacu kuda yang di tungganginya dengan sangat cepat, hingga sampai pada sebuah jalan setapak yang dijaga oleh puluhan orang dengan pedang terhunus.


"Syin Yin berhati hatilah, sepertinya orang orang ini merupakan perampok di perbatasan dua kekaisaran," ucap Thien Yu.


"Kau benar kak Thien Yu, mengapa disaat genting seperti ini ada saja halangan yang menghambat perjalanan kita," jawab Syin Yin.


Di hadapan Thien Yu dan Syin Yin sekarang berdiri 3 orang laki laki kekar dengan beberapa bekas luka sayatan di wajahnya, yang memperlihatkan jika mereka bertiga bukanlah orang baik baik.


"Saudara Wuma, sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kita, kau lihat wanita muda itu sangat cantik dan mempesona, aku sudah tak tahan ingin segera menikmati tubuhnya," ucap salah seorang dari ketiga pemimpin perampok.


"Ha..ha..ha ..kau benar saudara Fugi, wanita itu sungguh sangat cantik, kulitnya putih mulus bak pualam. Karena aku ketua kelompok ini maka selayaknya aku duluan yang akan menikmati tubuh wanita muda itu, setelah aku merasa puas maka giliran kalian yang menidurinya," jawab Ketua Wuma.


"Ha..ha..ha.., tentu saja saudara Wuma, kami berdua tak akan menghalang halangi mu untuk mendapatkannya. Biar aku dan saudara Fuji yang akan meringkus laki laki itu," timpal Luhan sambil menunjuk kearah Thien Yu.


Tak lama kemudian Luhan dan Fugi segera menyerang kearah Thien Yu yang di ikuti oleh puluhan anggota perampok Trisula iblis di belakangnya.


Sementara itu ketua Wuma sendiri menyerang Syin Yin dengan serangan serangan penuh tipu daya.


Serangan para perampok Trisula iblis membuat Thien Yu geram, diapun mencabut pedang penguasa malam dan segera menyerang balik para perampok.


Satu persatu para anggota perampok Trisula iblis tewas mengenaskan, yang membuat Luhan dan Fugi menggertakkan rahangnya.


Mereka berdua bersama sama menyerang Thien Yu dengan tehnik formasi pedang di tingkat alam puncak. Tapi sayang formasi pedang yang mereka gunakan tak dapat berpengaruh banyak dalam pertarungan itu hingga mereka berdua pun harus terdesak hebat.


Melihat pimpinan mereka tak dapat menghadapi Thien Yu, membuat para anggota perampok Trisula iblis menjadi gentar menghadapi Thien Yu, hingga mereka perlahan lahan mudur kebelakang.


"Saudara Fuji pemuda ini terlalu kuat, jika kita tetap bertahan seperti ini maka kita akan binasa!" ucap Luhan.


"Kau benar saudara Luhan, tapi apa yang harus kita lakukan sementara pemuda itu tak memberikan sedikit celah untuk kita melarikan diri," jawab Luhan.


Tak beberapa lama kemudian Thien Yu berhasil melesakkan satu tendangan kearah Luhan yang membuatnya harus terjerembab ketanah.


Melihat hal itu Fuji langsung membuat satu gerakan tipuan agar dia bisa melarikan diri dari Thien Yu, tapi sangat di sayangkan Thien Yu dapat membaca apa yang ada di dalam pikirannya, yang membuat satu jarum emas menghentikan pergerakan Fuji.


Fuji merasakan energi tubuhnya tak dapat di gunakan lagi hingga diapun ambruk ketanah, dengan kondisi tubuh seperti tak mempunyai tulang.


Di tepat lain ketua Wuma berhasil mengimbangi Syin Yin, dan diapun tak menyangka jika wanita yang dianggapnya lemah ternyata mempunyai tingkat kekuatan yang hampir menyamainya, hingga membuatnya harus mengeluarkan tenaga extra dalam menghadapinya.


Thien Yu yang telah berhasil melumpuhkan kedua orang yang menjadi pimpinan perampok Trisula iblis, dengan segera melesat kearah pertarungan antara Wuma dan Syin Yin.

__ADS_1


Melihat kedatangan Thien Yu di tengah tengah pertarungan, membuat Wuma sangat terkejut dan semakin terkejut lagi saat melihat kedua rekannya telah tergeletak di atas tanah tak jauh darinya.


