Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Terkejut


__ADS_3

Mendapatkan perintah dari pangerannya, membuat Biyao segera pergi menuju ke istana pheonix sesuai perintah sang pangeran.


Sementara itu Thien Yu pergi mendatangi Putri Yan Chi untuk berpamitan kepadanya, karena saat ini dia akan pergi ke suatu tempat yaitu nirwana.


"Aku akan segera pergi ke suatu tempat, dan aku ingin kau menyampaikan kepada Ibu Dewi Zhao Quin serta Mahaguru Hyo jin, Jika ada suatu hal yang membuatku terburu-buru ingin pergi dari pagoda 9.


Kau baik-baiklah di sini, belajar dan pahamilah semua yang diajarkan Mahaguru Hyo jin kepadamu, dan ini aku berikan kau 5 butir pil level 10 untuk membantu meningkatkan kekuatanmu, karena aku yakin suatu hari kelak kau akan menjadi seorang Alkemis yang hebat dan dapat membanggakan seluruh keluarga istana pheonix maupun klan Zhao," ucap Thien Yu.


"Aku pasti bisa menjadi seorang alkemis yang hebat di masa depan, terima kasih atas motivasi dan pil level 10 yang kau berikan kepadaku pangeran," jawab putri Yan Chi dengan senyuman di wajahnya.


Thien Yu juga ikut tersenyum melihat perubahan yang ada pada diri sang putri, yang benar benar sangat berubah drastis dari saat pertama kali dia bertemu dengannya.


"Semoga dengan kejadian ini kau dapat mengambil pelajaran yang akan menjadikan mu semakin dewasa. Aku berjanji padamu setelah aku kembali dari nirwana, aku akan menyatukan mu kembali dengan kak Feng Yu karena aku yakin kak Feng Yu juga masih mencintaimu," batin Thien Yu.


Di sisi lain, putri Yan Chi tak mau ambil pusing maupun mempertanyakan kepergian Thien Yu, karena dia tau kepergian Thien Yu kali ini di karenakan adanya sesuatu hal yang sangat penting, hingga mengharuskannya untuk pergi.


Setelah berpamitan kepada semua petinggi di pagoda 9, dengan menggunakan tehnik menembus alam Thien Yu pergi ke nirwana.


Setibanya di nirwana, Thien Yu begitu sangat di kejutkan dengan adanya pertempuran besar yang melibatkan kekuatan besar dari alam semesta, lewat pasukan pelahap yang di pimpin oleh seorang Dewa yang pernah di usir dari alam nirwana, yaitu Dewa mulia.


Pasukan istana langit telah dikerahkan secara besar besaran untuk menghadapi pasukan pelahap alam semesta, yang semakin lama semakin banyak berada di alam nirwana.


Saat ini nirwana dalam kehancuran, banyaknya para pelahap dari alam semesta yang telah menguasai beberapa tempat penting di nirwana, hingga membuat nirwana menjadi porak poranda dan di penuhi dengan kobaran api dimana mana.

__ADS_1


4 raja binatang Dewa dan seluruh binatang dari hutan binatang Dewa, juga ikut terjun langsung dalam bertempur menghadapi para pasukan binatang pelahap alam semesta.


Thien Yu terbakar amarahnya melihat kehancuran yang di berikan Dewa mulia bagi nirwana, dengan mengerahkan pasukan pelahap secara besar besaran dalam menyerang nirwana.


Dengan menggunakan kekuatan dewa yang dimilikinya, Thien Yu berhasil memasang ratusan segel kegelapan yang mengeluarkan pasukan tengkorak putih dari dalam nya.


Ribuan tengkorak putih yang mampu untuk meledakkan apapun yang tersentuh olehnya, segera menyerang ke arah sang pelahap yang banyak bertebaran di udara, hingga terjadi ledakan keras susul menyusul di angkasa.


Ledakan demi ledakan terjadi, dan satu persatu para pelahap berguguran ketanah akibat tertabrak prajurit tengkorak putih milik Thien Yu.


Saat ini para prajurit tengkorak putih masih terus keluar dari dalam segel yang di buat oleh Thien Yu, yang membuat langit nirwana sekarang ini di penuhi dengan prajurit tengkorak putih yang terus memburu para pelahap.