"Aku ingin kau tunduk di bawah perintahku atau kau akan mati di dengan pedangku ini," ucap Thien Yu.


"Kau jangan bermimpi anak muda, belum tentu kau dapat mengalahkan ku," Jawab ketua Wuma.


"Baik jika kau tak ingin menyerah maka jangan salahkan aku," ucap Thien Yu dan langsung mengeluarkan tinju naga gioknya ke arah ketua Wuma.


Thien Yu melompat dan menghantamkan tinjunya kearah ketua Wuma. Melihat hal itu ketua Wuma langsung menyambut datangnya serangan naga hitam dari Thien Yu.


Dari kedua telapak tangan ketua Wuma muncul Bateng raksasa dan menyambut serangan dari Thien Yu. Ledakan energi pun tercipta, ketua Wuma yang masih berada di tingkat alam emperor puncak akhirnya harus terhempas jauh kebelakang.


Ketua Wuma memuntahkan darah segar yang menandakan jika dia tengah terluka dalam. Syin Yin yang melihat tingkat kekuatan Thien Yu yang mampu mengalahkan kepala perampok yang memiliki tingkat alam emperor puncak, semakin kagum padanya.


Dan pada akhirnya ketua Wuma pun menyerah, begitupun seluruh anggota perampok Trisula iblis. Di hadapan para perampok trisula iblis Thien Yu berkata.


"Mulai hari ini aku adalah tuan muda kalian, aku ingin kalian membantuku di setiap pertempuran ku dan aku ingin kalian membesarkan kelompok ini dengan mencari anggota baru. Ingat aku tak ingin kalian semua melakukan perampokan lagi, yang aku inginkan dari kalian semua adalah menguasai daerah perbatasan ini.


Dan untuk masalah konsumsi serta kebutuhan kalian aku yang menjaminnya," ucap Thien Yu.


Thien Yu segera mengibaskan tangannya maka segunung koin emas kini berada di hadapan mereka semua, yang membuat para perampok trisula iblis semakin bertanya tanya siapa sebenarnya pemuda yang ada di hadapan mereka itu.


"Kalian bertiga telanlah pil ini maka dalam beberapa hari kedepan kalian semua akan dapat pulih seperti sedia kala," ucap Thien Yu.


"Trimakasih tuan muda!!" ucap Luhan, Fuji dan ketua Wuma berbarengan.


Thien Yu kembali mengibaskan tangannya, maka tiga buah segel tercipta dan langsung mengarah ke pada ketiga pimpinan perampok trisula iblis, yang membuat ketiga pemimpin perampok itu menjadi sangat gelisah di buatnya.


"Sekarang di tubuh kalian telah kupasang segel langit, tak akan ada satu kultivator di dunia ini yang mampu untuk melepaskan segel tersebut, aku sengaja memberikan segel itu agar aku yakin dengan kesetiaan kalian bertiga.


Jika suatu hari nanti kalian mencoba berhianat maka segel itu dengan sendirinya akan mengakhiri hidup kalian," ucap Thien Yu kembali.


"Kami bertiga akan setia pada anda tuan muda, kami semua menjadi perampok karena kami tak mempunyai biaya hidup, dan kerasnya hidup membuat kami semua menjadi bejat seperti ini," jawab ketua Wuma sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit.


Karena kalian semua telah mengakui kesalahan maka dimasa depan aku ingin membuat nama bagi kelompok ini menjadi kelompok api pheonix.


Thien Yu memberikan sebuah kitab beladiri dan tehnik kultivasi kepada ketua Wuma, dan dia ingin kelompok api pheonix dapat mempelajari formasi di dalam kitab itu.


"Ketua Wuma jika suatu hari kau membutuhkan sesuatu dalam mengembangkan kelompok api pheonix, maka kau dapat menghubungiku dengan menghubungkan segel langit di dalam tubuhmu," ucap Thien Yu kembali.


"Baik tuan muda," jawab ketua Wuma yang mewakili rekan rekannya.


Setelah berkata seperti itu, dari punggung Thien Yu keluar sayap emas dia kemudian mengajak Syin Yin untuk terbang bersamanya menuju ke istana pheonix.

__ADS_1


__ADS_2