Sementara itu Dewa mulia yang tengah bertarung melawan dewa suci dan Dewa Agung, amarahnya seketika itu meluap melihat pasukan pelahap yang dimilikinya satu persatu mati akibat ledakan yang terjadi lewat para prajurit tengkorak putih, yang keluar dari dalam segel kegelapan milik Thien Yu.


Tak hanya itu, Dewa mulia juga menghancurkan segel kegelapan yang tercipta, yang telah membunuh sebagian besar prajurit pelahap miliknya, dengan sambaran petir besar yang keluar dari alam semesta yang terbelah.


Thien Yu segera melesat sambil mengeluarkan pedang penguasa malam sebagai senjatanya, dengan pedang penguasa malam di dalam genggaman tangannya, Thien Yu membantai seluruh binatang pelahap yang ada di dekatnya.


Semua penghuni nirwana kini bertarung habis-habisan dengan para perajurit pelahap alam semesta, Dewa suci dan dewa agung kini telah mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya untuk menghadapi Dewa mulia yang begitu sangat tangguh dan mempunyai kekuatan setara mereka berdua.


Tiba tiba udara terbelah di berbagai tempat di sekitar pertarungan antara Dewa suci dan dewa agung, dan tak lama kemudian dari dalam udara yang terkoyak itu keluar rantai-rantai berwarna merah menyala, dan langsung menyerang kerah Dewa suci dan Dewa agung.


Kedua dewa tertinggi langit itu begitu kesulitan dalam menghadapi rantai-rantai yang mampu menembus kehampaan, hingga rantai-rantai itu berhasil menangkap kedua Dewa tertinggi Langit Itu dengan cara terlilit dan terbelenggu.

__ADS_1


Tak hayal lagi, kekuatan kedua Dewa tertinggi itu langsung terserap oleh rantai-rantai yang membelenggunya, hingga mereka berdua tak berdaya dalam menghadapi lilitan rantai-rantai yang terus menekan tubuh mereka berdua.


Dari kejauhan Thien Yu dapat melihat jika kedua dewa tertinggi langit itu sudah tak berdaya oleh lilitan rantai yang membelenggunya, hingga Thien Yu mutuskan untuk menyelamatkan kedua dewa tersebut.


Dengan menggunakan tehnik ruang dan waktu, Thien Yu secepat cahaya telah berada di dekat rantai yang tengah melilit kedua Dewa tertinggi langit itu, dan dengan sekali tebasan pedang penguasa malam maka semua rantai pada akhirnya terputus dan berserakan di tanah.


Dewa mulia sangat terkejut karena Rantai belenggu neraka neraka miliknya, begitu mudahnya di hancurkan dengan hanya menggunakan sebilah pedang.


Dewa mulia kini memfokuskan untuk menyerang Thien Yu, maka ratusan rantai belenggu neraka secara bersamaan menyerang kearah Thien Yu.


Thien Yu berkelit kesana kemari menggunakan tehnik ruang dan waktu, untuk menghindari rantai rantai yang terus menyerangnya dari dalam tanah dan udara.


Thien Yu terus melakukan tebasan tebasan dengan pedang penguasa malam, hingga efek tebasan yang berbentuk bulan sabit dapat meluluh lantakkan semua rantai yang mengarah padanya.


Dewa mulia tau jika seluruh rantai belenggu neraka yang menyerang Thien Yu tak berefek sama sekali padanya, maka diapun mencipta kan sebuah segel raksasa dan menghantamkan telapak tangan kanannya kearah segel tersebut,di saat Thien Yu tengah sibuk menghancurkan belenggu segel yang mengarah padanya.


Telapak tangan Dewa mulia mengenai segel ciptaannya, maka ribuan telapak tangan dengan aura yang sangat matikan menuju cepat kearah Thien Yu berada.


Thien Yu sekilas menoleh kerah ribuan telapak tangan yang mengarah padanya, akan tetapi ribuan telapak tangan itu sudah tak bisa dihindarinya, hingga bertubi tubi ledakan beruntun terjadi di tempat Thien Yu berada, hingga membuat debu tebal berterbangan di udara.


"Akhirnya mampus juga anak muda itu, dan inilah waktunya aku menguasai nirwana dan menjadi kaisar langit, sang penguasa seluruh alam.


Aku akan menjadikan semua Dewa dan Dewi yang tersisa sebagai budakku, yang akan mengikuti semua perintahku," batin Dewa mulia dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2